Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
331: Rumor


__ADS_3

Seorang gadis sedang bingung karena ruangan yang dia tuju bukanlah ruang kepala sekolah melainkan ruang guru. Alis gadis itu mengerut bingung di saat sang lelaki yang menjabat kepala sekolah di tempatnya menimba ilmu menyuruhnya untuk segera masuk ke dalam.


"Ada apaan sih pak? Bukannya di ruang kepsek ya? Kok jadi ruang guru sih? Saya gak mau belajar online bantuan master ruang guru kalau gini pak! " ketus Lesya merasa aneh. Pak Rio hanya menepuk jidatnya pelan. Anak murid sang istri memang sableng sekali hingga ruang guru saja dikira aplikasi pembelajaran online.


"Masuk aja! Semua guru pada nanyain maksud dari foto kamu di grup sekolah. Kamu tau lah, saya bingung jawabnya dan gimana nanganin nya. Kamu tuh kan termasuk anak pemilik sekolah ini. " bisik pak Rio kecil karena takut ada yang mendengar perkataannya. Lesya hanya mendengus malas saja. Trus dia gimana?!


Ceklek!


Lesya berjalan dengan santai dan duduk di salah satu kursi tepat di samping satu lelaki tampan. Melirik ke samping, Lesya bernafas lega setelah melihat siapa di sebelahnya. Dia tak sendiri menghadapi banyaknya pertanyaan dari guru-guru sekarang. Yah, di sampingnya ada Elvan. Sepertinya lelaki itu juga ikut dipanggil untuk dimintai keterangan. Pasalnya sekolah mereka dilarang keras untuk melakukan hubungan ****. Atau sekedar ciuman juga dilarang oleh pihak sekolah.


Suara pintu kembali terbuka. Saat Lesya menoleh ke arah sumber suara, betapa terkejutnya dia melihat siapa yang masuk. Bukan apa-apa hanya saja ini cukup mengejutkan bagi Lesya. Setelah mengingat mengapa lelaki yang setengah abad itu dapat hadir, Lesya mulai paham sekarang. Dia lupa ayah kandungnya juga pemilik saham di sekolahnya. Galang!


"Ada apa ini? Kenapa saya lihat anda masuk ke ruangan ini pak? " tanya Galang membuka percakapan dan bertanya pada pak Rio. Sebenarnya saat di tengah perjalanan Galang yang memang baru saja dari toilet merasa bingung mengapa kepala sekolah itu justru tak kembali ke ruangannya? Padahal mereka sudah membuat janji tadi. Alhasil karena penasaran, Galang mengikuti saja dari jarak lumayan jauh. Bahkan lelaki itu baru saja tahu jika Lesya lah perempuan yang berada di samping pak Rio tadi.


"Maaf pak saya mengantar satu murid dahulu tadi ke sini. Jika ingin kembali berbicara, kita bisa mengobrol di ruangan saya. " kata pak Rio memberi penjelasan.


Kening Lesya mengerut heran. Duduk menyilangkan kaki dan memainkannya tanpa rasa bersalah, Lesya tetap tenang seolah tak ada masalah dengan dirinya.


"Sya! " tegur pak Rio.


"Cakep! " sahut Lesya.

__ADS_1


Guru-guru di sana dan pak Rio tentunya hanya menepuk kening mereka sendiri. Apa saja pertanyaannya selalu dijawab dengan mudah oleh gadis ini. Butuh tenaga ekstra sabar kali ini agar mendapat verifikasi dari kedua pihak yang terlibat.


"Turunin kaki kamu, gak sopan! " tegur Galang. Lesya berdecak malas dan menurunkan kakinya. Namun sedetik guru bernafas lega, Lesya kembali menyilangkan kakinya lagi. Hadehhh, jangan mudah merasa menang karena Lesya tak mau dan tak akan pernah akan mengalah pada lawan bicaranya.


"Terserah kamu lah Sya, pak ayo mengobrol di ruangan saya. " ajak pak Rio kepada Galang. Namun lelaki yang diajak itu menggeleng pelan. Bahkan saat dia angkat suara menyebut nama Lesya membuat para guru-guru terkejut dengan hubungan Lesya dan salah satu penanam saham tempat mereka kerja.


"Dia anak saya dan saya akan ikut terlibat jika anak saya memiliki masalah! " tegas Galang. Lesya menghela nafasnya. Kan bisa tambah beban pikirannya. Padahal satu rahasianya yang hampir kebongkar masih diam bersembunyi dan satunya lagi sudah menampakkan diri. Hahh, sial!


"A-anak? "


Lesya tersenyum paksa dan menatap tajam sang ayah kandung. Sementara sang empu yang ditatap hanya diam saja dan terlihat acuh. Pak Rio tertawa canggung agar suasana kembali mencair.


"Haha... Pantesan mirip sikap, mirip wajah. Rupanya ayah anak toh, sadis! " gumamnya pada akhir kalimat. Siapa sih yang tak kenal dengan Galang Marivoule Erthan? Pemilik perusahaan yang terkenal se-Asia karena wajah angkuh dan sikapnya yang tak pandang bulu.


