Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
220: Maaf,


__ADS_3

Elvan tersenyum tipis saja menanggapinya. "Mandi dulu sono baru makan! " ucapnya. Lesya mengangguk setuju karena sudah berapa hari dia tak mandi. Berapa ya? Dia dan author lupa!


"Bener juga! Eh? Enggak deh, susah jalannya! " jawab Lesya menggeleng. Dia memutuskan tak mandi karena dirinya kesulitan berjalan ke atas lagi nantinya.


Stek! Greep!


Setelah suara kompor di matikan, Lesya terkejut saat dirinya tak menapak. Bahkan dirinya tak lagi duduk di kursi melainkan melayang di udara. Rupanya, Elvan yang mematikan kompor dengan cepat menghampiri Lesya dan menggendong gadis itu bagaikan satu anak kecil yang digendong oleh ayahnya.


Jarak antara mereka berdua sangatlah dekat. Bahkan, hidung mereka saja sudah bersentuhan. Kedua tangan Lesya memegang kedua pundak Elvan dengan matanya yang melotot. Deru nafas mereka terdengar satu sama lain dengan wajah mereka yang sedikit kaget.


Mereka berdua saling berpandangan satu sama lain seolah menatap lekat manik mata yang mereka tatap. Elvan sendiri tak menyangka akan begini. Namun dia dengan mudah menyembunyikan rasa kagetnya dengan beralih meniup wajah Lesya yang masih terdiam bengong menyadari wajah tampan Elvan yang tampaknya patut dipuji.


Fyuuuhhh!


Lesya memejamkan matanya erat-erat merasakan hembusan tiupan dari Elvan mengenai wajahnya. Seolah kehabisan kata-kata muncul ide brilian di benak Lesya. "Iih! Curang lo! " cebiknya.


Kening Elvan berkerut bingung. "Mau lagi? " tanyanya menaik turunkan alisnya. Lesya balik menantang karena dia yakin jika Elvan tak akan berani melakukan apa yang dia tantangi. "Kalau bisa bawa gw ke kamar mandi? Kenapa enggak? "


Senyum smirk terlihat di wajah Elvan membuat Lesya bingung sekaligus kikuk. Apa tak akan mempan? Pikirnya. Berbeda dengan Elvan yang langsung melangkah menuju kamar mandi dan mendudukkan Lesya di bathtub. "M-mau ngapain lo!! "


Lesya melototkan matanya di saat Elvan bukannya pergi melainkan menatap wajahnya. Menaik turunkan alisnya seolah menggoda Lesya, Elvan balik bertanya. "Bukannya lo yang nantangin gw? "


Damt!!


Rupanya Lesya sendiri yang terjebak diantara tantangan dirinya sendiri. Mendekatkan wajahnya, Lesya terus memundurkan wajahnya hingga dirinya hampir lah terjungkal. Untung saja dengan sigap Elvan menahannya.

__ADS_1


Ting! Tong!


Elvan menoleh ke arah sumber suara dan berdecak sebal. Sementara Lesya menghela nafasnya lega dan menyuruh Elvan membukakan pintu. "Hus.. Hus.. Sana! " usirnya disertai pancaran senyum kemenangannya.


Elvan menatap Lesya dan menaikkan satu alisnya. "Masih banyak hari esok! Siap-siap! " ucapnya beranjak menuju pintu kamarnya. Lesya terdiam melotot mendengar ucapan Elvan. Bulu kuduknya berdiri seolah bergidik ngeri dengan apa yang akan dilakukan oleh Elvan nantinya.


Elvan beranjak dan meninggalkan Lesya yang masih terdiam dengan matanya yang membuat lebar setelah mendengar ucapannya. Lesya terus mendumel setelah melihat punggung Elvan perlahan menjauh. Sangat sebal melihat sikap asli Elvan yang perlahan mulai keluar!


Sementara Elvan membuka pintu apartnya karena jengah mendengar bell pintu terus berbunyi. Dirinya menemukan Revan yang menenteng dua papar bag di tangannya. "Nih, lama lo! Mana bidadari cantik gw? " tanya Revan antusias celinguk mencari keberadaan Lesya.


Elvan dengan cepat menerima sodoran Revan dan tanpa ba-bi-bu dia menutup pintu apartnya. Hal itu membuat Revan mendelik tak terima disertai mulutnya yang berkomat-kamit tak jelas.


Brak!


