Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
24: Blushing!


__ADS_3

Dia hanya memasak menu simple. Nasi goreng! Setelah dia selesai memasak betapa terkejutnya dia melihat seseorang yang familiar di matanya. Orang itu sedang duduk manis di meja makan menunggu makanan jadi.


Elvan! Orang itu adalah Elvan. Lesya mendudukkan bok*ngnya di satu kursi depan Elvan. Dia meletakkan piringnya di meja dan pergi mengambil minumnya.


Betapa kagetnya dia saat dirinya kembali, Elvan malah memakan makanannya. Lesya bergegas meletakkan gelasnya di meja dan merebut piringnya.


"Ish, itukan punya gw Pan! " Elvan tak mengubris gerutuan Lesya.


Lesya kecewa karena dia hanya bisa memakan sedikit makanan saja. Dia melahap dengan cepat karena takut diambil oleh Elvan.


Elvan yang menatap Lesya hanya memasang wajah datarnya. Dia sedikit risih dengan cara makan Lesya yang seperti orang baru makan 5 tahun.


"Baru makan berapa tahun? " datar Elvan. Lesya melirik sekilas Elvan. Dia mengunyah makanannya dan mengangkat dua tangannya ke atas, "Dua hari bukan dua tahun! "


"Lagi pula ya, ini kedua kalinya gw makan di sini" ucap Lesya kemudian melahap makanannya.


Elvan meninggalkan Lesya. Dia pergi ke kamarnya meninggalkan Lesya sendirian di sana melahap makanannya.


Setelah selesai memuaskan para cacing yang demo di perutnya, Lesya membersihkan bekas makannya. Me-lap kembali meja makan dan mencuci piring gelas bekasnya.


Lesya melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Perutnya sedikit puas karena Lesya meminum air cukup banyak dibandingkan makannya.


"Gw yang masak tapi yang habisin paling banyak si ketbok! Tauk ah! Males gw! " gumam Lesya kecil.


Ketbok adalah panggilan lain dari Lesya kepada Elvan. Selain papan, Lesya memiliki julukan yang cukup aneh. Ketbok? Dikira hanbok kali ya?! Tapi arti dari ketbok adalah ketos tembok! Sksksk, meresahkan!


ceklek!


Lesya berjalan masuk ke dalam kamarnya dan menyalakan lampu kamar. Elvan yang melihat itu melirik Lesya sekilas dan kembali kepada tugasnya.


Lesya berjalan ke ranjangnya dan duduk seraya mengambilkan sesuatu di dalam nakas. Dia mencabut benda di lehernya dan meletakkan ke dalam box yang di ambil dari nakas. Lesya meletakkan dengan hati-hati karena itu peninggalan dari Arga.

__ADS_1


Dia bermain ponselnya sebentar lalu tertidur karena mengantuk dengan posisi kepalanya melewati pembatas tirai. Sementara badannya duduk bersender.


puuuk!


Elvan yang melihat itu menghela nafas panjang. Dia meletakkan laptopnya di nakas dan membenarkan posisi tidur Lesya. Tak lupa meletakkan ponsel Lesya yang sudah tertutup di nakas.


Lesya yang anti di sentuh oleh orang asing kau ini merasa tak terganggu. Justru dia semakin pulas tidur setelah dibenarkan posisi tidurnya. Elvan beranjak dan berjalan ke arah saklar lampu.


Elvan hanya menutup satu saklar. Di tempat saklar ada tiga saklar. S¹ untuk satu lampu ruangan, S² untuk satu lampu nakas Elvan dan S³ untuk satu lampu nakas Lesya.


Elvan membaringkan tubuhnya di ranjangnya. Dia sangat terbayang-bayang dengan perubahan sikap teman kecilnya. Chatrin!


Chatrin dan Elvan berteman sejak berusia 3 tahun hingga 10 tahun. Bahkan, Chatrin menaruh rasa lain kepada Elvan. Sementara Elvan hanya menganggap Chatrin sebatas teman dan sahabat saja.


Sejak berumur 10 tahun, Chatrin selalu menempel bagai permen karet dengan Elvan. Elvan risih? Tentu saja! Keluarga Grey mulai tak suka dengan tingkah keluarga Chatrin.


