
Mata Luna beralih menatap Lesya. "Buat apa? " Lesya menyerahkan satu box agar Luna menerimanya. "Leon udah cari tau dan mama kayak gini karna dia syok habis dapat paket dari TW yang isinya boneka darah"
Luna mengepalkan tangannya kuat. "Jadi dia pelakunya? " Lesya mengangguk. "Gak cuman itu! Tapi markas beberapa hari ini dapat teror juga selain dari Vion! "
Luna menatap datar depannya. Matanya beralih menatap makanan yang dibawa Lesya. "Kapan mulainya? "
"Malam nanti! Makanya lo makan dulu biar punya tenaga" Luna mengangguk pasrah dan mulai melahap makanan yang diberikan oleh Lesya kepadanya. Begitu juga dengan Lesya.
Pukul 10 malam, Lesya dan Luna benar-benar pergi menuju markas TW. Sementara mama Luna dijaga oleh suster yang ada dengan ketat.
Lesya hanya membawa 50 anak buahnya ditemani oleh Leon, Cakra, Alam, Luna dan dirinya menurutnya sudah cukup. Dengan penuh hati-hati, Lesya menerobos pagar samping ditemani oleh Luna.
Cakra hanya berjaga di bagian depan saja. Sementara Leon berjaga melalui kamera yang dia miliki. Alam berjaga di bagian belakang sementara yang 50 anak buah LC menunggu perintah.
"Sekarang! " Dengan dingin, Lesya memberitahu kepada seluruh anak buahnya jika rencana akan segera dimulai.
Pertarungan terjadi saat ini. Bahkan satu anak buah Tiger Wong memanggil ke enam atasan mereka dengan alat komunikasi.
📞 Halo King! bugh.. krekk.. dorr... Markas diserang!
Tuttt!
Lesya masih mencari keberadaan ruangan utama. Entah ada angin, hujan Lesya menghubungi anak buah LC agar tak terlalu menyakiti pasukan Tiger Wong. Hiyak pasukan!
"Buat luka kecil saja kepada mereka! Ingat jangan sampai ada yang jadi korban! " Luna tak percaya dengan ucapan Lesya yang terdengar di telinganya.
Luna dan Lesya hanya menggunakan masker hitam saja di wajahnya. Jubah berlogo Queen Ellion untuk Lesya dan Queen Allion untuk Luna terpampang jelas di sana.
dorr!
Semua atasan Tiger Wong dengan cepat menerobos markas mereka hingga mereka menemukan keberadaan Luna dan Lesya yang hanya menyaksikan pertarungan di depannya saja.
Aula yang luas milik Tiger Wong perlahan berubah karena kedatangan Lion Claws ke markas mereka. Luna kini sibuk menyerang lawannya di sekitar aula.
Dengan cepat King teratas alias King Tiger Wong, menarik pelatuk ke arah Lesya yang menatap dingin pertarungan di depannya.
__ADS_1
DORR!!
"ELLIOOONN! " Berhenti, semua pasang mata baik dari pihak Lion Claws dan Tiger Wong beralih ke arah Lesya yang dengan mudah menghindar.
Lesya menatap ke arah pria dingin yang menembaknya tadi walau tak berhasil. "Heh! Akhirnya lo muncul juga! "
Lisa yang merupakan anggota intim Tiger Wong membuka topeng matanya. "Heh apa sih maksud lo ngusik ketenangan Tiger Wong?! "
"Dan apa MAKSUD LO BERANI NEROR LION CLAWS?! " Lisa terkejut diikuti ke empat pria di sampingnya. "Kenapa? Gw bener bukan? "
Dorr!
Salah satu dari anggota intim, menarik pelatuk dan ditepis dengan satu sentilan kecil dari Lesya. Anggota atau pasukan Tiger Wong mengangga tak percaya. "Heh! Gak mempan! "
"Denger ya Queen Ellion terhormat, Tiger Wong akhir ini tak berurusan dengan gengster apapun! " Lesya mengetatkan rahangnya.
"Tapi lo udah ngusik ketenangan gw! " Bukan Lesya yang angkat suara, namun Luna. "LO UDAH BUAT NYOKAP GW MASUK RS! "
Tiba-tiba saja Leon masuk karena dirinya berasa tak beres. "Tapi akhir ini organisasi Tiger Wong akan ditutup sementara waktu dari dunia gengster! " bantah satu dari mereka.
King Tiger Wong berlalu begitu saja setelah mengkode tangan kanannya. "Untuk queen Ellion, queen Allion dan anggota intim Lion Claws, kita akan membicarakan semua ini di ruangan khusus"
...~o0o~...
