
Lesya menghela nafasnya lega. Menatap jendela bus dan berbalik saat melihat tangan kekar menutup kaca jendela. "Kenapa di tutup? " tanya Lesya sedikit gugup karena jarak mereka cukup dekat.
Elvan menatap manik Lesya dengan santai. "Silau! Rambut lo nanti terbang semua! " Lesya mengangkat satu alisnya bingung. "Itu doang? " heran Lesya.
Elvan menggeleng. "Kalau lo tidur terus kepala lo keluar? Atau tangan lo yang keluar? Terus tiba-tiba kepotong? " Lesya mengerucutkan bibirnya sekilas. "Gak mungkin kali! Ya kali gw m*ti cuman gara-gara itu doang! " cebik Lesya.
"Cuman lo bilang? " heran Elvan. Lesya mengangguk enteng menanggapinya. "Yaiyalah! Dan kalaupun emang kepotong, tinggal satuin kan gampang! "
Elvan menyentil dahi Lesya pelan. "Ngomong yang bener! " Lesya mengusap dahinya dan meringis kecil. "Ouch! Jahat lo! Gak tau apa ya? Gw tuh selalu ngomong yang berguna, bermanfaat, bermutu, berkualitas! Gak kayak lo yang ogah-ogahan ngomong! " kesal Lesya.
Elvan tak menanggapi ucapan Lesya. Dirinya melirik ke arah banyaknya tumpahan keripik di bawah kaki mereka. "Nanti siapa yang bersihin? " tanya Elvan dengan nada seperti biasanya.
Lesya menoleh ke bawahnya dan menyengir kuda. "Ups, kotor ya? Biarin lah! Gak mungkin kan gw pungut atau gw sapu? Mana alasnya karpet pula! " Mata tajam Elvan melirik ke arah sapu kecil dan tong sampah di sebelah nya. "Tuh! "
Lesya menatap ke arah lirikan mata Elvan. Dirinya melotot melihat keberadaan sapu kecil tersebut dan menatap Elvan bergantian. Dalam hatinya, dia mengumpat kesal dengan keberadaan sapu tersebut hadir di saat dirinya tak ingin. Sksk, kasihan sapunya!
* Wzkwnzmahsjzj!! Anj*r!! Ini sapu kenapa di sini sih?! Kan jadi males gw nanti!! Mana pengen tidur nyenyak siang gini ada bae nih sapu!! Siapapun tolong bawa pergi dia!! Kan jadi kesel gw cuman perkara kehadiran sapu di waktu tak tepat! Kenapa gak sekalian sih bikin film judulnya ‘Sapu Ajaib! ’ Kan lebih estetik! Lah ini?! * batin Lesya ingin berteriak.
"Kenapa diam? " tanya Elvan dengan alis yang terangkat satu. Lesya tersenyum manis dan melunturkan nya sekejap lalu dengan malas dia mengambil dan mulai menunduk. "Oke! Haiss! " gumam Lesya.
Di saat Lesya menunduk dan hendak membentur kursi yang ada di depannya, dengan cepat Elvan menahannya. Merasakan adanya telapak tangan kekar di atas kepalanya, Lesya mendongkak.
Pandangan mereka bertemu hingga Lesya memecahkan keheningan karena tak ingin terbuai dan tertangkap basah oleh siswa-siswi lainnya. "Awas, gw mau buang ini! " ucap Lesya berusaha bersikap normal. Elvan menunjuk ke arah tong sampah di sampingnya dengan dagunya. "Tinggal buang apa susahnya? " tanyanya.
Lesya mencebik kesal dan membuang bekas tumpahan keripik makannya yang tumpah ke dalam tong sampah dan meletakkan sapu kecil tersebut di tempat asalnya. "Udah kan? " Elvan hanya mengangguk saja menanggapinya.
Ting! Ting! Ting! Ting!
__ADS_1
Notifikasi ponsel terdengar dari ponsel Lesya, Luna dan Leon. Kening Lesya mengerut bingung. "Emang sekitar sini udah ada sinyal? " Elvan mengangguk. "Ada walau ngelag! " jawabnya jujur.
Lesya mengangguk paham dan membuka pesan dari Cakra. "Loh? " gumam Lesya. Perasaannya semakin tak sedap mengingat tulisan kertas yang dia baca kemarin. Ditambah dengan isi pesan Cakra yang dia baca.
📩Bang Cakra
Mereka mulai rencana!
Gw gak tau apa yang mereka rencanain!
