Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
311: Gak Melamun


__ADS_3

Lesya hanya mengangguk dan pamit kepada kedua temannya. Dia hanya ingin memastikan saja kepada Leon apa kiriman lelaki itu kemarin benar atau tidak. Setelah tiba di taman tunjukan Lisa, Lesya dengan cepat menghampiri dan menepuk pundak Leon hingga lelaki itu terkejut.


"Nj*r, gw kira siapa ternyata lo Sya?! Ngagetin bae lo! " kesal Leon mengelus dadanya yang hampir loncat. Lesya hanya menyengir kuda saja dan duduk di sebelah bangku yang ada. "Hehe.. Sorry, oiya gw mau nanya kemaren vidio yang lo kirim itu asli? Tanggal berapa kejadian CCTV-nya? " tanya Lesya dengan datar.


Leon mengangguk pelan saja tanpa menjawab. Sebenarnya dia sudah dapat kemarin lebih awal. Hanya saja Leon ragu mengirim karena takutnya Lesya akan tersinggung ataupun kembali trauma.


"Tanggal. . . "


Lesya menantikan jawaban dari mulut Leon. Dia heran saja dan penasaran tanggal berapa aunty nya mengalami hal itu. Dari pemikirannya, Mily yang sudah mengandung 3 bulan, itu artinya apa mungkin bulan yang sama adalah bulan dimana dia mulai tumbuh atau tidak? Dia pernah melihat satu rekaman CCTV jika Mily mengolok-olok dirinya yang masih di dalam rahim mendiang maminya dahulu saat bulan itu. Dan hal itu membuat Lesya sedikit membenci bulan itu, July!


"13 July! "


Deg?!


Jantung Lesya berpacu dengan cepat. Dia dengan cepat menyuruh Leon segera pergi dari sana. Toh dia dapat lihat jika tugas yang Leon belum selesaikan sudah tercatat dengan bantuan contekan Lisa, sang kekasih. Tentu saja Leon menurut saja. Sebelumnya dia menepuk-nepuk pundak Lesya pelan agar gadis itu tenang.


Lesya, bad girl itu justru mengeluarkan laptopnya dari tas ranselnya. Yah, sebelumnya Lesya diam-diam membawa laptopnya itu di rumah. Gadis itu membuka halaman dokumen dan membuka salah satu vidio yang sesuai dengan tanggal yang disebutkan oleh Leon. Walau Lesya tahu jika bulan July sangat sakit untuknya jika dilihat. Boleh memberi tahu? Flashdisk yang sempat Lesya bawa, itu berasal dari laci meja Mila (Episode 28).


—Flashback On—


Di sebuah rumah yang sedikit besar, ada seorang perempuan yang terduduk dengan wajah yang tertunduk malu. Rupanya berita mengenai dirinya yang sudah hamil 3 minggu sudah tersebar di kawasan rumahnya. Tak tahu harus bagaimana lagi, itu adalah Mila!

__ADS_1


Yeah, gadis eh wanita itu tak sengaja memeriksa kandungannya dan tanpa sengaja diikuti oleh bu RT. Memang Mila dan Mily tinggal di daerah perkampungan dan rumah mereka tak kecil tak besar juga. Dan rupanya bu RT yang kebetulan memang sedang berisi sama seperti Mila, menyebarkan gosip itu dengan bukti vidio yang dia ambil diam-diam saat Mila sedang melakukan jadwal control.


Mily dan Mayang berusaha menenangkan para warga yang berkerumun seolah demo meminta Mila agar pergi. Akhirnya Mily yang mulai pusing menghadapi banyaknya olokan para warga dan teriakan yang menggelar agar dia dan kakaknya pergi dari kampung itu, masuk ke dalam rumah dan menemui sang kakak, Mila.


"Kak, coba lo cerita emang ini semua bener? Emang lo hamil? " tanya Mily yang memang saat ini tak tahu jika Mila sedang berisi. Sontak saja Mila menunduk dan meremas roknya. Dia tak sanggup lagi menghadapi dunia ini yang berisikan omongan cela untuknya. Rasanya, Mila ingin pergi selamanya agar tenang!


