Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
295: Make a Cake


__ADS_3

Sepulang sekolah, Lesya langsung berganti baju saat setiba di rumah dan duduk di balkon kamar Elvan. Dia pulang lebih awal saat ini. Letha masih bermain dengan kedua temannya di mansion mereka bertiga. Sementara Elvan masih rapat OSIS karena para OSIS akan berganti jabatan mengingat tertinggal beberapa bulan akan ujian kelulusan kelas 12. Tak mungkin Elvan mengurus semuanya karena pastinya dia sangat ingin lepas dari jabatan OSIS dan kembali berulah dengan keempat temannya dan juga Revan.


Lesya menatap langit mendung di depannya yang akan turun hujan. Tadi dia menumpang dengan Luna saat pulang karena pesan Elvan yang akan sedikit terlambat pulang hingga sore nanti. Mengingat usapan kepala yang dia rasakan dari Galang, dia tanpa sadar menitikkan cairan bening dari pelupuk matanya. Sangat miris nasibnya!


Tes!


"Lucu ya gak sih? Ini perasaan gw yang dimainin atau memang gw yang mulai benci sih? " lirih Lesya. Lesya meneguk cokelat panas yang dia buat tadi di dapur dan berusaha menenangkan emosinya. Gadis itu menghembuskan nafasnya panjang dan berusaha menenangkan gelojak di dadanya yang ingin sekali membenci Galang layaknya musuh biasa.


"Kenapa baru sekarang dia sadar? Kenapa gak dari dulu? Kenapa dia baru sekarang dia datang nemuin gw dan minta gw manggil sebutan daddy sama dia hah?! " ucap Lesya semakin tak karuan.


Cemas, marah, kecewa bercampur menjadi satu. Lesya akhirnya meletakkan cokelat panas dan berlari keluar kamar. Dia tak mau tangannya menghancurkan semua benda di ruangan itu. Bahkan dia entah mengapa pergi ke arah kolam renang milik keluarga terpandang itu. Dia duduk di tepi kolam dan menghela nafasnya lagi. Gadis itu menoleh dan mendapati Mayang yang berlari ke arahnya dengan raut wajah cemas.


"Syaa! Kamu kenapa hem? Kenapa bunda panggil waktu kamu jalan gak nyaut? " tanya Mayang. Lesya menggeleng pelan. Sementara Mayang ikut duduk di tepi kolam renang sama seperti Lesya yang menenggelamkan kedua kakinya di air.


"Bunda, Lesya boleh nanya? " tanya Lesya hati-hati. Mayang tentu saja mengangguk pelan saja. Tentu saja bukan dia akan mendengarkan cerita ataupun menjawab pertanyaan menantu kecil kesayangannya dengan baik?


"Kenapa dunia ini kejam buat Lesya? Lesya memang punya salah apa sama dunia? Dari kecil Lesya selalu punya masalah hidup mulai dari papi yang pergi, kedatangan papa Gilang dan pertemuan dengan daddy Galang. Kenapa harus Lesya yang alamin semuanya sendiri? "


Mayang membawa Lesya ke dalam pelukannya. Walau dia tahu jika Lesya tak menangis sama sekali saking kecewanya dengan kenyataan. Sangat malang nasib menantu kecilnya ini. Namun inilah garis takdirnya bukan? Penentuan hidup langsung dari tangan Sang Pencipta?


"Dunia pada dasarnya sudah ditempati dan ditinggali oleh banyaknya manusia berdosa termasuk bunda dan kamu. Kalau kamu tanya punya masalah hidup apa dengan dunia, harusnya kamu sendiri yang harus tegar dan sabar menghadapi dunia kejam ini. Kamu harus punya batu karang yang kuat saat ombak datang. Kamu gak boleh punya sikap sama seperti air yang tenang saat tak diganggu dan berombang-ambing saat ada sedikit tiupan angin. Pada dasarnya semua orang punya masalah pribadinya sendiri Sya. Dan sebenarnya wajar kalau kamu nanya begitu sama bunda karena kamu yang rasain pasti gak sanggup nahan emosi sendirian kan? Udah-udah, ada bunda di sini kok! Ada Elvan juga, ada Elena, ada Ayah juga yang selalu dukung kamu apapun itu. Jangan pernah merasa sendirian oke? " hibur Mayang menjelaskan panjang kali lebar.


Lesya hanya mengangguk paham. Kali ini otaknya paham dan semakin mengerti sesuai dengan pesan Mayang saat ini. Melepaskan pelukan, dia tersentak mendengar candaan dari Mayang.


"Udah jangan sedih gini, masa Queen Ellion jadi melow gini hem? Mau di cap apa sama anak buah kamu? " canda Mayang menggoda menantunya. Lesya mengerucutkan bibirnya manyun. "Yah, gak seru dong! Bunda udah tau siapa echa di Lion Claws! " cebiknya manyun.

__ADS_1


Mayang tertawa lepas mendengarnya. "Taulah Sya, waktu kamu koma itu bunda curiga sama jaket yang dipake temen kamu tau! Jadi bunda nanya deh. Kamu sih harusnya jujur aja sama bunda, bunda gak bakal marah kok! " jelas Mayang. Lesya hanya menyengir saja mendengarnya. "Hehe.. Maaf bun! "


Mayang hanya geleng-geleng kepala. Dia akhirnya membiarkan Lesya yang masih betah di sana. Dia juga harus menyiapkan beberapa makanan untuk menyambut kedatangan sang abangnya yang akan datang nanti.


