
Matahari sepenuhnya sudah tenggelam saat ini. Jarum jam yang terus bergerak memutari rotasi sesuai kinerjanya. Hingga tanpa disadari, bukan sudah terlihat jelas dengan cahayanya yang sinar.
Di sebuah mobil sport hitam, hanya tercipta keheningan saja. Lelaki yang sibuk mengemudi dan perempuan yang sudah tertidur karena lelah. Mereka kini sudah tiba di rumah mewah bercat putih dengan dominan hitam dan merah.
Mengangkat Lesya yang tertidur lelap di bawah alam sadarnya ala bridal style, Elvan berjalan memasuki rumahnya. Hal yang pertama kali dia temui adalah sang bunda dan ayah yang duduk di sofa menunggunya. Ah, lebih tepatnya ada sang kakak dan abang iparnya.
"Loh, Lesya kenapa Vano? Kalian juga kenapa baru balik? Udah malem, terus balik pake baju seragam yang sekotor ini lagi! Emang sekolah ngadain main pasir apa?! " cemas Mayang lalu berjalan menghampiri anak dan mantu kecilnya.
"Lesya tidur bun, " jawab Elvan.
Mayang mengangguk paham saja dan menyuruh Elvan agar membawa Lesya ke kamar. Tak lupa juga Mayang menyuruh Elvan agar turun dan makan bersama. Tentunya dari cerita Elena yang menunjukkan story instagram Letha yang belum dihapus, itu sebabnya Mayang dan Angga menunggu kedatangan kedua pasutri itu agar meminta penjelasan.
...___...
Suasana ruang makan tampak hening. Baik Mayang, Angga dan Elvan masih belum angkat bicara. Sementara Alam dan Elena hanya menyimak saja tanpa angkat suara. Di sana hanya terdengar dentingan sendok dan garpu saja yang beradu.
"Gimana sekolahnya hari ini? Ada yang rusuh? " tanya Angga membuka suara setelah beberapa menit terdiam. Elvan tak menjawab. Lelaki remaja itu mengunyah makanannya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan sang ayah.
"Not fine! " jawabnya.
"Bunda denger Letha bikin ulah di sosmednya? Trus Lesya gimana? " tanya Mayang angkat suara. Seorang ibu dari dua anak itu kini bersikap tegas.
Mayang hanya tak mau anak dan mantunya kekuarangan apapun karena cukup saat kecil saja Elena dan Elvan tak mendapatkan kasih sayang layaknya anak kecil. Why? Karena dia menempuh pendidikannya, kedua anaknya sedari kecil selalu dititipkan oleh para ART.
"Hampir hilang! "
Alis mereka di sana terangkat bingung. Kata-kata Elvan masih belum dapat dicerna oleh otak kecil maupun besar mereka. Keempatnya masih menunggu penjelasan Elvan yang masih sibuk melahap makanannya dengan tenang.
"Pertama, Lesya hampir dipukul pake kayu sama Letha. Kedua, rem Lesya blong untung masih bisa selamat." jelas Elvan secara singkat namun mampu membuat mereka semua yang hendak lanjut melahap makanan terkejut. Mereka juga menghentikan aktivitas tangan mereka yang hendak menyuapkan sendok nasi.
__ADS_1
"Dipukul?! Blong?! " kompak mereka.
Elvan hanya mengangguk saja. Tangannya masih menyendokkan makanan agar dapat dia lahap. Suasana kembali hening lagi hingga Angga kembali angkat suara. Dan kali ini bahkan ruang makan terlihat mencekam. Satu pekerja ART tak lewat karena perintah Angga yang tak memperbolehkan keluar dari kamar.
"Maksud kamu, pertama Lesya hampir dipukul sama Letha? Pake apa? "
"Dahan pohon tua! "
Staaakk!
"Kok bisa sih?! " emosi Elena tak terima adik iparnya disakiti. Elvan hanya melirik sekilas. Sang adik itu tak menjawab dan justru asik melahap makanannya. Berbeda dengan Alam yang tersenyum canggung dan mengelus punggung Elena.
"Udah hon, tenang! " bisik Alam.
"Gimana bisa tenang honey?! Lesya itu adik ipar aku dan dia juga adik angkat kamu, dia hampir dipukulin sama adiknya sendiri! Gak punya adab banget sih jadi adek?! Gak terima aku ya liat Lesya disakitin gitu, termasuk sama adiknya sendiri! " geram Elena tegas dengan tangannya yang mengepal kuat. Jiwa tegas Mayang mendarah padanya saat ini. Dan Angga sebagai ayahnya bangga akan itu.
"Kenapa? " heran Elena mulai melunak.
"Karena Lesya gak bakal biarin satu pun orang usik kembarannya. Luna aja hampir kena amuk sama Lesya karena ngusik Letha. Kata Lesya itu wajar 'karena Letha masih belum tau aja dia kenapa dan gimana makanya begitu sikapnya.' " jawab Alam menirukan gaya bicara Lesya.
"Ck, terserah lah! Lagi pula emang Lesya gak bisa tegas gitu sama adiknya sendiri?! Udah tau salah masih aja dimaafin! " gerutu Elena bergumam dengan sebal.
