Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
306: Berlalu


__ADS_3

Lesya dan Mily tanpa sadar sudah berbelanja hingga siang hari. Bahkan setelah mereka mengisi perut mereka, Mily kembali mengajak Lesya untuk berbelanja karena dia melihat hanya satu paperbag saja belanja milik Lesya sementara dirinya sudah banyak sekali paperbag di tangannya. Lesya mendengus pasrah dan kembali berjalan-jalan mengikuti arah jalan Mily ke toko make-up. Oh no, jangan bilang dia diharuskan  memakai make-up?!


"Nah cobain deh! " tawar Mily mengambil satu lipstick agar dicobai oleh Lesya. Sayangnya gadis itu menggeleng dan menutup bibirnya agar tak disentuh barang yang sangat anti dia gunakan. Mengapa? Lesya merasa risih saat menggunakan barang wanita itu.


"Kenapa? Bagus tau! Apalagi buat lo yang kayaknya gak pernah nyenengin laki lo kan? " tanya Mily memperkirakan. Sebenarnya jika dilihat dari sikap Lesya, Mily dapat sadar jika keponakannya itu sama sekali tak pernah menyenangkan atau membuat Elvan berbunga. Kaku!


Mily berbisik memberikan tips agar lelaki akan luluh dengan caranya. Lesya melotot meragukan bisikan Mily. Sangat aneh menurutnya namun dia tahu jika sebagian besar akan berhasil. Dia tahu jika lelaki sangat tak dapat menahan n*fsu ataupun penampilan seseorang perempuan jika dipandang baik. Namun dia hanya sedikit geli dan merinding melakukannya.


"Make up, cara pertama meluluhkan hati laki-laki! Semakin lo cantik, semakin lo direbut banyak laki-laki. Dan, suami lo mungkin bakal cemburu deh! " bisik Mily.


"Jadi maksudnya gw cantik gitu? Kalau pake make up jadi tambah cakep? Yehh, sorry ya gw dari lahir cantik tanpa filter ataupun make up beginian! " bangga Lesya menyombongkan dirinya.


Mily memutar bola matanya malas dan mengambil beberapa lipstick yang berwarna merah menyala dari rak. Wanita itu berjalan meninggalkan Lesya dan menyerahkan barang yang dia pilih kepada kasir. Lesya mendengus kesal dan akhirnya menyusul Mily di kasir.


"Aunty mau beli buat siapa sih? " tanya Lesya saat sudah tiba di dekat Mily. Lesya menyerahkan blackcardnya untuk membayar pesanan yang Mily letakkan kepada kasir. Sangat lama menunggu Mily selesai mencari kartunya.


"Buat kucing tetangga! Nanya mulu, buat lo lah! Abisnya lama bener milih beginian doang! " kesal Mily. Lesya melotot tak percaya dengan perkataan Mily. Sudah terbayar dan tentunya dia yang rugi!


Lesya mendesis pasrah saja dan akan mencoba satu per satu warna nanti saat di rumah. Mereka berdua berjalan pergi dan tentunya lesya mengantar terlebih dahulu Mily ke apartemen barunya yang berada di kawasan penjagaannya. Yah, Mily akan tinggal sementara dan diamankan oleh Lesya dari serangan Ice Blue ataupun geng Sakh di salah satu apartemen miliknya.


Lesya menghela nafasnya dan beralih menghubungi Elvan agar datang ke tempat ini. Dia sudah selesai mengantarkan Mily dan hanya tersisa dirinya yang pulang ke rumah. Beberapa selang waktu kemudian Elvan datang ke lokasi yang Lesya kirim dan memencet bell yang ada di pintu masuk.

__ADS_1


Ceklek!


"Ketbok, masuk dulu gak? " tawar Lesya dibalas gelengan kepala Elvan. Lesya mengangguk paham saja dan kembali masuk lalu mengambil paper bag belanjaannya yang tertinggal di dalam.


"Aunttyyy.. Ra pulang ya! " pamit Lesya.


Mily yang berada di dapur menyembulkan wajahnya dari balik dapur yang terletak tak jauh dari sana. "Serius sekarang? Gak bentar lagi? " tanya Mily dibalas gelengan kepala Lesya. Gadis itu berjalan dan menyalimi Mily sopan lalu berjalan keluar.


