Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
314: Kecewa


__ADS_3

Letha yang sudah duduk di samping kursi Elvan menatap malu-malu lelaki sampingnya yang sudah lama menjadi idolanya. Dan ha itu membuat Elvan risih ditatap begitu oleh Letha. Valen yang paham, mengajak Elvan agar berbicara santai saja bagaikan tak ada masalah.


"Woy Vano, gimana tuh hukuman yang lo kasih sama Lesya? " tanya Valen penasaran. Elvan melirik sekilas Valen dan menyeruput minumannya sejenak. "Bersihin lapangan basket! " jawab Elvan.


Frans dan Farel geleng-geleng kepala mendengarnya. Dia takjub dengan sikap Elvan yang mudah sekali menghukum Lesya dengan entengnya. Padahal jika anak OSIS yang menangani semua tingkah Lesya, dipastikan sudah pusing tujuh ribu putaran. Berbeda dengan Ken yang asal menyeplos asal tanpa tahu tempat.


"Nj*r Vanoo, cewek lo buat gw aja dah! Kasian lo hukumin mulu mending buat gw aja sini. Bakalan gw sayang-sayang deh cewek lo, tenang aja! " tawar Ken tertawa receh. Valen menyentil kening Ken agar tak menjadi kesalahpahaman lagi. Lihat saja mata Letha dkk melotot tak percaya.


"Beh, lo suka amat nyocok-nyocokin Vano sama tuh anak(Lesya) Ken! Kedengeran sama Lesya mamp*s lo dihajar! " ujar Valen tertawa canggung pada akhir kalimatnya. Ken hanya meringis kecil saja. Dia juga merutuki kebodohan mulutnya yang sembarangan menceplos tanpa melihat situasi dan tempat sekitar.


"Hayoloh Ken! Minta digebukin gak tuh sama Lesya? " kata Frans meledek. Revan? Lelaki itu sibuk bermain game dengan Farel. Sesekali bersiul enteng juga ikut tertawa melihat wajah Ken yang masam.


"Idih, nggak gw mah! Auto retak tulang gw yang ada hihh! " tolak Ken bergidik ngeri. Sontak saja mereka semua tertawa kecil tanpa Elvan. Yah, lelaki bertubuh tegap itu sedang memainkan ponselnya. Bertanya sedang apa di ponsel, rupanya Elvan memberikan pesan agar Lesya menghentikan tugasnya. Lagi pula gadis itu butuh makan bukan? Elvan tak ingin tanggung jawab jika Lesya pingsan nantinya. Justru dia yang kena omel!


📩Singa kutub😾


Le langsung ke kantin aja sekarang.


Masalah hukuman, kali ini lo bebas.


^^^📩Lele kesayangan🖤^^^


^^^Gitu dong dari tadi!^^^


^^^Cape gw keliling sana sini tauk!^^^


📩Singa kutub😾


Makanya ke kantin trus isi perut.


^^^📩Lele kesayangan🖤^^^


^^^Ciee, ada yang khawatir nih^^^


^^^ceritanya sama gw hah?^^^

__ADS_1


📩Singa kutub😾


Terserah apa kata lo!


Buruan sini keburu bell atau nanti


mau gw hukum lagi lo?


^^^📩Lele kesayangan🖤^^^


^^^Iya aelah, hukam-hukum mulu lo!^^^


^^^Bukan bapak Presiden belagu lo!^^^


^^^Sabar napa, lagi otw nih.^^^


^^^(read)^^^


Begitulah isi pesan mereka berdua. Lesya yang diujung sana bersorak kegirangan mendengar hukumannya telah dicabut. Sementara Elvan tersenyum simpul melihat respon Lesya di room chat mereka. Walau tak ada yang menarik!


"Widih, ketos ada gerangan apa nih senyam-senyum sendiri! Wah gw tau nih, jangan-jangan lo--- " ucapan Valen terhenti dengan rasa kagetnya.