Dan pemula rencana, Amanda!
Hati-hati nanti Sya!
(read)
Tanpa sengaja Elvan melihat ke arah ponsel Lesya yang menyala dan merebutnya. "Apa maksudnya? " Lesya tersadar dan merebut kembali ponsel miliknya. "Bukan urusan lo! "
"Gw tau, itu bukan urusan gw! Tapi yang menyangkut lo, itu urusan gw! " Lesya terdiam dan memalingkan wajahnya ke arah jendela bus di sampingnya. "Bukan apa-apa! " ketus Lesya.
Elvan mengangguk pasrah dan menghela nafasnya. Terlintas di benaknya ide yang dipastikan Lesya tak ketahui. "Terserah! " balas Elvan.
Selama diperjalanan hanya ada keheningan yang tercipta. Sementara Leon di belakang Lesya tertidur dan Luna di depan Lesya asik mengobrol dengan Valen hingga tak membuka ponselnya.
Lesya masih bingung apa maksud dari isi kertas di dalam botol itu dan apa maksud dari pesan Cakra. Apa dia tanyakan saja apa maksud Cakra di pesan? Namun itu tak mungkin karena Elvan yang memainkan ponselnya pasti menanyakan kembali.
Huft!
__ADS_1
Hanya dapat menghela nafas setelah bercamuk dengan pemikirannya, Lesya memilih untuk tidur saja. "Kenapa? " tanya Elvan menyimpan ponselnya ke dalam sakunya.
Lesya menoleh dan menggeleng. Telapak tangannya dia gunakan untuk menutup mulutnya yang menguap. "Hoaam! Gak papa! " jawab Lesya.
Elvan mengangkat satu alisnya dan menarik kepala Lesya agar bersenderan pada pundaknya. Lesya sedikit terkejut namun rasa kagetnya itu dia tepis karena memang saat ini dia membutuhkan sandaran.
Lesya merubah posisinya menjadi memeluk Elvan dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang lelaki tersebut. "Biarin gini ya! " lirih Lesya. Elvan menggangguk saja dan membiarkan Lesya melakukan apapun padanya.
Tangan Elvan bergerak mengelus anak rambut Lesya agar Lesya merasa lebih tenang. "Ada masalah cerita sini! " Lesya menggeleng. "Kangen papi doang! " jawab Lesya memejamkan matanya.
Elvan percaya saja walau dia yakin bukan itu penyebab utamanya. Memang saat ini Lesya membutuhkan kehadiran mendiang Arga yang selalu mensupport dirinya.
Apalagi saat ini pelukan Elvan sama hangatnya dengan pelukan Arga saat tahu jika Lesya juara kelas dahulu. Perlahan, nafas Lesya terdengar lebih normal dan tenang karena terlelap di alam mimpinya.
Diam-diam Elvan mengambil ponselnya dan memotret wajah Lesya saat tertidur. Tanpa adanya suara dan cahaya dari kamera ponsel, tiga foto berhasil Elvan potret tanpa sepengetahuan siapapun.
Setelah itu dengan cepat Elvan menyimpan ponselnya dan bergerak mengusap pipi seorang gadis yang berstatus istrinya itu. Selama beberapa menit, Elvan mengusap dan berpikir sejenak.
* Ada yang aneh! Kemarin siapa? Dan, maksud dari pesan itu apa? Apa LC memiliki masalah besar? Atau masalah pribadi lele saja? Dan apa masalah itu? Perkara geng Sakh? Vion? Gilang? Keluarga? Atau masalah lain? Mungkin! Gw tau gak mudah berurusan dengan banyak masalah, dan tanpa izin ataupun izin dari lo, gw bakal bantu sesuai janji gw sama bunda! * batin Elvan.
Yap! Elvan tahu masalah dan anggota geng Sakh, Vion, Gilang, dan keluarga Lesya yang di alaminya. Akar masalahnya masih belum ditemukan olehnya. Bahkan saat dirinya memiliki waktu luang, diam-diam dirinya mencari akar masalah tersebut.
Lesya perlahan membuka matanya, terbangun karena merasakan posisinya yang berubah. Selain itu, di alam mimpinya dia juga bermimpi perkara soal isi botol tersebut. "Kebangun? "
Lesya mengangguk. Padahal baru beberapa menit dirinya tenang, otaknya masih berpikir dengan jelas saja. Apa maksudnya ini? Apa ada kaitannya dengan dirinya yang dapat terhubung batin dengan Mila? Pikir Lesya.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
__ADS_1