Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
37: Lisa


__ADS_3

Leon pasrah saja jika mereka sering membolos, telat, bermasalah di sekolah. Selalu itu alasan mereka.


Bahkan dirinya, Alam dan Cakra sudah pusing mendengar surat cinta dari sekolah. Khususnya Lesya yang paling banyak mendapatkan surat cinta sekolah itu.


"Sya, tadi Letha dateng noh nyariin lo" Lesya berhenti memasukkan somay nya dan menatap Leon, "Trus dia bilang apa? "


Lesya melanjutkan makannya seraya mendengar ucapan Leon. "Dia nyari lo katanya waktu dia di rumah, lo kenapa gak ada" katanya pelan takut didengar orang lain selain mereka bertiga.


"Tumben" gumam Lesya pelan. Luna berpikir jauh dan menakuti Lesya, "Apa mungkin dia udah tau yang sebenarnya? " pelannya.


Leon menjitak dahi Luna pelan. Luna meringis dan manatap Leon tajam. Lesya mencerna ucapan Luna barusan. Tapi apa mungkin? Pikirnya.


"Jangan ngadi-ngadi" peringat Leon. Luna memutar bola matanya malas, "Gw cumen nebak doang bangs*t"


Lesya meminum es teh miliknya. Dia mengabaikan keributan yang terjadi di depannya. Luna dan Leon terus bertengkar bagaikan kucing dan tikus.


Lesya sudah malas jika mempertemukan kedua orang tersebut., "Brisik! Lama-lama gw g*mpar juga ya satu-satu" ancam Lesya.


"Jangan dong Sya, calm down kita akur kok ya Yon? " Luna menatap tajam Leon agar mengiyakan omongannya. Leon meringis melihat tatapan Luna yang bagaikan silet baginya.


"Iya dah" pasrah nya.


...~o0o~...


Kini, Lesya bersiap bergegas pulang. Dia membereskan bukunya ke dalam tas. Walaupun hanya tiga buku tebal berisi coretan semua. Sksk, jangan ditiru gays!


Sekolah sudah tampak sepi karena kebanyakkan yang sudah pulang. Sementara Lesya dan Luna sangat lama mengemas buku-buku mereka. Padahal dikit!


Leon yang jengah menunggu Luna selesai mengemas buku-bukunya, membantu Luna dengan cepat, "Lama lo! Kek siput tau gak?!"


"Bawel lo! Kek emak-emak tau gak?!" balas Luna tak mau kalah. Leon menghela nafas panjang. Semua buku-buku milik Luna sudah dibereskan.


"Shit! " ringis Lesya. Di saat kedua manusia sedang berdebat, dia memegang lukanya yang terasa perih.

__ADS_1


Ringisan Lesya mengundang jiwa Leon dan Luna menoleh. Mereka kaget melihat luka-luka Lesya yang hampir membiru. Tak lupa di sana masih ada Lisa yang belum pulang.


"Sstt, sakit gak Sya? " tanya Luna meringis melihat Lesya yang memegang lukanya.


Leon menjitak dahi Luna lagi, "Sakit lah beg* udah biru gitu" Lesya menoleh ke arah Leon dan Luna yang berdebat. Dia juga menoleh ke arah Lisa yang menatapnya.


"Ngapa lo? " Lesya menutup lukanya dengan celananya. Dia hanya memeriksa luka di pergelangan kakinya.


Lisa tak mempedulikan ucapan Lesya. Luna menoleh ke arah Lesya yang sedang bicara entah siapa itu. Ternyata dengan Lisa! Dirinya malas melihat Lisa yang selalu mencari masalah dengan mereka.


"Wah Lisa anaknya kutu masih belom pulang? " sindir Luna. Lesya merasakan hawa tak sedap akan keluar. Ditambah pintu kelas mereka yang terbuka lebar-lebar.


"Lo sendiri juga gak pulang? Iri amat lo" sinis nya. Luna tertawa renyah, "Ngaku ya jadi Lisa anaknya kutu"


Lisa geram. Luna sudah berjalan ke luar kelas. Lesya mengikuti Luna saja. Toh dia tak mencari masalah kan? Pikirnya. Jika Leon, dia berada di belakang Lisa yang segera membalas Luna.


Lisa berjalan ke luar kelas dan menyusuri koridor. Tubuh Luna dan Lesya masih nampak di pandangannya. Koridor sudah sepi karena hari sudah menjelang sore.