Letha tanpa sengaja mengencup sekilas pipi Elvan walau hanya tipis. Ternyata Letha terdorong oleh Nayla yang berada di sampingnya hingga membuat yang lainnya terkejut. Bahkan kejadian tak sengaja ini dilihat oleh Lesya yang baru saja datang ke kantin. Lesya tak menyangka dan bahkan terdiam di tempatnya menatap penuh arti ke arah Letha dan Elvan. Dia baru saja datang!


Braakkk!


Elvan, lelaki itu saat ini beralih menatap tajam Letha dan menggebrak meja keras. Jiwa badboy-nya kembali hingga membuat seluruh isi kantin menatap Elvan. Sementara Letha dkk dan teman-teman Elvan tersentak kaget melihat aura kemarahan yang menyelimuti lelaki itu.


Bertanya tentang Luna, Leon, dan Lisa? Sebenarnya mereka berada di sekitar meja Elvan dkk dan Letha dkk. Mereka juga melihat bagaimana Letha mengencup sekilas pipi Elvan. Jangan tanya lagi, mereka tentunya geram dengan tingkah Letha ituitu di tambah mereka juga menyadari kehadiran Lesya di kantin!


"Lo apa-apaan sih?! Gil*a lo ya hah?! " geram Elvan. Letha meremas roknya di saat Elvan menyebutnya dengan sebutan ‘gil*a' saat ini. Kasar memang, namun bagaimana lagi? Saat ini Elvan sudah tak dapat menahan emosinya lagi. Oh ayolah, Elvan juga termasuk manusia yang memiliki perasaan! Bukan artinya jika Elvan diam dan kaku dia tak memiliki hati. Hanya tak ingin menunjukkan saja hatinya itu kecuali Lesya tentunya!


"S-sorry Vano, g-gw ta--- "


Ucapan Letha tersela karena Elvan yang terlebih dahulu memotongnya. "Ck, lo tau kalau pipi gw ini masih suci hah?! Gak sembarangan cewek bisa sentuh gitu aja! DAN LO SEKARANG MAKIN BERANI YA ASAL NYIUM? LO PIKIR LO SIAPA GW?! SIKAP LO SEKARANG INI UDAH GAK PANTES DIANGGAP SUCI KARENA LO ITU MURAH*N TAU GAK?!! " gertak Elvan begitu menohok. Bahkan tak banyak siswa-siswi yang merekam kejadian ini. Ini adalah moment yang sangat langka jika sang ketos marah besar begini!

__ADS_1


Letha tak sanggup menahan bendungan air matanya. Menundukkan kepalanya, isakan kecil seperti orang bergumam terdengar pelan di kantin. Saat ini kantin begitu sunyi setelah perkataan Elvan yang menohok keluar secara membentak.


Lesya tak terima begitu sang adik dikatai ‘murah*n' oleh Elvan. Dengan tajamnya gadis itu melangkah dan menarik Letha ke belakangnya. Suasana tampak lebih tegang dengan kedatangan Lesya. Mata gadis itu menatap tajam Elvan tanpa rasa takut sama sekali dengan suaminya itu, ahh lebih tepatnya saat ini pacar bukan ya? Kata suami hanya pada di luar sekolah bagi Lesya! Cataatt, bagi Lesya saja.


"Apaan sih lo marah-marah gini?! Kan bisa ngomongnya baik-baik kali kenapa harus main ngebentak sih?! Udah tau Letha gak bisa dibentak-bentak gini! " ucap Lesya sedikit menaikkan nada volumenya seolah sedang membentak Elvan tanpa takut.


"Heh, baru tau gw kalau tingkah laku adik masih dipandang baik sama kakaknya sendiri! Lo tau? ADEK LO BERANI NYENTUH PIPI GW DAN GW GAK SUKA ITU! Cuman satu cewek yang bisa nyentuh sepuasnya. " kata Elvan berdecih. Tangan Elvan terulur mengambil tisu basah yang dibawa oleh Nayla di sana. Elvan tentu saja mengelap pipinya hingga tak ada bekas merah karena lipstik Letha di sana.


