Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
8: Bersihin toilet


__ADS_3

Keesokkan paginya, Lesya terbangun tepat jam 07 pagi. Dengan cepat, dia pergi ke kamar mandi yang ada di ruang tersebut. Tak lupa membawa baju dan handuknya yang sudah dibawa oleh bi Ana kemarin.


Dengan gerakan lincah nya, Lesya sanggup menyelesaikan aktivitas mandinya dengan waktu hanya 05 menit saja.


Seperti di episode sebelumnya, Lesya menggunakan celana panjang khusus lelaki dan baju seragam lengan panjang perempuan yang tak dimasukkan. Dengan sepatunya yang berwarna kuning kemaren. Dan tak lupa dasi yang tak terpasang di lehernya. Ditambah rambutnya yang dibiarkan tergerai asal-asalan.


Perfect!


Lesya keluar dari kamar mandi dan menghampiri sang mami yang sudah terbangun karena merasa genggaman sang anak sudah lepas.


"Morning mi... Aku berangkat ya, nanti ada bi Ana yang dateng nemanin mami atau temen mami aja yang ke sini? "


"Kemaren kata temen mami, dia mau ke sini. Soalnya kami mau bicarain sesuatu yang penting"


"Yaudah klo gitu Lesya pamit ya mi, babay" Lesya mencium punggung tangan sang mami sebelum berangkat.


"Hati-hati" pesan Mila sebelum Lesya menghilang dari pandangannya. Lesya membalas pesan Mila dengan mengangguk kan kepalanya.


...~o0o~...


Setibanya di sekolah, seperti biasa Lesya ditunggu oleh ketua OSIS yang dibencinya itu di gerbang sekolah. Dia terpaksa menitipkan mobilnya di warjok tongkiannya.


Setelah merasa kendaraannya aman, dia mengendap-endap bagai maling ke arah belakang sekolah.


"Oh shitt, olahraga manjat lagi? "


Lesya memanjat gerbang sekolah hingga mencapai atas puncak.Kini, dia hanya perlu melompat 2.5 meter saja. Namun, saat ingin melompat, terdengar suara yang familiar yang dibencinya masuk ke telinganya.


"Halo lele, apa kabar? Manjat lagi ya? "


Elvan menyeringai kecil karena sebenarnya dia tahu Lesya akan pergi ke belakang sekolah. Dia berada di gerbang depan sekolah untuk memancing perhatian Lesya saja.


Lesya menutup matanya sambil menggigit bibir bagian bawahnya. Dia bukan tak takut untuk dihukum, namun dia sangat malas menjalani hukuman hari ini.


"Kenapa? Bukannya mau loncat ya? " tanya Elvan merasa menang.


Lesya langsung melompat ke arah Elvan karena pembalasan dendamnya saat dihukum. Karena tak siap menerima serangan dadakan tersebut, secara spontan Elvan menangkap tubuh Lesya hingga jatuh di dada bidangnya.


brruuuggg...

__ADS_1


"Aww, kok gak sakit ya? Tapi keras bawah gw" Lesya menatap siapa yang berada di bawahnya.


Lesya terkejut saat melihat bahwa Elvan berada di bawahnya. Pandangan mereka bertemu beberapa detik hingga Elvan menghentikan tatapan tersebut dengan mulutnya.


"Mau sampai kapan lo di atas gw? Nyampe kiam*t hah? "


Lesya berdiri namun dia terjatuh lagi membuat Elvan menangkapnya lagi.


"Aduh kaki gw kok sakit sih? " gumam Lesya.


Lesya memegang kakinya dan melihatnya ternyata dia kesleo. Dia berdiri lagi dan tangan sebelahnya memegang pagar gerbang sekolah.


Elvan berdiri sendiri dan menatap tajam Lesya seolah-olah dia akan menulis nama Lesya di lembaran hitamnya. Lesya cuek bebek atas tatapan mata Elvan, dia tak takut jika namanya ditulis di lembaran hitam. Toh, dia selalu keluar masuk lembar hitam bukan?


"Gak usah gitu mata lo natapnya. Klo keluar mata lo, gw seneng 7 kali putaran" Elvan tak mempedulikan omongan Lesya tadi.


Elvan menulis nama Lesya di lembar hitamnya seraya berbicara kepada Lesya, "Bersihin toilet perempuan lantai 2"


Lesya mengangga terkejut. Pasalnya kamar mandi tersebut merupakan kamar mandi yang paling bau. Bukan karena kotoran namun karena banyak tisu/sampah yang berserakan di sana.


"Gak bisa diganti apa pan? " tanya Lesya memelas.


