Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
324: Julukan Aneh


__ADS_3

Lisa dan Lesya memancarkan pandangan sengit satu sama lain. Hingga suara Revan yang jengah dengan perdebatan yang tak bermutu itu akhirnya turun tangan berniat melerai. Walau sudah dilerai begitu, tetap saja pandangan mata mereka masih sama sengitnya.


"Udah-udah woy, mending lo pada bicarain siapa yang lakuin ini! Buat apaan sih bicarain Chatrin yang gak jelas itu. " lerai Revan bijak. Eits, sejak kapan lelaki itu bijak? Apa tertular dari Frans yang berada di sebelahnya makanya bijak begini? Ya kali jiwa Revan dan Frans tertukar sejenak untuk melerai mereka!


"Wah-wah Revan sekarang jadi kembaran Frans nih ceritanya! " ledek Ken tertawa diikuti Valen. Lesya terdiam sesaat. Bukan perkataan Revan yang membuatnya sadar namun Ken. Mungkinkah kembarannya yang melakukannya? Letha? Kalau iya, adik kembarnya itu berubah sekarang!


"Kenapa? Udah dapet jawaban Sya? " tanya Luna melirik Lesya. Dia paham sekali mulai dari sorot mata sahabatnya itu. Lesya mengangguk kecil. Bisa jadi dugaan pertamanya adalah. . . Letha, adiknya. Bagaimana pun juga, kesalahan tetaplah harus mendapat konsekuensi!


"Siapa-siapa? " tanya Leon kepo.


"Untuk sekarang gw masih belom bisa nyimpulin. Nanti gw kasih tau kalau dugaan gw bener! " ucap Lesya lalu beralih menatap Letha yang mengobrol santai dengan kedua temannya. Luna mengangkat satu alisnya setelah ikut melihat arah pandangan Lesya.


"Yakin mau kasih hukuman? " tanya Luna.


Luna tahu dan paham sekali jika Lesya tak mau, tak ingin, masih diam dengan segala tingkah Letha. Dan sekarang, apa hati sahabatnya tergerak untuk menegakkan hukum? Sama seperti Lesya yang bolos atau membuat onar pasti mendapat hukumannya. Begitu juga Letha! Apalagi yang menjadi korban adalah anak pemilik sekolah alias ketua OSIS tak tersentuh.


"Kalau orang ngelakuin kesalahan, berarti orang itu menerima tanggung jawabnya pada akhirnya kan? " tanya Lesya balik dengan nada kecil. Luna perlahan menerbitkan senyumnya. Dia memang tak suka dengan Letha. Balik membalas adik kembar sahabatnya juga tak bisa karena dia tak ingin Lesya sedih ataupun marah.


"Bisik-bisik gak ngajak! " cibir Leon.


Luna dan Lesya saling berpandangan dan tertawa lucu. Biasanya jika Leon dicueki pasti lelaki itu akan mengambek atau juga marah pada mereka. Jangan kira Leon lelaki teguh tanpa kata manja ya! Leon sebenarnya orangnya friendly kok. Manjanya juga sama keluarga angkatnya dan kekasih hatinya tentunya~


"Bahas apaan sih? Mending bahas... Oemji, gw lupa di sini ada CCTV kan ya? Bisa cek CCTV gak sih? " tanya Lisa bermenolog. Elvan hanya melirik sekilas dan menyeruput botol minum Lesya.

__ADS_1


"Ada, tapi rusak! " jawab Elvan setelah meneguk sedikit air putih. Lisa mendesis kecewa. Dia tak suka ada orang yang berniat mencelakai keluarganya. Termasuk sahabatnya! Yah, Lisa sekarang nyaman masuk lingkup persahabatan Lesya, Luna, dan Leon. Walau sering bertengkar sih khususnya Luna maybe...


"Gw benerin sini! " tawar Leon.


"Emang bisa lo perbaikin CCTV dalam beberapa jam? Kalau gitu pak boss juga bisa kali cumen kan dia korban jadi diem aja kerjanya! " tanya Ken meledek. Leon menggaruk tenguk lehernya yang tidak gatal itu dan menggeleng pelan.


"Ya gak sekarang juga kali! " malas Leon. Lalu sedetik Leon tersadar dan sontak menunjuk ke arah Lesya. "Nih orangnya pro hacker tanyain aja coba sama orangnya!  " lanjut Leon.


Mengerutkan keningnya bingung, Lesya dengan bingungnya menunjuk dirinya sendiri. "Hah? Gw? " ulang Lesya. Leon mengangguk antusias. Hehe.. Sekali-kali membuat queennya itu melakukan sesuatu dalam bidang komputer tak masalah kan? Lagian Leon juga ingin belajar dari pergerakan tangan Lesya yang begitu cepat. Apakah Lesya berguru pada seseorang? Namun siapa orangnya?


"Yaa.. Bisa sih tapi jangan sekarang! Kan lagi istirahat, bentaran lagi dah biar sekalian bolos! " ucap Lesya secara terang-terangan. Namun jawabannya itu diangguki setuju oleh kelima teman Elvan. Termasuk Frans dan Farel yang sedari tadi hanya menyimak!


