Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
210: Hubungan batin!


__ADS_3

Sementara di mansion milik ketiga gadis remaja, terdapat satu gadis yang menangis dan ditenangi oleh temannya yang lain. Itu Letha dan Amel! Memang Amel tak sekolah untuk menemani Letha yang tiba-tiba menghampiri mereka.


"Me-mereka jahat Mel, hikss!! " Tak dapat dipungkiri, jika Amel tak tega melihat temannya begini. Letha tak ingin diam sedari tadi karena masih takut dengan kejadian yang menimpanya saat pagi hari.


Mansion tersebut mereka beli agar mereka dapat leluasa menikmati waktu bertiga mereka. Letha masih teringat dengan kejadian tadi pagi dimana satu paket berada di kediaman Fyo yang menggemparkan satu rumah itu.


Bahkan Gilang, tak dipungkiri jika dia lumayan gencar dengan adanya paket tersebut. Bahkan, nama Lesya tercantum di paket tersebut. Lebih parahnya lagi, beberapa ART yang ada, diharuskan kembali ke rumah mereka masing-masing.


—Flashback on—


Pagi yang cerah, dimana aktivitas seorang gadis bernama Zelara Aleetha Michelle Fyo akan dimulai. Dengan tampilan sangat feminim nya dan wajah yang dioleskan beberapa alat make up. Cantik!


Melangkah menuju ruang makan yang sudah ditempati oleh Mila dan Gilang, Letha dengan polosnya dan wajah yang dilekati senyum manis duduk di satu kursi miliknya yang ada. "Mami, kak Ra kenapa jarang pulang sih? " tanya Letha.


Mila yang menatap tajam ke arah Gilang yang tersenyum remeh padanya, menoleh dan bingung hendak menjawab apa. Pasalnya, dari pihak keluarga, hanya dia saja yang tahu status Lesya saat ini.


"Em, mungkin kakak kamu sibuk! " pelan Mila. Dirinya masih duduk di atas kursi roda. Dan selama ini, dirinya sendirilah yang mengurus dirinya. Dalam artian, jika sakit ngurus diri sendiri tanpa orang lain!


Letha mendengus malas. "Udah lah! Ar mau sekolah! " jawabnya namun terhenti dengan suara Gilang. "Mau diantar Ar? " tanya Gilang. Sontak Mila menatap tajam lelaki di hadapannya itu.


Letha mengangguk polos menyetujui pertanyaan Gilang. Sudah lama dia tak diantar oleh Gilang semenjak Lesya yang mulai melarangnya. "Mau pah, ayo! "


Di saat Gilang menggenggam tangan Letha, mereka sama-sama menoleh ke asal suara. "Maaf non, tuan, nyonya! " sopan bi Ana yang datang memanggil ketiga manusia di ruang makan itu.


"Kenapa bi? " tanya Letha sedikit acuh. Dia kesal jika ada orang yang menghalangi dirinya berbahagia menikmati kehangatan keluarga. Bi Ana yang mendengar nada bicara Letha menghela nafasnya. Ini sudah bukan yang pertama kalinya begini!

__ADS_1


"Begini, di depan ada paket lumayan besar dari non Lyra untuk kelian! Dan, apa ingin dibuka sekarang? " tanya bi Ana hati-hati. Kening mereka berkerut. "Paket? " ulang Mila diangguki oleh bi Ana.


Letha mengurungkan niatnya untuk berangkat ke sekolah. Dia menggandeng tangan Gilang yang dianggap pengganti Arga berjalan menuju ruang depan karena rasa penasarannya. Sementara Mila menghela nafasnya lagi karena melihat Letha yang lagi-lagi meninggalkannya.


"Bawa saya! " perintah Mila. Bi Ana mengangguk dan mendorong kursi roda yang diduduki oleh Mila, majikannya.


Sesampainya di halaman rumah, mereka melotot karena paket berukuran lumayan besar, kira-kira sebesar kotak rak sepatu. "Apa nih? Tumben? " molog Letha. Gilang mengernyitkan alisnya merasa aneh dengan keberadaan box tersebut.


"Tolong bantu buka! " ucap Gilang. Satu satpam, satu sopir, dua tukang kebun membuka kotak tersebut dibantu oleh Gilang. Dan anehnya, mereka hanya menemukan dua kotak di dalam box itu.


Satu box yang berukuran kecil dan satu box yang berukuran seperti box sepatu. "Apa isinya? " tanya Mila yang baru tiba diikuti bi Ana di sampingnya.


