
Lesya yang baru saja pulang, merebahkan dirinya dikasur. Sebelumnya dia harus menyelesaikan tugas dari bu bunga yang sebelumnya atau dia harus dikeluarkan dari sekolah.
Lesya mengacak rambutnya frustasi. Dia malas mengerjakan itu semua. Apalagi yang beranak seperti matematika!
Lesya tak mempedulikan ucapan bu bunga menyuruhnya segera mengumpulkan tugas-tugasnya. Dia segera berganti baju dan pergi ke luar.
Kebetulan hanya dia sendiri yang berada di rumah. Dengan menaiki busway, Lesya tiba di marketing tempat dirinya bekerja.
Dia memasuki dengan wajah yang tertutup masker. Setelah mengganti bajunya seragamnya, Lesya berjalan menuju kasir.
Dia melayani pembeli seperti biasanya. Hingga saat dirinya menghitung belanjaan satu lelaki, dia terkejut dan melototkan matanya. Tapi tidak dengan lelaki itu.
"Brp? " Lesya menundukkan kepalanya, "Dua puluh lima ribu rupiah" Elvan mengeluarkan uang sebesar lima puluh ribu rupiah.
Yah, orang itu Elvan! Dia tak sengaja berhenti di minimarket yang ternyata tempat Lesya bekerja. Kebetulan dia sedang haus.
"Sya, sekarang ganti shift! Shift kamu udh kelar" Lesya mengangguk. Belum sempat dia mengembalikan uang sebesar dua puluh lima ribu kepada Elvan sebagai kembalian.
Kini satu pelayan yang melayani Elvan menggantikan Lesya. Lesya sudah keluar dengan membawa satu minuman dingin kesukaannya.
Dia mengantri di belakang Elvan yang masih belum keluar. Elvan mengambil minuman Lesya dari belakang dan meletakkan di kasir.
Lesya melotot tak percaya, "Eh punya gw! " Sayangnya, pelayan tersebut sudah menghitung minuman Lesya.
"Maaf sya, udh ke hitung" Lesya menghela nafas panjang. Dia mengambil minumannya segera dan keluar begitu saja.
Pelayan tersebut panik, "Sya. . . " Elvan menambahkan jumlah uang ganti Lesya, "Saya bayar! "
Setelah membayar, Elvan keluar dan melihat Lesya di halte bus. Begitulah, marketing tersebut dekat dengan halte bus. Sehingga Lesya lebih suka menggunakan busway jika ke marketing.
Elvan menghampiri Lesya dan menariknya ke mobilnya. Lesya yang melamun, tersadar jika dirinya ditarik oleh Elvan.
Lesya melepaskan tarik kan Elvan setelah tiba di depan mobil Elvan, "Hobi banget lo narik gw! "
Elvan tak menjawab. Dia membuka pintu depan mobil, "Masuk! " Satu kata tersebut yang tak bisa Lesya bantah. Dia menurut saja.
Elvan menutup pintu mobil dan berjalan menuju pintu mobil kemudi. Setelah masuk, dia menancapkan gas menuju rumah.
Dia memang baru pulang sekolah. Dia harus mengadakan rapat OSIS dengan anak-anak OSIS lainnya. Dan berakhir seperti ini!
Kecanggungan terjadi bagi Lesya jika berada di dalam mobil bersama Elvan. Sementara Elvan tidak karena dirinya nampak biasa saja.
Setelah tiba di kediaman Grey, Lesya segera turun dan beranjak ke kamarnya. Begitu pula dengan Elvan.
Lesya masuk ke dalam kamar mandi setelah mengambil bajunya. Dia membersihkan dirinya yang terasa lengket karena sedari tadi dia hanya mengganti baju saja.
Elvan yang baru saja masuk, mendengar gemercik air. Dirinya duduk di tepi ranjangnya dan membuka minuman kaleng-nya.
Tak lama kemudian, Lesya keluar dengan piyama panjang bewarna navy polos. Dia berlari lalu meloncat ke kasur dengan posisi tengkurap.
Tinggg!
__ADS_1
Elvan melirik ponselnya yang berbunyi pertanda ada notifikasi masuk. Dengan cepat Elvan mengulurkan tangannya dan mengambil ponselnya.
📩Revan
El, data makin dilacak bahkan
sempet dibobol.
Dengan cepat Elvan memainkan jarinya di keyboard ponselnya. Setelah mengetik kata yang pas menurutnya, Elvan mengirim pesan tersebut.
^^^📩Elvan^^^
^^^Hm, gpp. Udh gw save kiriman^^^
^^^lo.^^^
📩Revan
Kalo akun yang gw pake diincer?
^^^📩Elvan^^^
^^^Lo pake akun siapa?^^^
📩Revan
Gw lupa. Gw langsung blok
akun yang tadi gw pake aja ye.
