Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
437: Lempar Bunga


__ADS_3

Episode 437: Lempar Bunga


...✎﹏﹏﹏﹏﹏﹏...


Suasana di luar hotel kini tampak meriah. Jamuan makan dan minum sudah tersedia dan dinikmati dengan penuh hikmat juga canda tawa. Acara salam-menyalam juga sedang berlangsung. Luna sendiri kini masih tak menyangka jika status lajangnya sudah berubah. Dia ‘istri’ orang sekarang.


"Lunaaa…" pekik Lisa heboh.


Luna merentangkan tangannya ke arah Lisa dan disambut dengan baik oleh gadis itu. Mereka berpelukan layaknya teletubis yang baru saja dipertemukan.


Berbeda dengan Valen merasa tersingkirkan karena pekikan heboh Lisa. Lagipula, siapa sih yang gak heboh kalau liat temennya menikah? C'mon, Lisa adalah perempuan pada umumnya dengan bakat bela dirinya.


"Whoaaa?! Kalian udah married, gw kapan ya?" sendu Lisa.


"Sama Repan sono makanya! Diembat, gw yang pertama kali bilang mampus sama lo seribu kali." ucap Luna meledek.


Lisa mendengus kesal dan melepaskan pelukan mereka. Menyesal dia menjadi sahabat baik di acara penting Luna. Semua situasi manis pasti dilenyapkan oleh mulut mercon gadis itu.


"WakKetu, mohon bimbingan pada ISTRI anda ini supaya menyaring ucapannya yang sangat menusuk ginjal, jantung, bahkan paru-paruku." dramatis Lisa tersenyum dengan paksaan.


Valen terbahak mendengarnya dan mengangguk-angguk paham saja. Berbeda dengan Luna yang mengeruncutkan bibirnya manyun karena diledek balik oleh Lisa.


"Tapi bener juga, mumpung si Repan jomblo kenapa gak lo embat aja, Lis? Sayang dia ikutan tobat dari dunia playboy nya ngikut si Kentang." ujar Valen yang justru setuju dengan ucapan istrinya. Istri? Whooaa, mimpi apa dia semalam ya? Pikir Valen yang masih tak menyangka akan melepas status bujangnya demi Luna—pujaan hatinya.


"Kalian sama bae, sama-sama nyebelin!" kesal Lisa menghentakkan kakinya lalu berjalan ke arah bawah altar.


Sedetik Lisa kembali berbalik dan menyerahkan satu kotak sebagai hadiah kepada pasutri baru itu dengan kasar. Dia kira akan dibela, nyatanya sama sekali tidak. Valen dan Luna menangkap dengan senyum yang tak luntur. Lumayan lah hari ini dapet double kill.


Pertama, mereka berdua sudah berhasil membuat Lisa kesal dan yang kedua dapat hadiah gratis dari orang yang mereka buat kesal. Setelah kepergian Lisa, barulah mereka terbahak lucu.


"Waras woyy! Ini baru nikah lho, belom cetak cute nephew buat kita-kita." polos Ken geleng-geleng kepala. Pasutri baru sah beberapa waktu lalu itu tertawa puas layaknya pasien sakit jiwa, kan kasihan dilihat-lihat. Padahal baru saja menikah, begitulah isi pikiran Ken saat ini.


"Si Kentang nephew mulu pikirannya! Mending buat sendiri noh, jangan orang lain yang lo suruh buat." ucap Revan geleng kepala seraya menoyor pelan kepala Ken. Valen juga Luna juga sudah meredakan tawa mereka dan menyimak pembicaraan para teman-temannya yang terdengar er-- begitulah.


"Ya kalau gw yang buat, bahannya gak cukup!"


"Butuh apa lagi Ken?" tanya Revan polos.


"Sel---


Frans dengan segera membekap mulut Ken yang ember tanpa tahu tempat. Tak malu memang berbicara segamblang itu di hadapan perempuan. Okey, hal yang paling utama adalah segera membawa Ken ke tempat yang benar-benar aman.


"Selamat-selamat pangantin baru, semoga rezekinya dilancarkan biar bisa traktir kita si kaum jomblo, eaaa…" ucap Revan dengan gaya khasnya. "Gimana sekarang? Gak dag-dug lagi kan?" polos Revan melanjutkan ucapannya.


Valen melotot tajam dengan pengakuan Revan dan menoyor tenguk leher Revan yang sama embernya dengan Ken. Mohon dimaklumi karena mereka satu alam, sudah pasti tak beda jauh sikapnya. Luna yang mendengar hanya menahan tawa saja. Ternyata bukan hanya dia yang menahan gugup, Valen juga. Lumayan lah dia tak jadi bahan ledekan sahabatnya sendirian nanti.


"Nah hadiah dari si belom married alias kita berempat karena Pak boss udah sold out, jangan lupa dibalikkin ya anak-anak!" ujar Revan menyengir kuda.


Farel hanya geleng-geleng saja dan melambaikan tangannya. "Maap mereka ngerusuh, obatnya abis makanya begini!"


