Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
351: Salah Paham


__ADS_3

Letha hanya diam mencerna setiap kata yang terlontar dari mulut Lesya. Menahan sesak, tangannya sudah terkepal kuat bahkan tanpa sadar menampar pipi Lesya yang hendak menutup ceritanya.


"Karena lo udah tau cerita gw, jadi jangan harap lo bisa--- "


Plaaakk!


Lesya memegang pipinya. Hanya dua rasa yang dia rasakan. Panas dan sakit. Namun sepertinya rasa panas jauh lebih kecil dibandingkan rasa sakitnya. Ini bukanlah sakit karena ditampar. Melainkan sakit diperlakukan tak layak seperti kakak beradik pada umumnya. Dunia ini begitu banyak drama yang membuatnya muak. Dia ingin hidup dengan tenang walau tak memiliki harta sepeser pun. Namun pada kenyataannya, ekspektasinya tak sesuai dengan realita yang harus dia dapatkan.


Lesya beralih menatap ke arah Letha dengan tatapan yang tak tahu harus dijelaskan bagaimana. Dia dapat lihat jika wajah Letha memerah akibat menahan gejolak yang besar di dalam dadanya.


Bagi Letha, sangat sulit untuk mengakui jika Elvan memanglah bukan untuknya. Setelah tahu jika Lesya adalah istri dari Elvan, Letha selalu mendapatkan hal-hal yang mengundang rasa sakit untuknya. Namun justru hal tersebut membuatnya semakin gencar untuk mengejar lelaki idaman yang sudah bukan lagi lajang. Dia sudah menyandang status suami. Bahkan suami dari Lesya—kakak kembarnya.


Ah, kakak? Sepertinya bukan!


"Lo pikir alasan lo gampang buat gw percaya? Mami gak mungkin nyuruh lo nikah dengan umur lo yang masih remaja?! " tajam Letha menolak keras pernyataan jujur yang dilontarkan oleh Lesya. Sementara sang empu yang dibentak hanya terdiam sejenak mendengar dan mencerna.


"Tapi itu kenyataannya Tha! "


"Terus kenapa lo gak nolak? Padahal jelas-jelas lo tau gimana gw nanti kan? Atau jangan-jangan, dugaan gw benar, kalau lo hamil diluar nikah sebelum menikah? " sinis Letha menyindir.


"Gw gak murahan! " tajam Lesya.


"Ouuu, lalu sekarang ini apa? Pantes aja gw gak mau panggil lo embel 'kakak' lagi, karena semua gara-gara lo! Papi dulu pergi karena lo dan mami juga pergi karena lo! Sekarang, lo kejam ya? Sama keluarga aja lo udah kejam apalagi sama orang lain? Gw kasian sama tante Mayang yang lo mainin kan? Tante Mayang baik, jangan pernah lo pake topeng badut lo buat orang baik kayak tante Mayang! " lanjut Letha terus menyalahkan Lesya.


"Terserah lo bilang apapun, gw gak peduli! Karena gw udah jawab pertanyaan lo, sekarang balikin kalung gw! " tegas Lesya.


Kini Lesya tak mempedulikan apapun yang dikatakan oleh Letha. Baginya yang penting adalah keberadaan kalungnya. Jika kedua mertuanya tahu, dipastikan dia membuat mereka kecewa ataupun membuat hubungan mereka dengan Letha renggang. Namun sepertinya Lesya hanya diperankan untuk mendengar keluh kesah sang adik saja. Letha bukannya tak mau mengembalikan namun hanya ingin Lesya tahu perasaannya selama ini tanpanya.


"Eitss, bentar dulu gw belom selesai ngomong! Lo itu gak pantes di dunia yang kerjanya cuman nyusahin orang doang! Gw yakin sebenarnya tante Mayang, Om Angga, Kak Elen dan Elvano cuman kasian sama lo yang cuman numpang hidup doang! Lo aja jadi kakak kembar gw dari kecil masih gak becus, apalagi lo tinggal sama mereka? Ckck, beban! " cibir Letha pedas tanpa mempedulikan raut wajah Lesya yang terdiam mencerna ucapannya.


Deegg!


* Benar kata Letha, gw cuman beban doang! Gw cuman bisa jadi benalu doang! Gw sendiri belom bisa urus Letha buat jadi pribadi baik, tapi gw sok-sokan nerima perjodohan dari mami! Gw memang gak berguna di dunia tapi gw harus tetap hidup karena dendam gw balum terbalas! * batin Lesya terdiam.


