Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
156: Nasehat!


__ADS_3

Ceklek! Dorr!


HAPPY BIRTHDAY MAMA-!!


Dengan kompak anak-anak geng Lion Claws tertepuk tangan ria dan menyanyikan lagu 'happy birthday' untuk Henny. Henny memegang dadanya kaget sekilas dan menatap sekeliling.


Geng Lion Claws memang dekat dengan Henny hingga menganggap wanita yang melahirkan queen Allion itu mama mereka. Tak jarang Henny memberikan makanan kepada anak gengster Lion Claws sejak mengetahui anaknya masuk ke dalam dunia itu.


Namun memang akhir ini karena kondisinya yang kurang memungkinkan, dia sudah mulai fokus dengan kesehatannya. Permasalahan butik, asistennya yang mengurus sementara Luna sesekali ikut membantu.


Lesya dengan cepat hendak melayangkan tinjuan namun terhenti dan akhirnya bertolak pinggang. "Heh lo semua! Lupa ya kalo mama baru balik dari rumah sakit?! Mau nanti tiba-tiba masuk lagi hah?! "


Luna melotot dan menambahi omelan dari Lesya. "Kalo sempet masuk kalian mau tanggung jawab hah?! Gw yang kagak ultah aja kaget! Apalagi yang ultah! Lain kali dipikirkan dulu cara menyambut yang baik dan benar! " tambahnya.


Dengan kompaknya mereka menunduk dan menggeleng. "Maaf queen, ma! " Henny tersenyum ramah. "Syuutt! Gak boleh gitu! Gimana pun juga mereka udah cape-cape dekor nya! Mama seneng kok! Rumah ini jadi rame! Makasih ya semua! "


Dengan kompaknya mereka mengangguk dan bangga dengan hasil dekor mereka. "Sama-sama ma! " Akhirnya mereka melakukan acara ulang tahun yang sederhana yang dihadiri anak gengster Lion Claws saja hingga malam.


Perlahan di saat jam delapan malam sudah berpulangan anggota Lion Claws yang menyisakan Leon, Luna, dan Lesya saja. Jangan lupakan Henny yang tersenyum bahagia di hari ulang tahunnya kali ini. "Sya, kamu gak pulang kah? "


Lesya menggeleng. "Nanti aja ma, masih betah! " cengirnya. Henny geleng kepala saja mendengarnya. "Yaudah mama ke kamar dulu ya, udah ngantuk! " Mereka mengangguk.


"Istirahat aja dulu ma! Kan baru pulang, pasti capek! " kata Leon. Henny mengangguk dan berjalan menuju kamarnya yang sudah diberitahukan oleh Luna. "Lo beli pake uang siapa Lun? "

__ADS_1


Luna memutar bola matanya malas. "Udah gw bilang kalo gw itu beli dari hasil sebagian perusahaan, sebagian butik, sebagian sisa jajan, sebagian hasil kerja gw! " jawabnya jujur.


Lesya mangut-mangut paham saja. "Btw nih ya, gw tau lo pasti beli rumah di sekitar gw biar bisa nebeng kan? Ngaku lo! Keliatan dari muka lo! " Luna menyengir tak berdosa dan mengangguk.


"Bener sih! Tapi, gw mau wujudin mimpi mama yang mau tinggal di perumahan ini! " jawabnya enteng.


"Eh iya, btw gw liat di grup sekolah katanya besok ada pertandingan basket dadakan ya? " tanya Leon. Lesya mengangguk menanggapinya. "Emang iya sih, lawannya mantan sekolah kita waktu SMP dulu! Flondey! "


Luna mengerutkan keningnya bingung. "Tau dari mana lo? Biasa lo gak tertarik sama gituan! " Leon memutar bola matanya malas. "Gak tau aja lo Lun! Queen kita kan udah sah sama ketos basket! Wajarlah! "


Lesya melempar bantal sofa yang ada ke arah Leon. "Heleh! Gw tau karena waktu gw pamit ke sini, dia kasih tau kalo dia mau latihan basket! " malasnya. Luna menggoda Lesya dengan senyum goda nya. "Ciee.. Yang udah mulai pamit-pamitan nih! " goda Luna.


