
Luna memayunkan bibirnya, "Elo sih sekali-kali dong tau what is love?! " Lesya tak menanggapi ucapan Luna.
Mereka kembali berbincang dan melanjutkan jam istirahat mereka. Sesekali mereka menggosipkan orang lain seperti Vannya!
"Tuh anak ngapa kagak dateng ya? Si Dila juga noh" Leon menjitak jidat Luna, "Lo kalo ada si Vannya ribut! Kalo dila siapa? " Luna meringis kecil saja.
Lesya membetulkan ucapan Leon, "Dila itu, yang pernah gw ceritain" Leon berpikir, "Pekprend kah? " Kini bergantian Luna yang menepuk kepala Leon, "Fake friend yon! Nilai Inggris lo berapa sih? "
Leon meringis, "Masih mending gw! Lah echa dapet nilai empat" Lesya menatap tajam Leon, "Beda satu poin doang belagu! Kalo gw dapet lima besar mungkin lo pingsan! "
Leon mencibir, "Heleh! Ngomong doang dapet lima besar! Dapet angka tujuh aja kagak pernah" Lesya sedikit menggebrak meja.
"Wah... NANTANGIN LO YA! " ngegas Lesya ingin menggulung-kan lengan bajunya. Leon berdiri dan menggulung-kan lengan bajunya, "Sabar sist! Gw kagak nantangin ya"
Sementara Luna, dengan asik dia menonton perdebatan kecil di depannya ini tanpa berniat melerai. Bahkan dia meminum jus jeruknya dan santai menyaksikan perdebatan seperti apa yang akan terjadi.
Lesya dan Leon menoleh ke arah satu geng yang memanggil mereka. Rupanya Letha dkk yang memanggil mereka. Wajah Luna tampak kesal.
Bukan karena dia benci dengan Letha yang tak mempedulikan Lesya, namun karena waktu perdebatan antara Lesya dan Leon terganggu.
"Yah elah! Debat dong, seru woy lah! " Amel melirik Luna, "Dih! Lo suka persahabatan kalian hancur? "
"Ya kagak! Tapi seru woy! Lagi debat coy! Kapan lagi coba seorang Leon berani dengan Lesya? So manfaatkan waktu dengan baik bro" celoteh Luna.
Lesya memicing, "Ey iya. Ngapain takut ama gw? Emang gw hantu? " Luna membenarkan ucapan Lesya, "Kalo sekarang kagak, tapi bentar lagi kayak nya mirip Sya"
Lesya menatap tajam Luna. Leon meringis kecil melihatnya. Benar perkataan Luna yang sebentar lagi Lesya sedikit seram karena tatapan tajamnya.
"Kan bener gw" gumam Luna di kuping Leon. Leon mengancungkan satu jempol untuk Luna, "Lo kembaran Roy Kiyoshi" bisiknya.
__ADS_1
Nayla yang tak mengerti arah pembicaraan, angkat suara, "Btw, gw mau ngundang lo pada ke acara ulang tahun gw"
"Kapan? Hari ini? Besok? Lusa? Tahun depan? " tanya Luna sedikit bercanda. Nayla memayunkan bibirnya, "Ya kali tahun depan! Besoklah"
Lesya mengangguk, "Di? " tanya Lesya. "Di rumah kita bertiga kak! Acaranya cuman anak muda doang" Bukan Nayla yang bicara tapi Letha.
Mereka mangut-mangut paham, "Kalo sempet kita dateng kok, jam berapa? " Amel memutar bola matanya malas, "Banyak nanya lo pada. Liat grup aja noh! Udah kesebar kok"
"Satu sekolah? " cengo Luna. Nayla menggeleng, "Cumen kelas 12 aja sih"
"Iya! Kita juga udah ngundang anggota OSIS! " semangat Letha. Luna sedikit kikuk bertanya, "Termasuk Elvan? "
Letha mengangguk antusias. Dia menyapa Elvan dkk dan Lisa yang kebetulan berjalan ke arah mereka. Niatnya hanya lewat dan kembali ke kelas mereka masing- masing.
