Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
241: Gak enak!


__ADS_3

Beberapa hari sudah berlalu dan hari ini adalah hari terakhir untuk siswa-siswi sekolah Gregus menjalankan ujian. Lesya yang sama sekali tak belajar apapun hanya menunggu nilainya saja.


Hari ini adalah hari dimana kelas B melaksanakan ujian berangka. Matematika! Lesya yang berjalan di koridor, menyalakan musik di ponselnya yang terhubung dengan earphones yang dia gunakan. Mayang sudah menemui bu bunga di BK beberapa hari yang lalu dengan panggilan orang tua Lesya.


Mayang juga menegur Lesya agar tak membuat keributan lagi. Bukannya dia tak suka dengan sikap Lesya. Boleh mempertahankan nama baik, asal tindakan sikap jangan di luar batas. Lesya hanya mengangguk dengan pesan teguran Mayang. Toh, dia tak salah!


Leon juga sudah kembali semenjak ujian pertama akan dimulai. Dia masih teringat tentang dirinya yang salah kirim pesan kepada Lesya. Melihat Lesya yang biasa saja, dia menghela nafas lega.


Banyak yang berhenti melempari atau mencoret meja dan loker Lesya karena tak mau melihat amukan devil sekolah mereka. Makanya jangan usik! Ada juga yang masih tetap menjelekan Lesya sebagai cap siswi sok jagoan di sekolah.


Kehidupan normal Lesya sudah kembali. Walau tak senormal orang lain pada umumnya, Lesya masih dapat merasakan ketenangan selama ujian berlangsung. Lesya memejamkan matanya saat tiba di kelas dan menenggelamkan wajahnya di meja. Dia kurang tidur semalam!


Luna yang berada di samping Lesya menyenggol sikut Lesya melihat kedatangan pak Rio sebagai pengawas ujian kali ini. Hubungan persahabatan mereka juga sudah akur akhir-akhir ini. "Pst! Oy Lesya! " bisik Luna.


Lesya terbangun dan membuka matanya lebar-lebar dengan kedua tangannya. Saat kertas ujian mulai dibagikan, dan ada papan yang menghalangi di antara kursi mereka, Lesya tak dapat fokus mengerjakannya sebab kantuk yang berat.


"Lesya! Kamu ngapain? " tegas pak Rio yang melihat Lesya hendak kembali tertidur. Lesya mendengus malas dan akhirnya mengutarakan izinnya. "Izin ke toilet pak! Cuci muka bentar! " pamit Lesya lalu menyelenong pergi dari kelas.


"Hadeeh, saya belum izinin! Asal nyelonong aja! " kesal pak Rio. Lesya mengangkat satu tangannya tanpa menoleh ke arah pak Rio. "Dan saya gak butuh izin bapak! " jawabnya.


Pak Rio dan Luna hanya geleng-geleng kepala saja. Kelas B kembali fokus pada soal berangka di kertas lembar yang ada. Karena rata-rata siswa-siswi lumayan pintar, mereka dapat menjawab beberapa pertanyaan yang mudah bagi mereka.

__ADS_1


Berbalik dengan Lesya, justru gadis ini berjalan gontai menuju arh toilet. Tanpa sengaja dia yang salah masuk bertemu dengan Frans di depan toilet yang hendak keluar. "Eeh? " kaget Frans melihat keberadaan Lesya.


Lesya melihat kembali logo di pintu toilet. Rupanya logo lelaki bewarna biru dan dia hampir salah masuk. "Oh salah! " gumamnya berbalik dan berjalan lurus ke arah depan yang merupakan toilet khusus wanita. Untung dia belum masuk!


Frans hanya mengelus dadanya sabar. "Sabar, tuh anak susah diajak kompromi! Mending gw balik dah! " gumamnya kembali melangkah menuju kelasnya.


* Tapi diliat-liat dari dekat kayaknya Lesya cukup cantik ya? Cantik, jago bela diri, prinsip kuat! Masuk tipikal idaman gw sih, sayangnya sikapnya rada minus! Dah lah, keburu kelar waktunya mending mikir jawaban soal aja! * batin Frans.


...※ ·❆· ※...


