Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
239: Lega!


__ADS_3

Lesya geleng-geleng kepala melihatnya. "Ini anak gak capek apa ya ngetik sama nelpon nya? " gumam Lesya lagi. Jari lentik Lesya menari di atas layar ponsel membalas pesan dari Luna.


^^^📩Sasa kutub^^^


^^^Gw gak papa^^^


^^^Gw gak marah kok sama lo^^^


^^^Gw sekarang ada di apart punya gw^^^


^^^Gak usah cemas, gw baik-baik aja di sini^^^


^^^Ada ketos juga di sini nemenin gw!^^^


📩Lucinta Luna


Baguslah, gw jadi tenang dengernya.


Soal tadi gw minta maaf gak ngomong


sama lo.


Gw cuman gak mau nambahin beban


pikiran lo doang.


^^^📩Sasa kutub^^^


^^^Gak masalah, gw paham^^^


^^^Thanks ya udah ngebersihin sampah^^^


^^^dari anak-anak sekolah^^^

__ADS_1


📩Lucinta Luna


No problem, btw udah dulu ya


Gw masih harus urus butik.


(read)


Lesya hanya menghela nafasnya saat ini. Dia merasa sedikit bersalah membuat Luna cemas. Dia yakin jika Luna saat ini baru saja konsentrasi mengurus butik menggantikan Henny yang sakit.


Elvan yang melihat Lesya begitu fokus dengan ponselnya, dengan cepat merebut ponsel dan melihat sekilas dengan siapa Lesya berkomunikasi. Ternyata Luna! "Oy handphone gw! " kesal Lesya.


"Makan dulu baru handphone! " ucap Elvan. Lesya mencebik kesal. "Aelah, bosen gw diem-diem gini! " kata Lesya bergumam seraya meletakkan dagunya di atas telapak tangannya.


Tak lama satu pelayan datang dengan membawa makanan pesanan mereka. Semua berjalan dengan tenang hingga Lesya melihat gadis dengan baju yang terbuka berjalan menuju arah lobby. "Eeh? Itu Chatrin kan ya? Yang gangguin gw tadi? " tanya Lesya menyenggol sikut Elvan yang berada di sampingnya.


Elvan melihat ke arah pandang Lesya. Elvan hanya menatap malas ke arah tunjukan Lesya dan mengangguk menanggapinya. Memang benar gadis itu adalah Chatrin. "Emang dia gangguin lo? "


Elvan hanya mengangguk paham. "Dia temen kecil gw! " Lesya melotot dan menatap tak percaya Elvan. "Seriusan lo? Kok dari tampangnya agak. . . Beda ya sama lo? " ujar Lesya bergidik ngeri. Pasalnya penampilan Elvan dan Chatrin sangatlah berbeda jauh!


Elvan tersenyum tipis. Cara Lesya bergidik ngeri sangatlah lucu karena tingkahnya yang mirip dengan anak kecil. "Itu dulu! Sekarang gw dan yang lain menghindari kontak sama dia! " jelas Elvan.


Lesya mengerutkan keningnya bingung. "Loh kenapa? Bunda gak setuju? Atau ayah yang gak setuju? " tanya Lesya kembali melanjutkan makannya. Elvan menggeleng. "Sekarang dia jadi wanita penghibur! " jawabnya enteng.


Lesya terhenti melahap makannya dan menatap tak percaya Elvan lagi. "Serius? Masih SMA loh! " ujarnya tak percaya. Elvan mengangguk santai. "Dari SMP malah! " jujur Elvan. Lesya menatap curiga ke arah Elvan. "Kok bawaan lo santai amat! Kan dia sahabat kecil lo! Ya kali lo biarin terus-terusan begitu! "


"Bukan urusan gw lagi! Toh dari dulu karena kita selalu bareng dia jadi gitu! " malas Elvan. Lesya hanya mengangguk paham. Dia mengaduk makanannya dan melahapnya walau pikirannya menerawang ke mana-mana.


* Masa sih Chatrin itu wanita penghibur? Pantes aja ketbok sama temen-temennya gak suka sama dia! Tapi, gw familiar banget sama muka dia! Apa gw sama Chatrin pernah ketemu sebelumnya? Kira-kira siapa ya? * batin Lesya berpikir siapa Chatrin.


Lesya menepis semua pikirannya dan fokus melahap makanannya. Buat apa dia memikirkan Chatrin yang tak memiliki hubungan dengan dirinya? Masalah pribadinya saja sudah banyak, dia tak mau lagi menambah beban pikiran lagi.


...※ ·❆· ※...

