Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
360: Pingsan


__ADS_3

Lesya tak menjawab panggilan itu. Dia hanya menoleh dan melihat ke bawah jurang melalui kaca mobilnya. Benar saja perkataan Elvan jika di bawah sudah ada mantras jumbo yang dipastikan sangat empuk dan aman untuknya.


"LONCAT AJA BU BOSS! " teriak Revan dari bawah jurang. Ya, di bawah sudah banyak yang memperhatikan dan bahkan sudah pasang badan jika Lesya yang mereka dengar adalah bu boss mereka sempat sedikit lecet. Mereka juga terkejut karena justru mobil hendak terjatuh.


Lesya mengerjap. Nyawanya berada di ujung tanduk sekarang. Antara dia hidup ataupun mati. Jika dia maju, dia sudah loncat ke jurang. Sementara jika dia mundur, tak bisa juga karena sudah dihimpit oleh sebuah lubang yang sedikit besar. Catattt, hanya sedikit besar saja ya!


* Gw harus gimana ya Tuhan? Loncat aja gak ya? * batin Lesya bingung sekaligus sedikit takut. Bahkan tanpa sadar gadis itu meremas kuat stir mobilnya sebagai lampiasan rasa ketakutannya.


Lesya membuka kaca mobilnya. Dengan ragu dia menyembulkan kepalanya keluar dari kaca mobil dan menghadap ke arah belakangnya. Dia dapat melihat sebuah kekhawatiran dari wajah beberapa remaja seusianya dengan kondisinya.


Luna, sahabatnya dan dia yakin gadis itu nanti akan merengek padanya. Lisa, sahabat barunya dan dia juga mengkhawatirkan dirinya. Valen, lelaki yang menjadi tunangan sahabatnya dan dia yakin lelaki itu khawatir padanya karena merasa ngeri dengan kondisinya. Letha? Dia ragu untuk mengakuinya. Dan Elvan? Dia yakin lelaki itu sangat khawatir padanya dibalik sebuah wajah datarnya.


Kembali menatap jurang, Lesya mengeratkan genggamannya pada stir mobil setelah merasakan sebuah batu yang di ujung jurang itu hampir terjatuh.


* Not now, please! * batin Lesya sedikit tersentak.  Otak kecilnya itu terpaksa agar memutar kuat idenya untuk melakukan apa yang harus dia lakukan saat ini. Karena dia yang alami, maka dia juga yang harus tahu apa penyelesaiannya.


"I know! " gumam Lesya lalu dengan serius memegang stir kemudinya dan bersiap melancarkan aksinya. Sedikit ekstrim sebenarnya namun ini hanya inilah satu-satunya ide ekstrim yang terlintas di benak bad girl itu.


Membuka pintu kemudi nya, Lesya meramalkan do'a agar dia tetap selamat. Why? Bukannya dari dahulu dia ingin menyusul papinya? Jawabannya tentu karena dia memikirkan dampak selanjutnya. Jika dia tiada, lalu Letha ataupun Luna yang menanggung balik semua bebannya. Sama saja dia menjadi beban orang lain dan dia tak mau itu.


Ah, satu hal lagi. Lesya mulai sayang dengan nyawanya karena dia mulai merasakan arti kenyamanan di sebuah keluarga harmonis. Tahu lah siapa keluarga itu. Nah, dia tak ingin mereka yang dekat dengannya sekarang akan sedih dengan kepergiannya nanti.


Braanggg!!


"Syaa?! " panik Luna terkejut.


Namun dengan lihainya di saat baru terjatuh Lesya memutar balikkan mobilnya dan segera meloncat dari sana. Dia membiarkan mobilnya yang berjalan ke depan dan menabrak satu pohon besar yang ada hingga rusak parah.


Semua ide ekstrim Lesya tak berjalan sesuai rencana. Justru Lesya sendiri yang memegang ujung batu agar tak terjatuh. Ya, dia masih ketakutan. Menyadari sebuah tangan yang bergantung di sebuah batu, Elvan dengan segera langsung turun dari mobil diikuti yang lainnya.


"Le?! Sya?! "

__ADS_1


Elvan memegang tangan Lesya agar dapat kembali tertarik ke atas. Lesya menoleh dan meringis kesakitan di saat kakinya di bawah kembali tergores oleh lancipan batu.


"Sstt, sakit! "


"Shuutt, apanya yang sakit? " tanya Elvan lalu berusaha menarik Lesya ke atas. Begitu juga dengan Valen yang ikut membantu Lesya. Luna? Dia diperintahkan untuk tak ikut campur saja mengingat Luna adalah perempuan sementara Valen lelaki. Jika jatuh lebih bahaya lagi urusannya.


"Loncat aja deh mendingan lo Sya, ada mantras juga di bawah! " usul Valen. Lesya menggeleng seolah menolak usulan Valen. Pandangan matanya yang memburam dan pegangan tangannya mulai melemah.


"Pan, capek! " lirih Lesya mengadu.


Elvan tak tahu harus membalas bagaimana. Namun pegangannya mulai mengerat di kala Lesya hampir saja merosot kebawah jurang. Kedua lelaki itu meringis sakit di kala mendengar jika batu jurang sudah mulai berhancuran secara perlahan.


