
Di sebuah sekolah yang ramai, kini semua dihebohkan dengan kabar berita yang di grup sekolah mereka. Satu sekolah itu cukup digemparkan saat melihat isi video yang disiarkan langsung dengan nickname tak diketahui.
Bunyi bell istirahat sudah berbunyi dan semua sudah ramai berbondong-bondong mengisi perut mereka dengan makanan di kantin. Gosip-gosip dari mulut kaum hawa mulai melanggar menggemparkan satu sekolah yang lumayan elite itu.
* "Gila?! Serius nih kerjaannya? "
"Wah, pantes barangnya mahal ehh simpenan om-om ternyata mbaknya."
"Sok-sokkan suka bully waktu devil gak ada. Kaya, cantik tapi modelan tante-tante penggoda." *
Cibiran pedas itu banyak ternyalang untuk perempuan yang baru saja masuk ke kantin. Awalnya perempuan itu masa bod*h karena mengira cibiran bukan untuknya. Namun karena salah satu siswi yang cukup berani menantang, dia terhenti dan melihat sekeliling kantin.
"Woy, kalau mau ngelonT jangan di sini lo! Percuma kalau lo modal cantik doang tapi aslinya simpenan om-om." ledek nya pada Chatrin yang baru saja datang.
"Ngomong apa lo hah?! "
Chatrin yang tak terima melayangkan tatapan tajamnya. Mendengar ketidakterimaan Chatrin, siswi itu berdecih sinis dan menumpahkan minumannya tepat pada baju Chatrin hingga basah. Tak lupa daleman Chatrin kini terekspos jelas namun tak dipedulikan oleh siswi itu juga Chatrin.
"Gw ngomong, kalau mau dikelonin jangan di sini, paham?! " ucapnya tanpa takut. Siswi itu bukanlah adik kelas melainkan teman satu sekolah dengan tingkat setara walau berbeda ruang.
"Breng*sek! Berani lo ya sama gw?! "
"Liat sekeliling kantin! Semua natap lo jijyk karena kita tau lo tuh suka main di club sama bar kan?! Cek forum sekolah, semua ngomongin lo! " sinisnya.
Dengan cepat Chatrin merogoh sakunya dan melihat beberapa notifikasi di dalam ponselnya. Mendengar dan menyimak seluruh isi video yang terkirim di forum sekolahnya, ga-- eh maksudnya wanita itu mengepalkan tangannya kuat.
Sepasang sahabat yang asik bercanda tawa satu sama lain kini mulai masuk ke dalam kantin dengan ricuhnya. Melihat kedatangan rivalnya, sontak Chatrin menjambak langsung rambut rival abadinya. Tak peduli dengan kemeja seragam juga tatapan sinis sekeliling.
"LO KAN YANG NYEBARIN?! "
Lesya yang baru saja datang segera menepis kasar jambakan Chatrin yang lumayan kencang. Untung saja saat dia melangkah ke belakang untung saja Luna dengan sigap menahannya dari samping. Lesya kini paham apa yang membuat musuh abadinya marah hingga sebegitunya. Ternyata karena video?
"Apaan sih lo Chat, main tarik anak orang aja?! Baru dateng nih, sambut pake bunga bukan pake tangan lo."
Luna dengan segera membalas jambakan Chatrin hingga wanita itu melepaskan jambakannya. Chatrin yang tak terima akhirnya menunjukkan video di layer ponselnya ke arah tepat di depan wajah Lesya. Sontak mereka berdua dengan kompak mendekat dan melihat isi video. Luna menutup mulutnya terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"WOW?! Lo mau nunjukin kalau ternyata lo dikelonin om-om? OH?! Atau lo yang kelonin om-om sih? " tanya Luna seolah terkejut dengan apa yang dilihatnya.
Chatrin mengepalkan tangannya kuat. Dia cukup tersinggung dengan ucapan Luna yang berlagak polos. Tak hanya itu bahkan Chatrin lebih geram dengan ucapan Lesya yang lebih menyinggung dirinya seolah barang murah.
"Wihh… Ternyata di sekolah kita ada yang udah play sama om-om pulak?! Wah, dibayar berapa hem? Seratus, dua ratus atau tiga ratus? " polos Lesya.
PLAAKK?!
Lesya sontak memegang pipinya yang ditampar oleh Chatrin. Baru saja masuk dan menyaksikan perdebatan serius, keenam para most wanted hanya cengo dengan apa yang dilihatnya.
__ADS_1
"Chatrin, bisa gak sih lo gak main fisik?! "
Mereka menoleh ke arah sumber suara. Lelaki dengan rambut acak-acakan dan dasi yang sedikit longar karena gerah, datang dengan nada dinginnya. Siapa lagi kalau bukan Elvan? Ya, Elvan dan kawan-kawannya kini baru memasuki kantin dan menyaksikan tamparan yang diberi oleh Chatrin pada Lesya.
