Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
110: Dikeroyok!


__ADS_3

Elvan menatap tajam Lesya. Dia menyodorkan minuman kaleng kepada Lesya dan di terima oleh gadis itu. "Mau? "


"Bilang dong! Btw thank! " Lesya dengan cepat membuka minuman kaleng tersebut dan terkejut jika sodanya bertumpahan keluar. "Eeh.. Gimana weh? "


Reflek, Elvan sontak mengambil alih minuman tersebut dan meminumnya agar tak bertumpahan. "Nah! " Lesya menatap kesal Elvan. "Kalo gak ikhlas gak usah! Gw juga gak mau! Jadi basah kan celana gw! "


"Ngapain terima? " Lesya menatap Elvan seraya meneguk minuman kaleng bersoda itu. "Y-ya gw haus! " Elvan yang menatap Lesya beralih kepada pemandangan taman yang di sekitarnya.


Lesya teringat dengan kejadian semalam. Dia masih belum teringat sepenuhnya hingga dia memegang kepalanya pusing dengan pikirannya. "Tauk lah! "


Dia melirik Elvan yang sibuk menatap sekelilingnya. Hingga matanya terarah dengan satu anak kecil yang bermain balon. Sudut bibirnya terangkat membuat Lesya aneh sendiri dan mengarahkan pandangannya dengan apa yang Elvan lihat.


Jantungnya berpacu cepat secara tiba-tiba. Karena tak ingin terlarut dalam pemikirannya, akhirnya Lesya memutuskan untuk bertanya. "Liat apaan sih? Fokus bener! "


"Mau main balon? " Mulut Lesya terangga lebar mendengarnya. Elvan tahu jika Lesya memikirkan yang tidak-tidak setelah melihat pandangannya tadi. "Ha? "


"Mau main balon? " tanya Elvan mengulangi pertanyaan-nya tadi. Lesya menyunggingkan senyumnya. Sudah lama dirinya tak bermain balon. "Ayokk! "


Lesya menarik lengan Elvan antusias mendengarnya. Bahkan dirinya lupa jika dia belum membeli balon yang akan dimainkan nanti.


Elvan dengan cepat berhenti membuat Lesya ikut berhenti juga. "Kenapa? " tanya Lesya polos. Elvan menarik Lesya menuju penjual balon yang ada. "Pilih! "


Lesya masih mencari balon bergambar apa yang menarik di matanya. Hingga ekor mata nya melihat jika di sana terdapat balon bergambar love warna biru dan merah. "Itu! "


Elvan mengambil dua balon yang dimaksud oleh Lesya dan membayarnya. "Nah! " Elvan menyodorkan kepada Lesya plastik balon tersebut.


Dengan cepat Lesya menerima dan menggenggam erat plastik balon tersebut agar tak terbang dibawa angin yang memang kencang.


Mereka berjalan ke arah taman yang sedikit sepi agar lebih leluasa bermain. "Di sini aja! Mau gak? " Elvan menerima sodoran balon biru dari Lesya.


Lesya mulai meniup balon agar mengembang namun nihil! Dia tak pandai meniup balon. "Pan tiupin dong! "


Elvan yang sedang memasang tali balon terhenti mendengar suara Lesya. "Bentar! " Lesya melihat Elvan yang masih memasang tali balon, menepuk tangan Elvan. "Ini masukkin ke sini! "


"Tau dari mana? " Lesya membanggakan dirinya. "Gw gitu loh! Walaupun gw gak bisa niup balon, seenggaknya gw bisa ngiket tali balon! "

__ADS_1


"Heleh! Nih " Senyum girang Lesya terbit di wajahnya. Mereka sekarang ini posisinya duduk di rerumputan taman tanpa alas bagaikan piknik.


Lesya dengan cepat menggenggam erat tali balon dan beranjak berdiri lari ke sana sini dengan balon birunya itu. Berbeda dengan Elvan yang masih sibuk meniup dan memasang tali balon berwarna merah.


"Pan kagak maen lo? " Elvan menoleh ke arah Lesya yang justru menganggap balon tersebut layangan. Senyum simpul Elvan terbit di wajahnya. "Bentar! "


Elvan berdiri dan menghampiri Lesya yang masih sibuk menarik bahkan melayangkan balon biru itu di langit siang menjelang sore itu. "Itu balon bukan layangan! "


"Suka-suka gw lah! Habisnya lo bikin talinya panjang bener! Jadi mending gw layangin deh! " Elvan mengacak rambut Lesya yang sedikit berantakkan itu.


