Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
229: Pertanyaan!


__ADS_3

Selesai sudah hukumannya. Lesya duduk di bangku rooftop dan melirik ponselnya yang bertulisan notifikasi. Dirinya mematikan ponselnya dan membaca pesan dari Leon, sahabatnya!


đŸ“©Leon.


Bang Alam, kayaknya bukan


Vion deh yang lakuin itu semua!


Soalnya dia masih di rawat di Amerika!


(read)


* Hah? Amerika? Waittt, Lisa bilang Leon ke luar negeri? Berarti Amerika! Dan Vion? Lakuin itu semua? Apa maksudnya? Kan Vion masih dirawat karena tulang punggungnya yang patah kan? Oh, berarti dirawat di Amerika? Dan, Leon buat apa ke sana? Gw harus cari tau nih! Kayaknya si Leon salah ngirim pesan nih! Harusnya kan ke bang Alam bukan gw! Tapi bagus deh, gw bisa tau apa maksudnya! * batin Lesya tersenyum penuh makna.


Lesya melihat kembali ponselnya di saat Leon sudah menghapus pesannya. Dia geleng kepala saja melihatnya. Padahal dia sudah membacanya, untuk apa dihapus? Sia-sia bukan? Pikir Lesya.


Gadis itu tak ingin kembali ke kelasnya di saat mendengar bell masuk pelajaran lain terdengar. "Taulah bod*! Bilang aja gw dihukum! Mwehehe.. Kesempatan bolos ngapain di sia-siain? Awokawok, my brain the best lah! " enteng Lesya.


Tak terasa waktu berlalu begitu saja. Lesya beranjak dari kursinya dan menenteng tasnya yang hanya diisi satu buku dan satu pulpen saja. Dia mengikuti jam kelas pelajaran terakhir saja hari ini.


"Lo langsung balik Lun? " tanya Lesya yang diangguki Luna. "Iya! Mama gak enak badan jadi gw yang urus butik sementara! " jawab Luna. Lesya mangut-mangut paham. "Yaudah deh, salam buat mama! " katanya yang dibalas anggukan kepala dari Luna. "Udah ya byee! " pamit Luna melangkah keluar.

__ADS_1


Lisa beranjak berdiri dan melihat layar ponselnya. Matanya melotot saat Leon mengabari dirinya agar menjauh dari Lesya sebelum ditanya aneh-aneh. Dia juga mendapat pesan jika Leon mengirim pesan kepada Lesya dan itu sudah dibaca oleh Lesya sendiri. "Cang-cang, gw pamit ya ada acara keluarga! Byee! " pamitnya.


Lesya hanya menatap kepergian Lisa yang mendadak menghindar darinya. "Heleh! Acara bapakmu! Gw tau kalau lo disuruh Leon kan biar gak gw tanya-tanya! Pen tak hihh! " gumam Lesya kesal sendiri.


"Tha, kita duluan ya! " pamit Amel dan Nayla bersamaan. Letha dkk memang masih berada di kelas saat ini. Letha hanya mengangguk kecil saja. "Iya, ti-ati kalian! " pesannya dibalas ancungan jempol mereka.


"Kak, " panggil Letha yang melihat Lesya hendak keluar. Lesya menoleh dan mengangkat alisnya satu. "Why? "


Letha menghampiri sang kakak dan menuntunnya duduk di satu bangku barisan depan. Saat ini, kelas B itu hanya diisi oleh kakak beradik kembar saja. Letha yang begitu serius dan Lesya yang sedikit merasa risih. Kembar beda sifat!


"Kak, itu. . . Soal perusahaan apa bener kakak semua yang kerjain? Apa ada bantuan dari orang lain kah? Atau bantuan dari pihak perusahaan lain gitu? " tanya Letha sedikit ragu-ragu.


Lesya menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. "Paket yang mana? Gw gak paham maksud lo! Perasaan gw gak ngirim paket kemana-mana deh! " bingung Lesya.


