Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
256: Happy birthday!


__ADS_3

'Lesya yang sudah tiba di apartemen milik Elvan segera melepaskan helmnya dan turun dari motornya. Lesya berjalan masuk dan melirik ke arah pergelangan tangannya. Masih jam 10 malam. Mengapa lampu apartemen Elvan sudah tertutup dari jendela luar? Aneh!


Lesya berjalan dan memasukkan sandi apartemen Elvan yang dia memang tahu. Tanggal pernikahan mereka itu sandinya! Benar saja, setelah memasukkan sandi apartemen, Lesya berjalan masuk ke dalam apart.


Satu hal yang dia temukan di sana. Gelap! Mengapa lampu tidak menyala? Karena kelebihan yang dia miliki, Lesya dapat melihat dalam kondisi gelap begitu.


"Ketbok? Lo dimana sih elah?! " malasnya.


Lesya dengan cepat melemparkan dirinya di atas ranjang. Kosong! Tak ada siapapun di ranjang kecuali dirinya. Jikapun ada Elvan, pasti dia merasakan adanya orang bukan? Aneh menurut Lesya.


Stek! Dor! Dor! Dor!


"Happy birthday to you.. Happy birthday to you.. Happy birthday.. Happy birthday.. Happy birthday to you.. "


Lagu khas ulang tahun itu dinyanyikan dengan jelas oleh lelaki bertubuh tegap dengan kue ulang tahun di atas tangannya. Jika kalian bertanya siapa lelaki itu, tentu saja dia adalah Elvan!


Lesya menoleh ke arah sumber suara. Seketika Lesya terdiam melihatnya. Dia tetap dengan posisinya yaitu tengkurap di ranjang dengan wajah yang menoleh ke belakang. Lampu ruangan dibuka lebar oleh sang pemilik yang tak lain adalah Elvan sendiri.


Gadis itu menahan tangisnya yang akan pecah. Dengan cepat dia berlari kecil ke arah sumber suara dan meloncat bagaikan anak kecil. Pertama kalinya dia mengalaminya setelah belasan tahun! Dia bukan tak ingat tanggal lahirnya namun dia hanya berpura melupakan tanggal itu karena dia yakin hari itu akan sama seperti hari biasanya.


Bagaimana dia tak terharu? Elvan berdiri dari belakang menyalakan lampu dan menyalakan party propper hingga menimbulkan bunyi bising. selain itu, kue ulang tahun juga dipegang dengan baik oleh Elvan di tangannya. Tak hanya itu saja, balon-balon juga dipasang di sekitar pintu dalam apartemen. Bahkan di seluruh apartemen itu juga terpasang dekorasi yang dibuat oleh Elvan sendiri.


Hap!


Dengan sigap Elvan menjauhkan kue ulang tahun yang dia pegang dengan satu tangannya. Sementara tangannya yang lain dia gunakan untuk menangkap Lesya yang meloncat ke arahnya. "Eii? "

__ADS_1


Lesya dengan cepat mengalungkan kedua tangannya di leher Elvan. Tak hanya itu, kedua kaki lesya juga sudah melingkar di pinggang Elvan. "Aaaa... Thanks so much! Baru nyadar gw hari ini gw ultah! " ucap Lesya mengembangkan senyumnya.


Elvan hanya mengangguk saja. "Iya-iya, tapi turun dulu! Kasian noh kuenya kejungkal! Lilinnya juga lo tiup dulu! " jelas Elvan. Lesya mengangguk dan perlahan turun dari gendongan Elvan.


Huhhh!


Setelah meniup lilin, Lesya bertepuk tangan kecil. Sementara Elvan hanya tersenyum simpul dan mengajak Lesya menuju ruang makan. Setibanya di ruang makan, mereka perlahan memakan kue ulang tahun itu. "Enak, beli di mana? " tanya Lesya menatap Elvan.


"Gw bikin gak beli! " jawab Elvan jujur. Lesya tergelak kaget mendengarnya. "Serius? Emang lo bisa? " tanya Lesya dibalas anggukan kepala oleh Elvan.


"Bentar, jadi lo pulang terus ke sini? Jangan bilang kalau lo yang dekor apartemen sendiri tanpa bantuan pelayan?! " tebak Lesya dan lagi-lagi dibalas anggukan kepala oleh Elvan.


Lesya meletakkan sendok kuenya dan mengusap wajahnya kasar. "Gak gini juga caranya Pan! Gw tau niat lo baik tapi, gw gak mau ngerepotin lo! Mana lo baru pulang lagi! " ucap Lesya.