"Enggak aunty, nanti yang di depan ngamuk! " gurau Lesya tertawa kecil. Elvan yang mendengar dari luar hanya geleng kepala saja. Sementara Mily terdiam dan berbalik. Rasanya dia ingin menangis merasakan saliman Lesya yang berbekas di punggung tangannya. Rupanya gadis itu masih sama, sopan padanya! Rasa bersalahnya mungkin kembali muncul di benaknya.


"Huffttt, tenang Ly! Semua udah berlalu, sekarang lo harus fokus sama kandungan lo! Setelah itu, baru lo minta maaf sama Lyra! " gumam Mily dengan nada kecilnya.


___


Di dalam mobil navy milik Elvan, Lesya tak berhenti-hentinya mengoceh menceritakan pengalamannya kali ini bersama Mily. Sementara Elvan yang mengemudi tersenyum samar dan mendengarkan dengan baik ocehan Lesya.


Di dalam mobil navy milik Elvan, Lesya tak berhenti-hentinya mengoceh menceritakan pengalamannya kali ini bersama Mily. Sementara Elvan yang mengemudi tersenyum samar dan mendengarkan dengan baik ocehan Lesya.


"Dulu sih iseng-iseng aja minta adek sepupu cowok karena dulu gw kesel sama Letha! Apa-apa diturutin mami, sementara gw gak di turutin! Dan karena gw deket banget sama aunty, jadi gw lebih nganggep aunty dibanding mami sih dulu! Tapi sekarang eh, dikabulin dong sama aunty! Emang the best aunty mah ngasih adek sepupu cowok buat gw! " celoteh Lesya tersenyum kecil.


Elvan menatap Lesya sekilas mendengar kata adik sepupu di kalimat gadis itu. "Maksud lo Mil eh, aunty Mily hamil? " tanya Elvan memastikan. Bahkan tanpa ragu lelaki itu memanggil Mily dengan kata aunty sama seperti istrinya itu.

__ADS_1


Lesya tentu saja mengangguk antusias dan tak keberatan jika Elvan memanggil aunty nya dengan sebutan yang sering dia ucapkan. "Iya! Gw sih agak kecewa dengernya karena calon adek gw ngalamin hal yang sama kayak gw! Gw masih mending lahir ada papi yang mau gantiin posisi daddy! Ribet sih, tapi gimana nanti adek gw lahir tanpa ayah? Kan pasti dia nyariin! " ucap Lesya.


"Ini udah takdirnya Le! Kita gak tau nanti kedepannya bakal gimana, berdo'a aja biar laki-laki yang perk*sa aunty ngajak aunty nikah! " ucap Elvan.


Lesya mengangguk samar. Gadis itu mengambil jam tangan yang dia belikan untuk Elvan dengan uangnya sendiri. Beralih mengambil satu tangan Elvan, dia memasangkan dengan telaten jam tangan itu. "Nah, tadi gw beli buat lo! Siapa tau cocok sama selera lo! " ujar Lesya.


"Dalam rangka apa nih? " tanya Elvan mengangkat satu alisnya. Tangan yang satunya lagi Elvan gunakan mengemudi sementara yang lain menggenggam tangan Lesya. Gadis itu memang sudah terbiasa dengan sikap Elvan yang kadang kali menggenggam, mencium, bahkan memeluk dirinya.


"Dalam rangka. . . Ucapan terimakasih karena mau nemenin selama ini, mau ikut campur urusan keluarga gw, mau jagain gw nyampe sekarang! " kata Lesya seraya menusuk-nusuk lengan kekar Elvan yang sedang fokus mengemudi.


Ckittt!


Lesya hampir saja terjungkal setelah merasakan mobil navy Elvan yang berhenti. Untung saja tangan Elvan menghalangi wajah Lesya yang akan terbentur. Mereka saat ini sudah tiba di kediaman Grey namun hanya Lesya saja yang mungkin tak sadar.


"Auu.. Apa sih asal nge-rem?! Untung aja gw selamat tanpa luka lecet! " kesal Lesya kembali berubah nada menjadi ketus.


"Udah nyampe kali! " ucap Elvan.


DAMN IT?!


Lesya melirik sekitarnya. Benar saja jika mereka sudah tiba di rumah. Saat hendak keluar, sayangnya tangan Elvan menarik gadis itu agar pergerakannya berhenti. Tentu saja reflek Lesya berbalik dan menatap bingung Elvan seolah tak terjadi apapun di antara mereka.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2