Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
67: Bu bunga VS Lesya!


__ADS_3

Ken mencibir, "Tusuk aja klo bisa" Luna beranjak dan mempraktekkan gaya menusuk dengan tusuk gigi yang ada.


"Udah-udah gak usah berantem! Kayak anak kecil aja kalian! Inget umur" lerai Farel. Jika Farel yang dingin namun tak sedingin Elvan baru angkat suara.


Mereka kembali ke rumah mereka masing-masing setelah diceramahi oleh bu bunga. Jangan lupakan karena bu bunga yang malas jika mereka terus berdebat.


Lesya pulang bersama Elvan atas perintah dari pak Rio. Awalnya Lesya menolak tapi karena paksaan pak Rio akhirnya Lesya tak bisa mengelak.


"Udah kalian balik sono! Buat Elvan, tolong anterin Lesya ke rumahnya" Lesya mendelik, "Ey bapak! Ku bisa sama Luna kan nginep pak"


"Xixixi, bener tuh pak" Luna hampir tertawa melihat wajah spontan Lesya. Begitu juga dengan Leon, "Tau tuh pak gak usah khawatir, tenang jago beldir"


Pak Rio menggeleng, "Bukan itu! Takutnya kamu tuh dihantu-in bayang-bayang Vannya jadi stress akhirnya masuk RSJ! "


Bukan Lesya namanya yang tak hobi menggoda pak Rio walaupun di hadapan wajah galak bu bunga, "Kiw bapak khawatir amat kalo saya gak ada"


Bu bunga mendelik, "Lesya!! " Dengan polosnya Lesya menjawab geram-an bu bunga, "Apa bu? "


"Mau ibu hukum hahh?! " Lesya menggeleng, "Ini bukan sekolah bu! Jadi gak bisa hukum orang sembarangan"


Bu bunga tambah geram hingga menjewer telinga kiri Lesya hingga Lesya meringis kesakitan, "Adohh! Ibu sakit ilah! Kagak suami nya, istri nya sama sama hobi jewer telinga saya"


"Iya kita gemes sama telinga kamu! Pengen liat gimana telinga panjang milik trouble maker" Luna tertawa dibarengi yang lain begitu juga Valen. Tapi tidak dengan Elvan!


Luna terus menggoda bu bunga yang menjewer telinga Lesya, "Kenceng-in bu jangan kasih kendor! Berani banget goda pak Rio"


Lesya menatap tajam sahabat sengklek nya ini, "No bestfriend lo Lun" ketusnya. Bu bunga melepaskan jewerannya dari telinga Lesya.


Dia beralih menjewer telinga Luna hingga Luna meringis kesakitan, "Adohhh bu... kok saya sih? " Giliran Lesya yang tertawa mendengar jeritan Luna.

__ADS_1


"Iya kamu juga sering nge-godain suami saya kan hah? " Luna meringis mendengar suara auman singa di telinga nya, "Enggak bu, cuman iseng bercanda doang"


Bu bunga mengeraskan tenaganya, "Oh bercanda ya? " Luna semakin menjerit, "Adooh.. Ibu, kapan balik nya kalo gini mulu? "


"Kapan-kapan aja! Terus in bu.. " antusias Valen. Bu bunga menatap tajam Valen, "Kamu mau ibu jewer? " Valen dengan cepat menggeleng, "Enggak deh bu.. Luna aja"


Bu bunga melepaskan jewerannya dan menatap tajam murid-murid sekolahnya itu, "Kalian pulang dan Elvan antar Lesya pulang! "


"Ibu... Saya mah amit-amit pulang bareng dia! Takutnya saya auto beku secara dia mukanya kayak tembok papan datar" cerocos Lesya menjelaskan.


Elvan menatap tajam Lesya. Lesya yang ditatap berpura-pura tak melihat tatapan Elvan, "Udah sih tinggal bilang iya susah amat! " ucap Amel.


