
"Eh Sya lo makan lagi? Itu mie ayam buat siapa? " tanya Leon yang mengalihkan pembicaraan. Lesya menoleh dan menggeleng tak tahu. Tangannya melepas sendok dan meletakkan ke dalam mangkuk Luna.
"Gak tau, tadi ada cewe culun yang kasih gw! Katanya dari seseorang buat gw! " jujur Lesya lalu memilih menyeruput minumannya yang masih tersisa.
"Gak dimakan nih? " tanya Leon.
"Kenyang! " jawab Lesya menggeleng.
"Buat gw, kebetulan belom makan! " ucap Elvan yang tampak curiga dengan warna kuah mie tersebut. Lesya hanya mengangguk kecil saja. Toh dia tak ingin makan. Elvan beralih menarik mangkuk itu mendekat ke arahnya.
Ada yang aneh.
Elvan mencoba sedikit mie itu. Tentu saja dia dengan cepat memuntahkan kembali mie itu. Rasanya sangat asam hingga dia terbatuk-batuk walau hanya sekali cicip. Tentu saja sangat asam karena sebelumnya Letha tadi mencampurkan satu buah lemon. Sontak saja semua yang ada di meja itu menoleh ke arah Elvan.
Dengan cepat Lesya menyodorkan botol minumnya di tas ranselnya yang memang dia bawa. Remamber gays? Lesya kan bolos tadi demi makanan.
Elvan bernafas lega setelah meneguk minuman yang disodorkan Lesya. Rasa asam nya masih ada namun sudah lebih reda dibandingkan yang tadi. Valen yang berada di samping Elvan mengambil alih dan mendekatkan mangkuk itu ke arah hidungnya. Tentu saja Valen kembali meletakkan mangkuk itu setelah tahu apa yang mengganjal.
"Bau lemon! " ucap Valen.
Lesya cengo diikuti teman-temannya yang lain. Bagaimana bisa ada lemon di mie ayam? Bukan kah ibu kantin tak pernah memberikan hal-hal yang aneh kepada pembelinya? Lalu siapa dong?
"Eh masa sih? " bingung Lesya.
"Lo nyampur lemon ya Sya ke dalem? "
Lesya melototkan matanya kepada Revan yang asal ceplos seolah menuduh dirinya. "Enak aja lo, justru gw kagak tau di dalem mie ini ada lemon! Lagian gw cuman dikasih kali. " ketus Lesya.
"Dikasih siapa? Bisa jadi dia yang sengaja nyampurin pake lemon! " tanya Leon yang membuat lainnya tersadar. Lesya menjentikkan jarinya karena mendapat jawaban. "Nah, tadi ada satu cewek yang kasih gw ini! " kata Lesya.
"Terus-terus? "
"Terus dia bilang kalau ada orang lain yang kasih ini ke gw tapi gw gak tau siapa dia soalnya tuh cewek gak kasih tau siapa yang kasih! " jawab Lesya sedikit lesu di akhir kalimatnya. Luna menggeleng-gelengkan kepalanya seolah menyanyangi momen itu. Harusnya dia juga di sana agar dapat bertanya bukan?
__ADS_1
"Anak kelas berapa sih yang ngasih? "
Kali ini, bukan Ken atau Revan yang angkat suara namun Frans. Yah, lelaki yang 10/12 dengan Elvan itu akhirnya angkat suara. Jika Farel, dia masih tetap anteng diam mencerna dengan baik situasi saat ini seraya melahap makanannya seolah tak ada gangguan.
"Kalau gak salah kelas 10, pake kacamata lagi! Apa mungkin ya ada orang yang nyuruh? " molog Lesya. Luna menoyor tenguk leher Lesya pelan. Ternyata queennya ini juga lemot walau jenius!
"Yee punya IQ tinggi malah gak dipake! Kan udah lo sendiri yang bilang echaa... Kan emang tuh anak ngasih tanpa kasih tau siapa yang minta dia berarti ada orang dibalik ini semua gitu! " sebal Luna.
Lesya dengan anehnya menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. Benar juga ya perkataan Luna itu. Haiisss, mengapa tiba-tiba dia jadi lemot gini sih?! Mana tingkah bar-barnya? Bingung Lesya.
"Stop deh, bukannya tuh cewek yang ngasih gw nih makanan ya? " ucap Lesya tiba-tiba. Sontak saja mereka mengalihkan pandangan mereka ke arah tunjukan Lesya. Rupanya cewek yang dimaksud Lesya adalah siswi perempuan yang berkacamata hitam dan rambutnya yang dikuncir satu.
Tentu saja Revan yang tanggap dengan cepat bersiul seolah memanggil siswi itu. Menoleh, dengan ragu siswi itu menunjuk dirinya karena merasa bingung mengapa dipanggil oleh most wanted sekolahnya.
"S-saya kak? " ragunya
"Iya elo dek, sini dah! " kata Valen yang paham dengan keraguan siswi itu. Tentu saja siswi itu berjalan seolah dirinya adalah tamu istimewa para idola di sekolahnya yang populer. Setelah tiba di sana, siswi itu menunduk takut karena tatapan tajam Lesya yang menusuk dirinya walau hanya dalam penglihatan.
"A-ada apa kak? " tanya siswi itu terbata-bata. Tawa Leon pecah begitu saja melihat tatapan permusuhan yang dipancarkan oleh Lesya kepada siswi itu. "Bwahaha.. Anj*r Sya lo liatnya kek mau perang woy! " tawa Leon.