"Hehhh! Padahal gw udah rapi gini pake jas hitam lagi! Gw juga udah pake minyak rambut se-pack ujung-ujungnya? Jangankan ngasih minum atau masuk! Ngirup udara AC aja gak dibolehin! Anj--- Sabar-sabar Van, dia bos lo Van! " ucap Revan mengelus dadanya sabar.


____________


Seusai membersihkan dirinya dalam waktu lumayan cepat karena tak mungkin dia terus membasahkan kaki sebelahnya yang diberikan oleh Candra gips. "Eih? Kek ada yang kurang tapi apa ya? " molog Lesya terduduk di pinggir bathtub.


Beberapa detik Lesya tersadar dan membulatkan matanya secara reflek. "Eanj*r? Gw lupa bawa baju! Mamp*sss gw! Tuh bocah ada di depan gak ya? " molog Lesya menepuk jidatnya sendiri.


Menggigit bibirnya cemas, Lesya menatap sekeliling kamar mandi hingga menemukan baju biru tua yang sepertinya akan cukup untuk dia gunakan. "Nah, ketemu! Pake itu aja deh! " gumamnya.


Berjalan sedikit tertatih, Lesya akhirnya tiba dengan tangan yang memegang apapun yang ada di sekitarnya. Setelah menggunakan pakaian simplenya, Lesya hendak keluar namun rasa sakit dari kakinya tak dapat ditahan lagi. "Sstt! Sakit banget sih?! " kesal Lesya.

__ADS_1


Lesya berhasil membuka pintu kamar mandi dan berjalan mencari benda yang dapat menopang nya di kamar. Tidak ada Elvan di sana karena Elvan saat ini berada di dapur untuk melanjutkan masakannya yang belum tuntas.


Pyarrr!


Tanpa sengaja Lesya memecahkan bingkai foto yang ada di nakas hingga dirinya terkejut. Bahkan Elvan yang hendak memanggil Lesya, tergesa-gesa melihat apa yang terjadi hingga menimbulkan suara bising di kamarnya. "Kok? "


Lesya segera berlutut dan mulai mengambil satu per satu pecahan kaca yang berserakan di lantai karena ulahnya. Karena ceroboh, Lesya tanpa sengaja menekankan satu jarinya ke arah ujung beling yang lumayan tajam. "Auu! "


Dengan cepat Elvan ikut berjongkok dan menuntun Lesya agar duduk di ranjang yang tak jauh dari sana. Setelah menuntun Lesya duduk di ranjang, Elvan dengan cepat menyesap jari Lesya yang mengeluarkan darah akibat goresan beling itu. "Sstt! Pelan-pelan! "


Elvan beralih menatap Lesya. "Kenapa gak bilang kalau butuh bantuan hah?! " ujar Elvan dengan wajah datarnya. Lesya yang melihat raut khawatir di wajah tegas Elvan seketika terdiam. "Maaf, " cicitnya.


Elvan menghela nafasnya dan mulai mengumpulkan serpihan beling dari bingkai nya. Itu bingkai fotonya dan Elena saat kecil! Menatap tajam Lesya dan berdecak, Elvan membuang bekas serpihan kaca dengan kasar hingga menimbulkan suara bising.


Takk!


Lesya menutup telinganya dengan kedua tangannya. Dia dapat melihat aura kemarahan Elvan saat ini. Tak biasanya lelaki itu dengan cepat marah padanya. Hal itu membuat dirinya diselimuti rasa bersalah. "Papan? Maaf, " cicit Lesya yang melihat Elvan hendak keluar dari kamar.


Namun Elvan tak menghiraukan hal itu. Lesya yang tersentak mendengar dobrakan pintu tertutup dibuat bingung sekaligus kaget oleh Elvan. "Ck, itu anak kenapa sih?! Udah bilang maaf juga sama dia! Emang apaan sih isi bingkai nya?! Heran gw! " kesal Lesya.


Karena penasaran, Lesya berjalan dengan tongkatnya yang berada tak jauh dari sana dan melihat arah tong sampah yang masih terdapat foto Elena dan Elvan saat kecil. "Ini? Foto kecil kak Elen sama dia? " molognya.


Seketika dia teringat dengan Mila. Dahulu, dia yang tak sengaja memecahkan foto Mila dan Arga membuat dirinya menerima bentakan pertama kalinya dari Mila. Dan itu wajar juga terjadi padanya bukan? Keluarga adalah hal yang paling berharga di dunia ini.


Lesya menyimpan foto itu di sakunya dan akan berniat meminta maaf dengan tulus kepada Elvan nantinya. Dia juga dapat merasakan hal itu. Sakit tak tergores!

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2