Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
20: Kasus


__ADS_3

Sudah berputar mengelilingi sekolah sebanyak tujuh kali putaran Lesya masih belum bertemu dengan Mayang. Dia yang hafal dengan jalan sekolah membuat dirinya tak mudah kesasar.


"Duh bunda mana sih? Apa jangan-jangan kesasar? " pikir Lesya menerka-nerka.


Lesya terus mencari keberadaan Mayang ke sana sini. Namun hasilnya nihil! Dia malah bertemu dengan musuh sekaligus suaminya. Elvan!


Setelah diberitahukan oleh wakilnya, Valen bahwa ada kerusuhan antara Lesya dengan Dila saat dirinya berada di ruang OSIS. Bahkan orangtua Dila datang ke sekolah karena tak terima anaknya lumpuh.


Keluarga Dila termasuk Dila sudah berada di ruang kepsek. Mereka datang dengan emosi menunggu kedatangan Lesya di ruang kepsek.


Siswa-siswi banyak yang sudah berdiri di koridor sekolah. Ruang kepsek berada di lantai dua sementara ruang guru di lantai bawah. Lantai khusus buat siswa-siswi berada di atas lantai ruang kepsek.


Hal ini memudahkan siswa-siswi melihat ruangan kepsek dari dinding pembatas koridor. Guru-guru memberikan waktu jamkos kepada siswa-siswi hingga kasus Lesya kelar.


Letha dkk dan Luna terus memandang ruang kepsek berharap tak ada sesuatu yang tak diinginkan. Luna sangat mencemaskan Lesya berbeda dengan Letha yang menatap kosong ruang kepsek.


"Ikut gw! " Lesya memberontak saat lengannya dicengkram oleh Elvan.


Elvan sudah tahu alur permasalahan antara Dila dan Lesya. Valen menceritakan semua dengan jujur dan rinci kepada Elvan hingga Elvan sangat mempercayai Valen.


"Lepas! Gw mau cari bunda! " Lesya terus memberontak berusaha melepaskan cengkraman milik Elvan.


"Bunda ada di ruang kepsek" Lesya mendelik. Dia lupa tak memeriksa ruang kepsek.


"Ya udah lepas gw mau ke kepsek nemuin bunda! " Elvan tak melepaskan cengkramannya malah menguatkan cengkramannya.


Lesya menahan sakit yang dia rasakan di pergelangan tangannya akibat ulah Elvan. Dia pasrah saja saat dirinya ditarik oleh Elvan.


Saat dirinya dan Elvan melewati lapangan, kupingnya panas mendengar ocehan tak jelas yang terlontar dari mulut siswa-siswi dari atas.


Lesya mulai memberontak saat ditarik hingga membuat Elvan berbalik dan menatap tajam Lesya.


"Berhenti dulu ngapa kuping gw panas denger mereka! " Elvan memberhentikan langkahnya dan menatap datar Lesya yang mau berteriak.


"WOY INI URUSAN GW! MASUK KE KELAS KALIAN ATAU GW PALAK DUIT LO PADA! "


Siswa-siswi berhamburan masuk ke kelas tak terkecuali Luna dan Letha dkk. Siswa-siswi takut dengan ancaman bad girl tersebut yang selalu tak bermain dengan ucapannya apalagi sedang serius.

__ADS_1


Teriakkan Lesya terdengar dari bawah ruang guru hingga lantai atas. Sementara yang di ruang kepsek menoleh mendengar suara Lesya.


"Dia orangnya mah! " adu Dila pura-pura sok sedih.


"Dia? Tunggu dia ke sini mama bakal bikin dia tanggung jawab sama perbuatannya! " emosi ibu Dila.


Penghuni lainnya hanya mendengar saja ocehan-ocehan yang terlontar dimulut ibu anak tersebut yang memekikkan telinga mereka.


Elvan menatap tajam Lesya yang berhasil membuat telinganya berdengung. Untung saja muka datarnya menutupi telinganya yang berdengung.


"Apa liat-liat?! " galak Lesya. Elvan melirik pintu ruangan kepsek yang sudah tak jauh dari tempatnya.


Lesya yang paham akan kode-kode pria yang berada di depannya ini hanya berjalan mendahuluinya ke ruangan kepsek.


ceklek!


Perasaan Lesya lega melihat Mayang yang duduk manis di salah satu kursi yang ada di sana. Namun darahnya mendidih seketika mendengar bentakkan seseorang.


