
Letha dengan mudahnya menjawab seolah tanpa beban. "Kan gw tinggal jawab kalau gw udah jadi punyanya Elvan! Gampang kan? " enteng Letha tersenyum manis. Lesya mendelik tak paham dengan jawaban sang adik. "Dan kalau ketbok udah ada yang punya gimana? Bahkan. . . Sampai mereka menikah mungkin? "
Letha tertawa renyah mendengar pertanyaan konyol yang terlontar dari mulut Lesya. "Gak mungkin lah kak! Tau kan kalau Elvan tuh gak suka nyentuh perempuan mana pun? Dan kalaupun benar, gw mungkin bakal jadi orang ketiga diantara mereka! Gw rela kok jadi perusak hubungan orang demi Elvan sayangku! "
Mata Lesya mendelik mendengarnya. Tak waras memang adiknya sekarang! Terlalu digelapkan oleh cinta hingga begini! Dan maksud dari lontaran kata sang adik, Letha akan menjadi perusak hubungan antara dia dan Elvan begitu? Egois!
"Tha, apaan sih lo?! Maksud lo, lo rela gitu jadi pelakor di hubungan orang lain?! Sadar Tha, di luar sana banyak kok laki-laki yang jauh lebih baik dibandingkan ketbok resek itu! Lebih cakep, lebih kaya, lebih pinter, lebih wow pokoknya! Kenapa harus dia sih yang jadi pilihan lo?! Sadar, dia gak suka sama lo! " tegas Lesya beranjak berdiri menasehati sang adik dengan nada tegasnya.
Letha yang mendengar suara tegas sang kakak mendelik tak terima. "Apa sih kak?! Lagian harusnya lo dukung gw buat jadi mantu keluarga ini! Dengan gitu, lo gak perlu numpang sana sini di apartemen lo, rumah kita, ataupun rumah teman preman lo kali! " kesal Letha sedikit geram dengan larangan sang kakak.
Lesya menajamkan pandangannya menatap dingin sang adik. Dia tak suka ada orang yang menghina teman-temannya termasuk adiknya sendiri. "Maksud lo apa?! Heh, Luna itu satu-satunya sahabat perempuan gw ya?! Jadi jangan coba-coba buat nyakitin perasaan dia ataupun hina dia di depan gw! Selama ini dia dan mamanya yang rawat gw kali! " kesal Lesya.
Letha mendelik tak terima dengan lontaran ucapan Lesya. "Oh jadi lo lebih milih sahabat preman lo dibandingkan gw hah?! Sadar kak, gw itu adik lo! Adik sekaligus kembaran kandung lo! Sementara dia? Dia itu cuman teman yang ada tapi cuman semau-maunya dia doang! Lagian seharusnya yang kandung lah yang seharusnya lo bela! Bukan yang cuman hinggap lalu pergi gitu aja! " geram Letha.
Lesya sontak mengepalkan tangannya erat. Dia harus menahan emosinya saat ini. Melihat wajah geram Lesya, Letha beranjak berdiri dan menutup bukunya menatap sinis sang kakak. "Oohh, jadi lo lebih sayang sahabat preman gak punya akhlak budi lo itu dibanding gw adik kandung lo?! " sinisnya.
__ADS_1
Lesya tertawa sinis mendengarnya. "Heh dek, lo pernah gak denger gw hina-hina atau j*lekin kedua sahabat lo? Enggak kan? Jadi, kenapa lo sekarang hina sahabat gw hah?! Lo ada masalah apa sama dia? Atau emang lo gak suka sama sahabat gw? Heh, lawak lo! Kalau lo mau sama Elvan, lo harus hadepin gw mungkin ya dek! " kata Lesya tak kalah sinisnya menepuk-nepuk pundak sang adik yang sudah mulai sangat terpancing emosi.
"Jangan pernah lo halangin gw buat dapatin Elvan! Karena lo gak berhak atur-atur gw ataupun Elvan! Paham lo kak?! " tajam Letha emosi.
Lesya tertawa nyaring dengan tawa physio-nya. "Gw punya hak ya! Lo nya aja yang gak tau apa hak gw! Kayaknya otak lo perlu di ademin deh dek! Udah yah, gw mending tidur di kamar lain dibandingkan sama lo yang udah hina sahabat gw sekaligus orang yang gelap cinta karena seseorang yang sudah berkaitan hukum dan agama dengan gw, bye! " final Lesya lalu tangannya mengambil ponselnya dan berjalan keluar dari kamar itu.