Ibu Chatrin sangat mendukung anaknya untuk mendapati Elvan. Chatrin memang suka terhadap Elvan. Bahkan rasanya mengalahkan ego terobsesi nya.


Keluarga Grey memutuskan pindah dari Inggris ke Indonesia. Selama di tinggal Elvan, Chatrin banyak mendekati pria-pria bahkan menguras dan merelakan tubuhnya.


Elvan yang selalu memantau pergerakkan Chatrin dari jauh, hanya diam saja. Dia bahkan merasa jij*k dengan kelakuan Chatrin. Jujur saja, dia tak kenal dengan Chatrin.


Dia memantau bukan karena dia suka, namun karena dia tak mau masuk ke dalam perangkap Chatrin seperti temannya dulu.


Tak terasa Elvan tertidur dalam posisi tengkurap. Kali ini bintang di langit tak hadir menemani tidur kedua pasutri itu. Namun, cahaya bulan sabit bersinar seolah memberikan sebuah senyuman manis kepada mereka.


...~o0o~...


Mentari sudah bersinar terang. Menampakkan cahayanya yang menyilaukan bumi. Lesya terbangun dari alam mimpinya melihat gorden dan jendela yang sudah terbuka oleh Mayang.


Mayang melirik Lesya, "Kamu udah bangun? Mandi dulu gih, jangan lupa bangunin Elvan nya ya. Bunda ke bawah dulu" Mayang segera ke bawah untuk menyiapkan sarapan bersama asisten rumah lainnya.

__ADS_1


Lesya menyingkirkan dan merapikan selimutnya. Lesya menoleh ke samping dengan mata yang khas bangun tidur. Lesya menepuk-nepuk lengan Elvan agar terbangun.


Nihil! Hal itu tak membuat Elvan terbangun dari tidurnya. Lesya mendekatkan dirinya dengan Elvan. Tangannya yang menepuk-nepuk lengan Elvan berganti menepuk pipi Elvan.


Merasa terganggu, Elvan menangkap tangan Lesya dan membuka matanya. Lesya berusaha melepaskan gulungan tangan Elvan dari tangannya namun tenaga Elvan jauh lebih besar dibandingkan dirinya.


Saat Elvan membuka matanya, dia menatap datar wajah Lesya yang berjarak sekitar 5 cm dengannya. Lesya mendudukkan dirinya dengan tangan yang masih dipegang Elvan. Begitu pula dengan Elvan yang duduk dengan tangan yang masih memegang Lesya.


"Tangan lo ih, jorok! Belom mandi! " Lesya memukul tangan Elvan yang menyentuh tangannya.


Elvan tak mengubris perkataan Lesya. Dia hanya manatap datar Lesya.


"Cewe lain klo gw sentuh dia mau aja tuh, malah nagih" Lesya mendengus., "Jangan samain gw sama fans fanatik lo! Gw beda dari mereka! Mereka ya mereka! Gw ya Lesya! "


Elvan melepaskan tangannya yang terus menahan Lesya. Lesya merangkak dan melewati kaki Elvan yang berselonjor di depannya. Tingkah itu membuat Elvan memutar bolanya malas.


"Kenapa gak lewat sono? " Lesya melirik Elvan sedetik dia sadar jika dia berada di atas kaki Elvan., "Mager balik! Udah ah gw mau mandi dulu"


Lesya segera turun dari kaki Elvan dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Elvan berdiri dan berjalan di belakang Lesya dengan tujuan mengambil pakaiannya nanti.


Namun langkah Lesya tak seimbang menyebabkan dirinya hampir terjatuh. Untung saja dengan sigap Elvan menangkap badan Lesya hingga jatuh ke belakang.


bung! cup!


Lesya yang berada di atas badan Elvan mematung seketika. Elvan tampak biasa saja walaupun hatinya terkejut karena dirinya tak sengaja menci*m kening Lesya.


Itu berlangsung dalam 5 detik saja. Elvan melepaskan bibirnya yang menempel di kening Lesya. Lesya masih tetap dalam posisi kakunya.


"Mau nyampe kapan lo di badan gw? " tanya Elvan. Lesya menoleh dan menatap Elvan. Kulitnya yang putih memudahkan Elvan menyadari Lesya yang sedang blushing. Pipi dan telinganya memerah bagai tomat.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2