"Kesempatan emas Sya! Kapan lagi coba jalan sama cogan? " Lesya memasang tampang ngeri-nya mendengar ucapan Nayla, "Cogan? Elu aja kali Nay! "


Farel angkat suara, "Trus Lisa sama siapa? " Leon menyahut tiba-tiba, "Sama gw" Luna dan Lesya menatap bergantian, "Ekhem... "


Semua pasang mata menatap ke arah pak Kevin, "Kenapa pak? Serek ya? Minum dulu" tanya Ken yang ngawur.


Lesya kembali memasang tampang bad girl nya, "Ya jelas lah bapak ke mana-mana sendiri! Pacaran kagak! Deketin bu Rena aja udah tertohok! " ejek Lesya.


Pak Kevin terdiam. Benar saja ucapan Lesya tentang dirinya. Bu Rena, orang yang dia suka saja selalu mengacuhkan keberadaan dirinya.


Sontak semua tertawa lebar mendengar ejek-kan Lesya yang ngawur tapi sukses membuat pak Kevin bungkam. Kecuali Elvan tentunya!


Pak Rio menghentikan tawa-nya, "Udah! Kalian pulang sono! Buat Letha, Nayla, Amel kalian tidur gih udah malem! "


"Okeh pak! Kita pamit ya, byyee... " pamit Letha langsung pergi ke kamar mereka diikuti Nayla dan Amel.


Pak Rio menatap Luna. Saat dirinya ingin berucap, Luna langsung memotong, "Iya saya balik kok pak tenang aja! Bye see u"

__ADS_1


Satu per satu sudah mulai pulang. Tersisa Lesya, bu bunga, pak Rio dan Elvan di sana. Hingga Lesya angkat suara, "Wah-wah kok gw gak sadar ya si Luna pergi? "


Bu bunga menatap Lesya, "Gimana mau sadar? Sudah kamu pulang bareng Elvan saja! " Lesya mendelik, "Ey ibu! Saya udah bilang kalo saya ogah pulang bareng kutub! "


Pak Rio menghela nafasnya, "Gak baik seorang gadis pulang malem-malem gini! Apa lagi kalo kamu ngalamin yang Vannya alamin gimana? "


Lesya terdiam sejenak, "Saya kan bisa beldir pak! So tenang aja! Bapak perhatian banget sih sama saya" sindir Lesya segaja memanasi keadaan.


Benar saja emosi bu bunga mendidih. Pak Rio yang paham keadaan istrinya, segera menenang-kan nya. "Kamu murid saya! Sudah sana balik sama Elvan"


Bu bunga kembali tenang. Dia menatap horor Lesya, "Gak usah manasin keadaan tinggal pulang bareng Elvan apa susahnya? "


Lesya memelas, "Susah loh bu... Kalo salpah gimana? " tanya Lesya mencari alasan tak ingin berada di samping Elvan.


Pak Rio memijit pelipisnya. Dia dan bu bunga sebenarnya sudah tahu status Lesya dan Elvan kali ini.


Angga dan Mayang sudah menceritakan kepada mereka semuanya. Bahkan Angga dan Mayang meminta mereka agar bertambah dekat. Tentu saja mereka tak bisa menolak.


Mereka menatap satu sama lain dan berbicara jujur saja jika mereka tahu status mereka, "Udah sya, gak usah malu-malu meong! "


Lesya bergidik ngeri dengan raut wajah bu bunga, "Maksa banget sih bu? Kan gw gak mau! Ya kagak! Udah dah gw mau pergi nyari taksi sudah amat! "


Balik lagi Lesya kini memakai logat lo-gw jika sudah malas. Bu bunga tak tersinggung. Sebenarnya dia dan pak Rio menganggap Lesya bagai anak kandung mereka walau nakal.


Begitu juga dengan Lesya yang menganggap bu bunga orang tuanya. Namun, karena Lesya yang nakal dan bu bunga yang galak sering dijadikan bahan bully-an Lesya ketika gabut.


Mereka dapat dibilang dengan Tom and Jerry! Banyak murid memberi julukan bahwa Tom adalah bu bunga sementara Jerry adalah Lesya!


Mereka bagaikan sepasang sahabat yang tak pernah akur. Pak Rio tak mempermasalahkan itu! Bahkan dia mendukung karena menurut pemikiran nya, jika mereka dipertemukan, Lesya akan mengeluarkan candaan nya.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2