Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
90: Orang suruhan!


__ADS_3

Dengan cepat dia mengambil ponsel di saku celananya dan menekan tombol 'call' setelah mendapati kontak Candra.


📞 Halo? Kenapa Sya?


📞 Bang adek gw gimana?


📞 Oh, dia udah mendingan kok! Malahan lusa dia boleh balik.


📞 Oh yaudah, minta jagain ya! Janlup kabarin gw terus.


📞 Siap queen udah ya mau PDKT-an dulu byee~


tuttt...


"Meh! Dasar bucin! Kak Sarah mulu otaknya! Gw gorok mamp*s lo! " gerutu Lesya kecil.


Setelah bertelefon dengan Candra, dengan cepat Lesya menaruh ponselnya kembali di sakunya. Dia langsung meremas cola kaleng tersebut hingga tak terbentuk.


Gadis cantik itu melempar kaleng cola yang sudah tak terbentuk itu ke dalam tong sampah. Dirinya bersorak kegirangan karena tak sengaja sampahnya itu tepat masuk di sasaran.


sreengg!


"Uhuyyy! Masuk dong dia! " Lesya menyalakan mesin motornya dan melaju dengan kecepatan normal. Dia bersiul ria selama perjalanan pulang.


Tak sengaja kaca spion nya terlihat dua mobil hitam yang mengikuti dirinya lagi. Dia melirik ke arah bahan bakarnya yang tersisa setengah.


"Balapan gak ya? " molog Lesya. Sedetik dia berpikir dirinya tak akan pulang jika kembali mengebut. Dan dirinya akan dibawa oleh anak buah lain orang tersebut.


Dengan kecepatan kecil, Lesya menepikan mobilnya di pinggir jalan. Dia melepas full face helmnya. Dua mobil hitam sudah tiba di depannya.


Sepuluh lelaki kekar keluar dari mobil hitam dan memutari Lesya yang sudah berdiri di tengah-tengah. "Bay one om? "


Merasa tersindir, mereka mulai menghajar Lesya. Ilmu bela diri Lesya sangatlah tinggi. Jangankan bela diri! Taekwondo, Pencak Silat, Karate sudah dikuasainya.


Jangan heran jika gengster Lion Claws dapat mencapai dan dikenal sebagai gengster tertinggi dibandingkan Tiger Wong.


Tendangan, pukulan, bogeman, dan segala jurus yang digunakan sepuluh lelaki kekar tersebut berhasil ditepis oleh Lesya.

__ADS_1


pluak!


bughh!


kreaakk!


bughhh!


pluaakk!


Namun, kini kedua tangan Lesya berhasil dicekal dua lelaki kekar yang masih bertahan. Dengan sekuat tenaga nya Lesya memberontak cek akan kedua lelaki kekar tersebut. Nihil!


plak!


bugh!


pluak!


Tiga bogeman berhasil di dapatkan Lesya di wajah cantiknya. Sudut bibirnya kini sudah mengeluarkan bekas memar. Langkahnya mundur beberapa langkah karena perutnya yang tertendang.


Geram? Jelas! Dirinya kini sudah tak dapat mengendalikan emosinya. Remamber? Lesya tak suka disentuh oleh orang asing.


Tersisa delapan orang yang memegang luka mereka. Lesya menjambak satu orang yang memukuli wajahnya dan memb*bi buta orang tersebut hingga tak berdaya.


Tak tinggal diam, mereka mengeroyok Lesya dan berkelahi di sana. Tubuh Lesya masih kuat karena berhasil menepis serangan kedelapan lelaki itu.


Tersisa lima orang sekarang. Mayang yang tak sengaja melihat Lesya menyuruh suaminya, Angga berhenti.


"Ayah! Berhenti di sini! " Angga melihat arah tunjukkan Mayang diikuti Elvan.


Dengan cepat Angga membuka seatbelt nya segera. "Bunda tunggu di sini aja ya! Jangan kemana-mana! Elvan ayo! "


Elvan dan Angga langsung turun meninggalkan Mayang yang meramalkan doa supaya anak, menantu dan suaminya selamat.


