Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
73: Testpack!


__ADS_3

Lesya berjalan dengan senyum tipis yang bermekaran di wajahnya. Wajahnya memancarkan aura kebahagiaan.


Benar saja jika Lesya sedang berbahagia mengingat kebersamaan kemarin. Hingga dia kelupa-an bahwa hari ini jadwal kelas 12 digabung.


Sekolah ini memang terkadang menggabungkan kelas-kelas sesuai level agar meningkatkan rasa sosialisasi siswa-siswi.


Hari ini penjadwalan semua kelas 12 membaca di perpustakaan. Di temani oleh bu Lina selaku guru bahasa Indonesia.


Baju Lesya dimasukkan, dasi yang terpasang sedikit rapi, rambut panjang lurus yang sudah diikat satu dibelakang. Walau pun masih menggunakan celana, ini pertama kalinya seorang bad girl berpakaian rapi seperti ini.


Lesya berjalan santai seraya bersiul gembira, "Du.. du.. du.. " Pak Rio yang tak sengaja lewat bersama pak Kevin bingung melihat Lesya.


Namun mereka heran juga dengan penampilan Lesya yang 50% rapih. Dengan ramah Lesya menyapa kepala sekolah dan wakilnya itu, "Pak! "


"I-iya, kamu ngapain masih di sini sya? " Lesya bingung dengan pertanyaan pak Rio. Dengan cepat dia bertanya tanpa ragu, "Emang kenapa pak? "


Pak Kevin menghela nafas panjang, "Hari ini jadwal seluruh kelas 12 membaca di perpustakaan! Kamu ngapain masih di sini? "


"Hehe.. Lupa pak! Pantesan sepi bener ni kelas" cengir Lesya. Pak Rio menggeleng saja, "Ya sudah! Kamu sana masuk ke perpus! "


"Sekarang pak? " polos Lesya. Hadehh, orang bahagia nyampe lupa segalanya guys!


Pak Rio menghela nafas panjang. Rupanya bad girl ini masih sama sikapnya walaupun penampilannya setengah memuaskan, "Sekarang Lesya! "


Lesya mengangkat tangannya hormat, "Siap pak! Jangan marah mulu cepat tua nanti! Klo udah tua bu bunga pangling dari bapak, wkwk"


Pak Rio melotot, "Lesyyaaa....!! " Lesya langsung lari terbirit-birit mendengar amukan kepala sekolah.


Dia bahagia bisa menjahili kepala sekolah yang mencintai guru BK itu. Bahkan penghuni perpustakaan saja, bisa mendengar geraman dari pak Rio yang memanggil nama Lesya.


Lesya berlari menuju arah perpustakaan. Dia membuka pintu langsung tanpa mengetuk nya. Secara spontan, semua pandangan banyak mengarah kepada Lesya.

__ADS_1


Mereka melongo dengan penampilan Lesya yang 50% rapi. Begini nih akibat jika bad girl tampil rapi. Ini belum seberapa alias masih setengah. Bagaimana jika 100%? Apa penghuni dunia akan heboh?


Bu Lina yang berjaga ditemani bu bunga, menatap tak percaya Lesya. Hari ini jadwal bu bunga menjaga perpustakaan. Sementara bu Lina mengawasi murid-murid nya.


Lesya berjalan santai menuju arah buku komik yang bergenre horor. Ada yang sama? Bu Lina yang tahu arah tangan Lesya yang ingin mengambil buku komik segera berdehem keras.


Lesya menoleh ke arah bu Lina. Tak hanya dirinya namun, banyak pasang mata yang memperhatikan mereka, "Baca buku pelajaran bukan komik! "


"Sama-sama buku apa yang dipermasalahkan bu? " Bu Lina mendengus, "Hari ini jadwal saya! Jadi, semua kelas 12 baca buku bahasa Indonesia! "


Dengan cepat Lesya memotong ucapan bu Lina, "Bu, saya udah paham bahasa Indonesia! Bahkan bahasanya aja udah saya gunain jadi bahasa sehari-hari! Buat apa susah belajar b. indo? "


Bu Lina melotot, "Kayak pinter aja kamu! " Lesya membalas tak kalah sinis, "Kalo saya pinter ngapain sekolah? Buang-buang duit aja"


"Berani jawab kamu ya? " Lesya mengangkat bahunya acuh tak acuh, "Selagi ada jawaban, kenapa enggak? "


Bu bunga yang berada di belakang bu Lina menatap tajam Lesya, "Udah! Baca apa aja asal buku pelajaran! "


Lesya dengan cepat memilih dengan asal buku pelajaran sesuai anjuran bu bunga. Bahkan dirinya tak menyadari buku yang dia bawa adalah buku matematika, pelajaran tersulit bagi dirinya!


