Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
126: Balapan!


__ADS_3

Lesya mangut-mangut paham dan mengambil ponsel lamanya. "Trus ini gak guna lagi dong? Buang aja dah! " Lesya melempar ponsel lamanya ke dalam tong sampah kecil yang ada tak jauh dari sana.


Blablang! (Gak tau suaranya)


Berhasil masuk! Lesya menatap Elvan seolah membanggakan dirinya. Elvan memutar bola matanya malas saja melihatnya. "Oke sebagai bentuk terimakasih dari gw, yok foto bareng di hape baru gw! "


Lesya mengarahkan camera phone nya ke arah mereka berdua. Namun jengkel bagi Lesya yang justru Elvan mengalihkan pandangannya. "Lah? Masih untung lo foto bareng bidadari kek gw! Dan masih mending gw mau foto sama lo! " jengkel Lesya.


Elvan menatap malas Lesya. Setelah dibujuk dengan banyak rayuan oleh Lesya dan berakhir dengan Elvan tetap tak ingin wajahnya dipotret.


Bukan Lesya namanya jika tak mengunakan berbagai cara yang terlintas di benaknya. Dengan cepat Lesya memegang bahkan memencet kedua pipi Elvan hingga bibir Elvan maju ke depan.


Cekrek!


Lesya masih tetap memencet kedua pipi Elvan dan dirinya yang memajukan bibirnya imut memandang kamera. Berbeda dengan sorot mata Elvan yang malas menatap layar kamera ponsel Lesya.


Lesya melepaskan tangannya dari pipi Elvan dan menatap hasil foto mereka yang tampak imut. Ralat, menurutnya hanya dirinya saja yang imut di kamera. "Nah gini gek dari tadi! Liat noh imut kan gw? "


Elvan berdehem malas saja mendengarnya. "Udah jam 7 noh! " ucap Elvan melirik jam tangannya. Lesya melihat jam dinding yang memang benar menunjukkan pukul 7.25 di sana.


Mendadak perasaan Lesya bercampur aduk. Entah kenapa dirinya menatap ke arah jendela kamar dan menggenggam tangan Elvan yang berada di sampingnya. "Kenapa? " tanya Elvan.


Lesya melirik Elvan dengan raut wajah yang tak dapat diartikan. "Gw gak tau! Tiba-tiba aja perasaan gw gak enak! " Elvan mengerutkan keningnya bingung. "Sama siapa? "


"Mami! Gw harus temuin mami! " Lesya beranjak setelah menggumamkan nama Mila. Dia berlari mengambil ponsel dan kunci motornya saja.


Elvan yang tak paham dan hendak mengejar Lesya yang tergesa-gesa hingga mampu keluar dengan hitungan puluhan detik keluar perkarangan kediaman Grey.

__ADS_1


Elvan yang hendak mengejar harus terhenti mendengar suara Mayang yang memanggilnya. "Elvan! " Elvan menoleh dengan kedua orangtuanya dan Lisa yang asik menonton di ruang tamu.


"Lesya mau kemana? Buru-buru amat? " Elvan menggeleng tak tahu. Angga yang mengerti posisi putranya saat ini, segera menyuruh agar mengikuti Lesya. "Ikutin sana! "


Elvan dengan sigap mengambil kunci motor di sakunya dan pergi dengan kecepatan normal. Di tengah jalan yang lumayan padat, dia tak sengaja menemukan Lesya yang menerobos satu per satu kendaraan yang ada.


Beruntung jalan perlahan kembali lancar, Lesya mengendarai motornya dengan kecepatan di atas rata-rata. Elvan yang melihat mulai mengikuti jejak Lesya tanpa di sadari oleh Lesya sendiri.


Kembali kepada Lesya yang menelepon anak buahnya seraya mengemudikan motor sport nya di atas rata-rata. Kegelisahan yang besar membuat Lesya tak tenang sendirinya. "Duh kok gak diangkat sih?! "


Lesya mengemudi menuju kediaman Fyo, rumah yang sudah lama dia tak huni. Lesya membuka knop motor dan mendapati Gilang yang bersantai menikmati kopinya. "Oh, hello anak tiri ku! "


Lesya tak mempedulikan keberadaan Gilang. Dapat dia lihat suasana rumah yang sangatlah sepi. Bi Ana yang bekerja tak berada di sana. "MAMIII! MAMI DIMANA MI?! "


Lesya berlari menuju kamar per kamar yang ada. Nihil! Tak ada satupun Mila di rumah itu. "MAMII.. " Gilang terkekeh sinis mendengarnya. "Percuma dia gak ada di rumah! "


Lesya menatap tajam Gilang di saat dirinya tiba di ruang tamu. Dengan cepat dia menarik kerah Gilang kasar. "Mana mami?! ' Gilang berpura takut mendengarnya lalu terkekeh kecil. " Dia.. Diculik! " santai Gilang.