"Elvan! Nanti kalian semua dateng kan? " Luna membisik ke telinga Lesya kecil, "Adek lo udah mirip kayak pelakor woy"
Elvan menatap Lesya. Dia berpikir sejenak dengan tawaran Letha. Dengan antusias Valen yang suka pergi ke acara menyahut, "Iya tenang aja kita semua bakal dateng termasuk Elvan! " sahutnya.
Elvan menatap tajam temannya itu. Berbeda dengan Letha yang tampak girang di saat sang pangeran nya akan datang ke acara ulang tahun temannya.
Valen yang ditatap Elvan memalingkan wajahnya agar tak ditatap oleh Elvan. Kemana saja asal tak melihat tatapan tajam Elvan.
"Beneran? " tanya Letha antusias. Valen mengangguk kikuk, "Sekali-kali Van ke acara ultah temen" bisik Valen.
Elvan tak menjawab. Dia melangkah meninggalkan mereka yang ada di sana. Lisa menatap Letha dkk, "Gw diundang kan? "
Nayla mengangguk, "Semua kelas 12 diundang kok tenang aja. Jadi, kalo lo merasa kelas 12 ya ikut aja" Lisa mengangguk, "Tenang gw bakalan dateng bareng Vannya"
Letha terdiam. Dia tentu tak melupakan kejadian dimana dirinya dilibatkan diperdebatan antara kakaknya dan Vannya.
__ADS_1
Tapi mau gimana lagi? Semua kelas 12 juga diundang, termasuk Vannya! Jadi, mau tak mau dirinya harus menerima Vannya di acara ulang tahun Nayla nanti.
Lisa, Valen, Frans, Farel, Ken berjalan menuju kelas mereka masing-masing. Begitu juga dengan Letha dkk.
Luna, Lesya dan Leon kembali duduk di bangku mereka. Mereka masih berada di kantin tanpa ada niatan beranjak ke kelas.
"Sya, kayaknya lo harus siap siaga! Gw punya firasat kalo si Vannya dateng buat ngerusuhin elo" ucap Luna tiba-tiba.
Lesya melirik Luna dengan tatapan memicing, "Dukun atau cenayang lo? " Luna melotot, "Heh! Enak aja! Gw Luna! Aluna Margaretha! Bukan dukun atau cenayang"
"Kirain! Trus ngapain punya firasat gak jelas? Kek Roy Kiyoshi tau gak!? " Luna menyengir, "Gw cuman punya firasat doang! Jadi lo harus siap siaga aja"
Lesya mengangguk, "Serah lo dah! Gw iya-in aja! Dah yok Yon, tinggalin kembaran Roy Kiyoshi"
"Wey tunggu" Luna beranjak diikuti Lesya dan Leon. Entah kenapa sedari tadi dia fokus dengan seseorang. Entah siapa itu, hanya Leon dan author yang tau :v
Mereka beranjak dan mengikuti pelajaran seperti biasanya. Kelas demi kelas sedikit heboh dengan acara ulang tahun yang diadakan oleh Nayla.
Tentu saja didanai oleh orang tua Nayla yang mendanai mulai dari dekorasi, konsumsi, pengisi acara, dll. Yap! Undangan tersebut sudah tersebar luas di sekolah GG.
Banyak siswa-siswi yang iri akan orangtua Nayla yang mau mendanai semua kebutuhan anaknya. Ada juga yang senang bahkan tak sabar dengan acara yang akan diadakan esok.
Setelah pelajaran selesai, perlahan sekolah GG mulai sepi. Tapi tidak dengan Lesya yang masih di sana karena melihat orang bertopeng mulai dari kepala hingga kakinya.
Dia heran mengapa orang itu mengikuti dirinya. Selama ini, hanya Vannya, Dila, Gilang yang menjadi musuhnya. Selain itu? Hanya Ice blue saja.
Namun, ice blue tipikal gengster yang bermain dari belakang bukan depan. Bahkan dia sempat heran dengan kehilangan orang tersebut dan mendapatkan surat misterius lagi.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
__ADS_1