
Lesya segera ke bawah setelah mendengar klakson mobil Luna di depan gerbang kediaman Grey.
Luna memang tak masuk dikarenakan satpam yang menjaga tak membuka gerbang. Lesya keluar dan menghampiri Luna. Tak lupa dia menenteng paper bag di tangannya.
"Yok, gas udh telat! " Luna menancapkan gas nya menuju tempat setelah memastikan Lesya sudah masuk.
Setelah tiba di acara, Lesya dan Luna turun dan menjadi pusat perhatian. Luna yang menyibakkan rambutnya dan Lesya yang keluar dengan kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya. Perfect!
Mereka melirik ke belakang di mana kaum hawa berteriak histeris melihat sisi badboy anggota OSIS SMA GG. Yah! Itu adalah Elvan dkk.
Lesya tak peduli dengan banyaknya pujian yang terlontar di mulut kaum hawa untuk Elvan dkk. Luna mencibir, "Sekali ketos nongol, kelar dunia! "
Lesya tertawa, "Bhakks! But, kuping gw sakit dengernya weh! Kebanyakkan yang masuk" Luna tertawa. Kedua gadis tersebut berjalan santai menuju pusat acara.
Acara sudah dihiasi banyak dekorasi dan ricuhan anak-anak kelas 12. Tak lupa kepala sekolah dan guru-guru kelas 12 juga diundang ke acara.
Amel melambaikan tangannya ke arah Luna yang seperti mencari keberadaan orang. Luna menyenggol tangan Lesya dan menunjuk arah Amel, "Di sono weh mereka"
Lesya menoleh. Mereka menghampiri Letha dkk yang berada di puncak acara, "Wess.. Bawa kado nih"
"Kalo gak bawa kado di kasih kue-nya gak? " tanya Luna. Lesya menyenggol bahu Luna, "Makan troooss.. "
"Gak makan gak hidup sya.. " Lesya memutar bola matanya malas, "Serah lo dah! Nih kado-nya"
Nayla dengan cepat mengambil paper bag dari tangan Lesya dan Luna, "Woo... Makasih kado-nya! Btw ikhlas gak? "
"Klo gak ikhlas gak dikasih kadonya Naylaaa... " greget Amel. Nayla menyengir kuda, "Makin lama kok makin belok ya? " tanya Luna.
Amel menggedik kan bahunya acuh. Letha yang sedari tadi diam kini angkat suara, "Moga aja di tahun ini kegobl*k-an nya Nayla berkurang"
__ADS_1
"AMMINNN... " kompak mereka. Nayla mengerucutkan bibirnya manyun, "Laknat kalean semua" Mereka tertawa renyah.
Tanpa mereka sadari, Elvan dkk baru saja datang di belakang mereka, "Eyo... Angkasa! Akunya ada rasa, kamunya biasa aja! " sahut Ken.
Mereka menoleh. Tentu saja mereka mengenal pemilik suara, Kenneth Dayfino! Amel yang merupakan korban tik-tok menanggapi ucapan Kenneth.
"Hiya-hiya tanam tanam ubi... Tak perlu di baja... " sahut Amel mempraktekkan gaya kece zaman now.
Luna memutar bola matanya malas, "SKIP! Nak tik-tok" Amel menggeleng, "Bukan tik-tok! Nak kece gak kayak lo"
"War kita? Tempat di mana? Jam berapa? Gw siapin bom atom buat lo" Nayla menyahut, "Sudahi keributan ini dengan bertengkar" ucapnya enteng.
"Sama aja Nay! " Letha memukul lengan Nayla pelan. Nayla menyengir saja.
Berbeda dengan Lesya yang melirik sana-sini hingga Luna yang menyadarinya ingin membolongkan otak Lesya, "Nyari apaan? "
"Gak tau" ucapnya jujur. Wajah Luna terlihat kesal sekaligus masam, "Btw, si Leon noh ngapain sendirian di taman? " tanya Nayla menunjuk ke arah Leon.