Revan dan Ken mendelikkan mata tak terima dengan ucapan Farel. Berbeda dengan Valen mengangguk seraya tersenyum puas dengan raut wajah kedua biang rusuh. Akhirnya Ken juga Revan yang hendak merusuh sudah ditarik paksa oleh para penjaga mereka alias Farel juga Frans. Masih banyak yang ingin mengantri mengucapkan kata selamat pada pasutri baru itu.


"Adeee ih, congrats Lalunaa! Happy new life for you and wish you the best."


Luna menoleh ke arah Cakra yang datang dengan heboh seraya merentangkan tangannya. Luna membalas juga terkekeh pelan saja. Gadis itu mengangguk-angguk lucu dan melepaskan pelukannya dengan Cakra.


"Kok malah happy new life sih, Bang?" tanya Luna.


"Woiya dong! 'Kan life artinya hidup, jadi selamat hidup baru bersama si wakil ketua Tiger, semoga berbahagia, rezeki lancar, jangan lupa saling percaya!" ucap Cakra dengan nada bangganya.

__ADS_1


Luna hanya mengangguk dan memasang wajah sok sedihnya. Di saat begini, tumben-tumbenan sekali Cakra tak seheboh biasanya. Mungkin karena sudah berpawang jadi tetap menjaga jarak dan keharmonisan hubungan kekeluargaan dengan Lion Claws.


"Ngapa muka lo, Dek?" tanya Alam yang turut ikut naik ke atas dan bergabung dengan Cakra juga Elita. Luna hanya melengkungkan bibirnya ke bawah dengan tangan yang menggandeng erat lengan sang suami—Valen.


"Abang punya Kak Elen, Bang Andre punya Kak Lita, gw punya Alien, Echa punya Pak ketos, jadinya kita bakal sibuk sama urusan masing-masing gak kayak dulu yang selalu ngumpul bareng sama Leon," lirih Luna merasa sedih.


"Kata siapa hey? Setiap pertemuan pasti ada perpisahannya masing-masing. Kalau soal ngumpul kita masih satu kota, satu negara, satu daerah bocah! Kalau pengen ngumpul suruh si Alam traktir lo nanti, dia baru jadi CEO seutuhnya noh." hibur Cakra seraya menunjuk ke arah Alam yang berdiri di sebelah Valen.


"Enak aja lo--


"Ok, deal! Sip-sip, ini yang gw tunggu!"


"Kagak ya, s--


"Nah hadiahnya, dari gw, Lita, Elen, sama Alam! Pamit dulu yo, perut laper minta isi!" ucap Cakra sengaja menyela dengan senyum khasnya. Tak lupa Elita yang tanggap segera memberikan kado dan mengikuti Cakra yang turun dari altar.


"Si anj--


"Ayo mau ngomong apa hayo? Abang gak mau turun? Kasian loh Kak Elen kalau di rumah gak ada yang jaga. Masa sebagai suami, malah mertua yang turun tangan sih? Kasian, awas kualat Bang, ninggalin istri hamidun di rumah." kompor Luna.


"Eh iya astaga, gw pamit ya sekalian izin bawa dua box sate, Elen ngidam soalnya." Alam yang mendengar ucapan Luna segera turun dari altar.


Luna mendelikkan matanya tak terima jika sate yang dia catering habis dalam sekejap hanya karena alasan Alam. Padahal dia yakin, bukan Elena yang mengidam, tetapi alibi karena ingin mengerjainya. Sejauh ini, tamu yang datang kurang obat semua!


"Luna, kalau kamu kangen sama mereka, kamu kasih tau ke aku ya? Nanti biar aku bantu supaya mereka kosongin jadwal, atau gak sewa tempat. Aku gak mau karena kamu nikah sama aku, kamu beranggapan kalau kamu gak bisa hidup bebas sekalian kejar mimpi." ucap Valen berbisik ditanggapi anggukan dari Luna.


"Pengertian banget sih suami aku! Iya Sayang, iya kok tenang aja, tapi janji ya jangan tinggalin aku?" ucap Luna menyodorkan kelingkingnya.


Valen mengangguk dan mengiyakan saja. Tak lupa ikut menautkan jari kelingking mereka, hingga lupa jika ada orang yang datang ke altar 'tuk mengucapkan selamat.


"Ekhem!" dehem Lesya.


Lesya mengerutkan keningnya bingung dengan cibiran Luna. "Barbie?" beonya.


"Iya! Lo cakepp banget, mirip barbie! Omo, gw kesentil liat lo, gw yakin Pak ketos gak bakal oleng dari lo kalau begini mulu." jujur Luna mengiri dengan kecantikan alami dari sahabatnya. Alis Lesya mengerut bingung sekaligus bangga dan beralih menatap Elvan.


"Pan, gw cantik gak?"


Elvan menganggukkan kepalanya.


"Cantik."


"Kayak barbie emang ya?"


