Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
255: Aneh!


__ADS_3

Lesya yang sudah tiba di kediaman Grey segera masuk ke dalam rumah dan melangkah menuju kamarnya. Sejauh ini, Letha masih belum tahu mengenai statusnya. Dia merasa aman setelah kepergian Elvan yang tak mengundang curiga bagi Letha.


Setelah masuk ke dalam kamar, dia melihat Letha yang asik berkomunikasi melalui ponselnya dengan kedua temannya. Jangan tanyakan lagi, Letha sudah pasti melakukan videocall lagi.


Melalui Letha yang hanya meliriknya sekilas, Lesya melemparkan tas ranselnya ke ranjang dan melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


📽 Amel: Tha, itu Lesya?


📽 Letha: Iya, udah bagenin! Lanjut aja kita ngobrolnya.


📽 Nayla: Tau tuh! Oh iya kalian enak banget sih!


📽 Amel: Hah? Enak kenapa Nay?


📽 Nayla: Amel udah punya Frans, Letha masih stay sama Elvan, lah gw?


📽 Letha: Ahaha, mungkin jodoh lo ngumpet Nay!


📽 Amel: Lo minta berapa pacar lagi Nay? Bukannya yang kemarin baru putus ya?


📽 Nayla: Emang sih, tapi gw pengen minta salah satu dari most wanted sekolah kita!


📽 Letha: Valen atau Ken?


📽 Amel: Kurang woe, tambah babang Farel!


📽 Nayla: Kalau Farel kan 11/12 sama Elvan, kalau Valen cerewet banget orangnya kek mak-mak rempong! Yang ada nanti gw diceramahin sama dia! Kalau Ken. . . Akh, dia playboy!


📽 Amel: Cocok tuh playboy sama playgirl!


📽 Letha: Nah bener tuh Nay kata Amel! Mending lo milih Ken aja noh! Kapan lagi coba lo buat playboy sekolah kita nurut sama lo?


📽 Nayla: Bener juga sih, akh tapi gw gak mau deh! Nanti gw diselingkuhin, kan gak lucu seorang playgirl diselingkuhin!

__ADS_1


📽 Letha: Yah, batu lo! Kalau pun diselingkuhin, lo buat dia kejar-kejar lo!


📽 Nayla: Oke deh, udah ya nyokap gw manggil!


📽 Amel: Gw juga Tha, mau hubungin pacar gw ya!


📽 Letha: Pacar mulu lo!


📽 Amel: Ahaha.. Santuy Tha, besok juga kita ketemu!


Tuttt! Ceklek!


Lesya yang tak lama-lama membersihkan dirinya, keluar dengan pakaian piyama lengkap bewarna biru tua dengan bintang-bintang bertaburan di sana. Bertepatan dengan Letha yang menutup ponselnya, Lesya dapat mendengar gumaman sang adik yang menyangkut pautkan masalah Elvan. Elvan mulu!


"Kapan ya gw bisa kayak Amel? Pacaran sama orang yang dia idam-idamin! Hahh, Elvan-Elvan... Walau lo cuek sama gw sekarang, lo pasti akan mulai tunduk sama gw nantinya! Tunggu saat itu tiba sayang! " gumam Letha tersenyum kecil. "Kapan ya lo pulang? " gumamnya lagi.


Lesya hanya diam saja tanpa menanggapi. Dia meletakkan tas ranselnya di tempatnya dan melempar dirinya di atas ranjang. "Hadehh udah malem masih aja mimpi! " gumam Lesya kecil seolah membalas perkataan Letha namun tak terdengar sama sekali oleh Letha sendiri.


Tok.. Tok.. Tok..


Mereka berjalan ke arah ruang makan dan duduk di tempatnya masing-masing. Namun di saat Lesya diam-diam mencicipi sedikit satu kentang goreng yang ada sebagai penutup mereka nanti, Lesya yang melihat Elena bergandengan dengan Alam tersedak dari makannya. "Uhuk! Uhuk! A-air! Uhuk! "


Dengan cepat Angga yang berada bersebrangan dengan Lesya mengambilkan minum untuk Lesya. "Kamu sih Sya, diam-diam makan kentang! Kamu kira ayah gak tau tadi? " ucap Angga geleng-geleng kepala.


Lesya yang menerima hanya meneguk dan menghela nafasnya panjang. "Haahh, lega! Maap Yah, Lesya kan nyicip dikit doang kok! " kata Lesya menyengir.


"Ahaha.. Karma is the real! " ledek Alam. Lesya menatap tajam Alam. "Ya siapa suruh lo asal nongol bang?! Eh bentar, lo udah balik dari Amrik? " tanya Lesya dengan matanya yang memicing.


Alam yang ditatap oleh Lesya memutar bola matanya malas dan duduk di kursinya diikuti oleh Elena. "Matanya kondisiin dek! Emang bener ini gw baru pulang! Kalau Elvan, gw gak tau dimana dia! " ucap Alam memberi penjelasan.