Tak menyangka jika sang adik begitu berambisi untuk memiliki Elvan. Dia tak melarang jika sang adik menyukai siapapun termasuk Elvan. Namun, dia juga tetaplah sang kakak yang menyayangi adiknya. Dia tak mau jika Letha hingga berambisi dan mengikuti jejak Mily ataupun Gilang. Enak saja!
Bahkan yang lebih tak menyangkanya, Lesya tak suka jika Luna, Leon, Cakra, Alam dan semua teman-teman yang lainnya dikatai preman begitu. Seharusnya Lesya lah yang dij*lekkan karena dia, semua teman-temannya ikut dengan sikap Lesya. Namun mereka sangat memiliki hati bukan? Tak seenak jidat bagaikan preman pasar tak jelas di luaran sana? Apa-apaan itu!
Dan yang lebih Lesya tak sukai, jika sang adik berkata jika dia rela menjadi perusak sebuah hubungan? Hihh, dia justru tak suka jika adanya hal-hal yang berbau seperti itu. Jika Letha bukanlah adik atau kembarannya, sudah dipastikan jika Letha akan mental dibuat oleh Lesya. Ck, memikirkan hal itu membuat moodnya hancur seketika! Dia kudu sabar menghadapi Letha sekarang.
Berjalan menghampiri Elvan, Lesya memiringkan kepalanya sedikit. "Boleh tidur di kamar lo kan? " tanyanya. Elvan tersenyum samar dan mengangguk. Lelaki itu beralih merangkul pundak Lesya dan membawanya masuk ke kamar mereka. "Ini kamar lo juga kali! " balas Elvan.
Lesya berlari kecil dan melemparkan dirinya di atas ranjang. Begitulah juga dengan Elvan yang ikut-ikut saja dengan tingkah Lesya yang melemparkan diri di atas ranjang setelah menutup rapat pintu. Bukan sembarang ikut-ikut saja sebenarnya, namun memang begitulah sikap asli Elvan yang akhir ini terlihat!
__ADS_1
Membenarkan posisi tidur, Lesya yang membelakangi Elvan berbalik saat mendengar pertanyaan Elvan yang keluar. "Berantem? " tanya Elvan dibalas anggukan kecil kepala Lesya. "Gitu deh! "
"Ya abisnya gw gak suka sama Letha kalau dia rela jadi perusuh hubungan orang kayak di sinetron indosiar! Rasanya pengen gorok! " kesal Lesya mengarahkan jari-jari tangannya yang memiliki kuku sedikit panjang bertingkah bagaikan kucing yang siap mencakar musuhnya.
Elvan tersenyum simpul. Tingkah Lesya memang menggemaskan jika memperagakan hal-hal yang berbau lucu ataupun aegyo. "Care banget sama hubungan kita! " ucap Elvan mencolek dagu Lesya berniat menggoda gadis itu.
Sontak saja Lesya mendelik tak terima. "Hah? Care? Idih, amit-amit! " balas Lesya dengan nadanya yang ogah-ogahan. Elvan menangkup kedua pipi Lesya berlagak seolah sedang serius. "Kalau pun lo gak care, kenapa mau berantem sama adik lo sendiri? Gw tau lo gak suka sama tingkah adik lo tapi itu bukannya sama aja kalau lo mau pertahanin hubungan rahasia kita? "
Lesya terdiam dibuatnya dengan kata demi kata yang keluar panjang oleh Elvan. Dia hanya menyembunyikan wajahnya di selimut seolah tak ingin melihat wajah Elvan lagi. "Gak tau, males! Ketosnya ngeselin pengen cakar! " ucap Lesya.
Elvan hanya mengangkat kedua alisnya lalu tersenyum kecil. Ternyata seorang bad girl di sekolahnya atau gadis perawakan lelaki yang menyandang gelar istrinya dapat malu-malu kucing begitu? Sangat menggemaskan melihatnya!
Mungkin saat ini Elvan tak akan membiarkan siapapun melihat wajah imut Lesya saat di manapun! Hanya dirinya saja mungkin yang dapat melihatnya! Entah itu lelaki ataupun perempuan, mungkin saja Elvan tak akan membiarkan hal itu terjadi selain dirinya sendiri. Pokoknya harus dia saja yang dapat melihat pemandangan imut istrinya itu!
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
__ADS_1
>>><<<
Sekarang nulisnya 1137+ kata, dimohon dukungannya gays yang berbaik hati, thank's orang baik~