"Kak? "


"Iyaa! GW HAMIL TAPI GW GAK TAU SIAPA AYAH DARI ANAK YANG GW KANDUNG LY! GW KOTOR, GW TAU! GW PEREMPUAN GAK BENER, GW TAU! TAPI KEJADIAN ITU TIBA-TIBA NIMPA GW GITU AJA TANPA PETUNJUK SEDIKITPUN BIAR GW NEMU AYAHNYA! Hiks, sial*n! SIALLL?! ANAK INI SIAL*N?! Gw gak terima dek sama kehadiran anak ini... "


Mily terdiam sejenak. Mulutnya kaku setelah mendapatkan jawaban dari sang kakak mengenai kehamilan kakaknya itu. Mily juga kasihan tapi dia juga kecewa. Rasa yang lain terhadap anak yang dikandung oleh Mila membuatnya sedikit benci karena anak itu membuat sang kakak, keluarga satu-satunya menangis!


"May? Lo kenapa dek? " tanya Arya yang kebetulan ada di sana. Angga yang memang ingin pulang melalui jalan pintas bersama Arya sedikit merasa aneh karena jalan mereka terhalang banyaknya warga. Dan mereka memutuskan untuk turun dan melihat keadaan saja. Tak menyangka mereka juga mendengar teriakan Mila.


"Kak, bantu May tenangin para warga dulu ya! May mau liat kondisi temen May di dalam, oke? " ucap Mayang kepada sang abang. Arya hanya mengangguk dan menenangkan warga yang sedikit mereda karena teriakan Mila tadi yang cukup mengejutkan. Tak tinggal diam, Angga juga ikut membantu sebenarnya.


"Mila?! Apa-apaan sih lo pake ngomomg yang gak jelas segala, hah?! " tegur Mayang sedikit membentak. Mila mendongkak dan mendecih seolah tak memiliki beban. "Kenapa May? Wajar dong? Emang bener kan? Gara-gara anak ini, warga jadi tau dan kita mau diusir dan SEKARANG LO BELA DIA MAY HAH?! Bayangin May kalau hal ini juga terjadi sama lo! " lirih Mila pada akhir kalimatnya. Mily hanya diam dan berjalan ke arah kamarnya karena tak tahu harus bagaimana lagi menanggapinya.


Di dalam kamar, Mily terus terisak dan memeluk lututnya. "Jahatt?! Sial*n! Anak haram itu berani buat kakak nangis, gw tandain muka lo bangsa*t! " umpat Mily.


—Flashback off—

__ADS_1


(Sorry gays kalau kurang puas soalnya author masih harus lanjutin cerita Lesya yang tadi, jadi kepotong yah biar muat. )


Lesya tak menangis, tak sedih, tak kesal, tak kecewa. Dia hanya menutup laptopnya dan mengemasi agar kembali tersimpan di dalam tasnya. Menghela nafas, Lesya sudah paham sekarang. Sangat detail bukan? Tapi memang inilah yang selalu Lesya lakukan. Selalu detail dalam segala masalahnya agar lebih paham. Bertanya soal CCTV yang di dapat bersembunyi di mana? Kebetulan sekali jawabannya di setiap sudut rumah Mila dan Mily dahulu. CCTV itu dibeli oleh Mayang sebagai jaga-jaga keadaan rumah saja. Dan ternyata digunakan oleh Lesya saat ini.


Tak banyak bicara, Lesya langsung bergegas berjalan ke dalam kelasnya. Tatapan matanya kosong. Tubuhnya sudah tak gemetar lagi tapi hatinya sangat tersentil. Selama pelajaran pertama berlangsung Lesya hanya diam tanpa suara. Luna, Leon, dan Lisa yang tahu hanya menghela nafas saja. Lisa sekarang sudah tahu karena cerita dari Leon dan Luna tadi tentang Lesya.


"Syaa... " panggil Luna di saat jam pertama sudah selesai. Banyak siswa-siswi yang menutup telinga mereka karena pasalnya suara cempreng Luna memekikkan telinga. Lesya hanya menoleh dan mengangkat dagunya saja seolah bertanya ‘apa? ' pada Luna.


"Udah jam pelajaran olahraga, ganti baju dulu terus kebawah! Jangan melamun terus ihh, mana cerianya sahabat Luna-Luna? " hibur Luna. Lesya terkekeh pelan dan menoyor singkat kepala Luna.


"Kagak ada yang ngelamun, cumen males aja! Udah aelah, mending langsung ganti baju dulu baru ke lapangan. " kata Lesya mengalihkan pembicaraan. Luna mengangguk setuju dengan Lisa dan Leon. Mereka juga takjub atas sikap Lesya yang tak ingin berlarut kesedihan.


"Ayo beb sama aku! " goda Leon.


"Eh, apasih?! " tajam Lisa memukul Leon.


"Heh belum sah woy! " peringat Luna.


"Aduhh, becanda ehehe.. " cengir Leon.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2