Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
316: With Sella and Galang


__ADS_3

Lesya berjalan menyusuri koridor sekolahnya. Berjalan sedikit cepat ke kelasnya, tanpa mengetuk pintu Lesya menerobos masuk ke kelasnya dan mengambil tasnya.


Pak Feri yang mengajar berjinjit kaget melihat kedatangan Lesya. Tak jauh berbeda, seisi kelasnya juga dibuat kaget oleh gadis itu. Tanpa rasa bersalah Lesya menarik tangan Letha agar pergi.


"Beresin buku lo, ada acara! " ucap Lesya.


"Acara apaan? " tanya Luna kepo. Lesya hanya menggedikan bahunya tak tahu. "Acara dadakan ketemuan keluarga! Dah, nanti bilangin ya! " pamit Lesya berjalan keluar dengan santai seraya menenteng tas ransel milik dia di pundaknya.


Letha hanya mengangguk pelan saja. Kejadian di kantin masih membuatnya tak tenang. Membereskan bukunya, dia pamit kepada pak Feri dan teman-temannya. Pak Feri hanya geleng-geleng kepala saja melihatnya. Baiklah, kedua siswinya saat ini dia berikan izin sehari saja!


Luna dan Leon saling berpandangan sejenak lalu kembali fokus belajar saja. Empat bulan lagi mereka akan ujian kelulusan. Jadi mereka persiapkan dimulai dari sekarang agar hasilnya bagus nanti. Anggap saja jika mereka benar-benar ingin mengejar mimpi mereka nanti.


...___...


Lesya dan Letha saat ini sedang duduk di dalam taxi. Keduanya tak ada kendaraan saat ini di sekolah. Ah iya, Lesya tak sadar saja motornya yang satu masih tertinggal di sekolah. Tak pernah diambil orang ataupun sang pemilik. Sksk kasian motornya terlantar begitu saja!


Tak ada pembicaraan yang terdengar. Letha yang sibuk bermain ponsel dan Lesya melirik jalan melalui kaca mobil. Hingga sampai di tujuan, setelah membayar mereka berjalan masuk ke dalam satu restoran mahal. Ini adalah salah satu restoran pusat milik keluarga Erthan alias Galang. Desainnya lumayan diacungi jempol karena sangat mudah disesuai selera orang-orang. Pantas ramai!


"Permisi kak, mau pesan apa? " tanya salah satu pegawai mulai melayani pembelinya, Lesya dan Letha. Pelayan itu sedikit terkejut melihat wajah Lesya yang mirip dengan boss besarnya alias sang pemilik restoran, Galang. Sementara Letha tersenyum ramah kepada pegawai itu. Dia sudah diberitahu akan bertemu ayah kandungnya. Mungkin~ Ini waktunya untuk bertanya jujur dengan ayahnya.


Menyadari keterkejutan pelayan, Lesya hanya melirik sekilas. "Meja tuan Galang Marivoule Erthan dimana? " tanya Lesya sedikit cuek karena jarak pegawai itu sedikit mendekatinya. Salah satu manager yang menunggu kedatangan Lesya dan Letha segera datang ke sana melihat kemiripan Lesya dengan tuan besarnya.

__ADS_1


"Nona Lesya? Nona Letha? Kalian ditunggu langsung oleh tuan dan nyonya besar, silahkan ikuti saya! " ramah manager tersebut. Lesya dan Letha hanya mengangguk saja. Sementara kepergian ketiganya itu membuat pegawai tadi terpaku dengan wajah Lesya. Padahal yang dia tahu istri tuannya baru saja mengandung hampir 9 bulan. Kok... Sudah besar? Ohoho, salah kira kau mbak!


Memasuki ruang makan khusus VVIP, Letha tampak tak percaya diri dengan kemewahan yang ada di ruangan itu. Sementara berbeda dengan Lesya yang masuk tanpa basa-basi duduk di samping wanita yang seusia dengan bundanya mungkin, 2 tahun lebih muda.


"Wah, bagus banget interiornya! " puji Letha tanpa sadar. Secara terang-terangan gadis itu memuji desain restoran milik eum.. Ayah kandungnya, Galang. Tentu saja itu dapat didengar langsung oleh Galang dan istrinya yang berada di sana.


Tersenyum kecil dengan lembut, wanita yang duduk di samping Lesya mengajak Letha agar duduk dan menikmati makanan yang ada. "Udah liatinnya, kita makan bareng-bareng dulu yuk baru boleh liat-liat lagi nanti. " ajak wanita itu lembut yang tak lain istri dari Galang.


