
Lesya sudah memberikan pesan kepada Mayang jika dia dan Elvan akan menginap di apart milik Elvan saja. Mereka yang memang sudah tiba di apartemen sedari tadi sibuk mengerjakan aktivitas mereka masing-masing. Elvan dengan pekerjaannya sementara Lesya sibuk mencari informasi baru sekaligus bermain game onlinenya di ponsel.
Drrrtttt...
Elvan melirik ponselnya dan mengambil mendengar suara deringan ponsel berasal dari ponselnya. Tertera nama ‘Revan’ di kontaknya. Tentu saja dia mengangkat telepon dari temennya itu. Karena sibuk, Elvan meloud speaker panggilan Revan.
Revan calling...
📞 Oy Vano, nih empat curut pengen main ke apartemen lo nih!
Lesya tergelak dan hampir meloncat dari kasur. Gadis itu cepat-cepat bergegas menutup laptopnya dan menyambungkan hubungan laptopnya dengan speaker di headphonenya. Mendengar kata main ke apart membuat Lesya panik seketika.
📞 Ngapain?
📞 Ngerusuh lah, jarang woe ngumpul lagi! Lo di apart kan?
📞 Iya, tahan dulu yang lain!
📞 Lah ngapa? Dah depan pintu woe nih!
Tuttt!
Lesya yang menghampiri Elvan dan dengan cepat menutup sambungan telepon. Dia kira Revan sudah tahu apa jawabannya. Namun dugaannya salah karena dari dalam terdengar suara orang yang berusaha memasukkan sandi apartemen dengan benar. Remamber? Elvan sudah mengganti password apartnya dengan tanggal pernikahannya agar diingat oleh Lesya, istrinya.
Kedua pasangan itu berpandangan sejenak. Kontak mata mereka teralihkan karena Lesya dengan cepat bersembunyi. Sementara Elvan bergegas menyimpan dokumennya dan berjalan cepat ke arah pintu. Matanya menatap tajam semua teman-temannya yang datang pada malam hari begini. Perusuh!
Ceklek!
Sorakan menggema dari mulut kelima teman Elvan. Memang mereka sering saja merusuh di apartemen milik Elvan. Bahkan tak urung juga Frans dan Farel lebih terbuka jika berkumpul begini.
"Wuwww, udah lama gak ke sini udah ganti ae nih pasword! Apa ada yang disembunyiin ya nih? " curiga Ken karena pasalnya temennya itu sangat lama membuka pintu. Elvan memutar bola matanya malas. "Ngapain sih? Udah malem juga! " tanya Elvan.
"Yee lo mah masih mending malem kita temenin Van! Jadi lo gak perlu ngerasa kesepian kayak orang yang butuh elusan cewek! " ceplos Ken asal. Revan menoyor kepala Ken pelan. Salah memang ceplosan Ken karena Revan dan Valen tahu jika Elvan sudah memiliki pawang. Cantik lagi!
"Yee.. Lo mah sok tau namanya! Lo aja noh yang butuh cewek di mana-mana, gw do'ain nih semoga lo kena karma! " semprot Revan. Sontak mereka tertawa ngakak tanpa Elvan.
__ADS_1
"Udah, sana balik gw sibuk! " ucap Elvan seolah mengusir semua teman-temannya. Valen tertawa ngakak melihat raut wajah Elvan. Rupanya sangat puas melihat raut wajah sedikit panik Elvan.
Bruukk...
Lesya yang sedang bersembunyi bagaikan seorang perusak rumah tangga tanpa sengaja bergerak mencari tempat nyaman hingga satu box jatuh ke bawah. Tentu saja terdengar suara keras dari balik lemari. Yah, gadis itu bersembunyi di balik lemari baju Elvan. Lesya melotot dan menutup mulutnya rapat. Semoga saja tak ketahuan jika itu dirinya!
"Siapa tuh? " ucap Farel angkat suara.
"Widih apaan tuh yang jatoh? Apa jangan-jangan lo nyembunyiin sesuatu ya Van? Ngaku lo, sama temen sendiri gitu amat cielah! " tebak Ken.
"Mending lo semua pergi dah, nyari ribut mulu! " sarkas Elvan malas. Namun hal itu membuat kelima temannya semakin penasaran. Lesya memejamkan matanya di saat dia dapat mendengar jika teman-teman Elvan perlahan mulai curiga.
Namun sayangnya Valen yang tanggap mengambil box itu dan membukanya. Ternyata isinya adalah sepatu mewah yang diyakini harganya sangat fantastis. Namun sayangnya mereka bingung mengapa apartemen Elvan memiliki barang perempuan begitu.
Alis mereka mengerut bingung dengan isi box tersebut. Jujur saja, Elvan sulit menjelaskannya saat ini. Dia masih belum mau jika teman-temannya mengetahui hubungannya dengan Lesya. Alasannya? Gampang bocor apalagi jika Ken! Beh, itu yang paling Elvan malaskan!
"Eh anj*r, sepatu siapa nih? Tinggi 5 centi, sepatu perempuan lagi nih! Nah, jangan-jangan lo diem-diem punya cewek ya Van? " curiga Ken menebak-nebak. Yap, itu box sepatu Lesya. Sebenarnya hanya digunakan saat pernikahan saja. Tahu kan Lesya tak pernah menggunakan sepatu hak begitu? Dan itu disimpan baik-baik di apartemen milik Elvan.
"Punya gw! " cepat Elvan merebut box dan sepatu mewah itu. Tentu saja Lesya yang samar-samar mendengar menutup mulutnya menahan tawa. Dia yakin Elvan akan pasti sudah bingung bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan temannya.
