
Setelah pelukan terlepas dan payung yang menutupi mereka masih utuh meneduh mereka, Elvan berdiri di samping dan membiarkan Lesya mengeluarkan isi hatinya. "Mami, "
Lesya yang sudah tak dapat menahan matanya untuk tidak mengeluarkan cairan bening. "Ra gak tau gimana kehidupan ra selanjutnya! Ra terimakasih karena mami masih nerima ra di kehidupan mami! Udah bersedia mengandung, melahirkan dan membesarkan ra hingga begini! " ucapnya.
Bohong kalau Lesya tak sayang dengan sosok Mila. Namun dia kecewa disaat dirinya sering hanya dianggap angin lewat saja oleh Mila. "Kalau gak karena mami sikapnya begini, Ra pasti gak akan jadi orang yang berdiri di atas kaki aku sendiri! Semua pelajaran dari mami, akan Lesya ingat! Semoga mami sama papi bahagia di sana! Lyra bakal jaga Ara di sini! "
Tes! Tes! Jdarrr! Tes!
Rintik hujan dan suara petir bersamaan terdengar membuat Lesya yang tak suka dengan namanya hujan petir menutup telinganya. Sedari dahulu, dia sangat tak suka dengan hujan karena dia menemukan Vion yang menusuk Arga di keadaan hujan deras dengan petir.
Elvan yang merasakan hujan akan turun lebih deras lagi, mengajak Lesya agar kembali pulang ke rumah. Tak mungkin harus meneduh karena hujan turun sangatlah lebat dari biasanya. "Ayo, pulang! " ajak Elvan.
Lesya mengangguk menyetujui ucapan Elvan. Dengan cepat Elvan menggunakan satu tangannya mendorong kursi roda yang ditempati oleh Lesya. Sementara satu tangannya yang lain, memegang payung hitam. "Turunin aja payungnya! * ucap Lesya.
Lesya mengambil alih payung dan membuangnya sembarangan. Alhasil, mereka berdua basah kuyup dalam sekejap karena hujan yang membasahi mereka. Elvan dengan cepat mendorong kursi roda mencari tempat keteduhan yaitu, mobilnya sendiri!
Setelah masuk ke dalam mobil, mereka bernafas lega karena dapat lolos dari tumpahan air hujan yang membasahi permukaan bumi. "Huft, akhirnya! " gumam Lesya bernafas lega.
Ctek! Brumm!
Mobil navy itu mulai berjalan meninggalkan kawasan pemakaman khusus itu. Tangan Elvan terulur mengambil jaket miliknya yang ada di mobil sementara tangannya yang satu mengemudikan mobil. Jaket miliknya itu, dia sodorkan ke arah Lesya yang mulai terasa kedinginan. Sementara AC mobil itu sengaja diturunkan agar mereka tak merasakan kedinginan.
Lesya dengan antusias menerima jaket pemberian Elvan dan dengan cepat dia gunakan. Sebelumnya Lesya sudah melihat jika jaket itu adalah lambang kebanggan gengster Tiger Wong. Jaket tersebut cukup tebal membuat rasa dingin yang dia rasakan perlahan mulai hangat sedikit. Catattt! Hanya sedikit saja!
Suasana mobil tampak hening hingga Lesya memecahkan keheningan yang tercipta. "Jangan ke rumah! " ucapnya membuat Elvan menatapnya sekilas. "Kenapa? "
"Gw gak mau bikin mereka khawatir! Kemana aja asal jangan ke rumah bunda ataupun ke rumah gw! " lanjutnya.
__ADS_1
Elvan mengangguk saja. Lagi pula, apartemen miliknya berada tak jauh dari tempat yang mereka jalani. Setelah mengucapkan itu, Lesya bersandar dan memejamkan matanya yang terasa berat karena rasa kantuknya. Perlahan Lesya tertidur dengan tangan yang memeluk kedua lututnya membelakangi Elvan.
Delapan menit berlalu, Lesya sudah tertidur pulas di alam mimpinya sementara Elvan memarkirkan mobilnya karena mereka sudah tiba di apartemen miliknya. Melihat Lesya yang tertidur pulas, akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk membangunkan gadis yang berada sampingnya itu.
Dengan cepat dia turun tanpa mempedulikan pakaiannya yang masih basah akibat guyuran hujan deras tadi berjalan mengitari mobil dan membuka pintu samping kemudi.