Kepergian Mayang membuat diri Lesya merasa tenang. Dia tak ingin berpikiran yang aneh lagi saat ini. Memejamkan matanya dan menajamkan pendengarannya. Hanya suara angin sepoi-sepoi saja yang terdengar di sana.


Gadis itu tak cukup dengan nasihat Mayang. Dia membutuhkan sesuatu yang lebih hangat lagi yang mendekap dirinya. Tiba-tiba dia terlintas wajah Elvan di benaknya. Lesya membuka matanya dan merogoh kantung saku celananya. Dia mencari nomor Leon di sana. Menunggu teleponnya diangkat, Lesya meloud speaker dan meletakkan ponselnya di tepi kolam seraya menikmati pemandangan di sekitarnya.


Calling Leon...


📞 Halo Sya, apaan nih nelpon-nelpon?


📞 Gimana rasanya lo suka Lisa?


📞 Ebuset nanyanya ambigu bener mba? Sehat lo nanyain gituan? Biasa juga kalau bahas gituan molor lo.


📞 Em gimana ya ngomongnya? Pokoknya gw ngerasain rasa aneh yang ganjal di hati gw! Kadang gw kangen sama dia, terpesona sama sikapnya, dan sakit juga kalau dia sakit. Pokoknya ya gitu deh, susah jelasinnya.


📞 Gitu doang? Terus alasan lo suka sama Lisa apaan dah? Perasaan tuh anak gak ada cakepnya deh.


📞 Itu menurut gw, semua alasan orang beda-beda kali! Kalau soal alasan gw suka sama Lisa sih gw gak punya alasan. Dari dalam hati gw bener serius dan tulus sama dia!


📞 Udah, gitu doang?


📞 Tapi kadang-kadang gw juga sering kayak anak-anak sih sama dia. Entah ngapa gw ngerasa lebih lemah dari dia. Tapi sih menurut gw arti suka tuh lebih rendah dari arti cinta. Susah jelasinnya sama lo.

__ADS_1


📞 Oh.


📞 Tumben nanyain begitu? Lagi kasmaran lo? Sama siapa? Elvan? Widih keren dia naklukin sahabat kutub gw ini!


📞 Minta ukuran berapa tanah buat nenggelemin lo?


📞 Lah, tega lo Sya ngomongnya! Tinggal bilang iya aja susah amat! Bener kan lo suka sama Elvan?


📞 Enggak tau, dah cuman nanya gituan doang bye!


Tuttt!


Lesya menutup sambungan secara sepihak dan kembali menikmati hembusan angin. Bermain air sejenak dengan kakinya, Lesya beranjak dan berjalan pergi dari sana. Dan di saat gadis itu hendak berjalan melewati dapur, tanpa sengaja dia melirik Luna yang sedang membuat kue di kediaman Grey.


Yah, memang akhir ini Luna banyak bermain ke rumah itu untuk sekedar membuat kue dan mempelajari beberapa desain pada Mayang ataupun Elena. Dia tak paham jika bahasannya begitu karena kelebihannya terdapat pada pelajaran berangka dan berumus. Namun sepertinya gadis itu jarang belajar dan melupakan rumus-rumus kesukaannya.


"Belajar kue apaan lo sekarang? " tanya Lesya duduk santai di ruang makan. Luna menoleh dan memperlihatkan wajahnya yang sudah bercemongan tepung. Sontak saja Lesya tertawa terbahak-bahak melihat wajah polos bertepung temannya itu. "Ahahaa... Lo masak atau make up an Lun? Mana make tepung lagi! " ledeknya.


"Biarin aja wlee.. Gw kan orangnya rajin belajar gak kayak lo yang duduk-duduk doang! " balas Luna meledek. Lesya menghentikan tawanya dan memutar bola matanya malas ke arah dapur. "Justru harusnya lo yang berterimakasih sama gw Lunaa.. Karena gw yang bakal nyicipin kue lo, bukannya ngeledek! " balas Lesya.


"Yeee... Gw kan punya mulut, jadi gw bisa rasain sendiri kaleee.. " balas Luna. Lesya tertawa kecil mendengarnya. "Yang bilang lo gak punya mulut siapa? " polosnya.


Mayang yang di sana hanya geleng-geleng kepala dengan beberapa ART yang bekerja di sana mendengar perdebatan sepasang sahabat itu. Luna melirik dan menunjuk ke arah Letha yang baru saja tiba di sana dan berjalan ke arah mereka. "Pssttt! Sya, tuh adek lo! " bisik Luna. Lesya menoleh ke arah belakang dan benar saja sudah ada Letha di sana. Mungkin hari saja kembali!


"Haii semua, lagi buat kue ya? Letha bantuin yah" tawar Letha dengan senyum manisnya. Jika dibilang, Letha pandai memasak terutama kue. Jadi dia menawarkan saja siapa tahu dia dapat mengisi harinya dengan membuat kue.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2