__ADS_1


Lesya duduk di meja makan menatap Angga dan Mayang bergantian. Tak hanya itu, ada Lisa di sampingnya dengan tangan yang terlipat. Sementara Elvan tak diperbolehkan ikut campur dan diwajibkan untuk menunggu di kamar.


Lisa membuka suaranya. "Lo itu kenapa sih?! " tanyanya sedikit kesal. Lesya menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal karena tak paham maksud Lisa. "Ya gw gak papa, emang gw kenapa? " aneh Lesya bingung.


Mayang menepuk jidatnya. "Lesya, kami tuh mau nanya kamu kenapa di sekolah buat ulah lagi? " tanyanya meluruskan maksud Lisa. Lesya membulatkan mulutnya. "Oo itu toh! Lesya di sekolah gak papa tuh bun! " bohong Lesya.


"Udah gak usah bohong lagi! Kita gak marah kok sama kamu! Tinggal jujur aja gimana kronologinya, kita percaya kok! " tambah Angga diangguki oleh Mayang.


Lesya mengangguk paham dan menceritakan bagaimana tempat duduknya dan lokernya di penuhi coretan kata yang tak pantas dan sampah-sampah plastik yang tak seharusnya dibuang ke tempat sampah. Dia juga menceritakan perihal bu bunga yang memberikannya panggilan orang tua padanya.


"Jadi kesimpulannya kamu dibully seisi kelas? Begitu? " tanya Angga. Lesya mengangguk lalu menggeleng tak tahu. "Kalau buat Lesya sih ini bukan pembullyan tapi pencemaran nama baik! Ya kali nama baik Lesya dijadiin sampah! Idih, ogah aku Yah! " kata Lesya.


Lisa mengangguk setuju. "Gw setuju! Kalau gw jadi lo, udah gw bantai habis tuh orang yang bully gw! Gak tau siapa gw makanya sikapnya kek gitu! SSekolahnya aja tinggi tapi sikapnya rendahan! Gak pantes jadi manusia! " pedas Lisa.


Mayang geleng kepala. "Sudah! Berarti bunda ke sekolah lagi besok? " tanya Mayang menatap Lesya bertanya. Lesya menggeleng cepat. "Gak usah bun! Toh yang salah bukan Lesya tapi anak-anak sekolahan! " enteng Lesya.


Lisa mengangguk setuju lagi. "Tenang aja tan, nanti anak-anak sekolah besok ku tendangin! " sombong Lisa yang dibalas toyoran dari Lesya. "Heleh! Emang tadi lo gak masuk apa? Masa gak tau berita sekolah sih? " tanya Lesya.


"Gak niat sekolah jadi rebahan aja! " jujur Lisa mengusap bekas toyoran Lesya. Mayang melotot tajam ke arah Lisa. "Lisa, kamu besok sekolah atau mau tante kasih tau sama papa kamu? " ancam Mayang dibalas gelengan cepat Lisa.


"Jangan dong tan! Kan tante May orangnya kan yang paling cantikkk, baik, imut, dan tidak sombong! " rayu Lisa. Mayang berdecak pinggang. "Makanya sekolah besok! Kalian ujian kan besok? " tanya Mayang dibalas anggukan kompak dari Lesya dan Lisa.


"Nah, makanya sekolah! " galak Mayang dibalas anggukan kepala Lesya dan Lisa kembali dengan serempak. Angga yang menyimak santai hanya mendengar dengan baik seraya melahap cemilan yang ada di meja makan itu. Santai ya pak!


Lesya tersenyum tipis melihat kegalakan Mayang. Walau galak begini, Mayang tetap sayang dengan mereka berdua. Inikah yang dinamakan kekhawatiran seorang ibu? Atau ayah? Sangat lega!


* Akhirnya gw lega nutupin soal kasus gw barusan di sekolah! Bunda the-best, Lesya sayang! Gw juga lega rasanya walau tadi sempet ngeri sama tatapan ayah, gw bisa rasain kekhawatiran dari ayah! Berasa papi yang khawatirin! * batin Lesya lega.


Setelah diperbolehkan oleh Mayang dan Angga untuk kembali ke kamar, kedua gadis remaja itu berjalan santai menuju kamar Lisa. Niat mereka adalah kembali tanding PS lagi bukannya belajar bersama mencicil materi ujian esok.


"Akhir-akhir ini gw udah banyak latihan! Dan sekarang gw yakin, kali ini gw yang menang! " sombong Lisa. Lesya memutar bola matanya malas. "Heleh! Sok iyess lo! Nanti juga ujungnya gw yang menang, awokawok! " tawa Lesya receh.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2