
Huffttt!
Terdengar suara helaan nafas di ruangan tersebut. Angga merutuki kebodohannya yang sangat sibuk sedari kemarin dan seperti mengabaikan Mayang.
Mayang tak tersinggung, dia tahu bagaimana posisi Angga saat ini. Bayangkan saja jika ke rumah hanya untuk tidur lalu bangun pukul 5 pagi kembali pergi entah kemana.
"Bunda liat bodyguard yang jaga? " Mayang mengangguk pelan menjawab pertanyaan Elvan. "Mereka... Pegang kepala lalu pingsan begitu saja! Memangnya kenapa? "
Elvan menggeleng. "Kemungkinan mereka juga dibius! " Sontak Angga, Mayang dan Lesya tersentak bingung dengan penuturan Elvan.
Lesya mengerutkan keningnya heran. "Bisa jadi! Soalnya mereka tadi tuh megang kepala kayak baru sadar dari pingsan! " ucap Lesya setuju dengan tebakkan Elvan.
Angga berpikir sejenak. "Apa ada orang yang menjadi ART di sini dan akhirnya membuat kekacauan? " tanya Angga.
Lesya terdiam mendengarnya. Dia tak tahu ini berulah dari siapa. Gilang? Mily? Ericko? Amanda? Atau Vion? Pikir Lesya bingung.
* Ya Tuhan, kenapa rumit begini sih? Siapa sebenarnya dibalik semua ini? Apa karena ingin membuatku jera karena sikap papi dulu makanya jadi gini? Tapi kenapa harus bunda? Kenapa gak gw aja sih? Gw gak akan pernah libatin orang lain di permasalahan gw! Gak akan!! Bahkan Papan sekalipun!! * batin Lesya.
Tiba-tiba satu nama terlintas di benak Lesya. Sedikit ragu sebenarnya dia, namun jika tidak tahu harus mencari tahu terlebih dahulu bukan? Pikir Lesya.
"Apa kita harus melakukan penggeledahan setiap kamar? " tanya Mayang memberi usul. Lesya menggeleng mendengarnya. "Gak usah bun! Nanti mereka curiga terus ngumpet atau kabur! " cegah Lesya.
Angga mengangguk setuju. "Benar juga sih! Gimana kalo kita ladenin dulu? Nanti kalo udah mulai keliatan siapa pelakunya, kita baru bongkar! " usul Angga yang disetujui Mayang dan Lesya.
Berbeda dengan Elvan yang tak menjawab justru bertanya. "Lusa kita outing! " Angga mengangguk mengerti maksud Elvan. "Lusa juga ayah mau ajak bunda ke luar negri ikut bisnis dari pada di rumah sendiri! "
Mayang mengangguk setuju saja. Dirinya sedikit takut jika berada di rumah sendirian. Tak tahu apa yang terjadi ke depannya nanti saat semua pergi dan dirinya tertinggal bukan?
"Jadi semua setuju ya! Sama-sama pergi! Jadi gak ada satupun orang di rumah! Soal Elen, nanti ayah yang kasih tau sekalian Alam! " ucap Mayang.
Lesya mengangguk kecil dan menarik Elvan keluar ruangan setelah pamit kepada Mayang dan Angga. Saat mereka keluar, mereka melihat seseorang wanita berbalik dan berlari dari sana guna kabur dari pandangan Lesya dan Elvan. "Eeh.. Dia? Lo sempet liat wajahnya gak pan? " tanya Lesya kecil.
Elvan menggeleng membuat Lesya berjinjit berbisik sesuatu kepada Elvan. "Pasang CCTV yok! " Elvan menarik Lesya agar pergi ke kamar mereka. Dia waspada ada orang yang menguping pembicaraan.
__ADS_1
Setibanya di kamar, Elvan mengaktifkan mode 'off CCTV' dan 'on silencer' di dalam kamarnya itu. "Kenapa? " tanya Lesya bingung tak paham.
"Nanti ada yang denger! " Lesya mangut-mangut paham saja dan memasang tampang serius kali ini tanpa bercanda. "Pan.. Kalo kita pergi camping, ayah sama bunda juga pergi bisnis.. Belum tentu rumah aman kan? "
Kening Elvan berkerut mendengarnya. Dia antara paham dan tak paham mendengar pertanyaan jedaan Lesya saat ini. "CCTV pengawasan? " tanya Elvan.
