
Penghuni rumah sudah tau jika Lesya tak muncul, dia berarti di kurung oleh Gilang. Makan malam sudah dilewati oleh Lesya. Saat makan malam, Elvan sadar sedari tadi Lesya tak memunculkan batang hidungnya.
Elvan berada di ruang tamu. Dia menonton TV sendirian di sana. Mila dan Gilang? Mereka lagi di kamar. Elvan tak pergi ke kamar karena tak tahu lokasi kamar.
Dia memilih untuk duduk di ruang tamu seraya menunggu Lesya. Dia tak bertanya karena tak ada satupun asisten rumah tangga yang lewat. Mereka sudah tidur di kamar mereka masing-masing.
Jika dia bertanya kepada Mila, dia takut mengganggu waktu suami istri tersebut. Sudah lama dia menunggu, akhirnya Lesya menampakkan dirinya.
Darahnya sudah berhenti namun banyak luka yang terlihat di tubuhnya. Lesya menatap kosong arah depannya dan melewati Elvan begitu saja. Elvan mengernyit bingung berfikir ada apa dengannya?
Elvan mengikuti Lesya hingga masuk kamar. Lesya langsung pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Sekitar 2 jam dirinya berada di toilet.
Lesya keluar dengan baju yang sudah terganti. Bajunya berlengan panjang hingga luka-lukanya tertutup. Kini bergantian dengan Elvan yang mandi, tak lupa membawa baju Lesya yang muat untuknya.
Lesya mmenatap langit malam. Dia rindu kepada alm. papinya, Arga Fyo. Lesya berdiri di balkon kamarnya. Dia terkejut mendengar suara bariton milik Elvan yang memanggilnya.
Dia berbalik dan menatap Elvan seperti biasa, "Sejak kapan lo di sini? " Elvan mengangkat bahunya acuh.
Dia bersender di kasur milik Lesya dan mengerjakan pekerjaannya. Lesya menggerutu tak jelas. Dia hanya tidur di samping Elvan dan memainkan ponselnya.
Dia tahu dirinya harus berbagi ranjang dengan Elvan karena Elvan sudah berbagi ranjang dengannya. Walaupun kasur Lesya lebih sempit dari kasur Elvan, menurut Lesya kasurnya lah yang ternyaman.
Lesya tertidur dengan memainkan ponselnya. Posisinya membelakangi Elvan dan ponselnya tejatuh di tangan Lesya. Elvan menyadari akan itu, segera menyimpan pekerjaannya dan menutup laptopnya.
Dia meletakkan laptopnya di nakas dan menyimpan ponsel Lesya si nakas dekat laptopnya. Elvan membuka lengan baju Lesya yang menampilkan memar di mana-mana. Tak lupa mengambil kotak P3K di laci nakas.
Elvan menghembuskan nafasnya. Dia tak tahu apa permasalahan Lesya. Tapi dia yakin semua akan terungkap pada waktunya. Dia mengobati luka Lesya. Lesya tak bergeming dari posisinya.
__ADS_1
Lesya terbangun dari tidurnya namun tak membuka matanya. Mulai dari lengan tangan, kaki, paha hingga punggung Lesya sudah diobati oleh Elvan. Lesya tertegun dalam keadaan tidur.
Setalah mengobati luka-luka Lesya, Elvan meletakkan kotak P3K di tempat semula. Elvan menutup lampu dan menyisakan lampu tidur saja yang menyala. Elvan berbaring di samping Lesya dan tertidur.
Setelah Elvan tertidur, tepat pada jam 1 pagi Lesya terbangun. Sudah 1 jam dia tak tertidur karena merindukan Arga. Lesya juga teringat dengan perlakuan Elvan kepadanya tadi.
Dan tepat jam 2 pagi, Lesya tertidur pulas. Hingga dirinya tak sadar bahwa dirinya memeluk Elvan dengan erat.
Pagi hari sudah tiba. Hari ini merupakan hari dimana pasangan Elena dan Alam menikah. Lesya tak kunjung bangun.