Hening!

__ADS_1


Hanya angin saja yang berhembus menjadi suara alam di taman belakang sekolah itu. Cukup lama mereka terdiam hingga Letha kembali angkat suara dengan cibiran sinisnya.


"Lo udah gak segel kan? Murahan! Upsst, harusnya emang dari dulu kan lo murahan? Ckck, kok Elvan mau ya sama lo yang gak ada apa-apanya? " sinisnya.


Lesya mengerutkan keningnya bingung. "Maksud lo apaan sih? " dinginnya. Tak dapat dipungkiri, Lesya masih setia dengan wajah datarnya. Nada bicara yang dingin sudah dipastikan mood Lesya sangat hancur saat ini. Kondisinya yang tak sendiri dan juga emosionalnya yang memang sudah memuncak, dapat dipastikan Lesya mencoba menutup semuanya. Walau dia tahu jika kesehatannya akan terganggu jika dia terlalu lama merendam emosionalnya.


"Ohh, lo lupa? Sini gw ingeetin buat otak dangkal lo itu. Besoknya setelah diskusi bukannya lo sama Elvan main kuda ya? Niatnya sih gw mau bangunin lo pada karena disuruh tante Mayang! Eh, siapa sangka kalian gak pake baju tapi ditutupin sama selimut? Ya gw pergi aja karena gw kecewa sama lo Sya! " jawab Letha dengan nada yang masih terdengar sinis.


—Flashback on—


"Tha, tolong panggilin Elvan sama Lesya dong di kamar! Suruh mereka bangun biar sarapan." pinta Mayang. Letha yang duduk dan menyiapkan sarapan hanya tersenyum kecut dan mengangguk saja. Dia tak tega jika menolak permintaan Mayang yang membuat mood paginya hancur. Membangunkan little pasutri? Idih, malas sekali dia sebenarnya!


Hari ini adalah hari merah ataupun disebut sebagai hari libur. Itu sebabnya kemarin Lesya begadang mengerjakan pekerjaan hotelnya. Tak jauh beda dengan Elvan yang semalam berkutat dengan tugasnya. Baik tugas, OSIS, sedikit kendala di cafe dan perusahaan dia kerjakan di laptopnya hingga tuntas.


Dan pagi ini, matahari sudah terbit. Kedua pasutri muda masih terlelap di alam mimpinya akibat begadang tengah malam kemarin. Ah, ralat! Bukan keduanya namun hanya lelaki tampan yang sudah terbangun. Hanya saja, lelaki itu memilih kembali memejamkan matanya dengan tangannya yang sudah bertengger di pinggang sang istri kecilnya dengan erat.


Ceklek!


Tanpa mengetuk pintu Letha dengan asiknya membuka knop pintu kamar mereka. Memang kemarin mereka tak mengunci pintu kamar karena kelelahan. Itu sebabnya dengan entengnya Letha dapat menyelenong masuk tanpa permisi.


Namun betapa terkejutnya Letha saat mendapati kedua pasutri muda itu yang masih sibuk berkeliaran di alam mimpi dengan tangannya yang saling berpelukan satu sama lain. Apalagi melihat pundak mereka yang terbuka. Ranjang yang sudah berantakan dan selimut tebal hanya melapisi tubuh mereka saja. Dan yang Letha lihat hanyalah pundak mereka yang tak tertutup sehelai benang pun.


Tanpa sadar Letha mengeluarkan cairan bening dari matanya hingga turun merosot tanpa di minta. Telinga dan hidungnya memerah menahan sesak dan akhirnya berjalan pergi ke arah kamarnya. Ah ya, itu kamarnya! Lesya tak lagi tidur di kamar yang disediakan sebelumnya kan? Jadi dapat disimpulkan jika ruangan itu sekarang adalah kamarnya.


Staakk!


Pintu kamar ditutup secara kasar oleh Letha. Gadis itu rupanya tak peduli lagi jika terdengar atau tidak ke telinga lelaki tampan yang masih sadar. Pikirannya sudah melayang-layang melihat wajah tenang kedua pasutri muda itu saling berbagi kehangatan satu sama lain.


Padahal suatu hal yang terjadi setelah kepergian Letha dari kamar dominasi hitam putih itu adalah...


