Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
131: Ketiduran!


__ADS_3

Elvan menatap datar dan mengangkat bahunya acuh. "Eum.. Maaf, mendiang Presdir Arga sudah tiada dan hotel ini dikelola oleh Presdir Aleesya kerap dipanggil Presdir Ales, apa anda mencari Presdir Ales? ' jelasnya sekaligus bertanya.


Kali ini Elvan yang mulai paham mengangguk saja. Dengan sopan manager tersebut mempersilahkan Elvan mengikutinya. Walau memang manager tersebut bingung ada keperluan apa Elvan mencari Presdirnya.


Masih dalam posisi yang sama. Aura yang dipancarkan Elvan membuat manager yang ada bergidik ngeri. Tibalah mereka di ruang paling atas bernama 'PRESIDENT'S ROOM' di sana.


Elvan langsung masuk begitu saja tanpa permisi. Belum tuntas perkataan manager tersebut Elvan dapat lihat jika Lesya mengobati lukanya di bagian perut. " Ini ru--- "


Lesya menoleh mendengar langkah kaki terdengar. "Loh? Papan? Kok di sini? " Elvan berjalan menghampiri dan melihat luka di perut Lesya.


Lesya yang sedang duduk di tepi ranjang terkejut melihat Elvan berjongkok dan melihat luka tembak yang Lesya dapat. "Shhss! " ringis Lesya kecil. Elvan mendongkak dan menatap manik Lesya. "Sakit ya? "


Elvan kembali fokus mengobati luka Lesya tanpa merasa jij*k dengan darah yang bersentuhan di tangan nya. Lesya hanya menatap manik Elvan saja tanpa memberontak kali ini.


Lesya sempat berganti dengan pakaian yang tak menutup bagian perutnya. Sementara manager yang mengantarkan Elvan tadi sudah pergi dari sana.


"Awas terpesona! " ucap Elvan tanpa mengalihkan pandangannya. Lesya mengangkat satu sudut bibirnya ke atas. "Enggak akan! Btw kok lo bisa ke sini? " tanya Lesya bingung.


Elvan kembali mendongkak karena dirinya sudah mengobati luka Lesya. "Tadi bunda nyari dan nyuruh lo balik! "


"Terus-terus? " Elvan beranjak dan duduk di samping Lesya. "Gw ngelacak pake nomor lo! " Lesya mangut-mangut mengerti dengan penjelasan singkat Elvan. "Lo Presdir? "


Lesya tersentak dan menatap Elvan. "Tau dari manager sini ya? " Elvan mengangguk saja mendengarnya. Lesya memijit keningnya pusing. "Emang iya gw kelola hotel ini! Gak cuman ini sih, tapi yang seberang itu juga! "


Lesya menunjuk hotel yang berada di seberang dari jendelanya. Elvan mengangguk paham saja. "Cuman yang itu buat Letha! Yang ini punya gw! Keren kan? Gw sultan tajir"


"Sejak? " Lesya mengingat sejak kapan dia mulai mengambil alih hotel dan beberapa bisnis mendiang papinya. "Sejak... Sejak gw kelas 8 maybe! "


Elvan mengangguk paham saja. "Cuman.. kalo perusahaan ditahan! Gw gak bisa ngambil alih karena asisten mendiang papi gak bolehin sebelum gw berusia 20 tahun! Padahal yah gw mampu tuh! " ucap Lesya.

__ADS_1


"Gw tau kalo dia gak rela mengganti jabatan CEO dari perusahaan ternama punya papi! Tapi gak gini caranya! Kalo gw gak mood sekolah kan bisa bolos ke sana! " cerocos Lesya.


Elvan menautkan keningnya. "Mau bolos? " Lesya tersentak dan menggeleng. "Enggak tau! " Elvan menyentil dahi Lesya hingga gadis di sampingnya meringis kecil. "Enggak boleh! "


"Ouch! Kalo lo mau bolos, kuy join ke gw aja! Gw punya tempat rekomendasi yang cocok! " Elvan menatap malas Lesya. "Enggak minat! " Lesya mengerucutkan bibirnya sekilas mendengarnya. "Btw lo ke sini jemput gw balik kan? "


Elvan mengangguk saja. "Ayok! Nanti gw bantu ambil alih! " Mata Lesya kembali berbinar mendengarnya. "Serius? Emang paham? Bukannya lo gak paham yang berbau perusahaan ya? "


Elvan menatap malas Lesya. "Kadang Ayah suruh bantu! " Lesya mangut-mangut paham saja. Di saat dirinya ingin beranjak, perutnya terasa nyeri. "Ssh! "


Elvan memapah Lesya agar duduk kembali. "Masih sakit? " Lesya mengangguk kecil sebagai jawaban. Jika kalian tahu betapa sakitnya luka mengenai alkohol campuran air baru di masak, seperti itulah rasanya.