Bahkan tangan Elvan dipeluk dengan erat oleh Lesya. Sedari tadi, Elvan berusaha melepaskan dekapan Lesya yang mengingau dirinya adalah Arga.
"Emph...!!! " Lesya terkejut dirinya tidur memeluk Elvan. Dengan cepat dia melepaskan pelukkan nya dan berbalik memunggungi Elvan.
Elvan melangkahkan kakinya ke kamar mandi dan bersiap untuk pergi ke rumahnya. Setelah selesai dengan baju yang lumayan pas dengan dirinya, Elvan keluar. Kini Lesya yang bersiap.
...~o0o~...
Acara dilaksanakan secara terbuka. Banyak wartawan yang hadir untuk merekam kejadian berharga bagi mereka. Anak sulung dari tuan Arlangga Grey menikah secara dadakan.
Pengucapan janji suci sudah lewat. Alam dan Elena sudah sah menjadi suami istri. Banyak tamu yang datang mulai dari kerabat, keluarga, rekan bisnis, dll.
Kini giliran Lesya yang mengucapkan selamat di dampingi Luna sahabatnya dibelakang. Luna tampak cantik dengan gaun merahnya.
Sementara Lesya menggenakan dress hitam panjang dibawah lutut. Lukanya tak terlihat sama sekali. Karena dia memakai lengan panjang.
Ternyata, di sana ada Letha dkk yang ikut acara. Letha dkk menghampiri Lesya dan Luna yang masih tak berjalan menuju altar.
__ADS_1
"Kak! Kakak ikut ke sini? " Lesya dan Luna menoleh ke arah Letha dkk. Lesya mengangguk mengiyakan ucapan sang adik.
"Oh, naik bareng aja yuk! " ajak Letha bersemangat. Lesya memasang kaca mata hitamnya karena acara tak di dalam gedung seperti pernikahan pada umumnya.
Luna bahkan sudah berdandan secantik mungkin secara berkali-kali karena takut make up nya luntur. Lesya geleng-geleng kepala dengan tingkah Luna. Padahal sudah oke, tapi dirinya tetap kekeh saja.
"Sabar, lipstik gw kurang! " Luna memoles bibirnya dengan lipstik miliknya. Setelah merasa sudah oke, Luna menyimpan lipstik ke dalam tasnya dan mengangguk.
"Yok, boleh jalan" ucapnya tanpa beban. Lesya menggerutu, "Dari tadi kek! " Luna cengengesan mendengar itu.
Saat Letha dkk menaiki altar di temani Lesya dan Luna di belakang mereka, banyak wartawan yang melihat ke arah Lesya dan Luna. Tampilan yang tertutup namun menawan.
Angga memperingati setiap wartawan untuk tak merekam atau mengambil foto Lesya. Semua atas permintaan Lesya sendiri.
Wartawan mengiyakan saja karena jika tak dilakukan, Angga akan menghancurkan pekerjaan mereka hingga akar-akarnya.
Letha tersenyum ramah ke arah Elena. Dia ingin mendapatkan hati kakak pujaan hatinya. Namun senyum di wajahnya luntur saat mendengar Elena memanggil nama kakaknya.
"Lesya! " Elena berlari dan memeluk Lesya. Lesya yang tak sigap menerima perlakuan Elena mundur beberapa langkah ke belakang.
Dia membalas pelukan Elena yang cukup nyaman menurutnya. Luna memeluk Alam yang diangap abangnya sendiri.
"Bang! " lirih Luna menghampiri Alam. Dia memeluk sejenak Alam dan melepaskannya karena dia tahu Alam sudah memiliki pawang.
Elena melepaskan pelukkan nya dan mengajak Lesya ke altar nya menemui Alam. Lesya pasrah saja dirinya di tarik oleh kakak iparnya.
Di altar ada Mayang, Angga dan Elvan. Jangan lupakan Alam, Luna, dan Letha dkk.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