
Lesya tersenyum tipis melihat kegalakan Mayang. Walau galak begini, Mayang tetap sayang dengan mereka berdua. Inikah yang dinamakan kekhawatiran seorang ibu? Atau ayah? Sangat lega!
* Akhirnya gw lega nutupin soal kasus gw barusan di sekolah! Bunda the-best, Lesya sayang! Gw juga lega rasanya walau tadi sempet ngeri sama tatapan ayah, gw bisa rasain kekhawatiran dari ayah! Berasa papi yang khawatirin! * batin Lesya lega.
Setelah diperbolehkan oleh Mayang dan Angga untuk kembali ke kamar, kedua gadis remaja itu berjalan santai menuju kamar Lisa. Niat mereka adalah kembali tanding PS lagi bukannya belajar bersama mencicil materi ujian esok.
"Akhir-akhir ini gw udah banyak latihan! Dan sekarang gw yakin, kali ini gw yang menang! " sombong Lisa. Lesya memutar bola matanya malas. "Heleh! Sok iyess lo! Nanti juga ujungnya gw yang menang, awokawok! " tawa Lesya receh.
Lisa menatap tajam sekaligus songong ke arah Lesya. "Wah nantangin lo?! Hayuk gass sekarang, kita duel! Yang kalah, besok traktir yang menang! " tantang Lisa.
Merasa tertantang, Lesya mengangkat satu alisnya dan mengangguk saja. "Okeh, deal! " jawab Lesya tersenyum miring. Bukan karena dirinya memiliki rencana namun, dia karena tantangan Lisa sangat menggiurkan bagi dirinya.
Masuk ke dalam kamar Lisa, Lesya mendudukan dirinya di atas karpet dan mengambil stik PS yang ada. "Hayuu mulai! " semangat Lesya membuka layar PS yang ada. Lisa yang mengambil beberapa snack meletakkannya dan ikut duduk di sebelah Lesya.
Mengambil satu stik PS yang ada, Lisa membuka snack kesukaannya dan melahapnya sebagai pemanasan. "Sabar elah! Gak sabaran banget sih lo! " malasnya. Lesya tak menanggapi namun tangannya beralih mengambil beberapa snack untuknya. "Siap gak nih? "
Layar PS itu sudah tampil dan mereka memilih games yang sesuai dengan standar mereka. Perang gangster! Itu yang mereka sukai. "Buruan elah! Pake nanya lagi! " dengus Lisa. Lesya memutar bola matanya malas. "Sabar lagi loading! "
"Go! " serempak mereka mulai serius bermain. Dua skor berhasil dicetak Lesya dan satu skor berhasil dicetak Lisa. Tiba-tiba saja ditengah keseriusan mereka yang tercipta, saku Lesya bergetar dan berbunyi pertanda ada telepon masuk.
Lesya mengambil ponselnya yang berada di sakunya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar PS. Dia melihat tertera nama 'Bang Cak' di sana. Dia mengangkat dan meletakkan di telinganya. Sementara satu tangannya dia gunakan tetap untuk bermain PS.
๐ Halo,
๐ Halo dek, lo tau si Leon ke Amerika? Kok dia gak ngabarin sih?
๐Stt! Udah tau gw! Lo tau dari mana bang?
๐ Gak sengaja gw denger si Alam telfonan sama Leon bicarain tentang Vion.
__ADS_1
๐ Terus tuh anak ngapain ke sana? Gabut?
๐ Ya gak gabut juga lah dek! Dia tuh ke sana disuruh Alam karena mereka berdua masih ngawasin perkembangan Vion! Lo tau kan prinsipnya Alam? Sekali tangkep gak bisa lepas?
๐ Ya berarti ke sono cuman cari tau perkembangan bocah g*la dong?!
๐ Maybe yes, maybe no! Gw gak tau pasti!
๐ Ada kabar lain?
๐ Kalau gak salah denger, gw sempet nguping tadi soal penyerangan Ice Blue yang dibarengi sedikit anggota Raka, wakil Faris! Dia gak terima kalau Faris dikeluarin dari LC!
๐ Apa?! Woy geblek sabar lo Lisa! Itu musuh lo beg*!
๐ Lah? Itu siapa Sya?
๐ Lisa, pacar Leon, sepupu ketos!
๐ Iya! Btw kapan penyerangannya?
๐ Gw denger dari Raka sendiri, dia yang lagi rencanain buat ngirim lo ke tempat lain! Soal waktu, gw masih belum tau kapan! Pokoknya lo harus hati-hati oke?
