
—Flashback on—
Bruuummmm...
Satu mobil putih berjalan di area kawasan yang sangatlah sepi. Di dalam mobil, terdapat tiga gadis yang bernyanyi keras sepanjang jalan. Eum, ralat! Hanya dua saja. Karena yang mengemudikan mobil adalah Lesya, dia mengendari mobil dengan kecepatan penuh. Queen racing!
Lesya sengaja memilih jalan yang sepi karena ingin lepas dari macet. Selain itu, suara pekikan Luna dan Lisa sangatlah menggelar telinga. "PARAAAMMM, HIYYYAKK!! " pekik Luna mengeluarkan suara emasnya hingga sangatlah terdengar di sepanjang jalan mereka.
"LUNAAAA!! BANGEKKK, MOBIL GW ROBOH TAYI NANTI!! " balas Lisa tak terima karena Luna berdiri dari kursi mobilnya.
Yah, Lesya dengan sengaja membuka atap mobil hingga mereka dapat menikmati hembusan angin. Merasa suntuk beberapa jam di dalam bis, akhirnya mereka memutuskan pulang sekaligus mencari angin dengan mobil milik Lisa.
Lesya yang ingin mengemudikan mobil karena sudah lama tak memegang stir mobil, memilih menjadi sukarelawan pengemudi. Mereka terus bersiul dan menyalakan musik DJ di jalan.
Dung! Dig! Dung! Tak!
Mereka mengikuti irama DJ musik menari di jalanan sepi itu. Lesya terkikik geli di saat Luna terbawa suasana hingga berdiri dan meloncat dari kursi penumpang belakang. Bahkan Lisa yang di samping Luna melotot kaget. "TURUN GAK LO!! "
"ANGINNYA ENAK WOY!! GAK PERCAYA? SINI BERDIRI NIKMATIN ANGIN!! " balas Luna tak kalah keras dengan nada sengitnya. Lisa melotot. "Bener-bener nih anak! NIKMATIN ANGIN NDASS MU!! NYESEL GW NGAJAK LO IKUTAN ELAH! " balas Lisa sengit dan mencoba berdiri.
Lesya menghela nafasnya dan merendahkan kecepatan laju mobil kemudi nya. Dengan malas dia menghentikan musik DJ yang menggema hingga Luna dan Lisa menoleh. "Yah? Kok dimatiin sih?! " kesal Luna mencebik.
Lesya memutar bola matanya malas dan mengusap telinganya. "Telinga gw bangs*t! Gak dari musik, dari lo, dari Lisa, dari angin juga kedengeran! Mau bikin meletus telinga gw ya?! " dengus Lesya.
__ADS_1
Ckkittt!
Lesya yang tak fokus berhenti mendadak, hingga Luna dan Lisa yang berdiri di kursi penumpang belakang spontan bergerak ke depan dan terdorong ke belakang. Beruntung mereka memegang sandaran kursi mereka. "Logo Ice blue? " ucap Lesya yang hanya dapat di dengar oleh kedua gadis yang berada di belakangnya.
"Ice blue? Eh? Itu Amandel kan? " tanya Luna pada Lisa seraya menunjuk arah dimana Amanda keluar dari mobil hitamnya. Lisa mengangguk. "Heh! Kemungkinan mereka ngajak kita baku hantam! Let's start a game! " jawab Lisa perlahan mengikat rambutnya.
Smirk khas Lisa mengundang gelojak iblis dari Luna dan Lesya yang mendengar ucapannya. Alhasil ketiga gadis gadis itu mengeluarkan smirk khas mereka dan turun dari mobil itu. "Heyoo, are you okay? Maaf ya gw dan anggota-anggota gw halangin jalan kalian! " ledek Amanda.
Lesya tertawa sinis mendongkak ke atas lalu menetralkan kembali dengan wajah datarnya. "Haha! Okay, let's start this game! " ucap Lesya dengan nada datarnya.
Beruntung cuaca kali ini bukanlah terik ataupun mendung namun berawan. Hal itu membuat mereka semakin bersemangat segera membasmi hama mereka di cuaca yang tepat ini. "50 lawan 3 orang? Ups, maksudnya 52 lawan 3 orang? Pengecut! " pedas Luna.
