
Lisa melengkungkan sudut bibirnya ke bawah dan kembali tertarik ke atas mendengar ucapan Angga. "Yang bener om?! Belinya yang versi terbarunya aja ya om! Yang baru rilis itu loh! " tanya Lisa.
Angga mengangguk saja. Dirinya cukup paham apa yang disukai oleh keponakannya. Karena selain ayah Lisa dan dirinya bersahabat, karena Lisa adalah keponakan yang dekat dengannya. "Iya-iya! Yang baru rilis om beli deh! "
"Mau sate! " ucap Lesya tiba-tiba.
Pasang mata mengarah padanya. Heran dengan maksud Lesya yang menginginkan sate. Namun hal itu tak asing lagi bagi Cakra, Leon, dan Luna di sana. "Gw lagi nih? " tanya Leon malas yang sudah tau arah pikiran queennya itu sekarang.
Lesya memang tak suka dengan makanan yang disiapkan oleh pihak rumah sakit hingga Leon lah yang selalu membelikan makanan luar agar Lesya mau makan.
Seperti saat ini, Lesya yang sedang lapar menginginkan sate sebagai pengisi perutnya. "Sya, masih sakit elah! " dengus Cakra. Lesya melotot dan menjawab. "Siapa bilang gw sakit?! Beliin napa elah! "
"Iyaa... Gw teruusss! Dah bye! " pamit Leon malas menarik pergelangan tangan Lisa agar ikut dengannya. Luna ikutan memesan. "Sekalian buat gw! " ucapnya dibalas ancungan jempol dari Leon.
~o0o~
Dikarenakan Luna membutuhkan istirahat setelah makan makanan yang dibawa oleh Leon baru saja, gorden pembatas antara kedua pasang sahabat itu diturunkan dan membatasi mereka.
Yap! Saat ini langit luar sudah malam. Baik Elvan, Mayang, Angga, Elena, Alam berada di area kawasan dirawatnya lah Lesya sekarang. Lesya saja tak menyangka jika ada orang yang ingin menjaganya saat ini. Lengkap pula! Berasa kondangan dia!
Jika Cakra dan Valen saling berbisik di area kawasan rawat Luna. Mereka ingin membahas permasalahan gengster mereka dan menyatukannya agar lebih jelas tahu.
"Bunda? Bunda gak pulang? " tanya Lesya hati-hati. Takut tersinggung kan bisa berabe urusannya nanti! Pikir Lesya.
Mayang menggeleng. "Nemenin kamu aja dulu! " Lesya menggeleng tak terima. "Bunda pulang dulu, besok baru ke sini lagi! Gimana? " tawar Lesya.
__ADS_1
Elena mengangguk setuju. "Iya, bunda pulang aja dulu sama ayah! Besok ke sini waktu jam besuk! " tutur Elena setuju.
Alam dan Elena sekarang sudah berbaikan karena dengan legowo Elena menerima kedudukan Alam dalam gengster. Alam senang mendengar hal itu. Alhasil mereka kembali menempel lagi.
"Jam besuk gak ada kalau di ruangan ini! Jadi kalau bunda sama ayah besok jam berapapun datang, bebas! " tambah Alam.
* Yaiyalah bebas! Bosnya siapa? Lesya! Yang sakit? Lesya! Yang berhak nentuin jam besuk? Ya Lesya! Bebas dong kan ya? Haha, ada gunanya juga Lesya bangun ini rumah sakit! * batin Alam terkikik lucu.
Mayang mengangguk saja mendengar penjelasan Alam. "Yaudah, bunda sekarang pulang ambil baju, terus besok balik lagi deh! " pasrah Mayang. Lesya mengangguk pelan. "Nah, kak Elen juga pulang! Bukannya besok jadwal kuliah? "
Elena dan Alam mengangguk. "Iya, gimana kalau sekalian aja kita keluar bun? Lesya disini kan ada yang jaga! " tutur Elena menunjuk arah Elvan yang duduk manis di sofa samping brankar.
Mayang mengangguk lagi dan beranjak berdiri diikuti Angga. "Elvan, jaga Lesya nya ya! " kata Mayang dibalas anggukan kepala dari Elvan. "Yaudah, kita pulang! Kalau ada apa-apa langsung telpon aja! " ucap Angga menambahi.
"Pan? Menurut lo kapan satu kaki gw bisa jalan lagi? " tanya Lesya membuka percakapan. Dirinya merasa mumet jika berdiam diri terus seperti patung. Elvan mengangkat bahunya. "Setelah lo bisa jalan normal lagi lah! " santainya.