Author be like: Benar tidak gays?
"Bunda setuju! Walaupun Lesya dan Letha adik kakak, gak seharusnya Letha bersikap begini sama Lesya. Apalagi Lesya sekarang tuh--- "
Perkataan Mayang terpotong di saat dia sadar dengan ucapannya. Dia salah satu orang yang menepati janjinya. Tentu saja dia reflek terdiam saat dirinya hampir membocorkan permintaan Lesya pada yang lainnya. Tak tahu saja jika Elvan sudah mengetahui alur ucapannya.
"Bunda tau? " tanya Elvan curiga.
__ADS_1
"Kamu sendiri udah tau? " tanya Mayang balik. Wanita berumur itu tampak terkejut saat Elvan bertanya demikian padanya. Dalam benaknya Magang berpikir sejenak apa Lesya sudah memberitahu pada Elvan atau karena Elvan sendiri yang tahu karena mengingat Elvan adalah tipikal lelaki yang suka mencari informasi dan mendapatkan dengan mudah.
Elvan mengangguk pelan. Dia kecewa dengan bunda nya yang justru menutupi hal sebesar ini. Dia juga tak menyangka pada Lesya yang dia tebak meminta Mayang agar menutupi semua ini. Lalu selama ini dia ada untuk apa? Hanya pajangan saja begitu? Lalu alasan dia dijodohkan apakah tak masuk kategori? Dia juga mau Lesya terbuka dan menjawab dari banyaknya pertanyaan di dalam ataupun tak dalam benaknya.
Dia mau antara Lesya dan dia saling terbuka. Dan pada dasarnya, jika Lesya jujur, dia akan jauh lebih jujur. Namun sepertinya kejujuran jauh disimpan oleh seorang Lesya untuknya. Lalu bagaimana dengan dirinya di sini? Ah, atau memang dia tak dianggap begitu? Sakit memang mengakuinya namun percayalah Elvan berusaha keras menahan rasa sensitifnya.
"Lesya kenapa? " tanya Elena yang tak mengetahui alur pembicaraan sang adik dan bundanya. Begitu juga dengan Alam dan Angga namun mereka tetap diam.
"Bunda udah tau masalah ini kenapa gak bilang langsung sama Vano? Bunda gak percaya sama Vano? Masalah Lesya hamil sebesar ini bunda gak bilang sama Vano? Vano kecewa sama bunda! " ucap Elvan lalu membanting sendok garpu nya dan melangkah pergi dengan cepat dari sana.
"Hah?! Gimana maksudnya? "
Elena dengan polosnya bertanya namun sama sekali tak dijawab. Angga, lelaki itu menatap sang istri yang menunduk dan beralih menatap punggung tubuh putranya yang mulai menghilang. Untuk kali ini dia tak dapat marah ataupun menegur Elvan karena dia sendiri tak tahu apa penyebabnya. Bahkan hingga jiwa bad Elvan kembali keluar begitu saja. Dia dapat rasakan aura berontak Elvan itu.
Sementara di balik tembok yang letaknya tak jauh dari sana, seorang gadis terdiam sedari tadi. Jujur saja dia sudah terbangun saat Elvan sedang membersihkan dirinya.
Namun dia berpura-pura tidur dengan tenang saja karena tak ingin menatap wajah Elvan. Baju seragam yang kotor masih melekat padanya. Dan dia yang ingin turun ke ruang makan terhenti saat mendengar kata demi kata pembicaraan yang membahas mengenai dirinya.
Menyandarkan punggungnya di balik tembok, Lesya tanpa sadar meneteskan cairan bening dari pelupuk matanya. Gadis itu tak sadar betapa kuatnya keluarga Grey yang menahan kesal pada sang adik. Yah, memang benar.
* Mami benar, gw pembawa di sini cuman jadi pembawa si*al! Harusnya gw denger kata daddy buat gak ngerepotin keluarga ini. Masih untung gw tinggal di sini, kalau enggak? Kemana lagi tempat gw ngadu selain bunda sama Elvan? Kemana lagi tempat gw bisa canda tawa dengan saudara gw sendiri kayak bang Alam sama kak Elen? Gw harus sadar diri di sini! * batin Lesya dengan senyum getirnya.
* Apa gw kabulin aja ya permintaan kak Elen barusan? Tapi susah buat gw untuk sekedar bersikap tegas sana Lara! Hufftt okey, mulai besok gw harus mencoba tegas sama Lara walau masih canggung. Iya gitu kan ya? Semoga jiwa Queen Ellion yang terhormat besok muncul di dalam diri gw! * batin Lesya melanjutkan dan berusaha untuk membulatkan tekad.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
>>><<<
Sebenarnya sikap Elvan kecewa di sini salah atau bener nih gays? Sorry ya masalahnya kebelit-belit karena dari awal rancangannya gini. Kalau diubah lagi, takutnya yang ada justru lebih rumit masalahnya nanti. Oke sekian semoga suka dan terus mendukung karya saya ya, thanks you gayss... 🌻
__ADS_1