Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
82: Tak percaya!


__ADS_3

Lisa yang sedari tadi diam angkat suara, "Tan, katanya Vano dijodohin. Mana calonnya? "


Prrruuuttt!


Lesya menyemburkan air dari mulutnya. Dia tak menyangka jika Lisa akan bertanya seperti itu. Mayang langsung menepuk-nepuk pundak Lesya yang terbatuk-batuk.


Lisa menatap aneh Lesya, "Waras lo? " Luna melotot, "Heh! Pertanyaan lo gak waras njing! " Lisa menatap sengit Luna, "Gw cuman nanya calon nya mana beg*! "


"Tapi pertanyaan lo bi--- " Sarah menarik lengan Luna agar tetap duduk, "Keep calm sist! " Luna bukannya tenang malah makin sengit.


Hingga Alam turun tangan melerai mereka, "Lun udah-udah! Gak kasian lo liat echa batuk mulu! " Luna dengan berat diam dan menepuk pundak Lesya hingga tenang.


Kreakk!


Setelah merasa tenang, Lesya menggeser-kan kepalanya miring hingga terdengar suara dari lehernya. Luna geleng kepala, "Kebiasaan! "


Angga geleng kepala saja melihatnya, "Bukan cuma calon tapi udah nikah Lis" Lisa menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal.


"Eh iya maap Lisa gak dateng ke acaranya" Angga mengangguk saja, "Dan dia adalah. . . "


Lesya membalikkan kepalanya ke belakang. Dia tak mau dilihat oleh mereka bahwa dirinya sedang menahan rasa paniknya. "Lesya! "


Mata Lisa membulat dan mulutnya terbuka lebar, "Ha? " lirih nya. Dia tak menyangka bahwa sepupu iparnya adalah musuhnya sendiri.


Lesya berhasil menetralkan mimik wajahnya segera menatap mereka semua tenang. Sorot matanya tak menatap Elvan sedetikpun. Dia takut mimik wajahnya kembali panik jika pandangan mereka bertemu walau sekilas.


"Iya dan kamu jangan bocorin ke orang lain termasuk Letha dan dua temanya itu oke? " Lisa mengangguk tak percaya, "Musuh gw. . .? "


"What the hell? Bercanda kan kak Elen? Ini mimpi kan? " Luna memukul lengan Lisa lumayan kencang hingga Lisa merintih kesakitan, "Aw! "

__ADS_1


"Sakitkan? Jadi lo kagak mimpi! " Lisa membalas bogeman Luna tepat di lengan Luna, "Gak mempan! " sinis Luna berbohong.


Bohong saja jika tak sakit. Luna ingin sekali merintih kesakitan sekencang-kencangnya. Dapat dia simpulkan jika bogeman Lisa hampir mirip dengan bogeman Lesya.


Bukan sama namun mirip saja dengan rasa bogeman Lesya. Lisa menatap tak percaya, "Jadi bener gak mimpi? "


Alam, Elena, Mayang, Angga dan Luna mengangguk saja dengan cepat. Lisa memegang kepalanya bingung, "Kenapa harus dia? "


Elena memukul lengan Lisa, "Ya mungkin jodoh! Udah gak usah nanya-nanya lagi kayak wartawan aja lo! Tugas lo cuman cukup jangan biarkan orang dan status mereka kesebar doang paham? " cerocos Elena.


Lisa mengangguk malas saja, "Itu siapa yang ngaku pacar lo? Dia gak tau soal ini? " tanya Lisa menyenggol lengan Elvan.


Elena menggeleng, "Intinya jangan sampai dia tau! Dia adik dari Lesya alias kembaran beda 10 menit doang namanya Lesta! " Alam menggeleng, "Letha yang"


"Itu maksudnya" Lisa menggelengkan kepalanya manatap tak percaya Lesya. Lesya yang ditatap merasa risih, "Apa liat-liat! " sewot nya.