Seperti dengan isi pikiran kalian saat ini, Elvan menggendong Lesya dan kembali menutup pintu. Dirinya tak lupa mengunci mobilnya dengan tombol yang ada di kunci mobilnya. Elvan melangkah dengan wajah datarnya berjalan menuju kamar apart miliknya dengan posisi masih menggendong Lesya ala bridal style.
Setibanya di apart miliknya, Elvan membaringkan Lesya di ranjang kingsize miliknya perlahan. Lelaki itu juga mengirimkan pesan untuk Mayang dengan ponselnya dan pesan untuk Letha dengan ponsel Lesya. Dirinya menutup AC yang ada dan melangkah menuju kamar mandi guna membersihkan dirinya.
____________
Sementara di kediaman Fyo, Letha baru saja tersadar dan menatap arah luar jendela yang menampilkan hujan deras. "Semoga mami tenang, " lirihnya.
Tok! Tok! Tok! Ceklek!
"Tha, minum dulu nih! Biar lo tenang. " ucap Nayla membawa nampan gelas yang berisi susu vanilla hangat kesukaan Letha.
Ting!
Letha menoleh dan mengambil ponselnya yang berada di laci nakasnya. Membuka ponsel yang berkontak 'Kakak kembar✨' di layar ponselnya, membuat dirinya membuka pesan itu.
📩Kakak kembar✨
Tha, gw nginep ke apart gw yah!
Letha menautkan alisnya bingung dan mengiyakan saja pesan Lesya. Jari lentiknya menari di layar ponsel sejenak membalas pesan dari sang kakak.
__ADS_1
^^^📩Letha.^^^
^^^Oke kak.^^^
Setelah membalas singkat pesan dari Lesya, Letha menatap temannya itu yang masih setia menyodorkan dirinya susu vanila kesukaannya. "Nay, lo sama Amel nginep di sini aja yah! Kak Lesya hari ini gak pulang soalnya! " ucapnya.
Nayla hanya membalas dengan anggukan setuju kepalanya saja. "Nih, diminum susunya! Gw izin sama nyokap dulu! " jawabnya dibalas anggukan kepala Letha.
Nayla memberikan gelas yang dia bawa dan hendak beranjak namun terhenti oleh Letha. "Waitt Nayy! Siapa yang bawa gw ke sini? " tanya Letha. Nayla mengingat siapa orang yang membawa Letha tadi. "Kalau gak salah. . . Suaminya kak Elena kali! Kakaknya Elvan! " jawabnya.
Letha mengangguk paham saja. Dia mengembangkan senyum manisnya dan menatap kepergian Nayla dari kamarnya. "Kakak iparnya Elvan lumayan baik juga yah? Gimana nanti gw jadi menantu keluarga Grey yah? Aaaa.. Pliss gw salting bayanginnya! " pekik Letha salah tingkah.
Beruntung kamar Letha sudah di aktifkan kedap suara. Alhasil pekikan aneh Letha itu tak terdengar oleh siapapun. Letha melihat bingkai di nakas nya yang menampilkan sosok Mila dan dirinya di bingkai. "Semoga mami bahagia ketemu papi! " gumamnya lirih.
____________
Kembali lagi dengan kondisi di apartemen milik Elvan. Setelah membersihkan dirinya, Elvan berjalan menuju dapur dan membuat menu makanan yang simple untuk mengisi perutnya yang lapar. Wajar sajalah! Sedari pagi tadi, dia belum mengkonsumsi satupun makanan.
Setelah beberapa saat berlalu, tiba-tiba dirinya berbalik dan melihat gadis dengan penampilan sedikit acak-acakkan berjalan dengan tongkat yang menopangnya ke arah kursi lalu duduk. "Ngapain? "
"Udah bangun? " tanya Elvan berbalik. Lesya berdecak malas. "Menurut lo? Gw nanya lo balik nanya! " ketus Lesya.
Elvan tersenyum tipis saja menanggapinya. "Mandi dulu sono baru makan! " ucapnya. Lesya mengangguk setuju karena sudah berapa hari dia tak mandi. Berapa ya? Dia dan author lupa!
"Bener juga! Eh? Enggak deh, susah jalannya! " jawab Lesya menggeleng. Dia memutuskan tak mandi karena dirinya kesulitan berjalan ke atas lagi nantinya.
Stek! Greep!
__ADS_1
Setelah suara kompor di matikan, Lesya terkejut saat dirinya tak menapak. Bahkan dirinya tak lagi duduk di kursi melainkan melayang di udara. Rupanya, Elvan yang mematikan kompor dengan cepat menghampiri Lesya dan menggendong gadis itu bagaikan satu anak kecil yang digendong oleh ayahnya.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