Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
320: Drama Pagi


__ADS_3

Matahari sudah bersinar terang. Sedari tadi alarm digitalnya sudah berbunyi nyaring. Dan gadis cantik yang baru saja bangun tentu saja terloncat kaget dan bergegas membersihkan dirinya. Bertanya soal kemarin? Tak ada apa-apa tuh! Jangan traveling kawan, karena mereka tak melakukan hal lebih selain berci-uman. Yah, gadis itu Lesya.


Pesan author: Ah, maaf author sensor sedikit pada kata-kata kasar ataupun vulgar biar masih dapat dibaca.


Omong-omong tentang Lesya, di mana Elvan? Lelaki tampan itu memang sudah berbaikan dengan sang istri. Rupanya Elvan sudah ke bawah terlebih dahulu karena dia harus mengambil satu berkas di ruangan rahasia keluarganya.


Menuruni tangga, gaya berpakaian Lesya tak perlu di tanyakan. Celana lelaki dan baju seragam perempuan. Sepatunya bewarna biru navy dan rambutnya acak-acakan. Tasnya dia gendong sebelah saja. Isi tasnya? Hanya satu buku untuk semua pelajaran. Dikira buku Lesya itu SCTV? Satu untuk semua, wkwk...


Earphone sudah terpasang di telinganya walau tak ada music yang terdengar. Langkah kakinya terlihat tergesa. Di saat hendak duduk di kursi meja makan miliknya, Lesya melotot tajam kepada Letha yang sudah menduduki tempatnya.


Masih tak ada Elvan memang di sana. Namun Mayang dan Angga sudah ada. Bahkan di sana ada Lisa! Ya, gadis itu tak bersama Leon karena datang untuk mengadu pada Mayang tentang kejadian kemarin. Hanya saja, Lisa berkata jika Elvan membentak Lesya karena hampir bertengkar dan membuat Lesya kembali demam. Ahh, dusta apa lagi ini Lisaa..


Lesya berdecak kesal dan berjalan duduk di sebelah Lisa. Melihat kedatangan Elvan, Mayang yang masih merapikan makanan ke meja justru menjewer telinga lelaki itu. Tentu saja karena Elvan manusia dia dapat merasakan apa rasa sakit.


"ADUHHH, SAKIT BUNDA?! " ringis Elvan.


Mayang seolah tu-li dengan ringisan Elvan hanya bersikap seperti biasanya saja. Jika Elvan kembali berulah, sudah dipastikan jika tangan pencapit Mayang ikut kembali. Hanya jeweran saja, bukan hal yang keras lainnya. Sementara berbeda dengan Angga, pasti lelaki itu mengajak anaknya bye one di lapangan karate di rumahnya. Padahal udah baikan!


"Biarin aja nyampe panjang kuping kamu, lagian kemaren kan bunda suruh jagain Lesya biar gak kenapa-napa di sekolah! Kok malah ngebentak mantu bunda sih, inget gak sih tugas kamu dari bunda Elvanooo.. " omel Mayang galak. Lesya dan Elvan hanya cengo saja. Ngebentak? Hah, gimana maksudnya? Otak jenius mereka sedang ngeblank sekarang.


"Kok--- "


Di saat Elvan hendak protes, dengan cepat Lisa memotongnya. Kembali bertingkah seolah Elvan lah yang salah, Mayang melotot kaget dan akhirnya menambah tenaga jewerannya. Berbeda dengan Lesya dan Elvan yang mulai paham jika Lisa lah dalang pelakunya. Berbeda dengan Angga yang diam, Letha justru merasa iba dengan ringisan Elvan. Ngilu dengernya!

__ADS_1


"Bener tuh tan! Kemaren juga nyampe nangis Lesya gara-gara Elvan ngebentak-bentak padahal gak jadi berantem tau tan! Apalagi hampir main tangan tan, untung saja Lisa yang nahan. Kalau enggak, beda cerita lagi tan! " dusta Lisa dengan lancar seolah tak ada beban. Dasar Lisa, jiwa provokator!


"Wah-wah, kamu berani bikin mantu bunda nangis Elvan?! Mau bunda sita semua PS kamu hah?! " galak Mayang. Senyum jiwa usil Lesya kembali muncul. Anggap saja ini kejutan dadakan dari Lesya karena Elvan kemarin sempat menggigit bibir bawahnya saat berada di tengah-tengah scene kiss mereka.


"Iya bunda! Padahal kan waktu mau berantem tadi, bukan Lesya yang salah. Justru Lesya yang dijambak duluan sama ulet keket. Eeh, malah echa dihukum dong bun sama Pa-- Eh, Elvan buat beresin lapangan basket sama gudang! Kan gak adil bun... " kompor Lesya bertingkah dialah yang sangat tersakiti kemarin. Ada benarnya kan? Namun masalah hukuman, Lesya menambahkan kata gudang di kalimatnya, wkwk..