Lisa mendelik, "Tante gak sopan banget sih dia! " Mayang menggeleng, "Kamu yang gak sopan bikin dia kayak gitu! "


Mayang terkekeh, "Udah! Kalian jangan berantem mulu ish! Bunda, Ayah, Elena, Alam pamit pulang dulu ya. Elvan mau ikut? "


Elvan menggeleng sebagai jawaban. Mayang mengangguk paham saja, "Ya sudah kita pamit ya. Sya bunda titip salam ya buat adik kamu semoga cepet sembuh ya"


Lesya mengangguk, "Iya bun" Mayang memeluk sekilas Lesya lalu bergantian dengan Luna dan Lisa diikuti Elena.


Mereka berempat kembali menuju ke kediaman Grey. Sarah pergi menuju ruang operasi karena harus menangani pasien-nya. Sementara Lisa, Lesya dan Luna kembali berdebat yang merupakan masalah sepele.


"Inget ya, walaupun lo kakak sepupu ipar gw, kita tetap musuhan! " Lesya menepis jari Lisa yang lantang menunjuknya, "Dan ingat gw gak segan-segan ngabisin elo kalo lo sempet sentuh adek gw, Letha! "


"Diam! " Satu kata datar dari mulut Elvan akhirnya membungkam mulut Lisa dan Luna. "Bisa berteman sekarang? " tanya Elvan dingin.

__ADS_1


"Big no! Because, dia(Lisa) orang yang selalu ganggu gw dulu! Bahkan kita sering ngadain acara bantai membantai walau seri! " Elvan menghela nafasnya panjang.


Lisa yang merasakan jika Elvan akan meledak angkat suara, "Iya-iya kita temenan! Ayok ke ruang adek lo"


Lesya dan Luna ditarik oleh Lisa menuju ruang VIP. Semetara Elvan mengikuti dari belakang saja. Dia memasukkan tangannya ke dalam sakunya dan menatap ke tiga gadis di depannya ini.


Setelah tiba di ruang VIP yang dipastikan dijaga oleh lima penjaga, Lesya memberhentikan langkahnya. "Ketbok, lo tunggu di sini aja oke! "


"Why? " Bukan Elvan yang bertanya namun Lisa, "Lo cemburu? " Lesya menatap tajam Lisa, "Enak aja! Nih ya denger kalo dia(Elvan) masuk bisa berabe adek gw nanti! "


Lisa dan Luna mangut-mangut paham saja. Elvan mengangguk dan menunggu kepulangan ketiga gadis tersebut di depan pintu dan menatap kelima penjaga LC.


Bahkan dia sempat melihat kelima penjaga membungkuk hormat melihat kedatangan mereka tadi. Dia yang sedang bingung menatap lekat ketiga punggung yang menjauh.


...~o0o~...


Mereka menoleh dan melihat kehadiran Lesya dkk (Lesya, Luna, dan Lisa) di ruang VIP Letha. Letha menatap sinis kakaknya itu, "Kenapa baru dateng? Dari tadi kemana? "


"Ara. . . " Letha langsung mengalihkan pandangannya ke kaca jendela, "Belum puas ngeliat aku menderita? Xixi, kakak egois! "


Tubuh Lesya membeku seketika mendengar adiknya menghina bahwa dirinya egois. Ingin sekali dia mengatakan semua unek-unek nya namun dia tahan.


Tanpa ada rasa sama sekali di dalam hatinya selain rasa benci, Letha mengusir Lesya dengan raungan kerasnya. "Kakak jahat! Gw benci sama lo kak! Dan seharusnya orang yang gw benci gak ada di sini bukan? "


"Tenang aja kak, gw bakal ambil hati kedua orangtua Elvano supaya ngerestuin gw dan gw bakal bikin nama baik lo tercemar! " lanjut Letha.


Lesya menatap adiknya itu lekat, "Walaupun lo adik atau kembaran gw, gw bisa pastiin kalo lo sempat ngerendahin harga diri gw, gw gak segan-segan berbuat lebih sama lo Ar! "


Letha terdiam membeku lalu mengeluarkan raungan nya, "Keluar! Keluar lo bertiga! " Lesya menghela nafas, "Kalo itu mau lo, okeh gw kabulin. Hope you get well soon! "

__ADS_1


Lesya dkk keluar dari ruangan tersebut. Lisa geleng kepala dengan perdebatan di depannya tadi. "Rumit! " gumam Lisa kecil.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2