Keempat remaja dengan tiga perempuan dan satu lelaki duduk di pinggir meja kantin. Mereka melihat beberapa nilai mereka yang minus alias anjlok. Niat mereka ingin merayakan terakhir kalinya ujian justru berbalik meratapi kertas. Itu adalah, Lesya dkk!


Leon menyeruput es jeruknya di meja dan ikut menyahut. "Masih mending kalian! Gw nih 43 doang, kelar gw kalau bang Cak liat hasilnya! " sahutnya miris. Benar jika selama ini Leon dijaga oleh Cakra sebagai adiknya. Karena Cakra tak memiliki keluarga alias yatim piatu, dia menganggap Leon sebagai adiknya.


Lesya menepuk-nepuk pundak Leon seolah ikut berduka. "Sabar, gw juga di bawah lo Yon! Gak tau nanti reaksi bunda gimana liat nilai gw segini! Kayaknya gw bakalan dihukum nih! " lesu Lesya.


"Emang nilai lo berapa Sya? "


"34 doang! "


Sontak Luna, Lisa dan Leon tertawa receh. Mereka sadar ada yang jauh lebih parah dari mereka yang tak lain adalah Lesya. "Ahaha, lawak lo! Di antara kita yang paling miris Lesya! " tawa Lisa. Lesya menatap datar ketiga temannya itu. "Hem, ketawain aja trosss! " malasnya mencebik.

__ADS_1


Luna terkikik kecil melihat Lesya yang mencebik. "Ululu, jangan ngambek Sya! Mending kita nanti malem kita have fun aja sebagai perayaan ujian akhir! " ajak Luna diangguki antusias dari mereka. "Hayuu! Tapi ke mana? " tanya Lisa.


"Timezone? " usul Leon digelengi Lesya. Lesya menolak mentah-mentah ajakan itu. "Enggak lah! Gw gak mau ke timezone! Yang lain kayak pasar malam aja gimana? " usul Lesya.


"Pasar malam sih enak tapi bukannya Elvan harus berangkat ya hari ini? Ya kali lo gak nganterin ke bandara! " ucap Lisa memelankan nadanya. Lesya mengangguk. "Iya juga ya? Kalau gitu besok aja have fun nya! Sekarang gw gak bisa soalnya. " tawar Lesya.


Luna mengancungkan jempolnya. "Eaaak nanti kalau udah pada fall in love panggilannya bukan papan sama lele lagi! Tapi ayang bebeb, hiyaakk! " goda Luna yang justru heboh sendiri. Tak hanya itu, Lisa juga ikut menimpali yang dimana membuat Lesya jengah. "Bukan ayang bebeb tapi husband and wife! Jiakkkh... " tambah Lisa menimpali.


"Udah woee, kasian Lesya nya tertekan! Ahaha.. " tambah Leon. Lesya memutar bola matanya malas. "Mau gw jahit mulut kalian? " ancamnya. Alhasil mereka terdiam dan kembali berbincang santai satu sama lain.


Lisa melirik ponselnya yang berbunyi notifikasi. Rupanya kakaknya yang menyuruhnya menginap sementara di kediaman Grey karena kedua orang tua mereka sudah pergi ke luar negri.


"Sya nanti pulang sekolah gw nebeng ya sama lo! " Lesya mengerutkan alisnya bingung. "Why? Rumah lo gak searah sama gw! " ucapnya sedikit bingung. Lisa memutar bola matanya malas. "Gw nginep lagi di rumah tante May! Bonyok gw udah pergi ke luar negri ngurus bisnis! "


Lesya hanya mengangguk paham sedetik menggeleng. "Gw tadi bareng Luna ke sini naik mobil! " ujarnya polos. Luna berdecak malas dan mengangguk saja. "Gw mulu! Yaudah iya pulangnya bareng gw! " decaknya.


"Udah kelar kan ujiannya? Gw mau balik dulu ke markas, bang Cakra kayaknya gak bisa jaga markas! Takut kecolongan lagi! " pamit Leon bergegas pulang meninggalkan tiga remaja perempuan itu.


* Perasaan gw kok gak enak ya? * batin mereka bersamaan menatap punggung Leon yang perlahan menghilang.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2