Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
406: Sedikit Tak Tega


__ADS_3

...⚠**Warning⚠...


...Mengandung banyak kata-kata kasar, harap bijak membaca!...


...Jangan lupa jejaknya setelah membaca**!...


...ENJOYED GAYSS......


...✎﹏﹏﹏﹏﹏...


Amel juga Nayla yang mendengar penjelasan Revan kini tak tahan menahan bendungan di pelupuk mata mereka. Keduanya masih tak menyangka jika Letha—teman dekat mereka yang sedang mereka cari karena menghilang ternyata berada di tempat yang minim penerangan. Tak peduli dengan mata tajam yang menatap, mereka berdua dengan kompak memeluk tubuh Letha yang tampak terlihat lebih kurus.


"LETHA?! "


Sang pemilik nama mendongkak dan memeluk kedua temannya itu. Karena tempat itu memiliki cahaya yang sedikit terang, kini dia dapat melihat siapa saja yang datang menemui dirinya di tempat itu. Melepaskan pelukan kedua temannya, dengan segera dia berlari cepat dan menjambak rambut panjang sang kakak kembarnya.


"LETHA?! " kaget mereka.


"BRENG*SEK PEMBAWA SI*AL LO LYRA?!! DASAR BI*TCH SI*ALAN, " amuk Letha tanpa mempedulikan banyaknya tatapan tajam yang mengarah padanya.


Elvan dengan segera mengkode Farel yang kebetulan di sampingnya agar membantu melerai mereka. Farel hanya mengangguk saja dan menarik dengan perlahan genggaman tangan Letha agar mau terlepas dari rambut Lesya.


"Tha, lepasin ya! Kakak lo baru operasi." kata Farel yang memang tahu-menahu tentang peristiwa dan kejadian di Prancis karena memang diceritakan oleh Valen saat kembali ke negara asal mereka itu.


Lesya yang sama sekali tak melawan kini akhirnya tanpa sadar mencengkram kuat tangan Letha yang masih menjambak rambutnya dengan kuat. Tentu saja karena merasa sakitan dengan cengkraman sang kembaran, Letha melepaskan tangannya dan perlahan mundur beberapa langkah ke belakang.


Farel dengan segera menahan tangan Letha sebelum kembali mencakar-cakar wajah Lesya. Lesya sendiri memegang kepalanya yang kini terasa berdenyut layaknya detak jantung. Untung saja kini Elvan menahan tubuhnya agar tak oleng.


Luna yang geram hendak membalas dengan pisau lipat yang dia bawa sebelumnya tadi. Namun hal itu segera ditahan oleh Valen yang berada di sampingnya. Kini Luna hanya mengamuk dengan tubuh yang dipeluk oleh Valen dari belakang. Ya, jaga-jaga saja karena Valen sendiri tahu, jika Luna terpancing emosi, maka dia akan maju dan membalas perbuatan sang lawannya.


"LETHANJ*NG?!! Berani lo buat luka perban dikepala Lesya lepas gw jambak balik lo nyampe botak mau hah?! " sentak Luna lantang dengan tatapan nyalangnya. Bahkan Luna tak peduli lagi dengan siapa Letha bagi Lesya.


"Sakit? "

__ADS_1


Pertanyaan Elvan itu hanya dibalas anggukan kepala dari Lesya walau pelan. Melihat raut wajah Lesya yang kesakitan, Elvan mengepalkan tangannya geram dan menyuruh salah satu dari mereka memanggil dokter di sana. Dengan segera Ken yang ikutan panic berlari mencari Andre yang saat ini kebetulan memiliki jadwal di markas mereka.


"Letha si*alan! " umpat Elvan.


"Duduk-duduk nih, ada kursi! "


Revan yang tanggap segera mendorong dua kursi dengan Frans. Dengan perlahan Lesya dituntun duduk dan hal itu bertepatan dengan Andre yang baru saja datang dengan tergesa-gesa. Tak lupa dengan kotak besar yang dia tenteng yang berisi beberapa alat yang digunakan saat pertolongan pertama.


"Kenapa lagi ya, Tuhan?! "


Andre dengan segera memeriksa bagian kepala Lesya yang masih dalam tahap pemulihan. Sementara yang lainnya hanya diam menunggu Andre selesai membalut luka Lesya kembali dengan perban yang dibawa sebelumnya.


Ken yang melihat Letha yang hampir lepas dari Farel, dengan segera membantu menahan tubuh Letha agar tak mengganggu pengobatan dadakan Lesya. Amel dan Nayla saja hanya diam karena melihat ke agresif an temannya kepada Lesya. Sungguh, mereka tak menyangka jika Letha akan sekasar itu.


"Udah, jangan ditarik-tarik dulu rambut lo biar gak lepas lagi! Untung gak pecah lagi lukanya." kata Andre seraya membereskan peralatan medisnya.


Lesya yang mendengar hanya mengangguk pelan saja dan meringis memegang belakang kepalanya. Setelah berpamitan pada mereka, Andre bergegas pergi karena ada anggota markas itu yang harus dia tangani.


"Heh, pura-pura sakit kan lo?! Kena jambak gitu doang sakitan, cemen! " ledek Letha memutar bola matanya malas seolah malas dengan drama yang dimainkan sang kembaran.


"Lepasin! Gw belom hajar pembunuh itu, si*alan! " umpat Letha. Farel dan Ken semakin menguatkan tenaga mereka di saat Letha hendak kembali melangkah.


"Letha, gw tau gw pembawa si*al. Itu julukan dari uncle juga aunty, tapi kalau lo sebut itu di hadapan gw, sama aja lo sebut lo si*al. Lo lupa, kita kembar? "


Letha terdiam mendengar ucapan yang terlontar dari mulut kembarannya. Walau berbicara dengan nada rendah tanpa ekspresi, hal itu cukup membuat Letha terdiam dan kembali geram dibuatnya.