"Mata kondisiin! " peringat Elvan.
Lesya hanya memukul-mukul punggung tangan Elvan saja. Setelah di lepas oleh sang empu, Lesya hanya mendengus malas saja. Tatapan matanya berubah menjadi seperti yang biasanya. Terlihat santai tapi terkesan menakutkan.
"Wah-wah kalau nyawa kita terancam cuman satu obatnya, iya gak Yon? " tawa Luna meledek Lesya. Leon tertawa kecil dan membenarkan ucapan Luna. Benar, tinggal panggil Elvan cuss auman singanya bisa berhenti deh wkwk...
"Sembarangan lo pada! " gerutu Lesya.
"Dih malah ribut, mending nanya deh! Lo yang kasih ini kan sama Lesya? " tanya Lisa beralih serius. Siswi itu mengangguk pelan. Walau sedikit canggung karena mereka yang terkesan santai atau memang karena siswi itu yang pemalu.
"I-iya kak. " jawabnya.
"Dari siapa? " tanya Valen.
__ADS_1
Siswi itu menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. Dia tak sengaja ditatap tajam oleh Letha di kantin. Lesya mengangkat satu alisnya bingung dengan pandangan siswi itu. Namun dia kembali merasa aneh karena pandangan itu diputuskan oleh siswi itu sendiri. Dih, natap siapa sih?!
"A-anu kak, itu ada orang minta tolong ke saya buat kasih itu ke kak Lesya katanya suprise. " kata siswi itu.
"Suprise apaan sih anj*ng, yang ada bukan gw yang kena tapi orang lain?! " malas Lesya. Lagi-lagi Elvan menyentil kening Lesya pelan yang bergumam disertai kata-kata kasar. Lesya mendengus sebal saja dan mengusap jitakan Elvan.
"Tapi bener juga sih, udah deh kalau gak mau kasih tau juga gak papa! Mending balik lagi aja sana. " usir Revan halus. Siswi itu tersenyum kikuk dan berlari terbirit-birit saat bertemu tatapan lagi dengan Lesya. Hihh, serem!
Setelah kepergian siswi itu, semua pasang mata mengarah pada Lesya. Sementara Lesya yang ditatap hanya mengangkat alisnya satu pertanda bingung dengan arti tatapan aneh itu. Ayolah, dia bukan Luna ataupun Valen atau juga Revan yang langsung paham maksud dari boss nya.
"Apaan dah? " tanya Lesya.
"Lo punya musuh berapa sih di sekolah? Kayaknya nih mie dari musuh lo dah. Ada masalah jangan main beginian woy kasian yang kena nanti. " ucap Valen. Lesya mengangkat bahunya tak tahu.
"Bukan gw yang nyari masalah tapi mereka sendiri yang nantangin gw! Lagian nih ya, selain amandel, ada keket kan ya di sini? Jangan-jangan dia lagi pelakunya? " duga Lesya menebak-nebak. Luna hanya menggeleng saja. Dia bukan bermaksud membela Chatrin namun memberitahukan fakta yang benar.
"Jangan ngarang lo Sya! Nih denger ya di grup sekolah pada bicarain si keket karena gak masuk. Lagian lo bikin tuh anak pusing tujuh samudra! " jelas Luna geleng-geleng kepala. Lesya hanya menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. Jadi musuhnya yang berjenis ulet itu tak masuk karena jambakan dari dia?
"Padahal gw pelan deh jambaknya kemaren! " gumam Lesya namun terdengar samar-samar oleh yang lain.
Sementara Lisa memutar bola matanya malas. "Pelan? Iya bagi lo pelan tapi dia yang sakit! Perasaan nih ya gw liat rambutnya rontok banyak di lantai kemaren masih lo bilang pelan? Hihh, pengen gw geplak lo anj*r! " cerocos Lisa yang gemas ingin mencakar Lesya.
"Dih coba aja kalau berani! " cibir Lesya.
Lisa dan Lesya memancarkan pandangan sengit satu sama lain. Hingga suara Revan yang jengah dengan perdebatan yang tak bermutu itu akhirnya turun tangan berniat melerai. Walau sudah dilerai begitu, tetap saja pandangan mata mereka masih sama sengitnya.
"Udah-udah woy, mending lo pada bicarain siapa yang lakuin ini! Buat apaan sih bicarain Chatrin yang gak jelas itu. " lerai Revan bijak. Eits, sejak kapan lelaki itu bijak? Apa tertular dari Frans yang berada di sebelahnya makanya bijak begini? Ya kali jiwa Revan dan Frans tertukar sejenak untuk melerai mereka!
"Wah-wah Revan sekarang jadi kembaran Frans nih ceritanya! " ledek Ken tertawa diikuti Valen. Lesya terdiam sesaat. Bukan perkataan Revan yang membuatnya sadar namun Ken. Mungkinkah kembarannya yang melakukannya? Letha? Kalau iya, adik kembarnya itu berubah sekarang!
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
>>><<<
__ADS_1
Maaf banget nih gays, waktu mau kirim author lagi sibuk dan tiba-tiba ada masalah dadakan di kehidupan rl author. So, maaf ya baru update sekarang. Makasih buat yang mau pahamin author, love u gays😘