Lesya tercengang melihat keberadaan Elvan di depannya. Bukan hanya itu teman-teman Elvan juga ada di sana. Mulai dari Valen, Frans, Kenneth, dan Farel. Jika Lisa? Dia sudah tahu soal itu.
Bukan hanya Lesya namun Luna dan Leon juga sama terkejut. "TTP! " tekan Luna yang tak sabar dengan alasan Tiger Wong yang menyebabkan mamanya masuk rumah sakit.
"Lepas maskernya dulu! Engap gw liatnya" omel Lisa yang benar-benar risih dengan keberadaan masker hitam Lion Claws. "Repot bener lo! "
"Lis, lo kenal sama mereka? " Di saat Lisa ingin menjawab pertanyaan Ken, Leon menutup mulut Lisa dengan cepat. "Jangan dikasih tau! " bisiknya.
Valen tercengang, "Heh! Lepas-lepas! Apa-apaan sih anak orang woy! " Leon dengan cepat melepaskan dekapannya. "Gil*! Iya gw kenal ama mereka-mereka"
Lesya menepis kasar telunjuk Lisa yang menunjuk dirinya, Luna, Cakra, Alam, dan Leon. "Bentar-bentar gw kek kenal ama kalian tapi siapa ya? " ucap Farel.
__ADS_1
Deg!
Jantung Leon, Lesya dan Luna berpacu cepat mendengar itu. Mereka menatap satu sama lain dengan tatapan bingung namun tidak dengan Lesya yang berusaha agar tetap tenang.
Elvan menyunggingkan senyum miring nya mendengar ucapan Farel. Dia sangat tahu siapa kedua queen yang dibanggakan oleh Lion Claws yang tak lain adalah Lesya dan Luna.
Farel dan Frans mengingat-ingat siapa kedua gadis yang mereka percayai jika mereka mengenal Lesya dan Luna. "Siapa ya? "
Malas, Cakra dengan cepat angkat suara. "TTP gak usah basa-basi! Kenapa kalian meneror markas kami? "
Revan yang baru saja bangun dari tidurnya, dengan cepat menerobos pintu ruangan hingga mereka terkejut. "Katanya ada perang mana? "
"Molor lo? " Revan menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. Pertanyaan dari Valen sudah tak asing bagi seorang Revan. "Mangap gw ngantuk, ini siapa? "
Malas berdebat karena dirinya yang ingin segera pergi dari tempat tersebut, Lesya segera menggebrak meja. Dia tak ingin identitasnya diketahui oleh orang lain termasuk Elvan!
Jujur saja jika Elvan sengaja membuka penutup matanya. Dia curiga dengan bentuk tubuh dan suara queen Ellion persis dengan suara Lesya. Bedanya suara queen Ellion lebih dingin sementara Lesya cempreng.
Brrraaakk!
Elvan mengetuk mejanya dingin. "Gw tau siapa kalian! " Jantung Lesya terpompa cepat. Matanya memejam sebentar agar merasa tenang.
Dengan cepat Lesya berusaha mengalihkan pandangannya agar tak diketahui oleh Elvan siapa dirinya. "Kecuali lo(Cakra)! " lanjut Elvan dingin.
"Siapa Van? " Farel mengingat bersamaan dengan Frans. "Iya lo(Alam) itu suaminya kak Elen kan? Yang waktu itu! " Alam mengalihkan pandangannya mendengar jawaban Farel.
Frans menunjuk arah Leon dan Luna. "Dan lo Leon kalo lo itu... Luna! Benar bukan? " Mereka berdua terkisap mendengar tebak-kan Frans yang tepat sasaran.
Lisa hampir tertawa mendengar tebak-kan Farel dan Frans yang sangatlah tetap sasaran. Dan kini giliran Valen yang menebak siapa Lesya sebenarnya. "Dan lo... adalah... "
Lesya menutup matanya erat-erat. Dalam hatinya, dia berdoa agar tebak-kan Valen salah sasaran. Elvan yang melihat menatap datar Lesya yang berada di depannya.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
>>><<<
__ADS_1
Hai gays semua! Kali ini episode special khusus perayaan 100 episode kisah 'Twin Girl' dan diharapkan supaya komen agar author yang menulis semangat update🙂
Sekian terimakasih jika berjejak di novel author yang masih pemula ini dan maaf jika ada banyak typo yang betebaran karena keyboard author tak bisa diajak berkompromi🙏🏻