Lesya langsung duduk di meja pojokkan yang sudah diisi Luna dan Leon. Menurut pandangannya saja! Padahal dirinya tak sadar di sana bukan hanya sekedar Luna dan Leon saja.


"Ah mager sump*h! " Luna cengo sendiri dengan penampilan sahabatnya itu, "Waras lo Sya? "


Lesya menatap malas Luna, "Kagak gw belok! " Leon ikut menoleh ke arah Lesya, "Bad girl berubah guys! " gumam Valen kecil.


Lesya tak membaca, dia malah menjadikan buku tebal tersebut sebagai alas tangannya. Dia mengambil earphones navy-nya dan menggunakan nya.


Lesya menghadap ke kiri hingga tak sadar di meja nya tersebut ada, Letha dkk, Lisa, Elvan dkk. Luna mengecek Lesya yang memejamkan mata, "Adeh! Pening gw! "


"Moodnya bagus kali makanya kek gitu! " sahut Leon. Luna mengangguk, "Dan seketika hancur saat bertemu bu Lina tadi"

__ADS_1


Lesya mendongkak menatap sekeliling, "Kalian? " Lesya hanya menatap mereka semua saja lalu tertidur kembali. Lesya tak tertidur sebenarnya hanya memejamkan matanya saja.


Mereka melanjutkan acara membaca mereka hingga bu bunga datang ke arah mereka. Lesya terperanjat kaget saat spidol milik bu bunga tepat terlempar di jidatnya.


"ARGH! BAB* SI-- adeh ibu apa kabar bu? " Bu bunga memutar bola matanya malas, "Gak usah basa-basi kamu! Sekarang saya tanya! "


Lesya mengelus jidatnya dan mematikan lagu dari ponselnya, "Sok atuh bu! Gak ada yang larang"


"Perpustakaan gunanya buat apa? " Lesya berpikir, "Nyimpen banyak buku lah bu! Ya kali nyimpan alat olahraga"


"Maksud saya, kamu harusnya ngapain di perpustakaan? " Lesya berbalik bertanya, "Menurut ibu? "


Dengan lugunya bu bunga menjawab, "Ya baca buku lah! " Terlintas ide jahil di benak Lesya, "Itu ibu tau! Harusnya ibu tuh ke sini buat baca buku bukan ngawasin murid! "


"Bener juga ya! Eeh, kamu ngibulin saya? " Lesya menggeleng, "Enggak buk! Saya enggak ngibulin ibu! "


"Hahhh! Udah kamu duduk terus baca buku yang kamu bawa tadi! " Lesya menurut saja. Bu bunga duduk di sebelah Lisa guna mengawasi mereka semua.


Dia terkejut dengan buku tebal berisi pelajaran melahirkan semua menurutnya, "Ini ngapa jadi pelajaran ngelahirin anak semua dah? " molog Lesya.


Luna menoleh dan tertawa, "Emteka woy! Bukan pelajaran melahirkan" Lesya menggeleng, "Matematika Lun, bukan emteka! "


"Sama aja! Cuman beda huruf! Cara bacanya sama kok" jawab Luna yang merasa benar.


Lesya melepaskan ikatan rambutnya dan mengacak rambutnya hingga terlihat gaya bad girl nya kembali, "Bod* amat! Mata gw burem bacanya"


Mereka menahan tawa melihat wajah malas Lesya. Lesya dengan cepat melihat buku Luna yang berisi tentang reproduksi, "Lo belajar apaan nih? "


"Gak tau! Gw asal ngambil kagak gw baca cuman liat gambar nya doang" polos Luna ikut melihat bukunya.


Mata Lesya memicing melihat halaman buku yang bergambar testpack, "Testpack? " Luna mengangguk, "Garis satu katanya negatif, garis dua positif! Maksudnya apaan sih? Kagak paham gw! "

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2