Cup!


Lesya diam membeku. Bahkan dia tak sadar jika balon birunya hampir terbang karena terpaku dengan kecupan sedikit lama dari Elvan. Beruntung balon tersebut dapat dicapai dan ditahan oleh lelaki itu.


"Kenapa? " Lesya yang tersadar dengan cepat mengalihkan pandangannya ke lain arah. Elvan yang tahu penyebab Lesya mengalihkan pandangannya tersenyum samar-samar. "Kenapa hey? "


Lesya menatap Elvan seolah marah dengan lelaki itu. "Harusnya gw yang tanya kenapa?! " Elvan yang berpura-pura tak paham mengangkat satu alisnya. "Kenapa? "


"Kenapa-kenapa elo yang kenapa?! " Lesya memukul dada bidang Elvan. "Ngapain asal nyosor di pipi gw? Kan pipi gw gak suci lagi jadinya! "


Elvan mendekatkan mulutnya tepat di telinga Lesya. "Emang salah gw cium pipi istri gw sendiri? " Tubuh Lesya menegang merasakannya.


Elvan melirik sekelilingnya dan mendapati satu anak kecil yang tak sengaja melemparkan batu ke arah kaki Lesya. Dengan cepat Elvan melepaskan kedua balon tersebut hingga terbang ke atas. "Yaahh.. Balon nya! "


Lesya yang ingin mencoba mengejar dua balon itu segera ditahan oleh Elvan. "Diem! " Lesya kicep sendiri dengan nada bicara Elvan yang kembali dingin.


"Galak weh! " cicit Lesya kecil. Elvan tak peduli dengan cicitan Lesya. Dia berjongkok dan mengambil plaster di sakunya lalu menempelkan nya ke luka Lesya yang sedikit tergores.


Drttt... drrttt...


Lesya mengambil ponselnya bertepatan dimana Elvan kembali berdiri menatap Lesya yang bertelefonan.


Lesya menekan tombol hijau di layar ponselnya. Dia sedikit heran mengapa bunda Mayang menelepon dirinya. "Bunda? " gumamnya.


Elvan mengerutkan keningnya bingung mendengar nama bunda nya di sebut di mulut Lesya. Tak biasanya bukan?

__ADS_1


📞 Halo bun,


📞 Ha-halo sya.. Bugh! Krekk!


📞 Bunda, bunda kenapa?


📞 Bu-bunda sama ayah di keroyok Sya sama argh!


📞 Bunda dimana sekarang? *panik


📞 Jalan ****** Argh!


tuutttt!


Lesya dengan cepat menatap Elvan yang memasukkan kedua tangannya ke dalam sakunya. "Pan bunda sama ayah di keroyok di jalan ****** ayo! "


Elvan dan Lesya segera pergi menuju tempat dimana kendaraan mereka berada. "Bentar! Motor gw gimana? "


"Anak buah gw ntar ambil! " Lesya dengan cepat masuk ke dalam kursi samping kemudi mobil Elvan.


Elvan yang masuk ke dalam kursi kemudi mobilnya segera melajukan mobilnya di atas kecepatan rata-rata. Selama perjalanan, Lesya mengigit kukunya cemas. "Itu bunda! "


Mobil sport Elvan berhenti di belakang mobil Angga. Dengan cepat Lesya keluar dan menarik Mayang yang di seret oleh Gilang ke belakangnya.


Dengan cepat Lesya memukul tenguk leher Gilang. Sontak beberapa penjaga dari mobil hitam keluar dan menghampiri Lesya.


Elvan juga mulai membantu Angga yang mulai kewalahan. Sesekali dia membantu Lesya yang mulai dikeroyok oleh beberapa pria suruhan Gilang.


Bugh! Krek! Srett!


Lesya membanting, memiting, memukul, menepis serangan dari lawannya. Sesekali dia membantu Angga berdiri. Mayang sudah dibawa masuk ke dalam mobil Angga.


"Ayah, ayah masuk aja biar aku sama Elvan yang lawan! " Angga menggeleng cepat. "Enggak ayah ikut! "


"Argh! " Lesya mundur beberapa langkah ke belakang. Luka di bagian perutnya mulai terbuka kembali.

__ADS_1


Geram, Lesya mulai membab* buta beberapa orang yang mengeroyoki nya. Sesekali dirinya dibantu oleh Elvan hingga mereka banyak yang tak berdaya. Gilang sudah pergi dengan membawa mobilnya.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2