Letha mengeryitkan alisnya bingung. "Hah? Masa sih? Waktu itu soalnya paketnya tulisannya dari lo! Dan karena hal itu, papa gak mau pulang ke rumah! " lesu Letha. Lesya menatap datar adiknya itu. Hanya karena itu? Padahal dirinya sudah muak dengan kelakuan Gilang padanya. Lah ini, adiknya?


"Papa bilang sama gw kalau dia gak mau pulang sebelum lo jawab jujur apa lo yang ngirim paket itu! Dan sekarang mending lo jujur aja deh kak! Gw tau lo gak suka sama papa! Tapi gimana pun juga, papa Gilang itu papa kita sendiri, walau memang bukan kandung! Letha takut kalau sendirian dirumah! Tau kan kak rumah itu rasanya sepi! Jadi kalau papa gak mau balik ke rumah, aku minta kakak balik ke rumah kita lagi! " terang Letha.


Lesya melotot tak percaya. Pulang ke rumah? Tak mungkin! Dia saja mulai jarang ke rumah bundanya dan ingin pergi ke sana setelah pulang sekolah. Justru Letha menambah beban pikirannya yang mengajaknya kembali pulang ke rumah.


Lesya mau saja kembali pulang ke rumah. Namun dia saja belum berpamitan dan juga dirinya belum mengemasi barang-barangnya. Gadis bermuka garang itu, sangat rindu dengan keadaan di rumahnya! Namun, saat ini dia sadar jika posisinya berada di ambang kesulitan. Adik atau suami? Eh, maksudnya Lesya itu... Letha atau Elvan? Geli jika dirinya memanggil Elvan dengan sebutan ‘suami’.

__ADS_1


"Eum, a-anu. . . Kalau soal itu, nanti gw pikir-pikir lagi deh! Sekarang gw masih mau fokus buat kembangin perusahaan dulu! " jawab Lesya. Letha menggeleng tak setuju. "No! Perusahaan udah diambil alih sama papa! Sekarang kakak pulang sama aku ya ke rumah! Kalau aku sendirian sepi tauk rasanya! " rengek Letha yang masih berusaha untuk membuat Lesya kembali ke rumah.


"Gak bisa Letha... Mau papa ambil alih perusahaan atau enggak, gw gak bisa lagi asal pergi ke rumah! Setidaknya gw tuh harus pamit sama orang-orang rumah tauk! " ucap Lesya yang masih menolak halus permintaan dari kembarannya.


Letha berdecak malas. "Orang rumah siapa sih?! Kayaknya penting banget! Jangan-jangan lo udah ngeduain gw ya sama orang rumah lo itu?! " kesal Letha dengan nada curiga dan mata memicing.


Deg!


Lesya terdiam membeku. Dia salah ngomong! Bagaimana ini? Ucapannya itu perlu diwaspadai! Mengandung unsur yang terkait antara hubungannya dan juga keluarga Grey! Dia harus menjawab apa sekarang? Tak mungkin dia harus jujur!


"Em, a-anu. . . Gw kan mulai tinggal sama Luna, nah gw harus pamitan sama dia! Gitu! " gugup Lesya. Letha tak percaya dengan apa yang disampaikan oleh kakaknya itu. "Bohong! Kalau mulai tinggal sama Luna kenapa gak sekalian pulang bareng tadi? " tanya Letha.


Lesya harus sabar saat ini menghadapi pertanyaan rintangan Letha sekarang. Harus benar-benar pasti dan tak menimbulkan kecurigaan nantinya. "Kan dia ke butik sementara gw ke rumah! Beda arah dan tujuan dong? Udah gak usah nanya-nanya gw mau balik terus makan! "


Letha menahan tangan Lesya yang hendak pergi. "Bentar dulu kak! Gw mau nanya 2 pertanyaan lagi! Lain deh sama pertanyaan gw yang tadi! " ucap Letha yang menarik Lesya agar duduk kembali.


"Jadi? Apa lagi yang mau lo tanya? "


"Eum, soal tadi pagi. . . Apa lo ada hubungan sama Elvan? "


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gifđŸ¤—

__ADS_1


__ADS_2