Lesya dan Elvan saling berpandangan dan mengangkat alis mereka bingung. Mereka tak melakukan apa-apa dan dituduh melakukan apa-apa begitu? Haiss, apa masalah ini harus membuat mereka jujur tentang hubungan mereka pada guru-guru? Mereka tak mau karena mereka masih tak ingin pernikahan mereka terumbar begitu saja. Jika ada yang bocor? Bisa meluas nanti urusannya!


"Kita gak ngapa-ngapain! " kompak mereka tegas dengan nada yang hampir bersamaan. Galang sekarang hanya diam saja menahan senyumnya. Rupanya anaknya juga mengalami hal yang sama dengannya? Mila juga pernah jatuh di atasnya dan orang lain berpikir mereka berdua berbuat hal lebih dari saling menolong. Hahh, memang benar kata pepatah ‘buah tak jauh pada pohonnya'.


"Lalu ini apa? " tanya pak Kevin lagi.


"Itu foto lah pak! " jawab Lesya polos. Pak Kevin berdecak malas. Memijit keningnya yang berdenyut karena jawaban singkat nan polos Lesya membuat kesabarannya kali ini serasa diuji oleh gadis ini.

__ADS_1


"Kita tau ini foto, tapi gosip ini benar atau salah? Kalian ngapain di toilet perempuan berduaan lagi? Apalagi kamu Elvan, ketua OSIS seharusnya menjadi panutan oleh anggotanya bukan berbuat begini! " kata pak Kevin berusaha mencoba sabar.


"Ya salah lah pak! Lagian saya disitu lagi muntah pas upacara dan gak sengaja dia(Elvan) datang ke toilet buat kasih minum doang! Emang salah? " kata Lesya sedikit berbohong. Pak Kevin cengo dibuatnya. Cerita singkat Lesya itu bukannya membuat rasa bertanyanya reda justru kembali muncul. Dia memang tak tahu mengenai pernikahan kedua insan di depannya. Hanya pak Rio saja yang tahu.


"Nah terus Elvan ngapain ke toilet perempuan kalau cuman sekedar kasih minum? Kan kamu bisa langsung keluar terus ambil minum kan? " tanya pak Kevin mengangkat satu alisnya. Lesya menghela nafasnya dan bersender pada kursi yang dia tempati dan melipat tangannya.


"Ya emang gak boleh? Namanya juga saya yang gak mau keluar kan lagi muntah. Toh juga dia anak OSIS kan? Kalau ada orang yang lagi sakit masa gak ditolongin sih pak? Lagian udah tua pikiran masih nethink kayak emak-emak rempong yang belom dikasih duit sama suami! " ceeocos Lesya berbicara santai tanpa beban.


Pfftt!


Pak Rio menahan tawanya mendengar perkataan Lesya. Begitu juga dengan Galang yang tak menyangka perkataan sang anak akan begitu menyeleneh. Persis dengan adiknya dahulu, Gilang. Berbeda dengan pak Kevin yang sudah setengah frustasi menghadapi Lesya saat ini.


"Saya itu laki-laki loh Sya, bukan emak-emak! " kata pak Kevin dengan lirih. Lesya yang dapat mendengar menurunkan silangan kakinya. "Siapa bilang bapak emak-emak? Nikah aja belom masih nabung dosa pacaran sama bu Lina di belakang sekolah. " kata Lesya meledek.


"Wah, kamu makin lama makin sesat Sya. Karena udah tau jawabannya mending kalian balik deh ke kelas! " pasrah pak Kevin. Guru-guru di sana juga sudah pasrah dengan jawaban Lesya. Memang Lesya tak pernah cerita bohong saat diinterogasi dan juga satu, lagi pula ini adalah hanya gosip atau rumor yang belum pasti. Toh mereka bisa mengecek CCTV yang kebetulan ada di sana.


Tanpa basa-basi Lesya berjalan keluar terlebih dahulu. Urusannya sudah selesai hanya tersisa berbicara dengan sang ayah sekarang. Ahh, dia enggan menyebut lelaki itu ayahnya namun pasti hati kecilnya sangat ingin.


"Sya, kamu kemarin saya tunggu di restoran kenapa gak datang? " tanya Galang. Remamber gays? Mereka memiliki janji dan Lesya lupa akan itu. Hormon kehamilan diam-diamnya membuat dirinya mudah melupakan sesuatu.


"Lagi sibuk akhir ini! Lagian ayah sama bunda juga belakangan ini sibuk kembangin cabang kerjaan mereka. Gw gak tega kasih taunya. Mending nanti aja sama. . . Papan kalau mau nih, ganti ayah sama bunda. " kata Lesya menarik tangan Elvan ke sampingnya.

__ADS_1


Galang menatap sekilas Elvan dan mengangguk. Dia juga perlu waktu mengenali sifat dan sikap menantinya kan? Berbeda dengan Elvan hanya menyimak saja. Sejujurnya dia tahu arti dari tatapan Galang yang mengintimidasi dirinya. Ckck, ini mertuanya bukan sih?!


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2