"Yaudah, masih bisa ngomong baik-baik kan?! " kesal Lesya yang masih berusaha bersabar. Elvan menatap datar Lesya. Elvan tak menyangka jika Lesya akan menerima dengan sangat legowo masalah c*uman sekilas Letha saja di pipinya. Dia kira Lesya akan marah dan membela dirinya. Ternyata semua itu salah, semua itu hanya khayalan Elvan saja! Apa Lesya tak mencintainya? Ah Elvan lupa, saat ini hanya dia yang mencintai Lesya sekarang bukan Lesya yang mencintai dirinya.


"Gw baru liat ada aja cewek yang kayaknya suka cowoknya disentuh cewek asing, walaupun cewek asing ini adiknya sendiri! Hahh, gw berharap banyak ya kayaknya sama lo? Okey, terserah lo sekarang, gw gak peduli lagi! " sinis elvan menekankan kata ‘adiknya sendiri' di kalimatnya.


Lesya melotot tak percaya. Dia terdiam begitu mendengar kata tak peduli di kalimat Elvan. Lelaki ini benar-benar sangat marah. Dia tahu Letha salah namun Lesya juga tak mau jika Letha dibentak begitu oleh Elvan. Dia merasa bimbang memilih membela Elvan ataupun Letha. Namun melihat sang adik sudah tak berdaya, Lesya tak sanggup lagi.


"Pan? " lirih Lesya.


Siswa-siswi yang mendengar ucapan Elvan tak menyangka. Apakah ini sebuah cinta segitiga? Letha menjadi orang ketiga, Lesya dan Elvan yang membangun sebuah hubungan. What the fuc*k?! Ini berita heboh yang melibatkan orang-orang populer sekolah mereka.


Elvan mendecih sinis. Sementara Letha dkk masih bingung dengan ucapan Elvan. Apa Lesya dan Elvan pacaran secara diam-diam? Oh no, membayangkan itu Letha tak sanggup! Saat ini memang Letha sudah tenang berkat belaan Lesya dan pelukan Nayla tadi untuknya.


"Le, lo pacar gw paham? " tekan Elvan dengan nada rendahnya. Lesya merasa pusing. Dia tahu seharusnya dia membela Elvan bukan Letha! Letha bersalah walaupun tak sengaja. Namun Lesya yang lebih bersalah memilih membela Letha dibandingkan Elvan. Jelas-jelas sekarang Elvan miliknya! Jika Lesya mempertahankan Elvan dari Chatrin, mengapa dengan Letha dia luluh? Sangat konyol memang. Bagaikan lelucon!


Mulut Letha terdiam mendengar ucapan Elvan. Pacar? Ah, pantas saja mereka dekat ternyata pacaran. Aih, tidak Letha benci itu! BENCI SEKALI! Kakaknya pengkhianat. Jelas-jelas Lesya berkata jika dia tak menyukai Elvan! Lalu apa ini?!


"Gw--- "


Dengan cepat lagi Elvan memotong pembicaraan Lesya setelah mengambil kunci mobilnya. Memang tadi dia membawa motor namun Revan membawa mobilnya. Alhasil hari ini Elvan memilih membawa mobilnya saja. Nanti motornya biarkan Revan yang membawa motornya ke markas Tiger Wong. Tujuannya adalah agar mudah pergi ke markasnya nanti!


"Gw kecewa sama lo! " ucap Elvan lalu berjalan pergi meninggalkan kantin. Terlihat drama mungkin namun, begitu sakit melihat pasangan sendiri membela orang yang salah dibandingkan dia sendiri bukan? Begitu juga yang di alami oleh Elvan. Apa Lesya lebih memilih Letha dibandingkan dia? Selama ini, siapa yang menemani Lesya kalau bukan Elvan? Pikiran Elvan saat ini tak jernih. Banyak yang harus dia kerjakan. Mulai dari OSIS, cafenya, markasnya, perusahaan ayahnya juga yang membutuhkan dirinya. Ayolah, Elvan juga manusia kan? Tentunya Elvan masih dapat merasakan kekecewaan.


"Pan! " lirih Lesya menatap punggung Elvan yang perlahan mulai menjauh.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


>>><<<

__ADS_1


Tegang gak ya~


Kurang seru tolong komen ya😄


__ADS_2