"Lah, ini punya lo? Dingin gini lo belok ya Van? Sini gw bawa ke rumah sakit jiwa biar lo waras! " ngawur Ken. Elvan menghela nafasnya. Sudahlah dia pasrah kali ini dengan situasi nanti!
Karena merasa pengap di lemari, Lesya kembali berganti posisi. Namun sayangnya, dia kembali membuat kebisingan. Dan bahkan Farel yang berada tepat di depan lemari dengan cepat memegang gagang pintu lemari dan membukanya.
Ceklek!
"Hah? " cengo mereka bersamaan kecuali dengan Revan dan Valen tentunya. Lesya membuka matanya lebar dan mengeluarkan wajahnya keluar dari lipatan baju Elvan yang tersusun rapi.
"Ehm... Hai? " basi Lesya menyengir canggung. Malas, akhirnya Lesya turun dan melirik ke arah Elvan sekilas. Tak tahu lagi harus bagaimana saat ini mereka selain jujur kepada teman-teman Elvan.
~o0o~
Berasa diinterogasi, Lesya akhirnya menggebrak meja agar ketiga teman Elvan yang belum tahu tak menatap dirinya aneh begitu. Yah, mereka sedang duduk di ruang sofa apartemen Elvan.
"Oyy, mata kondisiin! Gw cabut nanti nanges! " galak Lesya. Ken, Frans, dan Farel hanya memutar bola matanya malas dan mengelus dada mereka sabar dengan tingkah Lesya. Suasana hening hingga Elvan akhirnya angkat suara.
__ADS_1
"Lesya istri gw! " ucap Elvan dengan nada tenangnya. Ken hanya menatap cengo sekaligus tak percaya ke arah Elvan. Mata Ken juga berpandangan dengan Frans dan Farel yang berada di sebelahnya.
"Hah? " cengo mereka bersamaan.
"Hah hoh hah hoh! Cengo kan lo pada kayak kambing?! " ketus Lesya. Valen dan Revan sedari tadi hanya menyimak pembicaraan saja seraya bermain game di ponsel mereka seraya terkikik kecil.
Ken mendelik tak terima. Namun pikirannya masih bingung maksud dari ucapan Elvan. "Wait, maksud lo? " bingung Ken. Demikian dengan Farel yang masih bingung dan akhirnya angkat suara.
"Jadi Lesya istri lo? Lo udah nikah Van? Kapan? " tanya Farel. Elvan hanya mengangguk pelan. "Kita berdua udah lama dijodohin sama ortu, tapi gak tau! Terus jadi gini deh! " ujar Elvan.
"Ada yang tau? " tanya Frans.
"Keluarga gw, temen-temen dia(Lesya), Valen, Revan, gak tau lagi siapa! " jawab Elvan. Ken kembali mengerutkan alisnya bingung. "Jadi adek lo gak tau Sya? " tanya Ken dibalas gelengan kepala Lesya.
"Masih privat! Makanya kalau kalian bocor sama yang lain, siap-siap aja gw robek mulut kalian! " tajam Lesya. Mereka mengangguk paham saja dan menggaruk tenguk leher mereka yang tak gatal. Beh, istri dari sahabatnya sangat sadis!
"Iya-iya, galak amat mba! " dengus Ken.
Akhirnya setelah berbincang sedikit kelima teman-teman Elvan pergi dan kembali ke rumah mereka masing-masing. Bukan apa-apa namun itu karena usiran Elvan yang tak tega melihat mata Lesya yang akan terpejam tidur. Dia tahu jika Lesya tak suka menjadi pusat perhatian apalagi dengan teman-temannya. Lagi pula besok mereka libur sekolah, Elvan akhirnya membuat janji saja akan berkumpul kembali saat pagi hari di cafenya dengan teman-temannya.
"Hahhh, ngantuk! " desis Lesya berjalan gontai ke arah ranjang. Elvan juga sudah menyelesaikan pekerjaannya berniat tidur saja karena larutnya malam. For your information gays, dua hari kebelakangan ini mereka sudah tak menggunakan pembatas lagi saat tidur. Alhasil mereka saling memeluk satu sama lain jika tidur.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
>>><<<
Udah 300? Huaaa... Author seneng banget akhirnya nyampe segini walau masih konflik >< For you gays, thanks for your support yah! Author suka senyam-senyum bacanya. Pengen bales satu per satu komen tapi author bingung balesnya gimana, hehe.. Pokoknya kalian yang dukung selalu buat mood author naik! Bahkan sewaktu author PTS ataupun sibuk, jujur aja ya gays author selalu sempatin nulis buat kalian😃
Buat yang mau tanya-jawab sama author sini komen di bawah. Author usahain bakal dijawab kok. Jangan lupa dukungannya ya gays, lop-lop kalian banyak-banyak ya gayss😘
Huee gak nyangka serius deh😩 Untuk partnya maaf ya gays cuman masih bisa kasih ide nyampe 1000+ kata doang tapi tenang nih tambahan bonusnya dari babang Elvan nih sekalian sama bad girl kebanggaan kita, Lesya.
Zelyra Aleesya Michella Fyo (GREY): Muka gw polos kan? Imut kayak bayi, pantesan Papan kecantol wkwk..
__ADS_1
Zioner Elvano Gregorius Grey: Nih buat yang dukung authornya! Shutt, jangan kasih tau sama Lele ya, nanti dia ngamuk wkwk🤣🌻