^^^📩Elvan^^^
Setelah merasa baik-baik saja, Elvan menutup ponselnya dan menatap Lesya yang mengambil laptopnya. Dia segera bangkit dari duduknya dan bergantian mandi.
Lesya menatap kepergian Elvan ke kamar mandi dan kembali pada layar laptopnya. Ponselnya berbunyi.
Dengan cepat Lesya mengambil dan melihat pesan dari Leon.
📩Leon
Sya, pelakunya ngeblok akunnya.
Lesya berpikir. Ada baiknya juga jika dia memberhentikan kasus pembobolan datanya. Dia ingin fokus dengan masalahnya sendiri kali ini.
^^^📩Lesya^^^
^^^Batalin aja pencarian pelaku,^^^
^^^Gw mau fokus sama masalah gw.^^^
📩Leon
__ADS_1
Oke Sya.
(read)
Seusai membaca pesan terakhir dari Leon, Lesya meletakkan ponselnya dan fokus kembali kepada laptopnya.
Jika kalian heran bagaimana Lesya memiliki ponsel lagi, jawabannya dia memiliki tiga ponsel. Dan sekarang ponsel Lesya tersisa dua saja.
Ponsel pertama hanya untuk sekolah dan kerjanya. Sementara kedua berisi dokumen penting bahkan bukti kuat mengapa Arga dapat tiada.
Dia hanya menunggu waktu yang tepat saja untuk membuka semua itu. Lesya melacak siapa dalang dari peneror-an markasnya.
Lesya menarik rambutnya ke bawah. Dia sudah menemukan dalang tersebut. Sebelumnya, dia juga yakin siapa pelaku di balik teror-an ini.
Tiba-tiba saja, dia menoleh ke arah pintu. Ternyata bi Lilis yang mengetok pintu kamar.
Dengan cepat Lesya menutup laptopnya. Tak lupa dia menyimpan hasil pencarian pelaku peneror-an markasnya.
"Kenapa bi? " tanya Lesya saat sudah berada di depan pintu, "Non, bibi boleh izin pulang? Anak bibi sakit dan bibi harus pulang karena anak bibi harus dioprasi"
Elvan mengurungkan niatnya untuk menghampiri mereka. Dia ingin melihat jawaban Lesya. Menerima atau menolak?
Banyak wanita diluaran sana yang angkuh dan sombong karena harta dan kekuasaan. Itu yang membuat Elvan benci dengan perempuan selain kakak dan bundanya.
Lesya berpikir sejenak, "Bibi butuh uang gak? Kalo butuh biar echa kasih"
Lesya menyodorkan se-amplop uang yang berisi 10 jt rupiah. Bi Lilis terkejut dengan nominal uang yang Lesya berikan.
Elvan yang melihat itu tersenyum simpul. Rupanya pikirannya salah. Dan jika kalian tau, uang tersebut hasil dari kerjanya.
Bi Lilis menerima haru, "Makasih Non, nanti bibi janji bakal ganti uangnya" Lesya menggeleng cepat.
"Uangnya anggap aja sebagai bonus bibi kerja di sini. Jadi bibi gak usah dibalikin uangnya" bi Lilis kebetulan yang kekurangan uang menangis haru.
"Makasih banyak Non, semoga Non Lesya dilancarkan rumah tangganya dengan den Elvan" Lesya menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal.
Dia tersenyum kikuk dan itu terlihat di mata bi Lilis dan Elvan, "I-iya bi. Semoga anak bibi cepet sehat ya"
Bi Lilis tersenyum dan mengangguk. Ternyata menantu majikannya memiliki sifat yang baik hati. "Kalo gitu, bibi pamit Non. Mau beberes soalnya nanti bibi berangkat"
Lesya menyatukan jari telunjuk dan jari jempolnya, "Oke bi"
Lesya kembali masuk kamar. Dia menutup pintu dan terkejut melihat Elvan yang berada di depan pintu kamar mandi.
"Sejak kapan lo di situ? " Elvan melangkahkan kakinya ke arah ranjang, "Barusan! Kenapa? "
Lesya menggeleng. Dia memegang perutnya yang terasa lapar. Bahkan dia malu saat bunyi perutnya terdengar.
Dengan cepat dia berbalik agar tak dilihat Elvan yang menatapnya. Lesya terbirit-birit keluar kamar menuju ruang makan.
Elvan beranjak dan melangkah menuju tujuan yang sama dengan Lesya, ruang makan. Elvan dan Lesya melakukan ritual makan malam yang tertunda 15 menit saja.
__ADS_1
Lesya tersadar sejenak. Dia sadar setelah menikah dan tinggal di kediaman Grey, dirinya semakin rutin makan. Pantes saja dia jam segini sudah kelaparan.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