"Itu mih! Isinya malah kotak lagi! " jawab Letha menunjuk ke arah dua kotak berbeda ukuran itu. Mila mengernyitkan alisnya heran. "Apa ya isinya? " gumam Mila bingung.


Setelah satu paket berukuran kecil dibuka, rupanya berisi botol kaca yang terisi kertas yang digulung rapi di dalam botol tersebut. "Heuh? Aneh? " gumam Letha.


Memang Galang dan Gilang adalah satu darah. Dalam artian mereka kakak beradik dengan kakak yaitu Galang dan adiknya adalah Gilang. Kembar? Yah, itu mereka!


Galang dan Gilang adalah anak kembar yang kehilangan adik hanya karena kecerobohan mereka meninggalkan adik mereka. Dan hal itu membuat orangtua mereka marah besar kepada mereka hingga mereka selalu diacuhkan.


Umur mereka dengan adiknya berbeda tiga tahun, mungkin. Dan mereka bertekad menebus kesalahannya pada adiknya karena telah meninggalkan di satu taman besar waktu lampau.


Deg!


Rasa sesak dan rasa bersalah yang teramat besar mulai mendatangi Gilang di saat melihat foto itu. Dan dibawah tulisan itu, tersirat tiga kata di sana. ‘Aku mengetahui keberadaannya! ’

__ADS_1


Rasa terkejut, bahagia, kecewa, bersalah bercampur satu. Dia masih memiliki hati walau sikapnya arogan dan sombong seperti itu. Dan di saat dia membuka box yang berukuran kotak sepatu, dirinya berjingkat ke belakang melihat isi dalamnya yaitu bom dengan banyak simbahan darah di sana ditambah ular yang keluar dan berjalan ke arah mereka.


Kaget! Tak menyangka jika isi kotak tersebut lebih dari nalar yang mereka duga. Sontak mereka menjauh dari kotak itu. Tanpa basa-basi Letha berlari ke arah luar gerbang karena ular tersebut mengarah kepadanya.


Setelah lari, dia memanggil taxi yang kebetulan lewat dan kabur dari sana. Dia memegang jantungnya yang hampir terlepas dan sementara Gilang berusaha menangkap ular itu. "Buang bom itu! "


Sontak kedua bodyguard pilihan Gilang membuang jauh bom tersebut dan dengan mudah Gilang menangkap lalu membakar ular itu. Sementara Mila dibawa ke rumah sakit oleh bi Ana dibantu oleh mang Mamat, suaminya. Kambuh lagi!


Gilang mengepalkan tangannya kuat. Sebelumnya dia dapat melihat jelas alamat keberadaan Lesya di pinggir bom itu. RS LC. lyzya! Dia tak menyangka akan begini! Dia juga memanggil abangnya, Galang untuk menemaninya.


—Flashback off—


Letha yang tak menyangka akhirnya tertidur pulas dan hal itu bertepatan di saat Nayla sudah kembali. "Mel? Gimana Letha? " tanya Nayla.


"Syuuttt! Jangan berisik! Dia lagi tidur! Susah gw nenangin nya" jawab Amel. Nayla mengangguk dan menutup mulutnya rapat-rapat.


"Maaf," cicit Nayla. Amel mengangguk dan bertanya kepada Nayla dengan nadanya yang pelan. "Gimana? Ketemu Lesya-nya gak? " tanyanya sedikit berbisik.


Nayla menggeleng. "Gak ketemu! Dia gak masuk! " bisik Nayla. Amel mengangguk paham saja menanggapinya.


____________


Sementara di RS LC. lyzya, Lesya yang entah mengapa kondisinya turun segera kembali masuk ruang operasi. Sepertinya Lesya tahu ini karena apa, Mila! Masih ingat jika Lesya memiliki hubungan batin dengan Mila?


Darah terus keluar dari mulutnya ditambah dengan kondisinya yang malah menurun. Luna, Mayang, dan Henny duduk menatap pintu operasi yang tertutup.

__ADS_1


"Ini kenapa mendadak Lesya begini? Bukannya udah normal? " tanya Henny tiba-tiba. Luna mengusap satu matanya yang mulai berkaca-kaca. "Hubungan batin! Lesya dan tante Mila punya hubungan batin! Kalau tante Mila sakit, echa bisa rasain itu! " cicit Luna.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2