"Diem lo ya anj*ng! Enak banget lo dateng-dateng setelah nampar dan hancurin hidup gw, DI MANA HATI LO BANGS*T?!! Perset*n sama alasan lo yang asal nyamain gw sama lo, dasar bi*tch! " umpat Letha berusaha lepas dari dua lelaki yang menahannya.


"Hancurin hidup lo? Jawab gw, emang apa perlakuan gw yang kurang menurut lo hah?! Lo hancur karena lo sendiri, bukan karena gw karena yang bangun hidup lo, lo sendiri bukan gw! " tegas Lesya dengan nada jengkelnya dengan umpatan yang terlontar dari mulut Letha.


"Lo-- Gara-gara lo gw kotor! Gara-gara lo dijodohin mami sama Elvan, kesucian yang gw jaga diambil Vion! Gara-gara lo juga, gw dikurung hampir 2 minggu di sini! Benar sih, selama ini lo pembawa si*al keluarga! " amuk Letha geram dengan matanya yang memerah.


"Siapa suruh lo setuju sama tawaran Vion? Siapa suruh hati lo bu-ta akan rasa suka? Siapa suruh lo celakain gw? Semua balasan dari kelakuan lo Tha. Mungkin karena gw terlalu lindungin lo dari jarak jauh, pemikiran lo salah. Percuma lo dilepasin tapi gak jera,"

__ADS_1


Lesya mendongkak menatap lekat manik Letha yang menahan geramnya. "Mungkin, lo tetap di sini sampai lo sadar sama kata-kata dari mami! " lanjut Lesya membuat Letha terdiam dan mengepalkan tangannya kuat.


"JANGAN BAWA-BAWA MAMI! "


"Yang lain keluar! " datar Lesya. Semua berpandangan saling melemparkan pertanyaan. Mereka tahu jika pembicaraan bersifat pribadi namun jika Letha melakukan sesuatu diluar nalar bagaimana? Di depan mereka saja Letha berani apalagi mereka tak ada. Mungkin kedua kembaran itu adu senjata.


"Gak bisa, nanti lo--- "


"Gw gak selemah itu ya Al,"


Luna yang mendengar selaan Lesya hanya terdiam saja dan berjalan keluar dari sana. Sebelumnya dia menatap kesal ke arah Letha yang menampilkan senyum mengejek padanya. Diikuti yang lainnya juga ikut keluar, sebelumnya Farel juga Ken memborgol satu tangan Letha dengan tiang di sana walau sang empu terus memberontak kuat.


"Lo juga keluar Pan, gw mau ngomong penting sama Letha! " kata Lesya tanpa mendongkak menatap Elvan. Sang pemilik nama hanya menggeleng pelan saja seolah menolak diusir oleh Lesya.


"Nope, gw tetap di sini! Markas punya gw, CCTV juga gw pasang, peredam suara juga sadap suara udah gw pasang. Mau ngomong langsung atau enggak, gw tetap dengar kok! " ujar Elvan enteng lalu mendudukan dirinya di sebelah kursi yang ada di samping Lesya.


Menghela nafas, Lesya hanya dapat pasrah saja dengan sikap Elvan yang saat ini dalam mode keras kepala. Kembali mendongkak, Lesya menggertakkan rahangnya kuat mengingat bagaimana mau-nya Letha diajak oleh Vion melakukan hal yang tak seharusnya. Bahkan, masih sempat nya Letha menuduh semua peristiwa itu terjadi karena dirinya? W-wow!


Letha yang tak dapat diam di saat Elvan justru memeluk pinggang Lesya dengan wajahnya yang disembunyikan di ceruk leher kakak kembarnya. Panas? Tentu saja. Dengan terang-terangan Elvan seolah mengejek dirinya yang hanya dapat melihat tanpa dapat lepas kabur untuk memisahkan mereka.


"LESYANJ*NG?! " umpat Letha.


"Oh? Anj*ng? Bukannya kita kembar? Kalau gitu lo juga anj*ng Aleetha." santai Lesya tanpa sama sekali bergerak dari tempatnya. Bahkan Lesya sama sekali tak memberontak saat Elvan memeluknya dan mengencup pelipisnya.


"*******! " geram Letha.


"Mau bebas? Gampang kok caranya. Lo cuman diam, jauhin Elvan, jangan usik ketenangan gw! Selama ini karena gw terlalu utamain lo tanpa liat lo salah atau enggak, ternyata itu yang buat lo merasa benar tanpa cela." kata Lesya.


"Lo udah rencanain tentang penculikan gw sama Vion. Gw juga tau, lo nyuruh Vion bunuh gw karena alasan mau rebut Elvan dari gw. Sorry Tha, gw bukan mau pertahanin Elvan tapi gw mau pertahanin harga diri gw yang hampir down karena lo. Lo juga nyuruh Vion buat ngelakuin hal yang seharusnya gak dilakuin kan? Jangan kira gw gak tau karena sebelumnya Leon yang kasih tau ke gw tentang rencana busuk lo di LEZXRBAR! "


Letha terdiam dan mengepalkan tangannya kuat. Ingat dengan episode sebelumnya? (Episode 347) Orang yang menyetujui perjanjian itu adalah Letha. Dan lawan bicaranya itu adalah mendiang Vion sendiri. Melihat raut wajah Letha yang terlihat ketakutan, membuat Lesya sedikit tak tega.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


>>><<<


Hari ini author mau update 2 bab. Mumpung hari libur, tapi jangan lupa like, comment, gif, and vote nya gayss🥰


__ADS_2