"Nah bener tuh pak boss, sekali-kali gak papa lah kita bolos! Lagian tinggal tiga minggu lagi nih kita udah gak jabat jadi OSIS lagi! " kata Valen diangguki setuju oleh teman solidnya siapa lagi kalau bukan Ken.


"Tau tuh Van, lagian gw juga bosen ke rooftop terus sendirian tapi gak ada temen. Mending nanti aja sekalian gw bawa laptop nih ke sekolah! " timpal Revan menegosiasi kepada Elvan yang masih belum menjawab.


"Mau bolos? " tanya Lesya mengangkat satu alisnya dengan tampang nyolotnya. Sontak kelima teman Elvan mengangguk dengan lesu. Lesya menatap ketiga temannya seolah memberi kode yang mudah dipahami mereka.


"Wokeh, nanti gw bawa gitar dari ruang musik! " kata Leon yang paham terlebih dahulu. Lesya menjentikan jarinya seolah menyetujui usulan Leon. Padahal niatnya hanya bertanya pendapat saja.


"Bolos ae tapi jangan nyampe ketauan sama gubar BK! " kata Lesya yang mendapatkan plototan tajam Elvan. Tentu saja Lesya membalas tak kalah tajam tatapan su-suaminya. Namun sedetik dia menyengir kuda dan memasang dua jari berbentuk huruf 'V'


"Peach, sekali-kali juga Pan, ngertiin anggota dong! Menjadi pemimpin yang baik budi tuh harus bisa memahami keadaan anggotanya barulah ada pengecapan cap yang ada badaknya! " jelas Lesya sedikit menyeleneh.

__ADS_1


Mereka yang mendengar hanya tertawa garing saja. Ada badaknya? Ada-ada saja Lesya! Sementara Elvan hanya menahan tawanya. Sebenarnya dia juga ingin ikut bolos dengan kelima temannya. Bukan bermaksud menolak, namun tadi dia diam karena mendengarkan celotehan Lesya.


"Gw gak larang, hari ini kalian semua bebas bolos asal jangan ketahuan! " pesan Elvan yang disoraki oleh Ken dan Revan. Merekalah yang paling menantikan momen ini karena sudah lama sekali tak berkumpul dan membuat onar.


"Shuttt, berisik lo pada! Kalau ketauan gagal mamp*s! " galak Luna ketus lalu beralih memainkan ponselnya. Ken dan Revan hanya mendengus sebal saja. Mereka tak membalas ucapan Luna karena memang benar adanya jika mereka terus berisik pasti orang lain akan curiga.


Saat Luna menscroll akun IG nya, tanpa sengaja dia melihat postingan adik kembar Lesya tak lain adalah Letha. Di dalam foto terdapat wajah satu anak bayi yang sedang digendong oleh Lesya. Luna memang tak tahu mengenai kelahiran adik kecil Lesya dari Galang dan Sella.


"Eh Sya ini siapa? Kok lo foto sama anak kecil sih? " tanya Luna bingung dan memperlihatkan isi ponselnya. Lesya hanya menatap sekilas dan menepuk keningnya pelan. Dia lupa memberitahu masalah kelahiran adiknya pada kedua sahabatnya yang memang kenal dengan Sella. Kok kenal kan belum ketemu? Jadi tuh Lesya mencari data keseluruhan Galang dan tanpa sengaja menemukan identitas Sella. Akhirnya mereka tahu!


"Oiya, adek gw dari istri bokap gw udah lahir kemaren! " jawab Lesya jujur. Luna dan Leon cengo saja. Mereka tak menyangka jika istri dari ayah kandung Lesya benar-benar memiliki anak di usia. . . tua maybe~


"Hah? Punya adek lo? " bingung Lisa karena tak mengetahui keseluruhan masalah pribadi Lesya. Lisa hanya tahu jika Lesya dan Letha memiliki 3 ayah. Galang, Gilang dan mendiang Arga. Ditambah Angga, ayah mertua Lesya!


Lesya mengangguk kecil. "Iya, beda ibu satu bapak! Lucu ya? Namanya dari gw jas-jus-tine! " kata Lesya. Namun nama dari Lesya itu mengundang rasa penuh kebingungan dari kelima teman Elvan dan ketiga teman Lesya. Jas-jus-tine?


"Lah ngapa diam? Namanya bagus kan? Yaiyalah nama dari gw! " bangga Lesya yang mendapatkan toyoran pelan dari Luna. Tentu saja Lesya hanya meringis kecil.


"Bagus dari mana sih Syaa... Aduhh, lo tuh minus-minus ya gak bisa bedain mana yang bagus atau gak cakep! Jangan bilang tuh bukan nama asli adek lo tapi nama panggilan lo! " cerocos Luna yang sudah tahu apa arti dari jas-jus-tine.


"Nah itu tau! Namanya kan Justine Gerryano Erthan gw singkat jadi jas-jus-tine! " bangga Lesya lagi melanjutkan. Luna memutar bola matanya malas. Sudah dia duga jika kata jas-jus-tine adalah julukan dari Lesya.


"Masih bayi Sya.. Baru lahir dia, lo udah bikin julukan aneh aja! " geleng Leon. Lesya hanya mengangkat bahunya acuh saja. Mereka beranjak pergi setelah mendengar bell sudah berbunyi. Niat mereka hanya satu, rooftop!

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2