Lelaki tampan bernama Elvan itu mengerjap dan menyesuaikan cahaya yang masuk dalam penglihatannya. Setelah mendengar pintu yang sudah tertutup dan langkah kaki sudah menjauh, dengan segera dia membuka matanya.


Kaus yang sengaja dia letakkan di bawah ranjang dengan cepat dia kenakan. Dan pundak sang istri kecilnya—Lesya memang sengaja dia buka. Jujur saja, tiga kancing piyama kemeja bewarna hijau lumut itu sengaja dia buka setelah susah payah menahan naf*sunya. Dia tahu jika keberadaan adik iparnya itu akan mengganggu waktunya dengan sang istri. Tentu saja dia yang entah memiliki ide menyeleneh dari mana, tiba-tiba membuat rencana dadakan segi-la ini.


Pundak Lesya memang terlihat namun dia tetap mengunakan pakaian utuhnya. Bahkan dia tak sadar jika Elvan—sang suami, memanfaatkan dirinya yang tertidur pulas tanpa gangguan apapun.

__ADS_1


Setelah mengancingkan kembali kancing piyama kemeja sang istri yang terlepas, Elvan kembali merebahkan dirinya dan mengelus pipi sang istri yang sedikit menggembul entah mengapa. "Sorry, gw gak izin! " lirih Elvan dengan pelan.


Yah begitulah cerita sebenarnya. Elvan hanya ingin memberikan pelajaran pada Letha agar gadis itu tetap menerima kenyataan sepahit apapun itu. Walau dirinya sendiri tak yakin jika gadis yang menjadi adik iparnya akan menerima kenyataan, namun dia yakin pasti ada seseorang yang mengubah bentuk perasaan Letha kepadanya. Bagaimana pun juga, dia sudah beristri. Tak mungkin dia membiarkan seseorang menyimpan rasa padanya. Justru yang ada membuat kesalahpahaman dan mengakibatkan sang istri menjadi korban. Dan saat ini, Letha masuk ke dalam perangkap Elvan.


—Flashback off—


"Apa? Lupa? Ahh, jangan-jangan memang ingatan lo yang dangkal! " tajam Letha.


Lesya berusaha mencerna maksud kalimat yang dilontarkan Letha. Sedetik dia sadar jika Elvan lah pelaku dibalik peristiwa yang Letha bicarakan. Pantas saja dia tak ingat apapun sama sekali. Rupanya karena ini ulah dari Elvan. Dan itu artinya Elvan melihat tubuh bagian atasnya? Ohh shitt, dia malu sekaligus kesal. Orang dingin pikirannya sangat berbeda yah!


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


>>><<<


Nah loh, hayoloh~


Sekedar info ya gays, author kembali update 1 bab per hari.


Q: Kok satu bab sih?


A: Iya, author di bulan Desember ini disibukkan dengan kegiatan PAS dan selain itu author juga ikut ke pesta perayaan. Bahkan author juga terkadang menyambut kedatangan kakek author yang datang berkunjung ke rumah. Jadi kadang-kadang juga author harus mengurusi beliau agar kondisinya merasa lebih fit di banding sebelumnya.


Q: Updatenya tetap setiap hari kan?


A: Do'ain aja ya setiap hari update. Author juga nulis buat stok kedepannya biar kalian gak nunggu terlalu lama nantinya.


Q: Thor kok jadi slow update sih? Padahal lagi seru loh episodenya!


A: Diusahakan feelingnya nanti bisa di dapat ya gays biar tambah seru lagi.


Q: Kabar Letha kapan kena azabnya?


A: Kapan-kapan, wkwk.. Simak aja bakal ada kok tapi nanti yah!


Q: Thorr, pliss masih bingung nih tentang kehamilan Lesya. Jelasin dong jangan ngilang!

__ADS_1


A: Author jelasin yah. Awalnya memang pengen seperti dunia nyata bukan novel sekali-kali. Jadinya alurnya author buat biar suasana menuju endingnya kerasa. Jadi tuh alurnya udah author siapin dan udah terlanjur juga. Jadi semoga alurnya nanti gak mengecewakan yah🙏🏻


Nah gimana? Baikkan author? Jelas baik dong! Sekian infonya dari pertanyaan kalian yang mungkin buat author pusing mikirnya, wkwk.. bercanda gays! Gak pusing kok justru lucu bacanya :D Semoga mengerti kesibukan pribadi author yaa😊


__ADS_2