"Habisin kuenya! Bentar lagi gw mau bawa lo ke satu tempat! " ucap Elvan. Lesya mengeryitkan alisnya bingung. "Gak usah kali! Gini aja udah cukup buat gw so, gak usah repot-repot lagi nyiapin yang lain! "


"Kalau gw ngerasa repot, buat apa gw repot-repot? " tanya Elvan santai. Lesya mengangguk setuju. "Iya sih, tapi gak malam gini kan? Banyak hari esok! "


"Gw maunya sekarang! "


"Yaudah dah! "


Lesya akhirnya pasrah saja menerima ajakan Elvan. Padahal dirinya ingin sekali berbaring di ranjang dan tertidur di alam mimpinya. Namun mau bagaimana lagi? Toh kalau dia nolak ajakan Elvan, dia sendiri pasti akan nurut bukan?


~o0o~

__ADS_1


Setelah tiba di tempat yang Elvan tujukan, Lesya menatap tajam ke arah lelaki itu seolah ingin mencakar wajah tampannya. Sementara Elvan hanya berpura tak paham dengan raut wajah kesal Lesya.


"Kenapa? Ada yang salah? " tanya Elvan. Lesya tersenyum kecil dan mencubit perut sixpack Elvan. "Enggak, lo gak salah! Nanya lagi, salah lah?! Ngapa malah ngajak gw ke rumah sih?! " kesal Lesya tak habis pikir dengan jalan pikiran Elvan.


"Ouch! Jangan galak-galak buk! Mending masuk aja! " ucap Elvan merangkul pundak Lesya. Lesya dengan cepat menepis rangkulan pundak Elvan. "Lo kira gw udah ibu-ibu apa?! " kesalnya lalu menghentakkan kakinya berjalan masuk ke dalam rumah meninggalkan Elvan.


Coba kalian pikirkan bagaimana kesalnya Lesya saat ini. Niat Elvan tadi mengajaknya ke suatu tempat dan mengapa tempat yang dibicarakan justru kembali ke kediaman Grey? Seharusnya dia tak mampir ke apartemen Elvan saja dan tetap di rumah mewah itu saja.


Elvan melirik jam tangannya yang terpasang manis di pergelangan tangannya. "Udah jam 12 lewat 5? Apa udah lewat? " gumam Elvan berlari kecil menyusul Lesya. "Tunggu-tunggu! "


Lesya menoleh dan menatap kesal Elvan yang menahannya masuk ke dalam rumah. Padahal mereka sudah tepat berada di depan pintu masuk. "Apa lagi sih KETBOKK?! Gak cukup apa ya ngerjain gw balik ke rumah?! " kesal Lesya.


Elvan merangkul kembali pundak Lesya dan menahannya di saat Lesya hendak menepisnya. "Syuutt, diem! " Menempelkan telunjuknya di bibirnya, Elvan dengan cepat menyuruh Lesya agar menutup mulutnya yang akan hendak memulai penyerocosannya kembali.


Dengan cepat Elvan membuka pintu dan melihat isi rumahnya yang menampilkan semua orang bertepuk tangan merayakan hari lahir Letha. Di rumah itu sudah ada Luna, Mayang, Angga, Elena, Alam, dan Leon saja. Sontak kedatangan Lesya dan Elvan membuat mereka menoleh ke asal sumber suara dibukanya pintu rumah.


Lesya hanya diam saja di samping Elvan. Sementara Letha yangberada di tengah-tengah dengan cepat meniup semua lilin yang menyala di atas kue hingga lilin itu padam. Menatap Lesya, Letha merasa bersalah karena terlebih dahulu meniup lilin tersebut tanpa Lesya.


"Yah maaf kak, lilinnya udah ketiup! " sendunya. Lesya tersenyum tipis dan menggoyangkan tangannya ke kanan dan ke kiri. "No problem, I done to celebrating this! " balasnya tersenyum manis.


Letha hanya diam mengangguk singkat saja. Dia juga heran dengan kedekatan Lesya dan Elvan hingga satu tangan Elvan diletakkan di pundak Lesya dan tangan Elvan yang lain masuk ke dalam saku lelaki itu. Dia yang selalu mengejar Elvan saja tak pernah begitu. Jangankan dekat, dilirik saja Elvan ogah-ogahan!


* Iiiihh, nyebelinnn tauk gak! Gw kira Elvan datang ke sini terus ngasih gw kado! Ini malah kenapa kakak sih yang beruntung?! Aaaaa... Nyebelinnn!! Kalau gini lebih enak di kakak dong dari pada gw?! * batinnya kesal.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2