Dengan sigap Lisa akan mendorong Luna yang menghinanya tadi. Tapi semua digagalkan oleh Lesya dan Leon. Lesya sempat melihat kebelakang dan dikode oleh Leon yang di belakang Lisa.


Leon ingin melerai Lisa yang masih menjambak rambut Lesya namun tak jadi karena Lesya melarangnya lewat tangannya.


Lesya yang sejenak kaget rambutnya disentuh orang lain membalas jambak kan Lisa. Bahkan rambut Lisa sudah banyak yang rontok ke lantai.


Lisa meringis kesakitan. Tadi, saat dia menjambak rambut Lesya, dia puas jika tak Lesya maka Luna. Itu terus teman bertengkarnya. Sksk, seneng amat ribut!


Lesya membenturkan kepala Lisa ke tembok namun beruntung Lisa terbentur di dada bidang Leon. Jambak kan antara mereka berdua sudah lepas.


Lisa dapat merasakan kepalanya yang terasa berdenyut. Tak hanya Lisa tapi Lesya. Hanya saja Lesya lebih kuat menahan sakit. Luna menghampiri Lesya dan memegang tangan Lesya.


Luna tak memegang kepala Lesya karena dia tahu bahwa Lesya tak suka dirinya disentuh orang lain. Termasuk Alam, Leon, Cakra dan dia!


"Sya lo gpp? " tanya Luna cemas. Lesya menggeleng menatap tajam Lisa.

__ADS_1


Mata Lisa memburam dan dia pingsan. Leon yang berada di belakang Lisa, dengan sigap menangkap Lisa yang hampir terjatuh.


"Eeh, gimana nih? " tanya Leon panik membopong tubuh Lisa.


Lesya membenarkan rambutnya santai walau masih acak-acakkan. Luna sudah melepaskan genggamannya dan melirik ponselnya.


"Whatt! Gw udah telat jemput mamah byee" pamit Luna berlari pergi. Leon mendengus kesal.


Lesya menatap punggung Luna yang sudah tak terlihat dan beralih menatap Leon., "Bawa ke RS aja sono, di sini UKS dah tutup"


Leon mengangguk. Masih untung ada Lesya yang memberikannya solusi. Tak seperti Luna yang pergi begitu saja.


"Iya, lo mau pergi? " Lesya mengangguk. Dia ingin pulang ke kediaman Grey. Leon memutar bola matanya malas, "Gak sahabat, bosnya sama aja"


"Btw, lo baek-baek aja kan di sono? Kagak diapa-apain kan? " Lesya menggeleng.


Leon menghela nafas lega. Dugaannya tak benar bahwa Lesya dijadikan upik abu di rumah mertuanya.


"Enak dong lo? Kalo apa-apa ada yang nemenin" Lesya memutar bola nya malas, "Kagak! Itu mah maunya cowok! Beda ma gw"


"Iya in! Udah sono pulang dicariin sama mertua noh" Lesya mengancungkan jari tengah nya. Leon tertawa. Seru sekali rasanya menggoda Lesya.


"Ciee... Bahagia amat muka lo klo mau pulang" Lesya memberikan bogeman di lengan kekar Leon. "Canda Sya! Sono noh pulang! Klo mereka macem-macem telpon gw atau gak bang Alam noh"


"Lo tau gak? Bang Alam punya istri? " Leon mengangguk. "Istrinya kakak ipar gw" Leon membulatkan matanya. Lesya sudah tau reaksi Leon.


"Yang bener aja lo? Tapi gpp dah! Lo kan jadi ada yang jagain" Lesya mendengus, "Gw bukan anak kecil lagi! "


Leon menggeleng, "Lo masih kecil! Dan kita khawatir apalagi lo dipukulin sama bokap lo"


Lesya mengabaikan ucapan Leon. Dia berjalan menuju parkiran dan pergi dari perkarangan sekolah. Leon menggeleng saja manatap kepergian Lesya.


"Lo masih sama Sya! Coba aja lo tau gw suka sama lo dari dulu" ucap Leon tersenyum kecut. Posisinya kini menggendong Lisa ala bridal style.

__ADS_1


"Haiisss, mereka yang buat gw yang kena! Emang bos selalu benar" Leon membawa Lisa masuk ke dalam mobilnya dan pergi menuju rumah sakit terdekat.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2