Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
283: Tawuran?!


__ADS_3

Berjalan di sepanjang koridor tanpa rasa masalah, tangan Lesya ditahan dan ditarik oleh seseorang. Melihat siapa orangnya, Lesya dengan cepat menendang kaki orang tersebut.


Sekolah sudah tampak sepi dan Lesya ingin kembali ke rumah dan segera tidur. Namun siapa sangka saat dirinya yang baru kembali bolos justru melihat sekolah sudah sepi. Wajarlah sudah sepi karena hari hampir sore. Alhasil dirinya memutuskan pulang saja ke rumah setelah mengambil tas ransel dan ponselnya. Ponselnya memang sudah dikembalikan kepada Lesya tadi.


Jika bertanya dimana teman-teman Lesya, mereka sudah pamit terlebih dahulu pulang oleh Lesya dengan berkomunikasi di pesan. Dan saat Lesya berjalan santai di Koridor, betapa terkejutnya dia melihat Rio yang menariknya. "Apaan sih lo?! " kesal Lesya.


"Kamu kenapa gak dateng ke cafe? Ini udah jam 3 sore loh! " tanya Rio. Lesya hanya memutar bola matanya malas menanggapi ucapan Rio. "Suka-suka gw dong?! " kesalnya lalu hendak berjalan pergi dari sana namun dihadang oleh Rio.


"Gw tau gw salah tapi apa lo gak mau kasih gw satu kesempatan lagi buat gw Sya? Gw harus gimana biar lo mau sama gw? " ucap Rio bertanya dengan wajah sendunya.


"Lupain gw! " tegas Lesya.


Dua kata itu sangat menyakitkan untuk Rio lakukan. Sulit melupakan Lesya apa lagi Lesya bagaikan cinta pertama untuknya. Memang benar perkataan orang-orang yang ada di sekolahnya jika dia terperangkap ke dalam Friendzone oleh Lesya. Namun sayangnya tidak dengan Lesya.


"Gak bisa, gw susah buat lupain lo Sya! Wajah lo selalu kebayang di otak gw dan bahkan cewek apapun gak bisa ngubah hati gw ke elo! " jujur Rio sedikit membentak.


Lesya hanya tertawa sinis mendengarnya. "Blush*t! Lo pikir gw selama beg*k apa hah?! Lo pikir gw bakal percaya sama omong kosong lo itu? Lo jangan munafik Yo! Gw tau bahkan lo punya belasan cewek kan? Sorry, gw milih yang original dan BUKAN BEKAS! " tekan Lesya menekankan kata ‘bukan bekas’ di kalimatnya.


Rio tertohok, tertampar, terjungkal-jungkal mendengar kata-kata pedas itu. Memang benar jika dia memiliki banyak gadis dan memutuskannya begitu saja tanpa alasan. Da dia menganggap jika belasan gadisnya itu hanya sekedar pelampiasannya saja. Karena lelah menahan sakit, akhirnya Rio kembali berjuang dan ingin kembali mendapatkan hati Lesya. Egois bukan?

__ADS_1


"Tapi itu gw lakuin buat ngelupain lo Sya, tapi gak mampu! Yang bisa ngobatin luka gw cuman lo, bukan yang lain! " kata Rio mencoba mencari alasan. Lesya menggedikkan bahunya acuh dan hendak berjalan melanjutkan langkahnya.


"Sya, kalau lo pergi jangan salahin gw kalau abang tiri gw bakal hancurin sahabat lo, Leon! " tegas Rio mengancam dan hal itu sukses membuat langkah kaki Lesya terhenti. Menatap tajam Rio tanpa berbalik, Lesya sudah tahu kemana arah pembicaraan Rio.


Ting! Ting! Ting!


Lesya membulatkan matanya dan memeriksa di mana lokasi Elvan saat ini di ponselnya. Bunyi dari gelang tangannya membuat dirinya melotot terkejut dengan bunyi itu. Untung saja dia masih ingat dengan ucapan Elvan saat di mall yang mengatakan jika di dalam ponsel barunya sudah di masukkan sistem gelang yang selalu mereka gunakan. Menyadari sesuatu, Lesya akhirnya berbalik dan tersenyum bagaikan psychopath yang sudah menemukan mangsanya.