"Vano, kok kamu bela dia sih?! Dia udah buat citra nama baik aku rusak dan kamu bela dia? Wow, kamu lupa aku dulu siapa kamu? Semudah itu ya Van," kaget Chatrin dengan wajah sendunya melihat tak ada pembelaan dari Elvan untuknya.
"Eee-eh, coba tanya sama anak-anak lain di kantin emang gw apain nih ga--ups wanita maksudnya." koreksi Lesya dengan nada meledek. Chatrin mengepalkan tangannya kuat. Di saat hendak mencakar wajah Lesya, dengan sigap Lesya menghindar dari serangan dadakan yang berasal dari Chatrin.
"WOY, GW TANYA SEKARANG EMANG LESYA ADA APA-APAIN KEKET HAH? " tanya Luna dengan suara cemprengnya. Semua kompak menggeleng dan bersorak menyebutkan kata-kata kasar pada Chatrin. Hal itu membuat Chatrin bertambah geram dan menunjuk Lesya walau akhirnya ditepis oleh sang empu.
"LO-- Gw tau ya kalau video ini dari lo?! Ngaku lo, gw tau walaupun cuman sekedar nickname kosong kayak beginian! " amuk Chatrin dengan kesal.
Lesya menutup mulutnya seolah terkejut dengan penuturan Chatrin yang sedang mengamuk itu. Rasanya cukup puas mengerjai musuhnya yang hampir membahayakan nyawanya di mobil.
"Omaigatt, kok lo tau sih? Padahal gw tuh ngirimnya pake akun abang gw lhooo kalau mau tau." ujar Lesya berdramatis seolah memuji kecerdasan Chatrin yang dengan paham tanggap siapa pengirimnya. Walau tanpa bukti.
"Lo pada semua denger gak? Dia udah ngaku kalau videonya dari dia. Dan lo pada tau gak siapa pemilik suara ini? Lesya loh yang dipanggil sama cowok kalau gak percaya. Ada Luna juga di sini, wah-wah... So, di sini salah gw atau lo sih? " sinis Chatrin memutar balikkan keadaan karena cukup tersudutkan.
**"LESYA WOY DENGER GAK SIH LO?! "
"MUSICNYA LUMAYAN KENCENG, LO NGOMONG APAAN TADI? "
"LUNAA.. JANGAN NGILER LO! "
"MAAP, KELEPASAN! "
"Oh? LUNA BANGS*T JANGAN MINUM LAGI LO, MABOK KAN LO! "**
[Itu suara yang gak sengaja ikut kerekam kemaren sama Lesya.]
Semua terdiam membenarkan ucapan Chatrin yang cukup masuk akal. Terlebih sebelumnya Lesya terduga sempat berjalan dengan lelaki dewasa di hotel. Aish, ternyata mereka sendiri yang tak focus mendengar samar-samar suara dari isi video tersebut karena terlalu focus pada penglihatan mereka saja.
"Hayoloh, siapa nihh kira-kira yang menang? GAYS, KALIAN DUKUNG SIAPA NIH DARI ANTARA MEREKA? "
Ken yang tiba-tiba saja angkat suara justru membuat suasana kantin yang hening sedikit bergetar karena cemprengnya suara Ken. Tak hanya itu bahkan beberapa penggemar berat lelaki itu meleleh saat senyum idolanya keluar. Wajarlah Ken ‘kan anak ramah!
"Kata siapa? Gw ada banyak saksi kok. Suara laki-laki yang ada di dalam video ini, abang gw." kata Lesya dengan santai.
Chatrin yang melihat raut wajah Lesya yang sama sekali tak terpancing karenanya tampak tertawa sumbang. Ditambah sebuah informasi yang menyebutkan siapa lelaki yang berbicara dengan suara cukup berat di dalam videonya. Abang? Lucu kali ya?
"HAHA… Sejak kapan keluarga Fyo punya anak laki-laki? Emmm, coba kita tanya Letha. Aleetha, memang lo punya saudara sepupu atau abang laki-laki? Jawab dong, kita penasaran."
Chatrin dengan sinisnya beralih bertanya pada Letha yang sedang duduk di tengah kantin dengan kedua temannya. Seluruh isi kantin pun ikut menoleh menatap Letha yang ditanya oleh Chatrin. Mereka tak bersuara karena asik menyaksikan perseturuan di hadapan mereka.
Sang pemilik nama yang ditanya mendongkak dan menautkan alisnya bingung. Dia hanya menggeleng pelan karena memang tak memiliki saudara bahkan sepupu laki-laki di keluarganya.
__ADS_1
"See? Adek lo say no loh? "
"Itu abang dari saudara jauh gw dan Lesya manggilnya sama kayak gw karena kita bertiga udah deket dari dulu."
