Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
103: Dikejar yang berakhir..


__ADS_3

Lesya mengangguk lucu. Dia kembali menggulung kan tangannya di leher Elvan. "Do do do.. " Elvan mengangkat Lesya pergi dari pohon tersebut dan berjalan menuju mobil sport-nya.


Jika kalian bingung mengapa Elvan dapat berada di tempat itu, jawabannya itu adalah jalan lain menuju kediaman Grey. Dan keluarga besar Grey tahu jika Elvan penerus gengster Angga, Tiger Wong.


Dalam gendongan Elvan, Lesya terus meracau tak jelas seraya memainkan wajah Elvan. Entah itu bulu mata, hidung, pipi, rahang, rambut, bahkan bibir. "Diem!"


Lesya menggeleng kecil mendengar 4 huruf 1 kata yang keluar dari mulut Elvan. Dia asik menoel hidung dan pipi Elvan sesekali tertawa. "Hihi.. "


Elvan dengan cepat membuka pintu mobil belakang dan meletakkan Lesya di sana. Dirinya tak mengemudikan mobil kali ini dan duduk di sebelah Lesya dikursi belakang.


"Apart saya! " Secara otomatis mobil sport tersebut melaju dengan sendirinya tanpa dikemudikan.


Elvan yang malas mengemudikan mobilnya bersender di kursi dengan santai lalu beralih menatap Lesya yang justru melahap makanan di sampingnya.


Elvan memang menyediakan makanan dan minuman di setiap mobil sport yang akan dia gunakan. Jika dia merasa lapar ataupun gabut, dia hanya perlu mengambil tanpa berhenti di mini market terlebih dahulu. "Enak! "


Mendengar gumaman Lesya yang kembali dengan sikapnya saat ini, Elvan menatap aneh Lesya. "Aneh! "


Setelah selesai makan Lesya langsung membuang sampah dari luar. Beruntung jalanan masih sepi jadi tak ada yang melihat. Elvan menatap tajam Lesya yang menyengir tak berdosa. "Lo mabuk kan? "


Lesya tak menjawab. Dia justru meracau tak jelas membuat Elvan pening sendiri. "Bluuuu bluuu bluuu.. Wa hehe.. "


Elvan tak mempedulikan Lesya yang terus meracau tak jelas. Sudah beberapa menit berlalu, Elvan membuka matanya karena merasa terganggu.


Elvan dengan tajam menatap Lesya yang terus menoel entah hidung atau telinganya. "Bu bu bu.. " racaunya.


Elvan menjauhkan wajah Lesya yang berada di depannya ke kursi samping. Lesya menjambak rambut Elvan kasar. "Lepass! " datar Lesya.


Bayangan dimana dia membayangkan jika pria hidung belang ingin melecehkannya terlintas di pikirannya. "Laki-laki semuanya sama aja! Sama-sama bejat! " gumam Lesya.


Elvan yang merasakan rambutnya ditarik dengan keras langsung memukul tenguk leher Lesya keras. Sekejap Elvan terlepas dari jambak-kan Lesya. "Impas! "


Kini, Lesya sudah terlelap di alam mimpinya sementara Elvan menyisir rambutnya yang sedikit berantakan.


Jujur saja dia merasa sedikit sakit di kepalanya. Jambak kan yang sangat keras dari Lesya tadi membuat rasa yang sedikit perih dikepalanya. Dia melirik ponselnya yang berdering menandakan pesan yang masuk.


Di seberang sana Mayang yang sudah diberitahu oleh putranya Elvan jika markas tak baik-baik saja, menghubungi putranya itu karena merasa cemas.


📩 Bunda❤


Van gimana keadaan markas di sana?


^^^📩Elvan^^^


^^^Baik bun.^^^


📩Bunda❤


Yaudah kamu gak pulang?


^^^📩Elvan^^^

__ADS_1


^^^Ke apart aja bun.^^^


📩Bunda❤


Yaudah kamu di sana aja dulu.


Lagi pula Lesya gak pulang karena


nemenin temennya.


^^^📩Elvan^^^


^^^Iya bun.^^^


Begitulah percakapan di antara ibu anak tersebut. Terkesan membosankan namun tidak bagi Elvan yang senang diperhatikan oleh bundanya walaupun tak ada ekspresi di wajahnya.


Setibanya di apart milknya, Elvan melirik Lesya yang masih terlelap di alam mimpinya. Dia menghela nafasnya dan menggendong Lesya ala bridalstyle. Anak rambut Lesya menutupi wajah cantik Lesya yang sedang pulas tertidur itu.


Di saat dirinya ingin masuk ke dalam kamar, Amanda yang keluar dari lift bertanya-tanya siapa gadis yang berada di gendongannya Elvan. Dirinya sudah mengenal Elvan melalui bisikan dari siswa-siswi SMA GG.