Dulu dia pernah mendapat hukuman dari Elvan membersihkan toilet cowok lantai 3. Toilet itu merupakan toilet yang paling bau di antara toilet yang lainnya. Dia sampai muntah mencium aroma tak sedap dari toilet tersebut.


"Ogah, mending yang cewek aja. Bay" Lesya berjalan seraya menahan rasa sakit yang ada di kakinya meninggalkan Elvan yang sendirian di sana.


Elvan bukanlah orang yang lembut, namun dia kejam bahkan sangat kejam. Semua orang yang melakukan kesalahan kepadanya pasti mendapatkan hukuman darinya.


Walau begitu, belum ada satu pun perempuan yang bersikap tak baik kepadanya. Kecuali Lesya! Semenjak Elvan bertemu Lesya, seakan harga dirinya hancur. Dibentak perempuan hal yang tak biasa diterima seorang Elvan.


Bunda dan kakaknya saja tak pernah membentak nya. Sedangkan Lesya? Dia berani sampai tak sadar orang yang di depannya ini merupakan dari keluarga yang terhormat sekali.


Lesya sudah selesai menuntaskan hukumannya dari Elvan. Merasa cukup bersih, Lesya segera keluar dari toilet dan mendapati Elvan yang berada di pintu toilet.


Lesya terkejut, seharusnya toilet lelaki di sebelah kiri bukan kanan. Dan mengapa dia ke sebelah kanan?


"Ngapain, wah jangan-jangan lo ngintipin gw ya? Ngaku lo! " Elvan melototkan matanya tak terima.


"Enak aja, gw cuman mau liat kerjaan lo bersih ato enggak" balas Elvan memasukkan kepalanya ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Hanya kepala loh ya! Badannya berada di luar kamar mandi. Elvan celingak-celiguk dan melihat rupanya Lesya cepat dalam melakukan pekerjaannya.


"Okeh, lo boleh ke kelas sono! " usir Elvan


"Dih ngusir? Gw mau ke kantin laper perut gw, bay" pamit Lesya.


Lesya benar-benar melangkahkan kakinya ke kantin. Perutnya terasa lapar akibat cacing-cacing yang ada di perutnya demo meminta jatah makanan mereka.


Elvan berdecak sebal akan kelakuan Lesya yang terlampau legend di sekolah. Baru kali ini dia mengurus siswi nakal yang seperti Lesya. Jika bertemu dengannya saja, rasanya Elvan ingin menenggelamkan wajah Lesya ke dalam got yang berisi sampah biar makin glow up.


Sambil menggerutu, Elvan berjalan ke arah kelasnya dan mengikuti pembelajarannya. Sedangkan Lesya asik di kantin sampai tak sadar di sampingnya bu bunga memperhatikan gerak-geriknya.


"Ekhem, gini kelakuan kamu hem? " tanya bu bunga menginterogasi.


Lesya menoleh dan mendapati bu bunga yang menatapnya horor. Jika murid lain pasti ber gemetar mendengar suara dan tatapan horor milik bu bunga. Berbeda dengan Lesya yang tetap melahap makanannya.


"LESYA! " bu bunga geram karena tak dianggapi sama sekali oleh Lesya.


"Iya bu, nih saya kasih tau ya bu, tadi tuh saya udh ngejalanin hukuman makanya saya makan" jawab Lesya sambil memakan makanannya.


"Jadi hukumannya? " tanya bu bunga memastikan.


"Bersihin toilet" jawab Lesya jengah.


"Sama aja! Lagi pula kamu ngapain makan di jam pelajaran? Istirahat udah mau bunyi loh"


"Gini bu, saya tadi blom sempat sarapan jadi saya sarapan di sini aja dari pada saya mati kelaparan? Ntar gak ada yang isi nama BK lagi selain saya"


"Ya bagus klo gitu, saya bisa bersantai sejenak di ruangan saya"


Lesya melotot, "Gak bisa gitu dong bu, klo ibu gak ada kerjaan sia-sia ibu digaji tapi gak ngelakuin apa-apa"


" Iya juga ya, tapi saya gak peduli" bu bunga langsung pergi dari kantin membiarkan Lesya melahap makanannya sendiri.


Setelah selesai melahap makanannya, Lesya pergi ke rooftop untuk meringankan bebannya lewat hembusan angin. Tak lama kemudian bunyi bell istirahat telah berbunyi.


Lesya tak mempedulikan itu, dia asik dengan aktivitasnya entah apa itu. Sedangkan para siswa/i SMA GG berhamburan masuk ke kantin untuk meredakan rasa haus dan lapar mereka.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2