Nayla juga mengambil satu per satu kado dari Elvan dkk. Lesya menatap Luna begitupun sebaliknya, "Apa dia gamon karena lo tolak sya? "
Lesya menggedik kan kedua bahunya acuh. Namun tidak dengan yang lain tampak heboh. Tentunya kecuali Elvan.
"Wah... Ngapa lo tolak sya? " tanya Nayla. Amel angkat bicara, "Sayang loh kak ganteng padahal! "
Letha mengangguk, "Serasi kok kak! Kenapa gak diterima aja? " Lesya tercekat. Dirinya terdiam. Bahkan matanya mengarah ke bawah tak menatap mata tajam milik Elvan.
Frans angkat bicara, "Biasanya dalam sebuah hungungan harus ada rasa! Kalo gak ada rasa, berarti gak jodoh! Itu aja intinya. Jangan dipaksain klo gak mau semua jadi keruh"
Lesya terdiam seribu bahasa mendengar nasihat dari Frans. Dia menghembuskan nafas kasar. Tiba-tiba saja Ken angkat suara, "Wah... guru nasehat angkat bicara"
__ADS_1
Lesya kembali mendongkak. Saat dirinya ingin bicara, Letha terlebih dahulu memotong ucapannya, "Tapi, kakak serasi kok sama Leon! Jadi, terima aja kak harusnya"
Lesya menatap Luna seolah meminta bantuan darinya. Luna menggeleng tak tahu, "Leon udah gak gamon wey! Gw liat akhir ini dia merhati-,in seseorang"
Lesya membulatkan matanya, "Seriously? Siapa? Tumben gak cerita? " Luna menggeleng tak tahu, "Sono noh samperin kalo mau tau"
Lesya menggedik kan bahunya, "Gw keliling dulu ya" pamit Lesya segera pergi dari sana dan berkeliling.
"Gw pamit, happy birthday" datar Elvan langsung segera pergi dari sana. Dia mengikuti arah Lesya dari belakang tanpa ada satu pun yang tahu.
Hingga tiba di salah satu kolam renang di sana, Lesya melihat Vannya berdiri di pinggir kolam sambil menangis. Bahkan tanpa dirinya sadari, dia berjalan ke arah Vannya.
Vannya menatap ke arah Lesya dengan tatapan geram, "PUAS LO HAH?! " bentaknya kepada Lesya. Lesya yang tak tahu bertanya, "Apa salah gw? "
"Heh?! Salah lo? KARNA LO, BOKAP GW NGAMBIL KESUCIAN GW DAN GW HAMIL BANGS*T!! " Lesya membulatkan matanya tak percaya. Namun itu hanya sedetik saja.
Elvan yang masih membuntuti Lesya hingga bersembunyi di balik pohon terkejut dengan pengakuan Vannya.
Lesya kembali angkat suara, "Hubungannya sama gw? " Vannya tertawa miris, "KARENA LO YANG BIKIN BOKAP GW DIPANGGIL!! "
"Heh denger ya! Yang manggil bukan gw tapi pak Rio! Ngapain salahin gw dah?! " balas Lesya tak terima dirinya di salahkan.
Vannya berdecih pelan, "COBA LO NGGAK NARIK GW KE MASALAH LO, GW GAK BAKAL KAYAK GINI!! "
Lesya tertawa, "Gw gak narik lo ya! Tapi lo sendiri yang nyakitin adek gw! " Vannya menyunggingkan senyum jahatnya bertepatan Elvan menghampiri mereka.
Lesya waspada akan pergerakkan Vannya yang tampak mencurigakan, "MAT* AJA LO BANGS***!!" Vannya langsung mendorong Lesya ke arah kolam.
Lesya yang terdorong, hampir terjungkal, "Arrhh!" Elvan dengan sigap menangkap pergelangan tangan Lesya dan menarik-nya ke dalam pelukkan-nya.
__ADS_1
Vannya menoleh ke arah Elvan. Dia memundurkan langkah-nya sedikit takut begitu tahu itu Elvan. Sementara Lesya yang merasakan dirinya tak basah, perlahan membuka matanya.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