Mata Elvan tergelak lebar mendengar pengakuan Lesya. Dia kira Lesya akan membelanya. Namun melihat senyum usil Lesya diam-diam membuat Elvan sadar. Ahh, mau bermain dengannya yah?


Lisa menahan tawanya. Ternyata Lesya berpihak padanya sekarang. Seru bukan mengerjai Elvan. Tak apalah, sekali-kali. Namun pertanyaan Mayang membuatnya juga ikut menatap Lesya dengan bingung. Begitu juga dengan Angga. Sementara Letha tak terlalu peduli. Letha hanya kasian saja dengan raut wajah masam Elvan seolah meminta jeweran Mayang dilepas oleh sang pemilik. Ditambah Elvan sedikit berjongkok karena Mayang lebih pendek darinya. Elvan kan jauh lebih tinggi, apa lagi dia seorang lelaki!


"Ulat keket siapa Sya? " heran Mayang.


"Uley chat-chatrin bunda.. " jawab Lesya.


Gelak tawa terdengar dari sana. Mayang dan Angga memang tahu jika Chatrin, teman bermain saat Elvan kecil di Inggris bersekolah di tempat yang sama dengan anaknya. Tak menyangka jika Lesya memberikan nama aneh untuk Chatrin.


"Oke, ini semua bunda sita nyampe minggu depan! " lanjut Mayang lalu melepaskan jewerannya setelah mengambil kelima-limanya kartu hitam Elvan itu. Masih ada dua sih sebenarnya. Namun yang satu Elvan sembunyikan dan yang satunya lagi ada pada Lesya.


"Jangan bunda, mending buat Lesya aja nanti jajan! " ucap Lesya justru merequest. Mayang menautkan kedua alisnya bingung. Sedetik Mayang paham dan memberikan kelima blackcard Elvan kepada Lesya. Tentu saja Lesya menerimanya dan memamerkannya pada Elvan dengan tampang meledek lelaki itu.


Elvan hanya dapat mendengus kesal seraya mengusap telinganya yang baru saja lepas capitan. Berbeda dengan Mayang dan Angga yang tertawa kecil dengan tingkah Lesya. Lisa? Justru gadis itu menyenggol Lesya dan meminta salah satu dari blackcard itu. Pasti isinya jauh lebih banyak dari blackcardnya. Secara elvan adalah definisi Sultan bername tag #BUKANMAEN pasti isinya nominal banyak angka nol di dalamnya.


"Sya, bagi dong satu, kan gw dah bantuin lo! " bisik Lisa memelas. Lesya tertawa mengejek seraya memamerkan blackcard di tangannya dan membentuk kipas. Mengibaskan di depan wajahnya, terlihat sombong namun Lisa berdecak malas mendengarnya.

__ADS_1


"Jangan minta, iri aja gak papa! " ledek Lesya dengan tampang tengilnya. Lisa berdecak malas. Kalau bukan karena suara Mayang yang menyuruh mereka untuk segera makan dan pergi ke sekolah, dia pasti akan mempertahankan lima blackcard itu. Wah, untung ya Lesya. Padahal hanya sekedar sedikit menambahkan bawang saja.


"Mata duitan! " gumam Letha lirih.


Lesya yang mendengar samar-samar gumaman sang adik hanya tersenyum tipis saja. "Masih mending mata duitan dari pada mata bu-ta cinta and than rasa cinta jadi rasa obsesi? " balas Lesya lirih. Tentu saja semua orang dapat mendengar hal itu. Mengapa? Dia benar bukan? Letha memang bu-ta cinta!


"Siapa Sya? " tanya Mayang.


"Bunglon tante! Polos di luar tapi busuk di dalem. Kan namanya pake bedak dalam batin! " sindir Lisa begitu menusuk. Letha hanya mengepalkan tangannya kuat di bawah meja. Sindiran itu menusuk hatinya. Namun sedetik dia sadar dan berusaha bersikap biasa saja.


"Udah, Vano duduk kita sarapan jangan diam-diam mulu kayak kambing tau gak! " cibir Mayang.


Elvan mendengus kesal saja. Berjalan ke arah kursinya, Elvan duduk di bangku milik Alam di sana. Toh, tak ditempati kan! Sementara Lesya duduk di kursi milik Elena. Lisa pada kursinya begitu juga Mayang dan Angga. Berbeda dengan Letha yang sudah bersiap duduk di kursi milik Lesya. Betapa terkejutnya Letha saat tahu jika Elvan tak duduk di sebelahnya. Dugaannya salah sasaran ya~


SIAL?!


Oke lumpuhkan satu target, Lesya!


Masa bodo dia kembar atau tidak!


Elvan miliknya!


HARUS MILIKNYA!!

__ADS_1


Letha hanya terdiam saja menatap dimana kakaknya Lesya menyiapkan makanan untuk Elvan. Dan bahkan Mayang, orang yang dia kejar untuk mendapat restu memberikan daging yang di masaknya kepada Lesya. Harmonis yah~


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2