Ketos tampan yang disukai oleh banyak siswi SMA sekolahnya juga rupanya dia suka. Dia tersadar tipikal adiknya yang mengaku menyukai sosok ketos sekolahnya ternyata memang sangat tinggi. "Elvan? "


Elvan tak menanggapi ucapan Amanda yang masuk kembali di lift. Amanda yang saat itu menggunakan baju yang kekurangan bahan berusaha menggoda Elvan. "Kamu Elvan kan? Ketos sekolah? "


Elvan masih diam tak menanggapi pertanyaan yang tak bermutu di telinganya. Dia hanya menatap datar pintu lift sesekali melirik Lesya yang di gendongannya. Dia sama sekali tak menanggapi kata per kata dari Amanda.


"Kenalin aku Amanda! Kalo kamu mau tau aku itu kakak kandung Vannya! Btw, itu siapa? Pacar kah? Udah punya pacar ya? Gak baik loh kalo berduaan dikamar hotel! Apa lagi pacarnya iw! Bau alkohol"


Dan memang benar jika aroma alkohol masih tersengat kuat. Terlintas di benaknya agar Amanda segera pergi dari sana. "Kak, bangun udah nyampe nih! " lembut Elvan.


Pintu lift sudah terbuka dan Elvan segera meninggalkan Amanda yang mengembangkan senyumnya. Dia merasa mendapatkan kesempatan untuk mendekati Elvan.


Dengan sumigrah Amanda menutup pintu lift dan turun pergi dari apart tersebut. Berbeda dengan Elvan yang menyunggingkan senyum miring nya seraya menggendong Lesya yang masih terlelap di alam mimpinya.


Elvan menekan tombol sidik jarinya agar pintu terbuka dengan satu tangannya. Setelah masuk ke dalam kamarnya, Elvan perlahan membaringkan Lesya di ranjang.


Elvan berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya di sana tanpa mempedulikan waktu. Selang beberapa waktu berlalu, Elvan keluar dan mengerjakan tugas-tugasnya.


Sejujurnya Elvan sempat mengerjakan tugas sekolahnya namun harus tertunda karena markasnya sedang tak baik-baik saja. Sekitar jam 2 dini pagi, Elvan melangkah menuju ranjang dan tertidur.


...~o0o~...


Dengan langkah yang gontai berjalan ke arah kelasnya. Kepalanya masih terasa pusing ditambah lehernya yang sedikit sakit akibat pukulan Elvan kemarin. "Shsst! "


"Lesya..!! " Lesya menoleh ke arah Luna yang berlari menuju arahnya. Lesya bingung sendiri mengapa Luna berlari tergesa-gesa kepada. "Why? "


Lelah, Luna segera menetralkan nafasnya dan menatap serius Lesya. "Bu.. bu Lina... BU LINA ngejar kita kabuuur! "


"LUNA LESYA-!! " Benar saja jika Luna dan Lesya sedang dikejar oleh bu Lina. Bukan hanya bu Lina namun masih ada beberapa anggota OSIS yang tentunya bukan Elvan dkk.


"KABORR-!! " Lesya menarik Luna agar segera pergi dari kejaran mereka. Mereka yang berlari di sepanjang koridor mulai dari lantai bawah lalu atas kemudian ke bawah lagi.

__ADS_1


Pegangan mereka sudah terlepas dan Lesya yang memimpin mengajak Luna agar lebih cepat. "Cepet Lun! Dibelakang lo noh! Aw! "


Puk! Cup!


Luna berhenti dan terdiam melihat pemandangan dimana Lesya yang tak terjatuh di dada bidang Elvan dan justru mencium pipi kiri Elvan.


Bukan hanya Luna namun anggota OSIS, bu Lina, teman-teman Elvan, Lisa, Leon, bahkan Letha dkk sama terkejutnya. Dengan cepat Lesya berdiri dan membersihkan bibirnya. "Huwwaaa! Bibir gw gak suci lagi! "


"Sya! " Lesya menoleh ke arah Luna yang memanggilnya dan mengangkat dagunya. Luna tak menjawab namun melirik Letha yang sudah mengeluarkan cairan bening di pipinya.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


>>><<<


HELLO GAYS-!! Saya sebagai author ingin bertanya tentang pendapat kalian. Saya ingin mengganti cover dan judul novel ini. Menurut kalian bagusan yang mana?

















Menurut kalian bagusan yang mana? Satu? Dua? Atau tiga? Tolong dijawab di komen ya 🙏🏻 Dan soal judul saya ganti menjadi 'Aleesya' ya 🙏🏻


Tujuan saya memberitahu penggantian cover dan judul supaya kalian tak bingung dengan cerita saya. Dan dengan ini saya minta pendapat kalian untuk memilih diantara ketiga gambar di atas.


Jika memang tak ada jawaban di kolom komentar, saya terpaksa memilih di antara ketiganya. Hasil dari pilihan kalian sesuai dengan yang paling banyak ya gays🙂

__ADS_1


See you and I hope you like my story 🙏🏻


__ADS_2