"Come on baby! " ucap Rio dengan nada sensualnya hingga Lesya perlahan mendekat dengan senyum psychopathnya yang tak luntur. "Lo sentuh gw, lo sentuh orang-orang gw, nyawa lo taruhannya! " bisik Lesya menepuk-nepuk pundak Rio.


Rio terdiam dan menerima saja perlakukan Lesya padanya. Dia juga cukup tak menyadari di balik semua sisi bad girlnya, Lesya adalah seorang BEAUTIFUL DEVIL FROM ALL DEVIL yang artinya adalah seorang iblis cantik dari segala iblis. Dia salah mencari lawan saat ini!


Dua jam sebelumnya...


Sementara di sebuah jalanan yang sepi, tempat yang biasanya ramai menjadi sepi saat ini. Leon, Lisa, dan Luna yang baru saja pulang sekolah menghentikan motor mereka dan menatap satu sama lain.


"Kok sepi ya? Bukannya nih jalan gede yah? " heran Luna membuka kaca helmnya saja. Leon hanya menggedikkan bahunya tak tahu. Sebenarnya isi pikirannya juga sama dengan Luna namun dia berusaha untuk positif thinking memikirkannya. "Entah lah mungkin ada perbaikan kali ya di jalan! " ucapnya.


"Mending kita puter balik yok, perasaan gw gak enak nih! " usul Lisa yang berada di belakang Leon. Yah, mereka pulang bareng namun mereka hendak mampir sejenak di satu cafe yang ada di jalanan itu. Perasaan Lisa mulai tak enak merasakan aura negatif di sekelilingnya.

__ADS_1


"Ya terus gak jadi dong kita nongki di cafenya? " tanya Luna. Lisa berdecak malas dan memutar bola matanya malas. "Ya enggak lah Lunaaaa... Udah tau sepi gini! Perasaan gw negatif nih! " malas Lisa menghadapi pertanyaan konyol Luna.


Namun saat mereka hendak berbalik, justru mereka dihadang oleh banyaknya kumpulan motor yang kira-kira ada ±50 orang banyaknya. Dalam sekejap mereka tahu oleh siapa geng ini diketuai. Gabungan dari geng Sakh, beberapa anak buah LC yang berkhianat dan ada juga banyak gabungan dari Ice Blue.


Brummmm..


Tanpa basa-basi mereka langsung menyerang ketiga remaja itu hingga mau tak mau mereka yang terbawa emosi itu melepas helm mereka dan meladeni permainan itu. Tak berselang lama Elvan dkk yang notabenya mendengar kerusuhan saat pulang sekolah terhenti dari mobil mereka dan keluar melihat keributan yang terjadi. Sangat sengit!


Valen yang tak sengaja melihat rival sekolahnya memicingkan dan menunjuk agar teman-temannya melihat arah Luna. "Woy gays, liat noh kayaknya mereka dikepung gak sih? Noh ada si alun-alun, eh itu Lisa kan? " tebak Valen lalu beralih melihat ke arah Lisa.


Mereka menatap satu sama lain dan mengangguk. Elvan yang notabenya kembali tertarik mencampuri permasalahan gengster akhirnya mengangguk setuju saja. "Duluan, gw bakal hubungin yang lain! " ucap Elvan mempersilahkan teman-temannya ikut campur dalam menangani hal ini.


Elvan dengan cepat masuk ke dalam mobil dan mengambil ponselnya. Setelah menghubungi Alam agar membawa Cakra ke jalanan itu, Elvan menghubungi Revan agar membantu menangani kerusuhan yang ada. Setelah menghubungi dengan tenang, Elvan kembali keluar dan menyerang orang lainnya.


Sekitar 2 menitan berlalu, terlihatlah satu mobil hitam sangat besar yang tiba dari arah depan mereka hingga mereka semua terhenti. Anggota musuh berlari berhamburan dan sigap berdiri di arah samping kanan, kiri, depan, bahkan belakang mobil itu. Ada yang aneh?!


Sementara Luna menghela nafasnya panjang dengan wajah yang sudah babak belur. Begitu juga dengan Lisa yang mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. "Ini tawuran namanya! " gumamnya kecil.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2