Lesya mengangguk. "Jadi waktu kita tinggal rumah ini.. Bisa sekalian ngawasin! " Elvan memutar bola matanya malas. "Gak ada sinyal di sana! " Malas, Lesya kembali menjelaskan maksud dari ucapannya. "Nanti loh Papaann! Kalo udah pulang, kita liat! "
Elvan mengangguk setuju. Dia berjalan menuju laci meja yang sama sekali tak pernah dibukanya dan mengeluarkan beberapa CCTV yang berukuran sangat kecil namun mampu mengawasi dua ruangan sekaligus.
Lesya berjalan mendekat ke arah Elvan yang berjongkok. "Apaan tuh? CCTV? Wah lo punya? Dari mana? " Elvan mengangguk menjawabnya dan memberikan dua pasang camera kecil itu kepada Lesya. "Jaga-jaga di rumah siapa tau butuh! "
"Gw juga mau dong nyimpen barang kek gitu! Tapi gw kira lo bukan anak gengster jadi gw kagak nyimpen! " Elvan mengalihkan pandangannya menatap Lesya. "Gw juga gak nyangka kalo lo queen Ellion! Dari tampangnya.. Gak cocok! "
Plak!
Lesya memberikan satu bogem tinjuan kepada Elvan dengan cepat di lengan. "Enak aja! Lo juga gak cocok jadi king Elvano di TW! " balasnya sengit tak terima. Elvan terkekeh kecil mendengarnya. "Ssh! Bercanda! " ucapnya mengacak rambut Lesya gemes.
Lesya menggeleng karena niatnya bukanlah meremehkan camera kecil di tangannya itu. "Enggak sih cumen--- "
Dengan cepat Elvan beranjak berdiri dan memotong pembicaraan Lesya. "Udah mending kita langsung pasang! " Lesya mengangguk dan berniat memasang di area dapur dan halaman belakang nanti.
...~o0o~...
Seusai memasang benda kecil yang mampu mengawasi gerak-gerik seseorang, Lesya terbaring di ranjang menunggu Elvan selesai membersihkan diri. "Hahhh! Capeee! " teriak Lesya.
"YAMAHAA KUDATAIII! Eh salah! YAMATEE KUDASAIII! " teriak Lesya lagi melantur.
Beruntung saja peredam suara kamar sudah diaktifkan saat ini. Namun berbeda dengan Elvan yang mengusap telinganya saat hendak membuka pintu.
Ceklek!
Menoleh, Lesya menyengir melihat Elvan yang menatap malas dirinya. "Hehe.. Misi orang cantik mau mandi! " celenong Lesya mengambil baju dan handuknya berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Geleng-geleng kepala, Elvan mengusap rambutnya yang masih basah dengan handuk kecilnya. "Hahh! Sinting! " gumamnya.
Beberapa waktu berlalu Lesya keluar dengan piyama tidur navy nya. Rambutnya sedikit basah dan dirinya menggunakan sendal jepit karena menurutnya lantai kamar terasa dingin untuknya.
Ddrrtttt...
📞 Halo dengan siapa dan dimana?
📞 Sya! Lu-luna, Luna...
📞 Luna kenapa? Yon, Luna gak papa kan?!
📞 Luna gak ada di rumah sakit! Tadi kan gw di suruh anter dia sama mama di rumah sakit karena mama udah bisa pulang eh.. gak ada di rumah sakit!
📞 Trus lo dimana sekarang?!
📞 Gw di depan rumahnya! Gw udah ketok plus teriak di pager tapi gak ada yang nyaut! Kata tetangganya barusan, Luna pindah sama mamanya!
📞 PINDAH?! Pindah kemana?! Gak mungkin kan dia pindah gak ngabarin?!
📞 Tadi gw telpon dia tapi..
📞 Gak diangkat? Terhubung? Atau gimana? Jangan bkin orang emosi lo! Sempet lo bohong, gw nawarin lo mau hidup atau dimakan lion!
📞 Aduhh Sya jangan nakutin lo! Kehubung tapi.. Dia bilang kalo pindah di komplek yang sama kayak rumah lo!
📞 Bentar! Rumah yang mana?
📞 Rumah sakit jiwa! Ya kali! Rumah lo sekarang loh! Rumahnya si ketos!
📞 Ha? Serius lo?
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
__ADS_1