Luna yang jengah akhirnya angkat suara dan menyebut jika Cakra adalah sang abangnya. Toh, memang benar ‘kan jika pemuda yang sedang dibahas itu adalah abangnya? Walau hanya sebatas abang angkat, tetap saja kan dipanggil dengan sebutan ‘Bang’ oleh Luna juga Lesya.
Chatrin tampak terdiam dengan kepalan di tangannya. Bisik-bisik mulai terdengar karena memilih memihak Lesya dibanding Chatrin. Perempuan itu tampak tak terima. Namun, sebisa mungkin dia menahan amarahnya agar tak meluap dan menghancurkan nama baiknya jauh lebih dalam lagi.
"Can see and hear? Lagian ya gw punya banyak saksi. Contohnya, mantan ketua juga wakil OSIS, mereka ada kok di sana nemenin gw yang lagi videoin lo ngelonT." pedas Lesya dengan nada santainya.
"Van? Kamu gak liat kan? Aku tuh gak begitu orangnya. Dia bohong! "
Chatrin menatap Elvan penuh harap. Namun, lelaki itu mengangguk karena dia sempat melihat ke arah siapa orang yang divideokan oleh Lesya di tempat malam kemarin. Lesya memiringkan kepalanya dan merangkul lengan Elvan possessive seolah menyatakan jika mantan KetOs itu adalah hanya miliknya selamanya.
"Gw liat. Gak cuman gw tapi Revan, Frans, Farel, juga Valen juga liat kelakuan lo Ket. Ternyata, lo serendah itu ya demi uang? Padahal om-tante kasih lo uang lumayan banyak loh." jawab Elvan jujur dengan kata-kata pedasnya.
Jdaaarr!
Chatrin yang mendengar ucapan Elvan merasa tertampar secara tak langsung. Hatinya tergores, tertohok, bahkan hingga ingin terjungkal-jungkal. Tanpa sadar Chatrin memundurkan langkahnya tak percaya dengan setiap ucapan Elvan. Rendah demi uang? Dia hanya menghidupi dirinya sendiri bukan merendahkan dirinya sendiri. Pikirnya.
"Lo milih dia dibanding gw? Coba kasih tau gw, SESEMPURNA APA DIA DI MATA LO VAN? Cantikan gw dari pada dia loh? "
"Gw gak sempurna. Gw nakal, nilai gw rendah, gw punya cap buruk, gw gak paham fashion, gw gak lembut kayak perempuan umumnya, gw emosian, gw sering ngelawan guru, masih banyak lagi. Tapi gw heran, kenapa lo mau sama gw yang kebanyakan enggaknya? " bisik Lesya pelan di telinga Elvan.
"Dia emang gak sempurna, tapi karena dia gw ngerasa sempurna." kata Elvan merangkul dengan possessive pinggang Lesya hingga banyak murid-murid yang berteriak heboh dibuatnya.
Lesya ikut tersenyum dan menyembunyikan wajahnya di punggung lelaki itu karena malu. Banyak sorakan demi sorakan yang terlontar seolah menggoda, tak rela, juga iri. Bahkan kelima teman Elvan dengan Luna dibuat kegelian dengan kata-kata semanis gula dari sang pusat Kutub Utara.
** "ARGHHH GAK KUAT DEDEK BANG?!!! "
"GAK RELA HUHUUU…. "
"ACIEEEE… Priwwit, TRAKTIR WOY! "
"MALAH GW YANG BAPER ANJ*ROT! "
"SH IT, MELEYOT PADAHAL NGOMONGNYA SAMA DEVIL PLISS! " **
Sorakan yang begitu menggema membuat Luna ikut merasa kaget. Kantin dibuat bergetar hanya karena satu kalimat dari ketua most wanted itu. Ingin gigit jari menyaksikan, karena ingat dia tak jomblo, akhirnya Luna ikut melingkarkan tangannya di lengan Valen yang cukup memiliki celah untuknya.
"Eh kadal terbang! Ngapain lo Luna? Ngangetin, mending nontonin aja noh temen lo." kata Valen mengelus dadanya yang sempat hampir meloncat.
Luna melengkungkan bibirnya ke bawah. Valen memang tipikal lelaki peka tapi terhadap pasangannya rada dingin bagaikan Elvan. Bahkan Luna merasa aneh. Valen layaknya pribadi ganda. Terkadang manis, terkadang rada dingin, terkadang peka, terkadang juga receh.
"Lagi iri gw Pal, makanya gw ikut meluk lo dari pada si Repan gw peluk emang mau hah? " ancam Luna sinis.
__ADS_1
Revan yang mendadak dibawa-bawa tampak melotot tak terima. Terlebih Valen justru ikut merangkul Luna posesif dan menutupi wajah gadis itu agar tak melihat Revan yang berada di sampingnya. Kan, berubah lagi menjadi possessive pawangnya Luna kali ini.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