Lesya memutar bola matanya malas. "Gw gak mau dicariin lagi kayak waktu itu! " Sontak Luna dan Leon paham maksud Lesya yang memang sering menghilang tanpa kabar. "Sama aja! Piw, udah ada benih-benih lope nih! "


Luna menggeleng pelan. Dirinya seketika menjadi seorang gadis yang bijak dan menasehati Lesya. "Gak boleh gitu Sya! Gimanapun juga lo gak boleh main-main sama yang namanya pernikahan! Kalo sekali ya sekali aja! Kecuali memang maut yang memisahkan! "


"Dan kalo pun Elvan itu jodoh lo? Lo mau buat apa? Jungkir balik? Atau bundir? Kalo itu takdir lo mau gimana lagi? Mau protes sama takdir lo? Mana bisa! Jadi kalo memang lo menghargai status lo sekarang, lo harusnya buka hati biar rumah tangga yang lo jalanin terasa dan terkenang! " jelas Luna mengoceh.


Lesya terdiam mendengar penjelasan Luna dan mengangkat suaranya sejenak. "Gw gak mau jatoh nantinya! " ucapnya mengalihkan pandangannya.


Luna menghela nafasnya panjang. "Ya apa mau buat? Kalo lo disakitin sama tuh orang, biar gw yang hadepin! Gw bakal minta bang Alam, bang Cakra, bang Candra, kak Sarah, sama kembaran Leon halangin tuh anak! So, jangan takut! " jawab Luna memberikan pengertian.


Lesya terdiam saja tanpa berniat membalas ucapan Luna. Dia melirik jam dinding yang ada di sana yang sudah menunjukkan pukul 9 malam. "Eh? Udah jam 9 aja! Dahlah gw balik! Bye! Salam buat mama ya! " pamit Lesya beranjak dan pergi begitu saja.

__ADS_1


Luna menghela nafasnya panjang. "Dasar pala batu! " gumam Luna. "Lo gak pulang Yon? " Leon mengangguk dan beranjak berdiri. "Jangan terlalu paksa Lesya! Lo paham kan? " Luna menunduk bersalah.


"Hahh! Lo gak salah, karena saran lo bener kok! Cuman, di sini kita harus hargain perasaan Lesya! " ucap Leon menepuk pelan pundak Luna. "Udah ya, gw pamit mau balik! Markas gak ada yang jaga! Bang Cakra pergi! " Luna mengangguk. "Hem! " singkat Luna.


Leon terkekeh kecil mendengar ucapan Luna yang singkat dan memeluknya sekilas. "Gak cocok lo cosplay jadi ketos! " Luna berdecak malas. "Serah lo! Jadi pulang gak sih lo?! Sono jaga markas! " usir Luna malas.


"Iya-iya, bye! Mantan gebetan! " canda Leon. Luna hendak melemparkan bantal sofa namun Leon sudah tergesa-gesa lari keluar. "Jangan galak-galak mangeb! Nanti gak laku! " ledek Leon.


Luna menghentakkan kakinya kesal. "Ck! Leon sial*n! " gumam Luna bergegas masuk kamarnya sendiri.


Kembali kepada Lesya berjalan menuju arah depannya, kediaman Grey. Dia melihat dimana Elvan baru saja datang di halaman rumah mewah itu. Seketika pikirannya tertuju dengan kata-kata Luna tadi. "Baru balik? " Lesya mengangguk.


Bingung, Elvan mengangkat alisnya satu ke atas. "Kenapa? " tanyanya. Lesya menggeleng dan berlalu masuk begitu saja. Elvan mengangkat alisnya bingung. Apa dia punya salah? Pikirnya.


Sudah beberapa menit Elvan dibuat kebingungan dengan sikap Lesya yang berubah padanya. Cuek! Selama dirinya dan Lesya tiba dikamar, Lesya lebih banyak memikirkan maksud Luna.


Menghela nafas, akhirnya Elvan memutuskan untuk bertanya saja. Elvan menutup tugasnya dan laptopnya lalu menghampiri Lesya yang masih melamun. "Le! Lele! "


"Ha? Kenapa? " tanya Lesya tersadar.


Elvan menaikkan satu alisnya menyadari jika Lesya tersadar dari lamunannya. "Lamunin apa? " Lesya menggaruk tenguk lehernya bingung hendak menjawab apa. "Em.. "


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2