Lesya mencebik malas dengan jawaban Elvan. "Ya kapan kira-kira?! Menurut lo? " Elvan menerka dan akhirnya mengancungkan tiga jarinya. "Mungkin sekitar tiga minggu! " jawab Elvan.
"T-tiga? Minggu? Halah, lama banget! Liat aja sebelum tiga minggu berlalu, gw udah bisa jalan normal lagi! " tegas Lesya tersenyum sombong. Elvan memutar bola matanya malas melihat rasa percaya diri tingkat tinggi yang dimiliki Lesya.
"Tiga minggu itu minimal! Karena keretakkan yang lo alami hanya sedikit! Di saat fase pemulihan, lo gak boleh melakukan aktivitas berat contohnya berlari! Karena hal itu dapat membuat tulang di kaki lo semakin retak! Selain itu, butuh 2 minggu lebih untuk melakukan aktivitas ringan! Setelah merasa lebih baik, butuh 1 minggu untuk melakukan hal yang sedikit membebani kaki! Dan kira-kira, menurut hitungan gw barusan, butuh 7 minggu buat lo bisa jalan normal lagi! " jelas Elvan seraya mempraktekkan apa yang dia sebutkan secara rinci.
Lesya hampir tersedak air salivanya sendiri mendengar penjelasan ilmiah panjang kali lebar tambah tinggi baru saja terlontar. Ya mau bagimana tidak?
* Hah??? Se-sepanjang itu?! Gil* penghargaan dan ucapan terbaik sepanjang sejarah! Bisa juga ya nih anak ngomongnya panjang kali lebar?! Biasanya b*doamat tambah cuek perasaan deh! I-ini? Wah, habis kesambet dedemit apaan?! Rel kereta?! Aih, ngapa jadi gini bener sih respon gw?! Padahal kan cuman ngomong panjang karena bahas masalah IPA doang! Ck, apa lah ini jantung gw! Lebay bener! Deg-dig mulu kayak kuda lepas kandang! * batin Lesya.
__ADS_1
"Hey! " panggil Elvan yang melihat Lesya melamun. Di saat Elvan menjentikkan jarinya, Lesya tersadar dari lamunannya. "Wait! Lo bilang 7 minggu? " tanya Lesya memastikan. Elvan mengangguk. "Yap, 7 minggu sama artinya dengan 1 bulan 3 minggu! " tambah Elvan membuat mata Lesya membulat tak percaya.
"I-tu artinya gw selama itu di sini? " tanya Lesya. Elvan menggeleng. "Mungkin, 2 minggu lagi! " jawabnya. Lesya mendesah pelan mendengarnya. "Yaahhh!! Kelamaan kalau 2 minggu di sini! " ujar Lesya melengkungkan sudut bibirnya ke bawah.
Elvan menggedikkan bahunya. "Resiko! Sekarang, cerita kejadian yang sebenarnya! " Menopang wajahnya dengan satu tangannya, Elvan mendengar dengan baik kronologi yang menimpa Lesya. Bukannya tak percaya dengan kronologi Luna dan Lisa, namun dia hanya memastikan saja sesuai dengan cerita semua korban yang mengalami hal itu!
"Jadi awalnya tuh gini.. Bentar, gw haus!" keluh Lesya memegang lehernya yang butuh kesegaran air. Setelah membantu Lesya menenguk air minum, Elvan kembali duduk di kursi samping Lesya.
—Flashback on—
Bruuummmm...
Satu mobil putih berjalan di area kawasan yang sangatlah sepi. Di dalam mobil, terdapat tiga gadis yang bernyanyi keras sepanjang jalan. Eum, ralat! Hanya dua saja. Karena yang mengemudikan mobil adalah Lesya, dia mengendari mobil dengan kecepatan penuh. Queen racing!
Lesya sengaja memilih jalan yang sepi karena ingin lepas dari macet. Selain itu, suara pekikan Luna dan Lisa sangatlah menggelar telinga. "PARAAAMMM, HIYYYAKK!! " pekik Luna mengeluarkan suara emasnya hingga sangatlah terdengar di sepanjang jalan mereka.
"LUNAAAA!! BANGEKKK, MOBIL GW ROBOH TAYI NANTI!! " balas Lisa tak terima karena Luna berdiri dari kursi mobilnya.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
>>><<<
Hayyiee, semua! Gantung sebentar iyaa! Kebetulan author lagi belajar masalah tulang dan persendian! Bahas ilmiah gak masalah dong? Cuman nanya satu pertanyaan doang, kalian masih nunggu atau bosan sama cerita ini?
Jawab di kolom komentar ya gays! Semoga masih nunggu kelanjutan cerita ini karena masih panjang perjalanannya! Jangan lupa likenya selalu disentuh setiap episode😺
__ADS_1