Dengan cepat Elvan menggendong Lesya ala bridal style dan berdiri menatap Lesya yang menatap nya. Lesya sontak menggulung kan tangan nya ke leher Elvan dan melotot. "T-turunin Pan! "


Elvan tak bergeming. Dia berjalan dan melangkah menuju lift yang tak jauh dari sana. "Pann.. Kalo ada yang liat gimana? Trus kalo gw pulang sama lo, motor gw gimana? " tanya Lesya di dalam lift.


Lesya sontak memasukkan kepalanya ke dalam jaket Elvan di saat lift terbuka. Dia tak ingin ada seseorang yang mengetahui identitasnya bahkan status nya. "Ngapain? " tanya Elvan.


"Udah jalan aja buruan! Takut ada yang liat! " Elvan segera melangkah pergi dan memasukkan Lesya di sebelah kursi pengemudi.


Lesya menyembulkan kepalanya hingga dia terlihat imut. "Udah di mobil kah? " Elvan mengangguk dan membuka jaket yang dia kenakan saat ini. "Pake! "


Elvan berjalan menggitari mobilnya dan membuka pintu mobil di kursi pengemudinya. Lesya sudah memgancingkan jaket pemberian Elvan hingga ke leher.


Dengan cepat mereka bersamaan menutup pintu mobil. "Motor gw terus gimana? " tanya Lesya. Elvan mengulurkan tangan nya mengambil ponselnya.


📞 Halo king,


📞 Ambil motor plat ***** di ******** !

__ADS_1


📞 Baik king.


tuttt!


Lesya bernafas lega mendengarnya. Elvan segera melaju mengendarai mobil nya menuju kediaman Grey. Selama perjalanan, Lesya terus menguap karena kantuk yang menyerang dirinya. "Hoam! "


Elvan melirik Lesya yang menutup mulutnya menguap. "Tidur aja! " Lesya menoleh ke arah Elvan. "Kalo udah nyampe bangunin ya! " Elvan tak menjawab karena fokus menyetir.


Ckiiitt!


Beberapa waktu kemudian, akhirnya mereka tiba di rumah mewah nan megah milik keluarga Grey. Elvan melirik Lesya yang masih asik tidur di alam mimpinya menggunakan jaket miliknya. "Angkat aja dah! "


Elvan mengangkat Lesya keluar dari mobil dan menemukan anak buahnya yang baru saja tiba dengan motor Lesya. Gerbang memang belum ditutup atas perintah Mayang karena Elvan belum pulang. "King, "


"Hm, makasih! " Satu anak buah Elvan mengangguk sopan. "Jika begitu, saya izin pamit king! " Elvan mengangguk saja. Posisinya masih berdiri mengangkat Lesya yang pulas tertidur.


Pak satpam yang baru saja keluar memastikan anak majikannya sudah pulang atau belum, menutup gerbang setelah anak buah Elvan pergi.


Elvan sudah masuk ke dalam rumah itu dan melangkah menuju kamarnya. Di saat dia berada di lantai dua, tak sengaja dirinya melihat Mayang keluar dari kamar. "Bun, "


Mayang menoleh. "Eh, Lesya nya kenapa Van? " tanya Mayang berjalan menghampiri Elvan dan Lesya. "Ketiduran bun. " Mayang mengangguk kecil.


"Ya sudah bawa ke kamar! Bunda mau ke bawah ambil minum oke? " Elvan mengangguk saja. Dengan cepat dirinya membawa Lesya menuju kamar.


Setiba di kamar, perlahan Elvan membaringkan Lesya dengan hati-hati takut terbangun. "Enteng juga ya? " gumam Elvan kecil.


Setelah menggosok gigi dan mencuci mukanya, Elvan berbaring di samping Lesya. Tanpa Lesya sadari, dia memeluk erat Elvan bak tak ingin kehilangan.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2