Syuuutt!


Karena mulai melemah dan kesadaran yang mulai memburam, Lesya akhirnya terjatuh dari jurang itu. Bahkan kaitan tangannya juga ikut terlepas. Elvan dan Valen membulatkan mata mereka hingga membola karena terkejut.


"Kita ke bawah! " ucap Elvan lalu berlari kecil masuk ke dalam mobilnya. Valen hanya mengangguk paham dan menarik Luna dan Lisa yang dikala ingin melihat ke arah bawah. Ah, Letha juga!


Sudah tahu apa yang terjadi, dengan cepat mereka masuk ke dalam mobil dan menyusul keberadaan Lesya yang terjun ke bawah. Bahkan saja Elvan kembali merasa acuh alias tak peduli jika Letha berteriak histeris dengan kecepatannya yang di atas rata-rata. Bahkan lebih cepat dibandingkan yang sebelumnya.


Luna, Lisa dan Valen juga sama seperti Elvan yang tak peduli. Why? Karena menurut mereka bertiga keselamatan Lesya lebih penting saat ini. Apalagi hal ini sudah menyangkut nyawa hidup seseorang.


"ELVANN, JANGAN NGEBUT-NGEBUT JUGA KALI! TUH ANAK JUGA KALAU MATI GAK ADA HUBUNGANNYA! JANGAN BIKIN ORANG DI SINI PANIK CUMAN KARENA DIA! " pekik Letha sedikit kesal.


Braaakk!


Elvan membanting stir mobilnya dengan keras. Dia tak peduli lagi bagaimana sikapnya sekarang ini. Menatap Letha sekilas dari kaca, Elvan berdecih sinis. Laju mobilnya memang cepat bahkan justru bertambah cepat lagi mendengar ucapan Letha itu. Camkan, dia TAK PEDULI dengan ucapan Letha.


Lesya harus selamat!


Ya, Lesya nya harus selamat sekarang!

__ADS_1


Masalah mengenai hal tentang Lesya tadi, menurutnya nanti juga mereka dapat berbicara dengan baik-baik bukan setelah hal ini. Dan terpenting saat ini adalah keselamatan sang istri kecilnya.


"ELVANO, A--- "


"Ngomong lagi gw lempar! "


Suara tegas nan dingin itu terdengar menusuk oleh Letha yang siap-siap akan kembali memekik histeris. Letha, ya gadis itu. Di saat seperti ini Letha dapat merasakan jika Elvan, lelaki idaman, lelaki yang menjadi idolanya di sekolah, sangat khawatir dengan keadaan Lesya. Dia dapat rasakan itu. Setiap mereka yang ingin menyelamatkan Lesya membuat dadanya ditusuk beribu kali lipat sakit.


Ya, dia sakit hati!


Sementara di saat dirinya butuh, Lesya saja tak ada. Lalu di saat Lesya saat ini, buktinya Letha dapat hadir. Ya walau memang dengan hati yang tak rela alias dengan tujuannya yang tertentu.


Dia iri.


Dia mau itu juga terjadi padanya. Dan karena sebuah rasa yang dia inginkan itu tak kunjung hadir dan justru hadir dalam hidup Lesya, membuatnya terbentuk menjadi pribadi begini. Bilang saja dia egois dan itu memang benar adanya.


Tapi Letha tak peduli dengan semua itu. Menurutnya dia juga merasakan sebuah rasa kesepian jika kedua temannya tak ada. Dirinya bagaikan dikucilkan di tengah-tengah keempat remaja sedari tadi. Lantas, mengapa hanya Lesya yang beruntung? Lalu bagaimana dengannya?


Setibanya di kerumunan anak buah Elvan tadi, kelima remaja itu turun dan berjalan cepat guna melihat kondisi Lesya saat ini. Memanggil seseorang yang familiar, Luna beralih memeluk singkat Cakra yang ada di sana secara tiba-tiba. Tentu saja Cakra yang tak siap hanya menangkap saja.


"Bang! Lesya mana? " tanya Luna setelah memeluk sekilas Cakra. Lelaki itu hanya menunjuk ke arah satu mobil putih yang diyakini adalah sebuah mobil penanganan pertama sebuah kecelakaan.


"Noh di dalem dia! Tadi dia pingsan lagi di tanganin sama kembaran gw. " ucap Cakra memberitahu. Luna mengerutkan keningnya bingung. Kembaran? Memang selama ini Cakra memiliki kembaran? Keluarga saja Cakra tak punya karena dia anak sebatang kara. Apalagi kembaran!


"Kembaran? "


"Namanya sama-sama Andre, Luna... Emang nama Andre cuman ada satu apa di dunia." malas Cakra menjawab. Luna hanya ber'oh ria saja. Mereka masih menatap keadaan sekitar siapa tahu saja ada barang penting di sana yang terjatuh. Berbeda dengan yang lainnya, justru Elvan yang tahu dimana Lesya dengan segera menyusul keberadaan gadis itu.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


>>><<<

__ADS_1


Bantu dukung karya saya ini boleh?


__ADS_2