"Dia mah orangnya! " adu Dila saat melihat Lesya yang membuka pintu.


"Jadi kamu yang namanya Lesya?! Kamu apain anak saya nyampe lumpuh gini hah?! " bentak ibu Dila.


Hal yang dia saksikan pertama kali adalah ibu Dila membentak Lesya. Lesya menatap datar dan bersingkap dada seolah tak takut dengan orang yang berada di depannya ini.


Elvan menghampiri pak Rio dan ayahnya dan berdiri di sebelah ayahnya. Mereka menyaksikan saja perdebatan hingga waktu yang tepat mereka melerai keduanya.


"Menurut ibu saya apaain? " tanya Lesya acuh tak acuh.


"Kamu patahin kan tulangnya nyampe dia gak bisa jalan lagi?! " Lesya mengangguk saja. Dia memang jujur dalam mengakui kesalahannya namun tidak dengan rahasianya.


"Tuh tau, kenapa nanya klo udah tau? " Ayah Dila mengeraskan rahangnya mendengar itu.


"Tapi kamu harus bertanggung jawab atas perbuatan kamu!! " bentak ayah Dila.


Dila berpura-pura menangis untuk memperkeruh suasana. Lesya menatap jij*k Dila dan menatap datar ayah musuhnya itu.


"Loh kok saya sih om? Kan saya gak ngehamilin anak om! " bantah Lesya.

__ADS_1


Mayang, Angga, pak Rio dan Elena berusaha mati-matian untuk menahan tawa mereka. Bantahan nyeleneh Lesya memang mengundang tawa namun mereka paham dengan kondisi saat ini.


"Tapi kamu udah bikin anak saya lumpuh!! " emosi ayah Dila.


"Papah udah pah! Kasian Lesya nya pah. Dia kayak gini cuman mau dapat perhatian aja gak lebih" Dila berpura-pura sedih namun terdengar mengejek Lesya.


Lesya tertawa garing, "Perhatian? Gw gak butuh Dil! Dan bukannya lo tau kejadian dulu? " tanya Lesya.


Dila gelagapan. Dia binggung karena Lesya memang pandai berdebat. "Sya, dulu kita sahabatan tapi kenapa lo kayak gini sama gw? "


"Sahabat? Bukan kali! Jangan ungkit masalah yang lalu atau lo mau gw ungkit semua masa lalu? "


Dila terdiam. Lesya tersenyum jahat melihat lawannya terdiam. Dia berada di posisi yang sama. Bersingkap dada dan berdiri sedikit membelokkan kepalanya menatap Dila.


"Pah, mah kita pergi yuk" ajak Dila yang mulai was-was.


"Tap— " Dila menyela perkataan ibunya dengan berteriak histeris. Lesya hanya tersenyum jahat bak psikopat.


Penghuni yang dari tadi hanya menyimak sedikit terkejut dengan teriakkan Dila yang menggema.


"ARGHHH... Sakit! " Lesya menggelengkan kepalanya pelan.


"Sakit? Derita lo! Siapa suruh lo jebak dia Dila sayang" Lesya berbisik tepat di telinga kanan Dila membuat Dila makin histeris.


"Sakit kuping gw gobl*k! " Lesya menghampiri Mayang dan Elena dan berdiri di samping Mayang.


Dia menyaksikan sebuah keluarga yang masih utuh mengkhawatirkan seorang anak. Dia ingin itu terulang kembali namun itu mustahil baginya.


Dila dibawa ke rumah sakit untuk dicek psikolog oleh keluarganya. Mereka melupakan Lesya yang melihat kekhawatiran mereka terhadap anaknya.


"Masih sama seperti dulu! " gumam Lesya.


Mayang yang mendengar itu hanya mengusap rambut Lesya pelan sambil tersenyum. Lesya sedikit terkejut dengan perlakuan Mayang kepadanya.


Namun dia membiarkannya karena dia sendiri merasa. nyaman dengan usapan Mayang.Lesya tersenyum kepada Mayang dan mengkode bahwa dia baik-baik saja.


Memang sulit untuk menolak kasih sayang dari seorang ibu yang membuat kita nyaman. Elvan yang melihat itu hanya mencibir dalam hati. Menurutnya Lesya selalu mencuri perhatian ibu kandungnya.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2