Kembali kepada Lesya yang menggerutu tak jelas karena sudut bibirnya sedikit memar. Kelima lelaki itu masih menyerang Lesya entah apa jurus mereka.


"Keroyokan lo b*bi! " Lesya menepis tendangan satu lelaki itu. "Siapa sih atasan lo bangs*t! "

__ADS_1


"Anda kami suruh kembali ke rumah atas perintah tuan Gilang! Namun, karena anda melawan, jangan salahkan kami! " Lesya menendang muka lelaki yang berani membentak nya.


Dia menggeleng setelah merasakan sakit di kepalanya karena pukulan yang cukup kuat di kepalanya. Dia langsung menatap orang tersebut dan mematahkan kakinya.


"Adehhh! Pala gw! Berapa gajah yang terbang sih? " Lesya menggelengkan kepalanya agar tetap sadar.


Satu pria yang ingin menusuk perut Lesya dari belakang berhasil ditendang oleh Elvan. Sementara Lesya berbalik menatap Elvan dan Angga yang membantunya.


"Papan? Ayah? " Tiga orang yang masih tak terkapar, menyerang balik Angga dan Elvan. Lesya ikut membantu walau kepalanya terasa pusing.


Dari sepuluh lawan satu, kini menjadi tiga lawan tiga. Dengan jumlah yang pas, dan ilmu bela diri yang cukup tinggi, mereka berhasil membuat ketiga lelaki kekar tersebut terkapar tak berdaya.


"Mat* gek lo anj! " gerutu Lesya menginjak-injak jari satu orang tersebut. Angga merenggangkan ototnya, "Kamu gak papa kan Sya? "


Lesya menoleh dan tersadar. "Enggak Yah " jawabnya. Angga melirik putranya yang membersihkan tangannya. "Kamu Van? "


Elvan hanya menggeleng sebagai jawaban. Angga menghela nafas lega. "Ya sudah ayok kita pulang! "


Lesya menunjuk ke arah motornya, "Motor Lesya gimana Yah? " Angga berpikir sejenak dan memiliki ide mendekati Elvan dan Lesya.


"Kalo gitu, ayah pulang naik mobil aja bareng bunda! Kalian berdua naik motor gimana? " Lesya tercengang melotot.


Lebih baik dirinya tak bertanya mengenai motornya. Biar saja dibawa oleh satu anak buahnya nanti. Namun, mau bagaimana lagi? Pikir Lesya.


"Iya deh.. " lirih Lesya sebagai jawaban. Angga menepuk-nepuk pundak Elvan. "Dijagain baik-baik! "


Elvan memutar bola matanya malas dan mengangguk. Angga pergi ke mobilnya dan menyalakan mesin mobilnya.


"Pamit ya Sya! " Lesya mengangguk sebagai jawaban dari pamitan Mayang. "Iya bun! " Mereka menatap kepergian Mayang dan Angga yang sudah tak terlihat di pandangan mereka.


Lesya mendengus malas menatap Elvan yang sudah berlalu ke arah motornya. Lesya melihat ke arah mereka yang sudah terkapar. "Sial*n! "


Lesya berjalan dengan santai menuju arah motornya. Namun, salah satu dari sepuluh mereka, kembali bangkit dan melemparkan pisau ke arah Lesya hingga tertusuk di perutnya.


"Shhhsst! " Lesya meringis kecil merasakannya. Elvan yang melihat, menghampiri Lesya. Dia langsung mencabut pisau yang tertancap di perut Lesya. "Argh! " ringisnya.


Lesya memegang lengan kekar Elvan sebagai penopang. Elvan melemparkan kembali pisau tersebut ke arah pelaku dan pelaku kembali tak sadarkan diri.

__ADS_1


Elvan yang melihat Lesya meringis kesakitan seraya memegang perutnya dengan cepat melepas jas yang dia gunakan saat bertemu clain sang ayah tadi.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2