Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
164: Keren ya?


__ADS_3

Mayang yang mendengar geraman Angga hendak berlari namun mendengar satu tembakkan kembali entah dari mana berasal.


Dorr!


"Lesya.. Maafin bunda gak bisa tolong kamu! Tapi.. Bunda lewat belakang buat nyamperin Ayah oke? " gumam Mayang seolah berbicara dengan Lesya.


Berlari menghampiri Angga melalui pintu belakang yang dapat mengarah ke arah halaman depan, Mayang menatap sang suami dan anak dengan pipi yang basah. "Bunda?! " ucap mereka bersamaan.


Mayang mengangguk dan membukakan pintu gerbang dengan cepat. "Kalian masuk! Lesya di ruang tamu gak tau ngapain! " panik Mayang. Elvan dengan cepat berjalan dengan langkah lebarnya dan melotot melihat keadaan Lesya saat ini.


Disusul oleh Angga dan Mayang, mereka terkejut dengan keadaan ruang tamu saat ini. Asap dari botol tersebut sudah mulai memudar karena waktu yang hanya sebentar saja. "I-ini kenapa begini? " tanya Angga dengan nada lirih.


Mayang menggeleng dan tanpa sadar pipinya kembali basah. "Ini salah aku! Tadi aku malah biarin Lesya sendiri di sini! Hikss.. " Angga membawa Mayang ke dalam pelukkan nya. "Syuutt! Pelakunya siapa? Ada dengar? "


Mayang mengangguk. "D-dia.. Mily! Dan.. G-gilang! " Mayang memang samar-samar mendengar suara pertengkaran di ruang tamu saat itu. Angga menggeleng tak percaya. "Mereka? Keterlaluan!! "


Tanpa mempedulikan kedua orang tuanya, Elvan justru menghela nafas panjang dan mengangkat tubuh Lesya yang asik memejam karena efek asap tersebut. Mayang yang menyadari, menarik lengan tangannya menyusul sang anak. "Ayo! "


Satu pasang mata yang mengintai mereka dari arah lumayan jauh tersenyum remeh. "Ini baru permulaan! Ingat itu Angga! " ucapnya remeh lalu pergi dari sana.


Berjalan melewati para bodyguard, Elvan membaringkan tubuh Lesya perlahan di ranjang setelah tiba di kamarnya. "Bun, gimana ceritanya? " tanya Elvan tanpa melirik sang bunda.


"Waktu bunda di dapur pengen masak, bunda kaget ada suara tembakkan di dapur tapi bunda gak tau ada di mana! Lesya datang teriak nama bunda dan bunda narik dia di kolong meja! Gak lama suara Mily berteriak nama Lesya terdengar! " ucap Mayang.

__ADS_1


Elvan menghela nafasnya panjang. Entah apa yang ada di pikiran lelaki SMA yang masih menggunakan kemeja berjas itu. Mendengarkan penjelasan Mayang, akhirnya Elvan paham.


"Lesya pengen keluar tapi bunda nahan! Lalu, Lesya pasang jam ini di tangan bunda dia suruh teriak kalo bahaya. Setelah itu dia pergi ninggalin bunda di sana. Bunda mau nyusul tapi.. " Suara Mayang tercekat. Dirinya tak sanggup melanjutkan ucapannya kembali.


Dengan helaan nafas, Angga menarik Mayang keluar dan memeluknya. Dia paham di sisi satu jika Mayang butuh sandaran dan sisi satu Elvan butuh waktu. "Udah ini bukan salah kamu! " ucap Angga mengelus punggung Mayang.


Sementara Elvan tersenyum simpul melihat wajah pucat Lesya. Eum.. Bukan senyum simpul deh! Dia terlihat tersenyum miris di wajah tampannya itu. "Gw udah bilang kan? Semua bakal terungkap? Ini satu rencana mereka Le! " ucapnya berbisik.


Sudah beberapa menit Lesya masih tak sadar sementara Elvan setia menatap wajah setengah pucat Lesya di hadapannya ini. "Lo pingsan? Katanya queen Ellion? Kok lemah sih! " ledek Elvan memainkan anak rambut Lesya.


Plakk!