๐ Okeh, thanks infonya bang!
๐ Yo, keep care ya dek!
๐ Iya, abang juga! Lesya woy gw menang uhuyy! Lah anj*r? Curang lo Lisa! Wleee
๐ Kayaknya mau ngamuk, matiin dah!
__ADS_1
๐ BANGG CAKKK!! GA---
tuuuttt!
Lesya hendak membanting ponselnya namun mengingat jika ponsel tersebut bukan dari dirinya, membuat gadis itu mengurungkan niatnya. Padahal satu skor lagi dan ini adalah pertandingan terakhir mereka. "Yuhhuu, serii! Berarti gw gak usah traktir lo, yess! " girang Lisa meloncat-loncat di kasur ranjangnya.
Lesya berdecak. "Aelah satu lagi! Coba aja kalau bang Cak gak telpon? Menang kan gw! Terus traktir deh! " dengusnya mencebik. Lisa menggeleng dengan jari telunjuk yang ke kanan kiri. "Tidak semudah itu kawan! " bangga Lisa.
Lesya memutar bola matanya malas. Dari kamar Lisa, mereka mendengar suara Mayang di bawah yang menyuruh mereka tak bermain PS lagi. "LISAAA.. LESYAA.. JANGAN MAIN PS MULU KALIAN! " kata Mayang yang menggelar hingga atas.
"IYA BUNN, TANTE! " balas mereka kompak dengan sebutan berbeda. Lisa yang memanggil Mayang tante sementara Lesya memanggil Mayang bunda.
"Udah sono lo balik kamar! Ketauan sama tante May bisa berabe gw! " usir Lisa. Lesya mendengus malas. "Gw juga mau pergi ya! Btw, makasi makanannya udah gw habisin ahaha! " lawak Lesya pergi dari kamar Lisa.
Benar saja saat Lisa melihat semua snack yang dia bawa habis semua dilahap Lesya. "LESSYAAA!! CHIKI GW HUHUU... Sial*n! Kalau gitu mending gw gak usah bagi snack sama dia tadi! " gerutu Lisa.
Sementara Lesya, gadis itu terkikik mendengar teriakan Lisa yang mengaitkan dirinya. Saat dia masuk ke kamarnya dan melihat Elvan yang tertidur dengan pulas. Tumben? Pikirnya.
Lesya berjalan ke arah Elvan dan menempelkan punggung tangannya di atas kening Elvan. "Hangat! " gumamnya. Tumben sekali bukan? Biasanya Elvan akan bertempur dengan laptop dan buku tugas-tugasnya.
"Lo sakit Pan? " tanya Lesya bermenolog. Lesya geleng-geleng kepala melihat ke arah sofa yang menampilkan banyaknya buku yang masih terbuka dan laptop yang masih menyala. "Segitunya? "
Lesya berjalan ke arah sofa dan mengemasi barang-barang Elvan yang berserakan. Setelah itu, dia berjalan menuju nakas untuk menutup lampu kamar mereka.
Elvan yang merasakan kehadiran Lesya di sampingnya, dengan cepat menariknya hingga jatuh ke dada bidangnya. "Gw gak sakit! "ย lirihnya. Lesya terdiam kaku. Melihat Elvan dari jarak sedekat ini tak baik untuk kesehatan jantungnya.
Tiba-tiba saja, di saat Lesya membatin memuji ketampanan yang Elvan miliki buyar melihat mata Elvan perlahan terbuka. "Awas jatuh cinta! " goda Elvan dengan nada kecilnya.
Lesya memukul kesal dada Elvan dan perlahan bangkit berdiri. "Gak akan! " jawabnya ketus. Elvan tersenyum miring. Niatnya adalah ingin membuat Lesya mengejar dan mempertahankan dirinya.
__ADS_1
* Gw bakal buat lo kejar-kejar gw Le! Gw gak mau nantinya karena lo gak ada rasa sama gw, rumah tangga ini hancur! Gw cuman berniat mempertahankan satu pernikahan seumur hidup gw! * batin Elvan melihat punggung Lesya menjauh menuju kamar mandi.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif๐ค