"Emang Elvan ikut bareng kamu? " tanya Letha menatap Alam bertanya. Alam hanya mengangguk saja menjawabnya. Kata-katanya terlalu formal untuknya!


"Panggilnya jangan kamu! Biasa aja kali, bang gitu! Aku–Kamu itu panggilan gw sama Alam! " malas Elena. Alam mengelus punggung Elena. "Sabar yang, jangan marah-marah! "

__ADS_1


"Ya habisnya sih?! " kesal Elena mencebik. Memang Elena tak menyukai kata-kata lontaran Letha. Ralat, sebenarnya biasa saja namun dia sedikit gedeg dengan tingkah Letha saja.


Letha yang menonton hanya menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. "Maaf, Letha gak tau soalnya! " ucapnya. Angga hanya geleng kepala. "Udah Len, biarin lah! Kamu juga posesif banget! " kata Angga.


Lesya tertawa kecil mendengarnya. "Nyampe ke sini dapet reward ya bang? Nyampe kak Elen posesif gitu! " tawa Lesya jail. Alam mendelik melotot. "Heh, enak aja ngomongnya! Gw gak gitu ya! "


"Amoso? "


"Iyaa echaaaa... "


Elena menggeleng cepat. "Iya bilangnya gak gitu nanti gak tau dah! " Lesya tertawa puas mendengar sahutan Elena. Sementara Alam sudah pasrah mengusap wajahnya. "Ya Tuhan, kuatkan hambamu ini! " gumam Alam berdramatis.


Lesya dan Elena tertawa puas mengerjai Alam. "Just kidding bang! " kata Lesya mengangkat kedua jarinya berbentuk huruf 'V' kepada Alam.


Mayang yang baru saja duduk di tempat duduknya, menengahi obrolan itu. "Udah-udah! Sekarang kita makan dulu! Masalah Elvan, dia nginep di apartnya hari ini dan pulangnya besok! " jelas Mayang karena memang dia mendapat pesan dari Elvan jika lelaki itu berada di apartemennya sendiri untuk malam ini.


Letha mengangguk paham mendengarnya. Lalu mereka perlahan mulai melaksanakan acara makan malam bersama. Setelah selesai, Lesya yang hendak pergi terhenti sejenak karena panggilan dari Mayang. "Sya, sini deh! "


Lesya menghampiri Mayang dan duduk dekat di sebelah Mayang. Sementara yang lainnya? Mereka sudah naik terlebih dahulu naik ke atas dan masuk ke dalam kamar mereka masing-masing. "Kenapa bun? " tanya Lesya.


"Kamu susul Elvan gih ke apartemennya sekarang! " kata Mayang. Lesya mengernyitkan alisnya bingung. "Buat apa bun? " tanyanya. Mayang menggeleng tak tahu. "Kalau itu bunda gak tau Sya! Soalnya bunda cuman bilang pesan Elvan aja tadi! " kata Mayang.


Lesya hanya mengangguk paham mendengarnya. "Yaudah deh bun! Nanti Lesya ke sini lagi ya! " ucap Lesya. Kini berbalik kepada Mayang yang bingung perkataan Lesya. "Kenapa ke sini lagi? Udah malem gini loh! " ujar Mayang.


"Bukan gitu maksudnya bundaa.. Lesya bilang nanti ke sini itu waktu besoknya! " jawab Lesya. Mayang mengangguk paham mendengarnya dan menyerahkan kunci motor kepada Lesya. "Nih kuncinya! Ini sengaja bunda ambil biar Letha gak curiga sama kamu! " kata Mayang.


Lesya mengangguk kecil saja dan mengambil kunci motornya. "Kalau gitu Lesya pamit ya bun, " pamit Lesya menyalimi punggung tangan Mayang.


"Hati-hati ya Sya! " pesan Mayang diangguki oleh Lesya. Mayang hanya menatap kepergian Lesya dan geleng-geleng kepala. "Hadeeehh, Elvan kalau mau buat apa-apa gini bener! Kan jadi jantungan bunda jawabnya! Untung aja Lesya gak curiga! " gumam Mayang lalu melenggang pergi menuju kamarnya.


Tanpa mereka sadari, Letha yang berada di tangga hendak mengambil ponselnya di ruang tamu melihat interaksi antara Mayang dan Lesya. Dia hanya dapat melihat saja namun tak dapat mendengar percakapan mereka.


* Loh? Kok kakak pergi ya? Udah malem padahal loh! Terus, itu kenapa tante May bolehin? Giliran gw izin keluar gak dibolehin! Apalagi malam gini! Kayaknya ada yang aneh deh! Ikutin gak ya? Tapi nanti tante Mayang nanyain! Biarin deh, kayaknya kakak mau ke club! Bod* lah! * batin Letha.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2