Elvan menggeleng. "Enggak lah, lo kayak istri gw bukan kayak barbie, Sayang." ucap Elvan merapikan anak rambut Lesya di belakang yang sedikit berantakan. Valen juga Luna seolah nyamuk di sana. Keduanya seperti tamu undangan, sementara Elvan juga Lesya layaknya pengantin baru.


"Woy pengantinnya itu kita woyy, nebar uwu jangan di sini ya Bapak-Ibu boss? Lapangan lagi nganggur, kalau mau kalian yang tempatin, gimana?" tawar Valen merequest. Lesya yang tadinya menahan senyum beralih menjadi sinis.


"Yaudah sih gak usah sewot!" sinis Lesya lalu beralih menggandeng lengan Elvan seperti Luna yang menggandeng lengan Valen. Luna tersenyum geli melihatnya.


"Sya, udah jadi 'kan?" tanya Luna diancungi jempol oleh Lesya.


"Jadi apaan kalian? Jadian?"


Pletak!


Luna secara reflek memukul pelan kepala Valen yang berbicara ngawur. Sedetik dia melotot dan meminta maaf pada Valen atas kelancangan tangannya. Dia agak terkejut dengan ucapan suaminya. Luna masih waras untuk menyukai batang kali!


"Hayoloh, tangannya nakal sih!" kompor Lesya tertawa meledek. Luna hanya ikut meringis dan mengusap kepala Valen dengan lembut. Berbeda dengan Elvan yang hanya geleng kepala dengan interaksi ketiga makhluk di depannya.

__ADS_1


"Aduh, maaf-maaf, reflek doang kok, cius!" ucap Lesya menunjukkan dua jarinya kepada Valen. "Kamu makanya kalau ngomong jangan yang aneh-aneh dong, tangan aku gatal jadinya! Gini-gini walau deket sama Echa, aku masih suka batang kayak kamu kali." lanjut Luna.


"Siap-siap kabar besok ya?"


Luna berkedip setelah mengkode sahabatnya. Dengan sekali anggukan Lesya paham juga mengangguk. Setelah memberikan kado, keduanya turun dari altar dan berkumpul dengan yang lainnya. Tak lupa Lesya ikut menggandeng lengan Elvan.


***


"Satu…"


"Dua…"


"Tiga!"


Swusshh!!


Lesya yang tak sengaja lewat dengan reflek menangkap bunga yang terlempar dari tangan pengantin yang sedang berbahagia. Luna yang berbalik dan melihat tampak mengeruncut kesal.


Bahkan para gerombolan jomblo juga single mendengus kesal karena salah satu dari mereka tak dapat bunga pengantin. Pengantin wanitanya sih, terlalu semangat jadinya kelempar ke belakang mereka.


"Bu boss nikah lagi woyy!!" sorak Ken.


"Pa'an sih? Gw lewat doang, nah ulang sana!" ucap Lesya ketus seraya melempar ulang ke arah Luna bunga yang dia tangkap. Valen segera sigap menangkap dan memberikan bunga pada sang istri. Pasutri baru itu berbalik dan bersiap melempar bunga kembali.


"SIAP YA?" intruksi Luna.


Satu, dua, tiga!


Swussh!


Luna dan Valen berbalik dan membentuk mulut mereka terkejut. Rupanya Revan lah yang menangkap bunga yang mereka lempar. Revan sama terkejutnya dan hanya menampakkan senyumnya.


Segera dia memberikan bunga pada Lisa dan diterima baik oleh Lisa karena memang, Lisa pengincar bunga yang ada pada Luna sejak tadi. Kalau kata Lisa, dia cuman mau supaya dapat bertemu jodohnya segera karena dia sangat bosan menjadi nyamuk di antara teman-temannya yang kebanyakan sudah berpasang-pasangan.


Jika perkara mengenai mendiang Leon, dia menerima saran dua sahabatnya untuk mencari lelaki lain. Tak mungkin juga dia selalu menyandang gelar jomblo, dia tak mau diancam akan dijodohkan oleh orang tuanya jika belum berpasangan.


"Jadian! Jadian! Jadian!"


Sorakan menggema dari teman-temannya juga kedua pengantin baru tampak terdengar. Pipi Lisa memerah mendengarnya, sementara Revan hanya tersenyum canggung.


Segera Revan menarik tangan Lisa ke tempat sepi karena memang membicarakan sesuatu penting pada gadis itu. Lisa terkejut dan pasrah karena dia juga mau membicarakan hal penting pada Revan—sahabat lelakinya.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


>>><<<


Ini Lesya, Lele nya pak Papan



Kalau ini Luna, sahabatnya.



Kalau ini Lisa, si judes galak



(buat yang udah liat visual Luna juga Lisa, aku kasih yang baru ya soalnya yang kemarin visualnya kurang cocok + lupa namanya🙏🏻)

__ADS_1


Kesannya dewasa ya? Iya, semenjak lulus mereka mulai dewasain diri jadinya begini dehh~


__ADS_2