"Si*l! Gw lupa laptop gw di ruangan tadi! " Lesya menyetir di atas kecepatan rata-rata. Dia memutuskan untuk pergi ke arena balap saja karena waktu sudah menandakan pukul 9 malam.


Luna yang tak sengaja berada di belakang Lesya menyusul Lesya ke sampingnya. Dia membuka kaca helmnya dan memanggil Lesya. "SYAA.. Bareng! " Lesya mengangguk dan mengancungkan satu jempolnya.


Bruumm...


Lesya dan Luna saling berbalapan mengemudi siapa yang paling cepat tiba di arena. Sekejap Lesya dapat merilekskan pikirannya namun tidak dengan lubuk hatinya yang akan mencari tahu dimana Mila melalui laptopnya di arena.


Luna dan Lesya berhenti dan seperti biasanya Lesya di sambut dengan baik oleh sebagian anak-anak LC yang hadir. Luna mendengus kesal di saat dirinya kembali kalah membalap Lesya.

__ADS_1


Ckkiiitt!


Lesya membuka full face helmnya dan memasang masker hitamnya begitu juga dengan Luna. Di sana sudah ada sebagian anggota LC dan TW, Lisa, Leon, Alam, Cakra, Elvan dkk.


Elvan memang sudah tiba terlebih dahulu bahkan membalap motor Lesya dan Luna saat mereka sibuk bersaing di jalan. Tak menyangka bukan?


Tak ada penonton selain anggota dari kedua belah pihak. Lesya turun dan mencari keberadaan satu anak buahnya yang dia tugaskan memantau Letha dan Mila.


Dengan rahang mengetat Lesya menghampiri orang tersebut dan menarik kerahnya. Sontak Luna yang melihat mengerti dengan kondisi Lesya yang seperti kecolongan sesuatu. "Dimana nyokap gw? "


"N-nyonya di ru-rumah Queen! " Lesya mendorong dengan kuat orang tersebut dan menatap tajam sekaligus datar. Sontak anggota LC terdiam dan menatap datar orang tersebut seperti tatapan Lesya. "Gak ada! GW UDAH CARI GAK ADA!! "


Tangan orang tersebut bergetar mendengar suara tegas Lesya yang terkesan dingin penuh penekanan. "Ma-maaf Queen! "


Lesya mengambil laptop yang selalu dibawa orang tersebut dan mengutak-atik dengan lincah. "Rumah sakit? Pindah? Shitt! Sinyal jelek! " gumam Lesya yang sudah mendapat sinyal namun tak bagus.


"Awasin mereka di jalan RS *****! " Orang yang tadi mengangguk dan membungkuk segera pergi menyusul keberadaan yang dimaksud Lesya.


Lesya menutup laptop dan menatap datar semua orang yang menjadikan dirinya pusat perhatian. "El! Nah perjanjiannya! " Lesya menandatangani perjanjian dari Luna yang berasal dari Lisa.


"Tapi lo serius? 1 M kalo lo kalah! ' Lesya memutar bola matanya malas. Dirinya sudah tak menjadi pusat perhatian kembali karena Leon menyuruh mereka agar mencari tempat duduk mereka. " Ngeremehin lo? "


Luna menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. "Ya kagak! Cumen lawan lo bukan Lisa! Kutulisa lawan gw dan lo lawan king TW! " Lesya mengangguk dan membulatkan matanya. "Serius? "


"Makanya gw nanya! " Lesya mengangguk paham saja. "Trus kalo serius gimana? Kayak waktu itu! " Remamber? Episode 11!


Luna memutar bola matanya malas. "Itu king TW juga Ellll.. " Lesya tercengang tak percaya. "Really? Kok gw gak nyadar ya? Terus kalo seri lagi gimana? "

__ADS_1


"Gw juga baru sadar dan kalo masalah serinya, gw gak tau! " Lesya menghela nafas mendengar jawaban Luna. Luna menyengir kecil saja. "Kalo lo sama Vano seri, lo gak usah bayar dah! "


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2