Letha menoleh dan mengangguk canggung. Gadis itu duduk dengan ragu di samping sang kakak. Tersenyum ramah pada Galang dan istri ayah kandungnya itu, Letha tak tahu harus dimulai dari mana. Berbeda dengan Lesya yang asal menyambar minuman yang ada dan meneguknya dengan santai. Cuaca sedang panas sekarang dan gadis itu kehausan!


"Sya, bisa jaga sikap gak?! " kesal Galang namun berkata dengan tenang agar tak disemprot oleh sang istri. Istri Galang tersenyum manis dan menyenggol sikut Galang kesal. "Ih, gak papa kok akunya! Lagian kan mereka baru nyampe pasti haus kan? " tanyanya beralih menatap anak sulung Galang dan mendiang Mila.


Lesya hanya mengangguk pelan saja dan bergumam tak jelas mencibir Galang. Sudah dipastikan cibiran Lesya itu adalah umpatan untuk ayah kandungnya walau tak terdengar. Selama mereka makan siang bersama, istri dari Galang selalu membuka pembicaraan dengan saudari kembar itu. Walau hanya Letha yang menjawab karena merasa tak enak.


Oh, jadi nama mommy tirinya Sella Anandra yah? Bukan urusan besar bagi dia namun Lesya pasti akan tetap mencari riwayat hidup nama mommy tirinya.


"Iya m-mom! " kikuk Letha.


Lesya menghembuskan nafasnya panjang. Meletakkan garpu dan piring, akhirnya Lesya sudah menghabiskan porsi makannya. Sebenarnya dia sudah sangat kenyang karena baru makan di UKS bukan? Tadinya dia ingin menolak namun setelah dipikir jika ini adalah kali pertama dirinya makan bersama pihak ayah kandungnya membuat dirinya terpaksa saja ikut serta makan bersama. Sedari tadi dia juga hanya diam saja karena malas menjawab ucapan yang ditanyakan Sella.


"Akhirnya, udah kan? Mau balik nih gw. " ucap Lesya. Sella menatap Galang karena enggan membiarkan Lesya pergi. Padahal Sella dan Lesya tak berbicara ataupun sekedar berkenalan. Lesya yang paham dengan tatapan Galang padanya berdecak malas karena tak diizinkan pergi.

__ADS_1


"Iya-iya elah gak jadi puas?! " kesal Lesya.


Sella mengembangkan senyumnya mendengarnya. Dengan cepat dia membersihkan mulut dan tangannya agar Lesya tak merasa tak enak padanya. "Kenalin saya mommy Sella, kamu?" tanya Sella mengulurkan tangannya. Lesya terdiam sejenak dan membalas jabatan sang ibu tiri dari ayah kandungnya.


"Lesya! " ucapnya.


Sella mengangguk kecil dan tersenyum gembira karena Lesya yang dia dengar anti orang asing perlahan mulai mengobrol dengannya. Yah Galang memang bercerita mengenai Lesya dan Letha kepada Sella sang istri. Masa lalu Galang juga diterima dengan tulus oleh Sella. Walau mereka sempat hampir cerai saat itu!


"Em, mommy, d-daddy Letha izin ke toilet ya! " pamit Letha karena dia merasa kebelet ingin buang air. Diangguki oleh Sella, Letha berjalan pergi ke arah toilet yang ada di sebelah ruangan VVIP itu.


"Lesya, gimana sekolahnya hari ini? " tanya Sella membuka pembicaraan. Lesya mengangkat bahunya tak tahu. Dia pusing memikirkan kejadian tadi. "Gak tau, pusing gw mikirnya! " jawab Lesya.


"Berantem sama siapa? " tebak Galang.


Lesya mencibir kecil saja. Dia tahu Galang dapat menjawab dengan enteng karena lelaki hampir setengah abad itu juga pernah mengalami hal yang sama dengannya. Menyeruput minumannya, Lesya sejenak terdiam dan menjawab.


"Sama Papan, gara-gara gw gak bela dia waktu Letha cium pipinya! " jawab Lesya. Alis Galang dan Sella bertautan bersamaan. Papan? Siapa Papan? Perasaan Galang tak pernah mendengar jika Lesya memiliki kenalan yang bernama Papan.


"Maksud gw, Elvan! " koreksi Lesya membenarkan ucapannya. Sella dan Galang mengangguk paham sekarang. Jadi julukan Elvan dari Lesya adalah Papan toh! Lucu sih hingga mereka bingung.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


>>><<<


Sad or happy nih kira-kira episode selanjutnya yang author buat? Tunggu ya, jangan nurun likenya pliss, berharga tau buat author semangat nulis🥺


__ADS_2