Amanda sama sekali tak marah. Namun hal itu justru membuat dirinya yakin jika dirinya akan segera menang mendengar ucapan Luna. "Kenapa? Kalian takut kalah? Apa karena kami bawa senjata? Eum, apa karena gw banyak bawa laki-laki? Yah, maaf deh! Soalnya gw denger kalau bad girl Gregus jago bela diri nyampe semua penghargaan diborong! "
Amanda berucap itu disertai raut wajah pura-pura sedihnya hingga Lisa mengepalkan tangannya erat. "Kenapa? Iri ya? Ya wajar sih, secara lo gak masuk list pembawa penghargaan di sekolah! " pedas Lisa mengangkat alisnya mengejek.
"Kenapa? Bukannya anda sangat lihai dalam hal seperti ini? " ejek Ketua itu. Lesya menyunggingkan senyum miringnya. "Ada masalah apa anda hingga berkhianat dari ku? Dan, saya lupa siapa anda! Boleh berkenalan? " ledek Lesya.
Ketua itu berusaha agar tak terbawa suasana karena tahu jika Lesya lihai memainkan perasaan suasana musuhnya sendiri. "Saya? Saya adalah ketua dari sniper devisi satu gengster Lion Claws! Oh iya, selain itu, saya adalah salah satu tangan kanan Ketua Revion, musuh anda sendiri! Bagaimana? " tanyanya mengejek.
Lesya tertawa hambar mendengarnya. "Anda? Ketua sniper devisi satu LC? Lucu! Tapi, mengapa saya tak mengenal anda? Oh iya! Anda sudah diusir sekarang dari markas LC yah? Kasian! " ejeknya terkejut.
Lesya hanyalah berpura-pura terkejut. Masalah jika ketua di hadapannya ini diusir sama sekali bohong. Sekaranglah ketua itu diusir dengan kata ejekannya. "Jangan datang ke LC lagi jika masih mau hidup! " datar Lesya.
__ADS_1
Bugh! Krek! Stak! Dor! Bugh!
Karena terbawa emosi setelah tahu jika dirinya diusir oleh Lesya, queen Ellion di markasnya eh.. mantan markasnya, sangatlah emosi. Alhasil perdebatan fisik yang ditunggu pun dimulai.
Jalanan sepi itu berubah menjadi sangatlah ramai. Beberapa menit berlalu, banyak yang tumbang akibat pukulan maut Lesya dan Luna. Remamber? Mereka hanya melawan dengan sedikit ilmu bela diri mereka dan pistol saja?
Jangan lupakan jika ilmu bela diri Lesya dan Luna tak hanya bela diri saja! Bahkan lebih dari pistol, mereka sangat lihai memainkan senjata lainnya. Ini? Hanya pistol? Not their level!
Baik Lesya dan Luna sama-sama menghindar dari pelatukan pistol yang diluncurkan ke arah mereka. Sementara ketua itu yang biasa dipanggil Faris, tertawa renyah dan memberikan kode.
"SIAP LUNCURKAN!! " tegasnya lantang. Sontak bagi anggota yang tak tumbang mendorong Lesya dan Luna ke arah mobil dan mereka berlari menjauh. Sementara Lisa dan Amanda yang sama-sama sudah bonyok di wajah mereka, menoleh.
Dan.. DUAARRR!!
Amanda tersenyum bahagia dan bersorak. "Huuuw!! Goodluck! One mission clea! Inget, ini masih permulaan sesuai apa kata bos gw! Masih permulaan! Karena kita masih baik buat gak gunain bom terbesar kami! " tekan Amanda pergi diikuti anggotanya yang lain.
Sementara di saat bom hendak meledak, Lisa yang ingin membantu Lesya dan Luna terpopoh-popoh bangkit jatuh berjalan. Kakinya terkilir sedikit hingga kesulitan berjalan menghampiri kedua sahabat dari kekasihnya.
Beruntung Elvan yang hendak mencari keberadaan Lesya berhenti sesuai dengan arah gelangnya, mengajak Valen membawa kedua gadis yang tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir. Valen yang menjauhkan Luna dari mobil dan Lesya dibawa oleh Elvan.
DUAAARRR!!!
Suara bom yang lebih besar membakar habis mobil milik Lisa. Sementara Valen dan Elvan membawa kedua gadis itu ke rumah sakit terdekat. Sementara Lisa yang memijit kakinya sebelum berjalan berlari dan memesan taxi mengejar mobil Elvan yang menuju rumah sakit.
__ADS_1
—Flashback off—
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