Tiba-tiba saja Lesya terbangun dan dengan cepat dia meninju dada Elvan. "Adohh! Pusing! " keluh nya memegang kepalanya. Elvan menatap Lesya. "Udah sadar? "


Paham, Elvan beranjak dan naik ke arah ranjang dan memijit kepala Lesya dari samping. Merasa denyutan kepalanya sedikit mereda. Lesya teringat dengan kejadian yang terjadi tadi. "Bunda? Pan bunda mana? "


Menoleh ke arah Elvan, Elvan menghentikan pijitan nya dan pandangannya mengarah kepada Mayang yang baru saja masuk. "Lesya? Udah sadar? Ada yang sakit? " spontan Mayang menghampiri Lesya diikuti Angga.


Lesya mengangguk dan memeluk sekilas Mayang. "Udah bun, gak ada yang sakit kok! " ucapnya jujur. Mayang mengangguk dan bernafas lega. "Mau makan? Biar bunda buatin! Elvan juga mau makan apa nak? "


Lesya menggeleng. "Masih kenyang bun, " Setelah memastikan kondisi Lesya membaik, Mayang dan Angga meninggalkan mereka dan kembali ke kamar mereka.


Lesya menghela dan menatap langit-langit kamar. "Kenapa? " tanya Elvan. Lesya menggeleng dan melirik jam dinding yang ada. "Jam delapan? Cepet banget! Lo gak mandi pan? " tanya Lesya.

__ADS_1


Elvan mengangkat alisnya satu dan memiringkan kepalanya sedikit. "Lo sendiri? " Lesya menggaruk tenguk lehernya. "G-gw? Ini gw mau mandi! Oh iya bentar, g-gw boleh curhat gak nih? " jawabnya.


Elvan mengangguk saja. "Curhat aja! " jawabnya. Elvan mengarahkan pandangannya dan sedetik menoleh ke arah Lesya kembali mendengar Lesya yang justru bertanya pada dirinya sendiri. "Gw bingung! Kenapa ya gw dibenci? Salah gw apa cobak?! " kesalnya.


"Lah? " Lesya berdecak malas. "Harusnya mereka bangga gek sama gw! Buktinya nih ya gw berhasil mendirikan sebuah markas yang berpengaruh dan mencapai peringkat satu se-Indonesia! " jelasnya kesal.


Elvan menghela nafas mendengar celotehan demi celotehan yang terlontar dari mulut Lesya. "Bahkan nih ya, sayang dikit aja sama gw tuh rasanya gak ada! Sebenarnya gw anaknya atau bukan sih?! Oh iya gw lupa! Gw gak dianggap! Tapi... Masa mereka pengen gw tiada gitu? Kenapa mereka pengen gw pergi dari dunia ini?! " kesal Lesya mengacak-acaki rambutnya.


Elvan menutup telinga Lesya dengan telapak tangannya. Pandangan mereka bertemu dan dapat Elvan lihat jika kekesalan Lesya mulai reda. "Kalo mereka gak bersikap begitu, apa lo akan bangun LC? " tanya Elvan menatap manik Lesya.


Lesya menggeleng tak tahu. "Mana gw tauk! Kalo aja mereka peduli sama gw, mungkin aja kan gw bangun LC! " Elvan menggeleng. "Salah! Justru mereka yang keras, mereka yang benci sama lo, bentuk diri lo begini! "


Lesya terdiam lalu memeluk pinggang Elvan dan membenamkan wajahnya di dada bidang lelaki di hadapannya. Sedetik dirinya berusaha mencerna perkataan Elvan yang masuk akal di pikirannya. Dirinya mendongkak dan memiringkan kepalanya sedikit. "Pan! " panggil Lesya.


Elvan mengangkat satu alisnya seolah bertanya 'apa? ' kepada Lesya. "Lo kenapa beda gini sih? " tanyanya bingung.


Kening Elvan berkerut bingung. "Beda gimana? " Lesya mengangguk kecil dengan gaya imutnya. "Iya! Beda! Di sekolah sama ke kantor lo rapiiii banget! Giliran di rumah sama luar sekolah dan kantor lo gayanya mirip badboy! " jujurnya.


Sudut bibir lelaki tampan itu sedikit terukir mendengar kejujuran dari gadis di depannya itu. "Kenapa? Keren ya? " Lesya bergidik ngeri mendengarnya. Bahkan pelukkan Lesya terlepas. "Idih! Ogah! Keren kagak nyebelin iyak! "


Gemes, Elvan mencubit kedua pipi Lesya lalu menc*umnya sekilas hingga Lesya terhenyak kaget. "Iiiihh! Papaaann!! Kutub nyebelin lo!! " kesal Lesya memukul dada bidang Elvan berkali-kali.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2